Sempat Kabur di RSUD Pinrang, Pasien Positif Covid-19 Akhirnya Dirujuk ke Makassar

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 yang sempat kabur dari RSUD Lasinrang Pinrang akhirnya dirujuk mengikuti wisata Covid-19 di Kota Makassar, Jum’at (10/7).

Sebelumnya pasien akan dilakukan isolasi mandiri di rumahnya tapi ditolak oleh warga setempat. Atas dasar itu kemudian Tim Gugus Covid-19 Pinrang membujuk pasien untuk diisolasi di Makassar.

Terkait hal itu, Kapala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi membenarkan hal itu. Ia mengaku jika pasien positif tersebut sudah dirujuk ke Makassar untuk mengikuti isolasi mandiri.

“Benar sudah dirujuk ke Hotel Harperd di Makassar. Mudahan dalam waktu tujuh hari sudah ada swabnya, jika negatif maka dia sudah sembuh, kita doakan saja,” ,” kata Dewi.

Ia mengatakan jika pihaknya bersama petugas keamanan yang merupakan gabungan TNI, Polri dan warga setempat melakukan penjagaan ketat terhadap pasien karena dikahawatirkan kabur lagi.

“Meski pengantarannya sempat molor, namun pengantaran pasien tersebut tetap berjalan,” pungkasnya.

Hendak Dirujuk ke RSUD Daya, Pasien Positif Covid-19 di Pinrang Kabur

KabarMakassar.com — Pasien Positif Covid-19 di Pinrang diduga melarikan diri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Pinrang, Selasa (7/7) kemarin.

Hal itu dibenarkan oleh Humas RSUD Lasinrang Pinrang, Sriyanti Mas’ud. Menurutnya, sebelum kabur pasien itu sempat mendapat perawatan di RSUD Lasinrang sejak 29 Juni.

“Iya ada memang yang kabur, sementara di dalami dulu CCTV,” kata Sriyanti, Rabu (8/7).

Ia mengatakan pasien dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Akan tetapi, kata dia, penyakit tipesnya aktif dan menunjukan ciri-ciri demam serta batuk makanya dilakukan rontgen.

“Sebenarnya sempat diperbolehkan pulang sehari setelah dirawat karena kondisinya membaik. Cuman dokter melihat ada gejala lain makanya dilakukan rontgen,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah gejala tidak mereda maka dilakukan test swab pada 1 Juli dan hasilnya keluar 3 Juli 2020 dan dinyatakan positif Covid-19 sehingga akan dirujuk ke RS Daya Makassar.

“Hasil swabnya positif Covid-19 dan akan di rujuk ke RS Daya. Tapi pihak keluarga keberatan dan melakukan menolakan untuk dirujuk dengan alasan hasil rapidnya non reaktif,” jelasnya.

“Kemarin sore masih ada, petugas jaga sedang makan magrib, mungkin disitulah dia melarikan diri, kita masih selidiki itu,” pungkasnya.

Kapolres Bulukumba Umumkan Dirinya Positif Corona

KabarMakassar.com — Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta mengumumkan dirinya positif virus corona atau COVID-19, Selasa 23/6). Hal itu diungkap Kapolres lewat akun media sosialnya.

Saat ini komandan Polri wilayah Bulukumba berencana akan menjalani isolasi mandiri. Meski dengan status posotif, keadaan AKBP Gany Alamsyah sehat seperti biasa.

“Sekarang ini akan menjalani isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Kapolres Bulukumba juga menyampaikan permohonan maaf atas terbatasnya aktivitas selama karantina.

Sebelum dinyatakan positif, dirinya menjalani isolasi mandiri bersma keluarga untuk menghindari penyebaran yang tak diharapkan.

“Mohon maaf selama ini menghindari ketemu dan berintraksi dengan masyarakat Bulukumba selama proses swab dan ternyata hasilnya Positif,” kata AKBP Gany Alamsyah.

Kapolres mengajak kepada warga Bulukumba untuk peduli kesehatan dengan tetap ikut anjuran pemerintah. Dengan menjaga kebersihan tangan, pakai masker dan jaga jarak jika beraktivitas.

Dia juga menghimbau jika sebelumnya pernah kontak dengan Kapolres dapat melakukan isolasi mandiri atau mengonsultasikan ke satgas langkah terbaiknya.

“Mohon doanya, semoga saya dan kita semua sehat selalu dan lepas dari musibah ini, dan ini juga semata-mata saya lakukan demi memutus rantai penyebaran covid 19,” tutup mantan Kapolre Takalar ini.

Sekretaris Desa Maccini Baji Gowa Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Sekretaris Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa berinisial AF positif Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Maccini Baji Syamsuddin JU, Kamis (18/6).

Syamsuddin membenarkan salah satu perangkat di desanya positif Covid-19. “Iya benar kemarin sudah dijemput, Pak Sekdes berinisial AF positif Covid-19,” kata Syamsuddin.

ia menjelaskan, petugas Gugus Covid-19 Gowa saat ini telah melakukan penyemprotan desinfektan di kantor desa. “Saat ini, penyemprotan desinfektan oleh petugas Covid-19 Gowa. Dan ada beberapa perangkat lainnya yang dilakukan rapid test,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa, dr Gaffar juga membenarkan penjemputan seorang aparat desa yang positif covid-19.

Ia berharap tidak ada lagi penambahan kasus pasien Covid-19 di Kecamatan Bajeng. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat agar mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Kita harap dengan penambahan kasus ini masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan,” katanya.

Kendati demikian, kata Gaffar, terjadi peningkatan pasien covid-19 untuk daerah Kecamatan Bajeng. “Untuk Kecamatan Bajeng sekarang sudah 18 warga yang positif covid-19,” pungkasnya.

Enam Tenaga Kesehatan di Bulukumba Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba kembali bertambah delapan orang. Diduga pasien positif tambahan ini merupakan transmisi lokal dari pasien positif pasien 011 dan 012.

Bahkan, enam dari delapan pasien positif itu merupakan tenaga kesehatan dengan rincian bertugas di Puskemas Tanete 3 orang dan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja juga 3 orang.

Tambahan pasien positif lainnya adalah 1 orang umur 3 tahun yang merupakan anak dari tenaga kesehatan Puskesmas Tanete dan 1 orang lagi bertugas sebagai Cleaning Servis Puskesmas Tanete.

“Hari ini kita menerima hasil Swab dari Dinas Kesehatan Provinsi yang mana hasilnya dari petugas medis kita yang ada di Bulukumba. Dari 153 yang kita Swab ada 8 orang yang positif,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19, AM Sukri Sappewali, Senin (8/6).

Ia mengaku jika mereka positif karena konsekuensi dari pengabdiannya sebagai petugas medis sehingga rawan terpapar Covid-19.

“Untuk itu Pemkab bertekad bagaimana bisa menyembuhkan mereka dan mengevakuasi untuk dirawat di Makassar. Mari kita berdoa semoga para tenaga medis dan masyarakat yang terpapar bisa segera sembuh,” jelasnya.

Bupati Bulukumba itu mengatakan bahwa dari satu dari enam tenaga kesehatan tersebut adalah seorang dokter dari RSUD dan 1 orang adalah dokter Puskesmas Tanete dan 4 orang tenaga perawat.

“Ada 1 orang anak dari tenaga kesehatan umur 3 tahun, tapi orang tuanya yang tenaga hasil swabnya negatif. Kemungkinan anak ini terpapar karena sering dibawa ke Puskesmas,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap agar petugas kesehatan tidak membawa keluarganya dalam bertugas. Apalagi, kata dia, kalau anak-anak memasuki ruang perawatan atau area terlarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Wahyuni mengatakan pihaknya kembali akan melakukan upaya pencegahan penularan seperti penelusuran kontak erat dan penyemprotan disinfektan di lokasi yang dinilai rawan.

“Hari ini kami dapat berita yang cukup menyedihkan karena tenaga kesehatan sebagai garda terdepan ternyata terpapar. Namun kasus ini tidak menurunkan semangat kami untuk tetap mengajak tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan dan pencegah penyebaran Covid-19,” kata dr. Wahyuni.

Ia menambahkan agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan seperti setiap ketika ke luar rumah memakai masker, menjaga jarak, dan sering cuci tangan.

“Dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 Bulukumba maka jumlah kasus positif Covid-19 saat ini sebanyak 20 orang, dimana 10 orang sudah sembuh dan 10 lainnya masih dirawat,” pungkasnya.

Pemkab Takalar Rapid Test Keluarga Pasien Covid-19 Asal Desa Lassang

KabarMakassar.com — Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Takalar melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pasien positif Covid-19 di Dusun Bontonompo, Desa Lassang, Senin (18/5).

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Takalar, dr. Rahmawati mengatakan empat orang kerabat pasien positif Covid-19 berinisial IS menjalani pemeriksaan rapid test. Hasilnya, kata dia, 1 orang dengan IgG dan IgM reaktif.

“Kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan swab terhadap empat orang yang kontak erat. Hasilnya akan didapatkan 3-4 hari ke depan,” kata dr. Rahmawati.

Menurutnya, sambil menunggu hasil tes swab, pasien positif covid-19 bersama keluarga yang kontak erat saat ini menjalani isolasi mandiri dirumah. Karena, kata dia, pasien yang kesehariannya berdagang ini tidak mengalami gangguan kesehatan.

“Dengan suhu tubuh pasien positif saat ini normal yakni di kisaran 36,9 derajat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, IS (57) merupakan satu dari dua warga Takalar yang dinyatakan positif covid-19. IS diketahui positif covid-19 setelah menjalani rapid tes dan tes swab di salah satu pasar di Kabupaten Gowa pada 13 Mei 2020 lalu.

Satu orang lainnya yang juga positif merupakan warga Desa Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara yang juga merupakan pedagang. Pasien diketahui positif ketika menjalani pemeriksaan disalah satu pasar di Makassar.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 1 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba bertambah 1 orang. Maka total positif Covid-19 di Bulukumba menjadi 7 orang. Pasien 007 itu asal Kecamatan Kindang dan merupakan kasus pertama transmisi lokal.

Pasien 007 diduga kuat terpapar virus karena bertetangga dengan pasien 004 karena sering dikunjungi. Pasien 007 dinyatakan positif setelah keluar hasil pemeriksaan swabnya dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar pada 9 Mei 2020 kemarin.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Bulukumba, HM Daud Kahal mengatakan jika pasien 007 sebelumnya merupakan OTG pernah menampakkan gejala sakit, sehingga direkomendasikan untuk dirawat. Kata dia, pasien 007 sudah dievakuasi dan dirujuk ke Hotel Almadera Makassar.

“Kini kasus positif Bulukumba totalnya berjumlah tujuh orang, namun dua diantaranya sudah sembuh,” kata HM Daud Kahal.

Karena itu, kata Daud, hal ini menjadi peringatan kepada masyarakat agar semakin waspada karena sudah terjadi kasus transmisi lokal di Bulukumba. Artinya, kata dia, penularan virus itu secara lokal benar-benar sudah terjadi.

“Kita himbau warga agar jangan keluar rumah jika bukan hal mendesak. Tetap tinggal di rumah adalah solusi untuk memutus penularan virus. Jika pun terpaksa keluar rumah harus jaga jarak dan memakai masker,” jelasnya.

Dengan bertambahnya kasus positif di Bulukumba, Daud berharap adanya kepedulian dari warga lain kepada pasien positif dan keluarganya untuk tidak boleh dikucilkan dan diberikan stigma negatif.

“Justru pasien positif ini harus kita bantu dan dukung bersama agar mereka bisa sembuh secepatnya,” pungkasnya.

Rumah Pasien Covid-19 di Makassar Dibobol Maling

KabarMakassar.com – Rumah pasien Covid-19 di Jalan Kesadaran, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, yang ditinggal penghuni untuk menjalani karantina di Hotel Swissbell Makassar dibobol maling.

Sejumlah barang berharga, uang senilai Rp20 juta, dan emas 15 gram yang ada di dalam rumah tersebut pun raib digondol para pelaku pencurian yang diduga berjumlah 4 orang tersebut.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rakhman menuturkan, rumah tersebut dihuni sebanyak 25 orang. Namun, semuanya menjalani karantina di Hotel Swissbell karena berdasarkan hasil rapid test dinyatakan reaktif Covid-19.

Rumah tersebut kosong karena 25 orang penghuninya tengah menjalani karantina di Hotel Swissbell Makassar lantaran ke 25 penghuni rumah tersebut dinyatakan positif covid-19 berdasrkan hasil rapid test.

Aksi pencurian ini baru diketahui ketika salah seorang penghuni rumah yang sudah dinyatakan negatif, pulang ke rumah tersebut untuk melanjutkan karantina mandiri.

“Saat sampai di rumahnya, yang bersangkutan mendapati kondisi rumahnya berantakan. Setelah diperiksa, beberapa barang berharga dan uang tunai Rp20 juta dan emas seberat 15 gram milik korban raib,” kata Jamal, Kamis (7/5).

Setelah mendapat laporan dari warga terkait peristiwa tersebut, lanjut jamal, pihaknya langsung mendatangi lokasi dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Anggota kita dengan APD lengkap langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengambil keterangan korban. Tentunya dengan menerapkan protokol Covid-19. Ini lantaran korban juga merupakan pasien Covid-19 yang belakangan ini sudah dinyatakan negatif namun harus tetap melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

“Jadi personel kita mengambil keterangan dari luar rumah korban, tanpa korban harus keluar rumah dan masih tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Inipun sejalan dengan program Polsek Peduli dan pelayanan prima polri,“ sambungnya.

Saat ini, lanjut Jamal, pihak kepolisian dari Polsek Panakkukang tengah memburu para pelaku pembobolan rumah tersebut.

Ruang Isolasi Khusus Pasien Covid-19 di RSUD Sayang Rakyat Segera Difungsikan

KabarMakassar.com — 10 hari lagi, 18 ruang isolasi khusus pasien Covid-19 dengan fasilitas lengkap dan nyaman di RSUD Sayang Rakyat akan mulai difungsikan.

“Dalam 10 hari, RSUD Sayang Rakyat itu sudah bisa difungsikan. Saya kira ini adalah rumah sakit yang insha Allah yang terbaik,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Senin (13/4).

Nurdin berharap, hadirnya ruang isolasi baru ini dapat memberikan kenyamanan bagi pasien. Pasalnya, kata dia, selama ini kebanyakan pasien tidak terlalu parah, tapi justru kondisinya diperparah dengan keadaan di dalam ruangan perawatan.

“Kita lengkapi internet, ada TV di dalamnya, dan pelayanan pasti akan lebih baik karena memang orang yang diisolasi itu tentu harus bisa mandiri di dalam. Kalau hanya modal tempat tidur, jangan-jangan penyakitnya ringan tapi masuk isolasi tambah berat. Jadi itulah yang coba kita upayakan. Mudah-mudahan 10 hari kedepan sudah bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah menjelaskan, kamar isolasi di RSUD Sayang Rakyat ini merupakan ruangan kualitas bintang lima, dengan biaya renovasi Rp25 miliar.

“Tempat tidur yang nyaman. Karena orang masuk rumah sakit mau sehat dan harus nyaman. Kamar mandi harus yang bagus,” kata Nurdin Abdullah. (*)

Perlu Dipahami, Begini Protokol Penangan Jenazah Pasien Covid-19

KabarMakassar.com — Ketengangan antara keluarga pasien dengan petugas keamanan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 yang bertugas melakukan penanganan (pemulasaran hingga pemakaman) jenazah pasien Covid-19, masih saja terjadi.

Terbaru, keluarga salah satu pasien berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) yang meninggal dunia di RS Stella Maris Makassar, Sabtu (4/4) sempat beradu tegang dengan petugas yang berjaga disana.

Penyebabnya, pihak keluarga pasien memaksa membawa pulang jenazah untuk dilakukan pemulasaran dan dikebumikan sendiri, dengan alasan pasien yang meninggal tersebut masih berstatus PDP dan belum positif terinfeksi Covid-19.

Namun sesuai SOP dan protokol kesehatan yang ada, penanganan jenazah pasien Covid-19 tetap dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk (Satgas Covid-19) dan dimakamkan di pemakaman khusus korban Covid-19 di Samata, Kabupaten Gowa.

Setelah diberi penjelasan dan edukasi terkait penanganan pasien Covid-19, akhirnya pihak keluarga pasien bisa menerima SOP yang diterapkan oleh petugas dari Tim Satgas Covid-19.

Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, hal-hal semacam ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat terkait informasi penanganan korban Covid-19 yang meninggal dunia.

“Memang masih ada yang kurang paham bahwa selama belum ada hasil dari lab (positif atau negatif), semua pasien Covid-19 yang berstatus ODP dan PDP itu jika meninggal penaganan atau perlakuannya sama dengan pasien positif. Sementara yang dipahami masyarakat, kalau belum ada hasil positif, maka dia bukan pasien Covid-19,” kata Iqbal.

Untuk menghindari kejadian seperti ini kembali terulang, Iqbal mengaku telah melakukan koordinasi dengan suluruh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan yang ada di Kota Makassar untuk lebih intens memberi eukasi kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Tadi saya instruksikan lagi supaya gugus tugas di tingkat kecamatan itu melibatkan seluruh komponen sampai pada Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh-tokoh agama untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin pada Selasa (31/3 lalu telah menjelaskan, jika seorang pasien berstatus PDP meningal dunia sebelum ada hasil dari Laboratorium yang menyatakan bahwa si pasien tersebut negatif Covid-19, maka proses pemulasaran hingga pemakamannya dilakukan sesuai standar penanganan jenazah pasien positif Covid-19.

“Selama belum ada hasil lab yang menyatakan dia negatif, maka penanganannya (pemulasaran dan pemakamannya) dilakukan seperti penanganan jenazah pasien positif. Itu sesuai standar WHO (badan kesehatan dunia),” kata Husni melalui video canference, Selasa (31/3) lalu.

Husni juga meminta masyarakat untuk tidak menolak pemakaman jenazah korban Covid-19. Ia memastikan, sebelum dibawa ke pemakaman, semua jenazah pasien Covid-19 dalam kondisi yang sudah steril dan tidak akan menularkan virus.

“Jenazah tersebut ketika dibungkus oleh petugas dan pihak rumah sakit sudah dalam kondisi steril, sudah disemprot, sudah dibungkus plastik. Setelah itu, baru dimasukkan dalam peti. Petinya juga sebelum dipaku, itu dilem. Nah setelah itu dikuburkan. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan,” ujarnya.

Menurut Husni, yang seharusnya perlu ditakutkan masyarakat adalah jika ada pasien Covid-19 meninggal dalam status PDP, kemudian tidak diperlakukan layaknya pasien positif Covid-19.

“Sebenarnya ini tidak perlu ada penolakan. Masyarakat harus diberi pemahaman. Pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia sudah dilakukan pemulasaran yang sesuai standar WHO, bahkan sampai pada pengantaran serta pemakaman,” pungkasnya.