Enam Pasien Covid-19 Asal Selayar Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Selayar kembali memulangkan enam orang pasien sembuh yang sudah menjalani perawatan pada program rekreasi duta covid-19 di Makassar, Jumat (10/7).

Jubir GTPP Covid-19 dr. Husaini mengatakan enam pasien sembuh itu masing-masing adalah MU, RI, AA, FI, AC, IS. Sementara itu, HA yang dirujuk 3 Juli lalu masih menjalani rawat di Makassar.

“Hasil swabnya masih positif covid-19. Jadi kita menunggu swab kedua, kalau sudah negatif berarti sudah bisa dipulangkan ke Selayar,” kata dr. Husaini.

Ia menjelaskan bahwa total pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 12 orang dari 14 pasien yang sebelumnya dinyatakan positif. “Dua orang masih dalam perawatan,” ungkpanya.

Ia menambahkan, enam orang pasien sembuh itu masih akan dikarantina di Benteng sambil menunggu hasil swab dari keluarganya. “Nantinya kita karantina dulu selama enam hari,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Pinrang Isolasi Mandiri Pasien Positif Covid-19 yang Kabur dari RSUD

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 yang kabur dari RSUD Lasinrang Pinrang, Selasa (7/7) lalu akhirnya ditemukan di tempat persembunyiannya. Karenanya, pasien itu akan diisolasi mandiri di rumahnya.

“Sudah didapat di rumah keluarganya di daerah Cempa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi, Kamis (9/8).

Dewi menyebut petugas sempat melakukan pencarian hingga ke Kota Parepare tapi ternyata yang bersangkutan berada di rumah keluarga dari suaminya.

Lanjut Dewi, pasien yang berangkutan enggan untuk diisolasi di RSUD Lasinrang. Ia memaksa untuk diisolasi di rumahnya.

“Untuk sementara kami bawa di rumahnya. Tapi kalau warga sekitar rumahnya banyak menolak, kami akan upayakan agar dibawa ke Kota Makassar,” ungkapnya.

Pasien Positif Corona di Pinrang Kabur, Masih Dalam Pencarian

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 yang kabur dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Kabupaten Pinrang, Selasa (7/7) lalu, yang hendak di rujuk ke Rumah Sakit Daya Makassar. Masih dalam tahap pencarian oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pinrang.

“Iye sementara dilakukan pencarian kepada yang bersangkutan, kita libatkan TNI-Polri dalam pencariannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi, kepada KabarMakassar.com, Kamis (9/7).

Dewi menyebut jika tidak dilakukan pencarian dikhawatirkan akan menulari ke orang lain.

“Belum tau sembunyi dimana. Jangan sampai yang bersangkutan berkumpul dengan orang banyak, itu yang kita khawatirkan. Kalau dia kabur lalu menyendiri, ya ndak apa-apa kan isolasi mandiri namanya,” ujarnya.

Ia berharap pasien positif tersebut segerah ditemukan. Agar bisa dilakukan perawatan dengan baik.

“Mohin doanya semoga segera ditemukan,” tutup Dewi yang juga Ketua Pengendali Gugus Tugas Covid-19 Pinrang.

Sebelumnya dikabarkan Pasien Positif Covid-19 di Pinrang diduga melarikan diri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Pinrang, Selasa (7/7) kemarin.

Hal itu dibenarkan oleh Humas RSUD Lasinrang Pinrang, Sriyanti Mas’ud. Menurutnya, sebelum kabur pasien itu sempat mendapat perawatan di RSUD Lasinrang sejak 29 Juni.

“Iya ada memang yang kabur, sementara di dalami dulu CCTV,” kata Sriyanti, Rabu (8/7).

Ia mengatakan pasien dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Akan tetapi, kata dia, penyakit tipesnya aktif dan menunjukan ciri-ciri demam serta batuk makanya dilakukan rontgen.

“Sebenarnya sempat diperbolehkan pulang sehari setelah dirawat karena kondisinya membaik. Cuman dokter melihat ada gejala lain makanya dilakukan rontgen,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah gejala tidak mereda maka dilakukan test swab pada 1 Juli dan hasilnya keluar 3 Juli 2020 dan dinyatakan positif Covid-19 sehingga akan dirujuk ke RS Daya Makassar.

“Hasil swabnya positif Covid-19 dan akan di rujuk ke RS Daya. Tapi pihak keluarga keberatan dan melakukan menolakan untuk dirujuk dengan alasan hasil rapidnya non reaktif,” jelasnya.

“Kemarin sore masih ada, petugas jaga sedang makan magrib, mungkin disitulah dia melarikan diri, kita masih selidiki itu,” pungkasnya.

Update Covid-19: Sulsel Bertambah 188 Positif

KabarMakassar.com — Jumlah pasien covid-19 kembali bertambah, untuk wilayah Sulawesi Selatan dilaporkan bertambah 188 terkonfirmasi positif korona, hari ini Senin (29/6). Bahkan total kumulatif 4.995 mendekati 5 Ribuan terkonfirmasi positif di Sulsel.

Provinsi Sulsel menjadi wilayah yang terbanyak ketiga terkonfirmasi positif korona hari ini dari 34 Provinsi se-Indonesia, dimana data dari yang dimutakhirkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan pasien Covid-19 di Indonesia masih tetap dari Jawa Timur sebanyak 297 orang. Posisi kedua terbanyak ditempati Jawa Tengah sebanyak 198 orang, dan Sulsel 188 orang.

Dilaporkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, pada pukul 12.00 WIB tadi, memperlihatkan penambahan pasien positif Covid-19 1.082 orang di Indonesia, Senin 29 Juni 2020.

Hingga kini terkonfirmasi secara total terpapar korona menjadi 55.092 orang. Jumlah pasien positif Covid-19 sebelumnya 54.010 orang.

“Sudah terkonfirmasi 1.082 positif Covid-19 sehingga angkanya 55.092 orang,” kata dokter Yuri dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

Sementara pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, hari ini tercatat bertambah 864 orang.

“Total pasien yang sembuh menjadi 23.800, ” tambah dokter Yuri sapaan akrabnya.

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah 51 orang. Total kumulatif pasien Covid-19 yang meninggal dunia kini telah mencapai 2.805 orang.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 25 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba kembali bertambah. Berdasarkan laporan hasil swab terakhir yang keluar 25 Juni, terjadi penambahan terbanyak yakni 25 orang.

Dua hari sebelumnya pasien positif bertambah 15 kasus sehingga totalnya menjadi 74. Tapi kini dengan penambahan kasus baru ini membuat total pasien Covid-19 di Bulukumba menjadi 99 orang.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Bulukumba, Daud Kahal mengatakan jika pertambahan ini bisa ditandai bahwa tracing kontak yang dilakukan Tim Gugus Covid-19 Bulukumba cukup berhasil.

Karena, kata dia, penelusuran secara massif ini dapat sebagai bagian dari strategi untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Saat ini Gugus Tugas mempersiapkan langkah strategi untuk penanganan pengendalian laju pertambahan kasus positif di Bulukumba,” kata Daud Kahal.

Kepala Dinas Kominfo Bulukumba ini berharap jumlah kasus yang hampir 100 positif sudah menjadi warning bagi semua pihak dan masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Karena, kata dia, jika protokol kesehatan diabaikan maka tingkat penularannya juga akan sulit dikendalikan. “Mari kita saling menjaga dengan menerapkan protokol kesehatan setiap saat,” pungkasnya.

60 Persen Tenaga Kesehatan di Sulsel Sembuh dari Covid-19

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof. Dr.dr Syafri Kamsul Arif, memastikan, dari 70 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terpapar virus Covid-19, sebanyak 60 persen sudah dinyatakan sembuh total. Prof Syafri menjelaskan, dari 70 orang yang positif sebelumnya merupakan akumulasi dari jumlah positif sejak bulan Maret 2020 lalu.

“Sebenarnya itu akumulatif sejak Maret, jadi bukan dari satu waktu. Dan dari 70 yang di media itu, sekitar 40 dari 70 itu sudah sembuh sempurna,” ungkap Prof Syafri, di Hotel Swiss Bell Hotel, Senin, (22/6).

Menurut Jubir sekaligus Direktur RS Pendidikan Unhas Makassar ini, sampai saat ini tidak ada perkembangan yang sedang, berat dan berat untuk Nakes.

“Jadi tidak ada yang berkembang menjadi keadaan sedang, berat, bahkan kritis. Kita harapkan yang berkembang saat ini bisa seperti demikian. Klasifikasi kedua terkait hanya tinggal dua itu tidak benar. Bahwa mungkin terbalik, yang saat ini memang dua dokter kita yang terkena di IRD,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Syafri menjelaskan, sampai saat ini dari 45 ventilator yang dimiliki RS rujukan Covid-19 di Sulsel, baru terhitung dua ventilator yang terpakai.

“Per hari ini baru dua ventilator yang terpakai dengan kapasitas kita sekitar 45 ventilator,” terangnya.

Sampai saat ini RS yang bisa merawat pasien dengan mengunakan ventilator, antara lain RS Wahidin, RS Siloam, RS Dadi, RS Sayang Rakyat dan RS Daya.

“Yang merawat pasien ventilator Wahidin, kemudian di sini, ada Siloam ada Dadi, Sayang Rakyat, Daya ada satu dua dan itu semua sudah melewati fase-fase kritis,” pungkasnya.

Pasien Positif Covid-19 di Pinrang Bertambah Tiga Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang kembali bertambah 3 orang. Hal ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pinrang, Minggu (21/6). Data yang dimaksud yakni hasil pemeriksaan Swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Berikut ini adalah data zonasi kecamatan di Pinrang yakni Lembang zona orange dengan rincian 2 OTG dan 4 ODP, Duampanua masuk zona merah dengan rincian 7 OTG, 17 ODP, 1 PDP, 2 Positif, dan 1 sembuh, Cempa masuk zona pink dengan rincian 8 OTG, 5 ODP, 1 Positif; 0 sembuh.

Kemudian untuk Mattiro Sompe masuk zona orange dengan rincian 2 ODP, Lanrisang masuk zona merah dengan rincian 3 OTG, 1 ODP, dan 1 Positif, Suppa (zona merah: 4OTG, 17 ODP, 1PDP, 2 Positif;1 sembuh), Batulappa masuk zona putih, Patampanua masuk zona merah dengan rincian 17 ODP dan 1 Positif).

Selanjutnya, Paleteang masuk zona merah dengan rincian 21 ODP, 1 PDP, 6 Positif, 3 sembuh, Tiroang masuk zona orange dengan rincian 4 ODP, Watang Sawitto masuk zona merah dengan rincian 3 OTG, 45 ODP, 1 PDP, 6 Positif dan 1 sembuh, Mattiro Bulu masuk zona pink dengan rincian 5 ODP, 2 Positif; 0 sembuh serta tercatat 2 pasien PDP di Pinrang meninggal dunia.

“Benar, hari ini kembali kami menerima 3 dinyatakan positif Covid-19, setelah mendapat hasil pemeriksaan Swab dari BBLK Makassar. Jadi total kasus pasien positif 21, 9 sembuh, 12 dirawat,” kata Dewi, Minggu (21/6).

Ia menyebut tiga pasien positif tersebut pertama AMY (15) alamat Sekang, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Watang Sawitto. Kata dia, yang bersangkutan sebelumnya mengambil Surat Keterangan Rapid Test di RSUD Lasinrang untuk kembali ke pesantren, kemudian rapid testnya reaktif lalu dikirim swab dan hasilnya positif.

“Kini pasien tersebut isolasi mandiri di rumahnya karena masih anak-anak,” ujarnya.

Pasien kedua, lanjut Dewi, adalah NS (62) laki-laki alamat Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua merupakan pasien PDP di RSUD Lasinrang. Dan yang ketiga RB (20) alamat Madimeng, Kelurahan Mamminasae, Kecamatan Paleteang merupakan status OTG yang juga mau mengambil suket di RSUD Lasinrang untuk keperluan kembali kuliah.

“Dua yang akan dirujuk ke Makassar,” pungkasnya.

Sekretaris Desa Maccini Baji Gowa Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Sekretaris Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa berinisial AF positif Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Maccini Baji Syamsuddin JU, Kamis (18/6).

Syamsuddin membenarkan salah satu perangkat di desanya positif Covid-19. “Iya benar kemarin sudah dijemput, Pak Sekdes berinisial AF positif Covid-19,” kata Syamsuddin.

ia menjelaskan, petugas Gugus Covid-19 Gowa saat ini telah melakukan penyemprotan desinfektan di kantor desa. “Saat ini, penyemprotan desinfektan oleh petugas Covid-19 Gowa. Dan ada beberapa perangkat lainnya yang dilakukan rapid test,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa, dr Gaffar juga membenarkan penjemputan seorang aparat desa yang positif covid-19.

Ia berharap tidak ada lagi penambahan kasus pasien Covid-19 di Kecamatan Bajeng. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat agar mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Kita harap dengan penambahan kasus ini masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan,” katanya.

Kendati demikian, kata Gaffar, terjadi peningkatan pasien covid-19 untuk daerah Kecamatan Bajeng. “Untuk Kecamatan Bajeng sekarang sudah 18 warga yang positif covid-19,” pungkasnya.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah Empat Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 kembali bertambah di Kabupaten Bulukumba, Rabu (17/6). Hal ini disampaikan langsung
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba, H. Muh. Daud Kahal.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Bulukumba itu mengungkapkan ada empat pasien positif resmi bertambah. Menurutnya, penambahan pasien ini adalah nomor registrasi 025 jenis kelamin perempuan, usia 27 tahun, tenaga kesehatan.

“Kemudian pasien 026 adalah perempuan usia 47 tahun, tenaga kesehatan, 027 juga perempuan usia 32 tahun sebagai tenaga kesehatan dan nomor registrasi 028 merupakan kaki-laki berusia 45 tahun status Apratur Sipil Negara (ASN),” kata Daud Kahal.

Ia mengaku jika seluruh pasien positif tersebut sudah dirujuk ke Kota Makassar untuk mendapatkan perawatan. ”Mohon maaf, demi privasi pasien, kami tidak boleh membeberkan identitas pasien. Jadi saya menjalankan aturan untuk menjaga kerahasiaan pasien,” ujarnya.

Ia menambahkan jika total pasien positif Covid-19 di Bulukumba sebanyak 28 orang. Kata dia, satu pasien yang bersttus PDP yang merupakan seorang ASN di Dinas Kesehatan meninggal di RSUD Sultan Daeng Raja.

“Infox betul ada yang meninggal PDP tapi konfirmasi statusnya belum bisa saya konfirmasi. Sementara kita menunggu hasil swab dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Sinjai,” ungkapnya.

Diketahui, dari 28 orang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba, 15 orang diantaranya masih menjalani proses perawatan di Kota Makassar, satu orang isolasi mandiri dan 11 orang sudah dinyatakan sembuh.

Pasien Positif ke-13 Pinrang Diduga Ditulari Suami

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, Sulsel kembali bertambah satu orang. Hal ini berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Pinrang, Senin (8/6).

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi mengatakan tambahan pasien positif inisial R (55) merupakan warga Mallang, Desa Katomporang, Kecematan Duampanua.

Menurutnya, pasien tambahan ini diduga ditulari oleh sang suami yang berstatus PDP dan sempat dirawat di RSUD Lasinrang kemudian meninggal.

“Istri dari seorang PDP minggu lalu dirawat di RS Lasinrang. Sang suami meninggal, terus belum diSwab, sebelumnya almarhum minta pulang paksa. Paginya, PDP tersebut meninggal,” kata Dewi, Senin (8/6).

Ia mengaku pihaknya sudah melakukan tracking kepada keluarga pasien PDP tersebut. Kata dia, hasil tracking didapatkan ada 2 reaktif termasuk didalamnya istri dari pasien PDP.

“Setelah diSwab hasilnya satu orang positif Covid-19. Jadi hari ini dirujuk ke Makassar, karena tanpa gejala ia rekoemndasikan ke Hotel Almadera Makassar,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama RSUD Lasinrang, dr H Moh Inwan Ahsan tak menampik hal itu. Ia mengatakan pasien tersebut sempat menjalani perawatan selama tiga hari.

“Almarhum dirawat tiga hari, malamnya mau dilakukan Swab karena satatus PDP reaktif, dia menolak dan meminta keluar paksa,” kata Inwan.

“Sehari setelah keluar dari RSUD Lasinrang, dikabarkan meninggal dan dikebumikan oleh keluarga seperti biasa bukan secara Protokol Covid-19 karena memang belum dilakukan Swab,” ungkapnya.