Pemkot Makassar Gelar Pelantikan Pejabat di Tengah Gencarnya Imbauan Social Distancing

KabarMakassar.com — Sejak mewabahnya Virus Corona (Covid-19), seluruh jajaran pejabat pemerintahan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah termasuk Kota Makassar, tak henti-hentinya menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Tapi ironisnya, di tengah gencarnya imbauan kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui surat edaran untuk melakukan sosial distancing atau physical distancing dan tidak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang, Pemerintah Kota Makassar malah menggelar pelantikan 23 pejabat eselon III.

Pelantikan para pejabat eselon III yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Anshar ini ddigelar di Ruang Rapat Sekda kota Makassar, di Lantai 9 Kantor Walikota Makassar, Selasa (24/3). Hal ini pun menjadi sorotan dari banyak pihak.

Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb berdalih, pelantikan ini tidak menghadirkan orang banyak, sehingga tak menjadi masalah.

“Makanya tadi hanya sedikit yang hadir. Kita tidak mengundang, dan mereka juga dibuatkan jarak aman. Jadi tidak saling berdekatan,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, pelantikan ini bukanlah mutasi. Akan tetapi pengisian kekosongan pejabat di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

“Ini hanya pengisian jabatan kosong, tidak ada mutasi,” ujarnya.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Andi Ardhi Rahadian Sulham (Camat Makassar)
  2. Andi Asminullah (Camat Rappocini)
  3. Syarifuddin Saleh (Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Makassar)
  4. drg Hasni (Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Makassar)
  5. Iswadi (Kabag Keuangan Setda Kota Makassar)
  6. Muh Fuad Azis (Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Makassar)
  7. Jabbar sebagai (Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kota Makassar)
  8. Andi Rahmat (Sekretaris BPKAD Kota Makassar)
  9. Akbar Gobel (Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat RSUD Kota Makassar)
  10. Husaini Salam (Kabid Penegakan Perda Satpol PP)
  11. Saenal Abidin (Kabid Persampahan Limbah B3 & peningkatan Kapasitas DLH)
  12. Andi Pattiroi (Sekcam Biringkanaya)
  13. Syahidudin Muchtar (Sekcam Bontoala)
  14. Patahulla (Sekcam Mariso)
  15. M Rizal Zain R (Sekcam Mamajang)
  16. Reskianto Mulyawan Hafid (Sekcam Makassar)
  17. Yudistira Ekaputra Nugraha (Sekcam Manggala)
  18. Andi Eldi Indra Malka (Sekcam Tamalate)
  19. Daud (Sekcam Tamalanrea)
  20. Amirai HM (Sekcam Ujung Pandang)
  21. Saiful (Sekcam Ujung Tanah)
  22. Syamsul (Sekcam Panakkukang)
  23. Andi Musjarafah Baso Lewa (Sekcam Wajo)

Sekprov Lantik 11 Pejabat Eselon II dan III

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulsel kembali menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 11 pejabat, yang terdiri dari tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) dan Pejabat Administrator (eselon III), di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Provinsi Sulsel, Rabu (27/2).

Dari tujuh pejabat eselon II yang dilantik tersebut, lima diantara merupakan hasil lelang jabatan. Yakni: Ichsan Mustari sebagai Kepala Dinas Dinas kesehatan Provinsi Sulsel (sebelumnya menjabat sebagai Plt Kadinkes Provinsi Sulsel); Prof. Yusran Jusuf sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulsel (sebelumnya menjabat sebagai Ketua TGUPP); Asriady Sulaiman sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulsel (sebelumnya menjabat sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Bone).

Selanjutnya, Andi Mirna sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulsel (sebelumnya menjabat sebagai Kabag Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja pada Biro Organisasi Setda Provinsi Sulsel); dan Sari Pudjiastuti sebagai Kabiro Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Sulsel (sebelumnya menjabat sebagai Kabag Pengelolaan Barang dan Jasa pada Biro Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Sulsel).

Sementara dua pejabat eselon II lainnya, yakni Andi Aslam Patonangi dan Muhammad Firda, kembali dikukuhkan di jabatannya saat ini. Masing-masing sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan Asisten Ekonomi Pembangunan.

Dengan dilantiknya lima pejabat eselon II hari ini, berarti masih ada dua jabatan yang telah dilakukan bidding (selesi terbuka), namun pejabatnya hasil bidding tersebut belum dilakukan pelantikan, yaitu Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Provinsi Sulsel, dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulsel.

“(untuk dua jabatan yang tersisa) Tertunda dulu sebentar, karena belum ditentukan,” ungkap Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, usai melantik para pejabat tersebut.

Selain pejabat eselon II, pada pelantikan tersebut juga dilantik empat orang pejabat eselon III. Masing-masing: Mukhlis sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (sebelumnya menjabat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu); Sarbini sebagai Sekretris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulsel, (sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Kominfo); Lubis sebagai Sekertaris Dinas Kominfo (sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan); dan Muanzir sebagai Sekertaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (sebelumnya menjabat Kepala Seksi Lahan dan Irigasi di dinas yang sama).

“Ada pergeseran di eselon III. Tadi yang dilantik itu ada tiga orang (hasil pergeseran). Nanti kita atur ulang lagi yang lain, dan ini banyak yang naik dari eselon III ke II,” ujarnya.

Abdul Hayat menambahkan, dengan dilantiknya sejumlah pejabat eselon III hari ini, maka banyak posisi eselon III yang lowong.

“Eselon III kosong lagi kan, nah kita tutup lagi dari bawah,” pungkasnya.

Jelang Tengah Malam, Sekprov Lantik 4 Pejabat

KabarMakassar.com — Empat orang pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) Pemerintah Provinsi Sulsel dilantik dan diambil sumpahnya, Jumat (14/2).

Keempat pejabat tersebut yakni: pejabat Andi Parenrengi sebagai Kepala Dinas Kehutanan (sebelum menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan); Ardin Tjajo sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Perkebunanan; Irawan Bintang sebagai Keppala Dinas Energi Sumber Daya Mineral; dan Abd Malik Faisal yang kembali dikukuhkan sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Yang membuat pelantikan keempat pejabat ini menjadi sorotan adalah waktu pelaksanaannya yang berberda dari pelantikan pada umumnya.

Jika biasanya pelantikan para pejabat dilakukan di jam kerja, pelantikan ini justru dilakukan menjelang tengah malam, yakni pukul 21.30 WITA, dan yang melantik pun hanya Sekertaris Derah Provinsi Sulsel.

Meski disorot, Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani mengatakan, pelantikan yang dilakukan malam hari adalah hal yang biasa.

“Normal saja, dan tidak ada yang luar biasa. Yang biasanya siang, ini malam. Dimana-mana biasa saja,” kata Abdul Hayat usai melantik keempat pejabat tersebut.

Apalagi, kata dia, pelantikan ini juga berdasarkan pertimbangan agar ASN yang sedianya akan pensiun bertambah masa abdinya.

“Ini pertimbangan, ASN kalau tidak dilantik mereka sudah pensiun. Ardin dan Irawan Bintang. KASN bilang batas akhir pukul 12 malam (24.00),” terangnya.

Abdul Hayat juga memastikan, pelantikan hari ini dilakukan atas arahan dan sepengetahuan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

“Pastilah anak buanya bergerak tidak mungkin tidak ada arahan dari dia (gubernur). Pak Wagub saya sudah kontak, sisanya belum nanti,” pungkasnya.