Usungan PDIP di Pilkada Serentak 2020 Diputuskan Senin Depan

KabarMakassar.com — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menentukan para jagoannya yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020 mendatang, termasuk di Sulsel, pada Senin (16/3) mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Provinsi Sulsel di Hotel Claro, Makassar, Kamis (12/3).

“Hari Senin akan dilakukan pengambilan keputusan untuk para calon (yang akan diusung),” kata Hasto.

Menurut Hasto, setelah nantinya diputuskan nama-namanya, calon kepala daerah yang diusung PDIP itu akan diwajibkan untuk mengikuti sekolah khusus.

“Kami akan mengadakan sekolah khusus untuk mereka, dengan tujuan agar mereka mampu menjadi kepala daerah yang amanah serta mensejahterakan rakyatnya. Sebab, dalam berpolitik itu harus bisa membangun sifat optimisme serta membangun masa depan rakyat agar lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan bahwa PDIP menargetkan bisa menang di 8 dari total 12 kabupaten/kota di Sulsel yang akan menggelar Pilkada serentak tahun ini.

“Di Sulsel kami punya target kemenangan di 8 daerah,” bebernya.

Sementara, Ketua DPD PDIP Provinsi Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) menginstruksikan seluruh kader PDIP di Sulsel untuk bahu membahu mememnagkan calon kepala daerah yang nantinya akan diusung oleh partai berlambang moncong putih itu di Pilkada serentak tahun ini.

“Saya menghimbau kepada seluruh kader partai untuk bekerja saling bahu-membahu dalam memenangkan pilkada dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” kata ARW.

Sekadar diketahui, sejumlah bakal calon kepala daerah dari 12 kabupaten/kota di Sulsel yang akan menggelar Pilkada tahun ini, hadir dalam pembukaan Rakerda PDIP Sulsel tersebut. Khusus untuk bakal calon walikota Makassar, ada empat yang hadir. Yakni; Munafri Arifuddin, Moh. Ramdhan Pomanto, Irman Yasin Limpo dan Syamsu Rizal.

Hasto Pertanyakan Nasionalisme Kader PDIP yang Makan di KFC dan McD

KabarMakassar.com — Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mempertanyakan nasionalisme kader PDIP yang sampai saat ini masih sering untuk lebih memilih makan dan minum di tempat atau restoran cepat saji milik pengusaha luar negeri, seperti KFC dan McD.

“Jika ada kader yang sering menikmati makanan dan minuman dari luar seperti KFC, McD dan sprite, maka itu dipertanyakan kekaderannya,” kata Hasto dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Sulsel, di Hotel Claro, Makassar, Kamis (12/3).

Hasto meminta seluruh kader PDIP untuk mencontoh Presiden RI pertama, Soekarno, yang mencintai makanan dan minuman tradisional Indonesia.

“Kecintaan Soekarno terhadap makanan dan minuman tradisonal itu dibuktikan pak Soekarno dengan menulis buku Mustika Rasa. Pak Soekarno selalu menekankan untuk berdikari,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga mengingatkan agar kader PDIP di Sulsel mempertahankan kepribadian bangsa. Salah satunya, kata dia, yakni terkait masakan tradisional.

“Sejak 44.000 tahun yang lalu, peradaban di Sulsel telah ada. Bahkan, rempah-rempah juga melimpah. Maka tidak salah jika di Sulsel dan Makassar itu makanan tradisionalnya luar biasa dan wajib dilestarikan,” ucapnya.

Selain itu, kata Hasto, Indonesia juga memiliki obat-obatan tradisional yang sangat kaya. Karenanya, hal ini perlu lestarikan agar dapat menangkal berbagai macam penyakit.

“Obat tradisional kita itu sangatlah kaya, kekayaan hayati Indonesia sangat banyak. Bahkan, khusus untuk obat-obatan ada sekitar 30 tapi yang dipatenkan baru 12 jenis obat-obatan. Ini perlu inovasi sehingga dapat digunakan,” pungkasnya.

PDIP The Rulling Party di Makassar

KabarMakassar.com — Kontestasi Pilwakot Makassar dipastikan tidak akan diikuti oleh bakal calon dari kalangan perseorangan. Karena itu, sejumlah calon yang selama ini disebut serius dan siap bertarung dipastikan akan berebut partai politik sebagai kendaraan.

Salah satu partai yang kini jadi sorotan di Pilwalkot Makassar adalah PDIP. Walau bukan sebagai partai penguasa secara suara dan kursi parlemen di Kota Makassar, PDIP tetap menjadi idola bagi calon yang akan maju di Pilwalkot.

Terkait hal itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Suryadi Culla mengatakan posisi PDIP di Makassar sangat strategis bukan karena faktor suara dan jumlah kursi di DPRD yang menjadi perhatian.

“Tidak ada partai yang dapat mengusung calon sendiri di Pilwalkot, artinya harus koalisi. Dan posisi PDIP pada perolehan kursi di DPRD Makassar berada pada papan tengah juga diperhitungkan. Saya kira itu salah satu kunci PDIP,” kata Adi.

Selain itu, kata dia, secara umum di Sulsel PDIP pada pemilu 2019 lalu sedang bangkit. Kata dia, jika dulu basis PDIP tidak dilirik maka untuk kontestasi Pilwalkot. “PDIP sekarang sudah berbeda karena merupakan partai penguasa,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, akses PDIP kepada kekuasaan itu akan memberikan amunisi pada setiap calon yang diusungnya di Pilwalkot. Termasuk, kata Adi, akses untuk melakukan komunikasi kepada tokoh nasional hingga kepada Presiden, Joko Widodo.

“PDIP merupakan the rulling party secara nasional, termasuk di Makassar tentu saja. Apalagi partai itu kan sentralistik sehingga calon yang maju di Pilwalkot harus mendapat restu akumulasi elit partai lokal dan nasional. Ingat juga, PDIP itu hampir semua partai dekat secara koalisi secara nasional,” pungkasnya.

Pelantikan Risfa dan Adam Lengkapi 85 Legislator Sulsel

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sulawesi Selatan menggelar sidang paripurna dengan agenda pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dua anggota DPRD Sulsel, Risfayanti Muin dari fraksi PDI Perjuangan dan Adam Muhammad dari fraksi Gerindra Jumat, (31/1)

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan ucapan selamat kepada kedua anggota dewan tersebut. Ia berharap dengan lengkapnya anggota DPRD Sulsel hubungan antara pemerintah dan legislatif dapat semakin berjalan harmonis.

“Kita hari ini bersyukur melengkapi 85 anggota DPRD jadi sudah lengkaplah sudah harapan kita tentu semakin berkinerja lagi dan yang lain kita berharap hubungan semakin harmonis” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin menambahkan dengan lengkapnya formasi ini, diharapkan kinerja DPRD Sulsel semakin baik.

“Kita harus memahami bahwa menjadi pejabat publik adalah amanat rakyat, oleh karena itu amanat tersebut harus dijaga dengan baik Integritas diri dan kehormatan ditentukan oleh seberapa bisa kita menjaga kehormatan ini,” tambahannya.

Sementara itu Ketua DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari menyebutkan ini dilakukan berdasarkan hasil rapat pimpinan bersama Fraksi Gerindra dan PDIP DPRD Sulsel. Dimana berdasarkan usulan fraksi masing-masing, Risfayanti dan Adam Muhammad masing-masing akan menjadi anggota komisi E dan C.

“Berdasarkan usulan masing-masing fraksi, Risfayanti Muin akan mengisi jabatan sebagai anggota Komisi E dan anggota Badan Musyawarah. Sedangkan Adam Muhammad menjadi anggota C dan Anggota Badan Musyawarah,” ungkap Ina.

Ina menambahkan agar keduanya dapat amanah dan melanjutkan perencanaan pembangunan sesuai dengan fungsi masing-masing.

“Selaku anggota DPRD yg harus bisa membangun bangsa indonesia, dan kita diberikan amanah untuk melanjutkan perencanaan pembangunan untuk kedepannya bisa bekerja sesuai fungsi masing-masing,” tambahnya.

Pelantikan Risfayanti dan Adam Muhammad merupakan pengganti legislator terpilih yang tidak jadi dilantik pada bulan September 2019 lalu. Saat itu, Misriani Ilyas (Gerindra) dan Novianus YL Patanduk (PDIP) dipecat oleh partainya masing-masing sebelum pelantikan 85 legislator DPRD Sulsel periode 2019-2024 karena bermasalah dengan partainya.