Menunggu Hasil Swab, 1 PDP Meninggal di RSUD Bulukumba

KabarMakassar.com — Seorang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), meninggal dunia di RSUD H.A. Sultan Daeng Raja Bulukumba, Ahad (12/4) sekira pukul 03.30 Wita.

Pasien berumur 72 tahun tersebut merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Palangisang, Kecamatan Ujung Loe, yang dirujuk ke RSUD H.A. Sultan Daeng Raja Bulukumba pada Sabtu (11/4) kemarin, dengan gejalan klinis batuk dan pneumonia.

“Hasil pemeriksaan swab pasien tersebut telah dikirim ke Makassar kemarin, dan sementara ditunggu untuk penetapan statusnya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal

Namun, kata dia, sesuai dengan protokol kesehatan, jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di Rumah Sakit dan hasil laboratorium yang menyatakan jika yang bersangkutan negatif, maka penanganan atau pemulasaran jenazahnya dilakukan selayaknya pasien positif Covid-19.

“Saat ini sedang dipersiapkan pemakaman di kampung halamannya di Palangisang, Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe,” terang Daud.

Daud menambahkan, seluruh petugas medis di RSUD H.A. Sultan Daeng Raja Bulukumba yang menangani pasien tersebut juga sudah diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri, sambil dilakukan pemantauan oleh tim surveilance.

Warga Gowa yang Meninggal 29 Maret Lalu Dinyatakan Negatif Covid-19

KabarMakasar.com — Uji laboratoriun swab tes terhadap warga Kabupaten Gowa berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo namun telah meninggal pada Minggu (29/3) lalu, telah selesai.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, warga Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa yang saat hendak dimakamkan di pemakaman Nipa-nipa sempat ditolak oleh warga sehingga akhirnya dimakamkan di Sudiang itu, dinyatakan negatif Covid-19.

“Baru-baru kami dihubungi dari laboratoriun kesehatan provinsi, sudah ada hasil pemeriksaan swab test dari salah satu PDP yang meninggal pada Minggu lalu. dan ternyata hasilnya negatif,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Rabu (1/4).

Adnan berharap, hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi warga untuk tidak takut dan panik sehingga berujung pada penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Masyarakat, kata dia, perlu mengetahui bahwa proses pemulasaran dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (world Health Organization/WHO), sehingga sudah betul-betul aman.

“Masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakamannya itu memakai SOP. Inha Allah tidak apa-apa. Mohon agar masyarakat tidak menolak jika ada pemakaman orang yang meninggal akibat virus ini. Virus ini bukan aib sehingga harus ditolak bahkan mengusir mereka baru yang masuk daftar ODP, PDP dan keluarganya,” tegas Adnan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin mengatakan, meskipun almarhum warga Kecamtan Somba opu tersebut dinyatakan negatif Covid-19, namun pemerintah daerah akan tetap terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap keluarga almarhum.

“Tetap kita isolasi dulu, dan tetap dipantau kesehatannya. Apalagi virus ini semakin besar penyebarannya,” ujarnya.

Jumlah Pasien Positif Covid-19 dan PDP yang Meninggal di Gowa Bertambah

KabarMakassar.com — Jumlah kasus positif virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Gowa bertambah sebanayak 2 kasus. Dengan begitu, hingga hari ini, total warga Gowa yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 sudah sebanyak 8 orang.

Informasi ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa kepada tim Media Centre Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, Senin (30/3) malam.

“Kami baru saja dikonfirmasi oleh Dinkes Provinsi Sulsel kalau ada penambahan dua positif terinfeksi Covid-19. Satunya, sudah teridentifikasi dari awal namun tercatat di Makassar. Setelah diverifikasi ulang ternyata warga Gowa, sehingga dipindahkan datanya ke Gowa. Satunya lagi hasil swab-nya baru saja keluar,” kata dr. Hasanuddin.

Menurut Hasanudddin, dua orang yang teridentifikasi ini merupakan warga Sombaopu.

“Satu laki-laki, satunya perempuan. Kedua pasien sementara menjalani pengobatan dan isolasi di rumah sakit rujukan di Makassar,” terangnya.

Selain penambahan kasus positif Covid-19, lanjut Hasanudin, pihaknya juga mendapat kabar soal adanya warga Gowa dengan status Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia.

“Benar ada satu meninggal di rumah sakit, laki-laki 56 tahun, warga Gowa, tempat tinggal di Kecamatan Sombaopu. Yang bersangkutan masuk dalam daftar PDP kami. Tercatat masuk ke rumah sakit per tanggal 23 Maret dengan keluhan demam dan sesak napas,” ungkap Hasanuddin.

“Almarhum belum dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 karena hasil uji swab-nya belum keluar,” sambungnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, hingga Senin (30/3) pukul 22.30 WITA, secara total di Kabupaten Gowa terdapat 8 pasien positif Covid-19 (7 dirawat, 1 isolasi mandiri); 17 PDP (4 dalam perawatan, 11 pulang dan isolasi mandiri, 2 meninggal); dan 122 ODP (112 proses pemantauan, 10 selesai pemantauan).

3 Hari, 4 PDP di Makassar Meninggal Dunia

KabarMakassar.com — Tiga hari terakhir, tercatat ada sebanyak 4 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19 di Kota Makassar meninggal dunia.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb merinci, 4 orang PDP yang meninggal tersebut yakni pada Selasa (24/3) sebanyak 2 orang (di RS Grestelina dan RS Siloam), kemudian Rabu (25/3) 1 orang (di RS Pelamonia), dan hari ini 1 orang (di RSUP Wahidin Sudirohusodo).

‘Perhari ini total jumlah PDP di Kota Makassar itu ada sebanyak 59 orang, dimana 4 diantaranya meninggal dunia. PDP yang lainnya sebagian sudah dalam kondisi membaik dan tidak ada komplikasi, sehingga tidak butuh perawatan intensif,” kata Iqbal, melalui video conference, Kamis (25/3).

Iqbal menegaskan, Pemerintah Kota Makassar sampai saat ini terus melakukan upaya pencegahan agar tak ada lagi atau paling tidak meminimalisir bertambahnya jumlah korban akibat Covid-19 di Kota Makassar.

“Salah satunya untuk mengantisipasi lonjakan pasien suspect Covid-19 ini, Pemkot Makassar telah menyiapkan rumah sakit-rumah sakit tambahan sebagai rujukan. Dimana rumah sakit ini memiliki ruangan isolasi yang memenuhi standar. Termasuk Rumah Sakit Sayang Rakyat untuk isolasi,” terangnya.

Sekdar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman infocorona.makassar.go.id, hingga Kamis (26/3) pukul 09:47 WITA, jumlah ODP di Kota Makassar ada sebanyak 40 orang (4 proses pemantauan, 36 dalam pemantauan); PDP sebanyak 59 orang (4 meninggal, 48 masih dirawat, 7 pulang dan sehat); dan pasien positif Covid-19 sebanyak 12 orang (1 meninggal, 10 dirawat, 1 isolasi mandiri di rumah).