Kadinkes Sebut Beberapa Pejabat Pemprov Sulsel Berstatus PDP?

KabarMakassar.com — Entah keceplosan atau bukan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari membenarkan kabar yang menyebut sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini berstatus Pasien Dalam pengawasan (PDP).

Hal itu disampaikan Ichsan saat menjawab pertanyaan dari salah satu jurnalis terkait kondisi Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel dan kabar soal adanya beberapa pejabat dan staf Pemprov Sulsel yang berstatus PDP.

Hanya saja, Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu enggan menyebutkan secara pasti siapa-siapa saja pejabat di lingkup Pemprov Sulsel yang berstatus PDP tersebut.

“Soal pejabat yang berstatus ODP dan PDP, memang semuanya PDP. Maaf, maksud saya ada beberapa memang. Kita juga sudah sampaikan bahwa mereka diharapkan isolasi rumah (melakukan isolasi mandiri di rumah asing-masing). Ini sangat penting. PDP ini tidak berarti positif, dan ini tentu ditetapkan dengan kriteria yang ada,” kata Ichsan melalui video conference, Kamis (26/3) malam.

“Terkait Pak Sekprov, beliau bertambah baik kondisinya. Asmanya juga semakin membaik. Cuma itu yang bisa saya sampaikan. Kalau yang lain-lain saya tidak bisa sampaikan. Saya bisa dituntut nanti sama yang bersangkutan, ini adalah rahasisa pasien,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Ichsan kembali mengimbau seluruh masyarakat di Sulsel untuk menerapkan social distancing dan juga physical distancing. Ichsan menyebut, cara tersebut mampu mengurangi penyebaran Covid-19 sampai dengan 75 persen.

“Penyebaran di Sulsel ini sekarang sudah ada yang local transmission. Jadi sekarang ini tidak cukup hanya social distancing, tapi juga harus physical distancing. Artinya, di rumah pun kita harus menjaga jarak anatar satu dengan yang lainnya. Ini bisa mengurangi penyebaran virus Covid-19 hampir 75 persen,” ujarnya.

Ichsan menambahkan, pemerintah sampai saat ini serius mencari cara agar penyebaran Covid-19 ini di Sulsel bisa dicegah.

“Obat antivirus yang dulu pernah digunakan untuk flu burung itu juga telah turun ke Sulsel, dan sudah kita bagikan ke rumah sakit-rumah sakit yang sementara ini merawat pasien yang positif Covid-19. Ini salah satu upaya kita agar yang positif ini bisa cepat sembuh,” pungkasnya.