Bertambah 49 Orang, Sudah 200 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus bertambah. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan setempat, hari ini ada penambahan 24 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Tambahan 24 kasus positif Covid-19 tersebut tersebar di Makassar 17 kasus; Maros 2 kasus; Gowa 2 kasus; Pangkep 2 kasus; dan Enrekang 1 kasus.

Selain itu, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga meningkat cukup signifikan. Hari ini tercatat ada tambahan sebanyak 49 orang yang dinyatakan sembuh.

Dengan begitu, total kumulatif pasien positif Covid-19 di Sulsel hingga Ahad (3/5) sudah sebanyak 601 orang (359 dirawat, 200 sembuh, 42 meninggal. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 893 orang (245 dirawat, 558 sehat, 90 meninggal dunia). Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 4.073 orang (857 proses pemantauan, 3.216 selesai pemantauan).

Sejauh ini Covid-19 sudah menyebar di 21 dari total 24 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulsel. 5 daerah dengan jumlah total kasus positif Covid-19 terbanyak di Sulsel yakni; Makassar (418 kasus); Gowa (35 kasus), Maros (33 kasus); Sidrap (21 kasus); dan Luwu Utara (20 kasus)

Sementara 16 kabupaten/kota lainnya, yakni: Parepare (11 kasus); Luwu Timur (11 kasus); Sinjai (6 kasus); Bulukumba (6 kasus); Pangkep (6 kasus); Pinrang (5 kasus); Bone (5 kasus); Takalar (5 kasus); Soppeng (5 kasus); Enrekang (4 kasus); Tana Toraja (3 Kasus); Selayar (2 kasus); Luwu (2 kasus); Jeneponto (1 kasus); Palopo (1 kasus); dan Wajo (1 kasus).

Sedangkan 3 kabupaten di Sulsel yang sampai hari ini masih ‘bersih’ dari kasus positif Covid-19 yakni: Toraja Utara, Bantaeng dan Barru.

(Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel)

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, penyebaran kasus positif Covid-19 di Sulsel saat ini sudah meluas ke kabupaten-kabupaten.

Pihaknya, kata dia, masih terus mendorong kedisiplinan masyarakat dalam membatasi diri sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau melihat data, peningkatan penyebaran atau jumlah kasus positif Covid-19 di Sulsel ini sudah meluas ke kabupaten-kabupaten, Maka dari itu, kita mendorong semua kabupaten tidak lengah, tingkatkan kewaspadaan, dan sedini mungkin melakukan langkah antisipasi. Jangan hanya berpatokan pada angka, tapi harus lakukan langkah pencegahan sedini mungkin,” kata Ichsan.

Sekadar diketahui, di Sulsel sudah ada 2 kabupaten/kota yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni Kota Makassar yang sduah memberlakukan PSBB sejak 24 April hingga 7 Mei mendatang; dan Kabupaten Gowa yang baru akan mulai memberlakukan PSBB pada 4 Mei besok hingga 17 Mei mendatang.

547 Kasus Positif Covid-19 di Sulsel, Ini Data Sebarannya

KabarMakassar.com — Virus Corona atau Covid-19 saat ini sudah menyebar di 21 dari total 24 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dari 21 kabupaten/kota tersebut, 5 daerah dengan jumlah total kasus positif Covid-19 terbanyak yakni; Makassar (393 kasus); Gowa (33 kasus), Maros (30 kasus); Sidrap (21 kasus); dan Luwu Timur (11 kasus).

Sementara 16 kabupaten/kota lainnya, yakni: Parepare (9 kasus); Sinjai (6 kasus); Pinrang (5 kasus); Bulukumba (5 kasus); Bone (5 kasus); Takalar (5 kasus); Soppeng (4 kasus); Pangkep (4 kasus); Enrekang (3 kasus); Tana Toraja (3 Kasus); Luwu Utara (3 kasus); Selayar (2 kasus); Luwu (2 kasus); Jeneponto (1 kasus); Palopo (1 kasus); dan Wajo (1 kasus).

“Hanya 3 kabupaten di Sulsel yang saat ini masih bersih dari kasus positif Covid-19, yaitu Toraja Utara, Bantaeng dan Barru. Kita berharap 3 kabupaten ini bisa seterusnya seperti ini,” kata Kepala DInas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari. Jumat (1/5) malam.

“Kalau melihat data, peningkatan penyebaran atau jumlah kasus positif Covid-19 di SUlsel ini sudah meluas ke kabupaten-kabupaten, Maka dari itu, kita mendorong semua kabupaten tidak lengah, dan sedini mungkin melakukan langkah antisipasi. Jangan hanya berpatokan pada angka, tapi harus lakukan langkah pencegahan sedini mungkin,” sambungnya.

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel

Lebih jauh Ichsan mengatakan, hari ini (Jumat, 1 Mei 2020) kasus positif Covid-19 di Sulsel bertambah sebanyak 56 kasus. Sehingga total kumulatif kasus positif Covid-19 di Sulsel sejauh ini sudah mencapai 547 kasus.

56 tambahan kasus Covid-19 tersebut tersebar di Makassar 24 kasus; Gowa 4 kasus; Maros 1 kasus; Parepare 2 kasus; Bulukumba 2 kasus; Luwu Timur 9 Kasus; Sinjai 6 kasus; Selayar 2 kasus; dan Bone, Soppeng, Takalar serta Pangkep masing-masing 1 kasus.

“Sisanya 2 kasus itu 1 warga Jawa Timur dan 1 Warga Papua. Mereka ini pekerja di Makassar. Makanya kita akan lalukan tracing di tempat kerjanya,” papar Ichsan.

Perihal riwayat penularan dari 56 tambahan kasus positif Covid-19 tersebut, Ichsan menjelaskan, 24 kasus di Makassar seluruhnya berasal dari kontak dengan anggota keluarga, teman atau orang-orang terdekat yang masih sering mengadakan perkumpulan.

Sementara 2 pasien tambahan di Bulukumba, 1 memiliki perjalanan dari luar Sulsel, dan 1 lagi santri yang baru pulang dari Jawa.

“Kalau di Luwu Timur, 6 tambahan kasus positif Covid-19 itu didapat karena di Soroako PT Vale melakukan rapid tes massal. Ada 4 orang yang punya riwayat imported, dan kemungkinan ini yang menyebarkan. Makanya kita minta dilakukan tracing ketat dengan siapa saja mereka ini melakukan kontak selama beberapa hari terakhir,” ungkapnya.

Sedangkan di 6 tambahan kasus positif Covid-19 seluruhnya merupakan santri dari Ponpes Al Falah yang baru tiba beberapa hari lalu. 2 Kasus di Selayar masing-masing 1 imported dan 1 lagi dari warga Selayar yang bekerja di Makassar.

“Kalau di Parepare ada tambahan 2 kasus, itu karena kontak dengan pasien positif lainnya pada acara kumpul-kumpul keluarga sambil makan-makan kapurung. Makanya dinamakan klaster kapurung,” terangnya.

Sekadar diketahui, dari total 547 pasien positif Covid-19 di Sulsel tersebut, 343 diantaranya masih dirawat, 145 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 39 meninggal dunia.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jumlah totalnya sebanyak 849 orang. 279 diantaranya masih dalam proses follow up, 485 sudah dinyatakan negatif Covid-19, dan 85 meninggal dunia.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), totalnya sebanyak 4.027 orang. 1.162 diantaranya dalam proses pemantauan, dan 2.865 lainnya telah selesai dilakukan pemantauan.

Update Covid-19 di Sulsel 20 April: Bertambah 10, Total Pasien Sembuh jadi 70 Orang

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pananganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), dr. Muhammad Ichsan Mustari menyampaikan, hari ini, Senin (20/4), ada sebanyak 10 pasien positif Covid-19 di Sulsel yang dinyatakan sembuh.

“Hari ini ada tambahan 10 orang (pasien positif Covid-19) yang sembuh, sehingga totalnya saat ini sudah ada sebanyak 70 orang pasien positif Covid-19 yang sembuh,” kata Ichsan melalui video conference, Senin (20/4) malam.

Sementara untuk kasus atau pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di Sulsel, Ichsan mengatakan, hari ini tak ada penambahan. Sehingga jumlah totalnya masih sama dengan sehari sebelumnya, yakni sebanyak 369 orang.

Ichsan merinci, 369 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulsl itu tersebar di Makassar 187 orang; Gowa 28 orang; Maros 22 orang; Sidrap 14 orang; Pinrang 5 orang; Bulukumba 1 orang; Luwu Timur 1 orang.

Kemudian Pangkep 2 orang; Soppeng 1 orang; Enrekang 2 orang; Takalar 2 orang; Luwu 1 orang; Tana Toraja 2 orang; Wajo 1 orang; dan Jeneponto 1 orang; di KM Lambelu 92 orang, dan pasien dari luar provinsi Sulsel yang dirawat di rumah sakit di Sulsel ada sebanyak 7 orang.

“Dari total 92 pasien positif yang ada di KM lambelu, tadi ada sebanyak 25 orang yang dirujuk ke rumah sakit yang ada di Makassar. Yakni 23 di RS Dadi, 1 di RS Wahidin, dan 1 di RS Daya. Yang dirujuk ini adalah mereka yang punya penyakit komorbid (penyerta),” terangnya.

Selain itu, lanjut Ichsan, ada sebanyak 16 dari total 330 santri asal Ponpes Al Fatah yang baru tiba di Makassar dan saat ini untuk sementara diisolasi di Gedung Badan Diklat Provinsi Sulsel.

“16 orang santri ini hasil rapid testnya positif. Makanya untuk sementara diisolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan swab-nya untuk memastikan apakah mereka benar-benar positif atau negatif,” jelasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, hingga Senin (20/4) pukul 17:29 Wita, jumlah total akumulatif pasien positif Covid-19 di Sulsel tercatat sebanyak 369 orang (272 dirawat, 70 sembuh,27 meninggal).

Sementara untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tercatat sebanyak 560 orang (282 masih dirawat, 228 sehat, 50 meninggal). Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan sebanyak 3.272 orang (688 proses pemantauan, 2.584 selesai pemantauan).

Bertambah 5 Orang, Sudah 49 Pasien Covid-19 di Sulsel Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) bertambah 11 orang. Dengan begitu, hinga Sabtu (18/4) secara kumulatif, jumlah total pasien positif Covid-19 di Sulsel tercatat sudah sebanyak, 343 orang.

“343 itu termasuk 92 orang ABK dan mitra Pelni yang ada di KM Lambelu. Kami sudah minta ke Kemenkes agar 92 orang yang di KM Lambelu itu tidak dimasukkan di data Sulsel, karena mereka terpapar virus itu di atas kapal dan bukan di Sulsel,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari, Sabtu (18/4) malam.

“Hari ini ada 11 kasus positif di Sulsel, itu terdiri dari 4 di Makassar, 1 di Pinrang, 1 di Wajo, 1 di Maros, dan 2 di Gowa. Sementara 2 lainnya itu warga dari luar Sulsel yang di rawat di salah satu RS di Makassar. 1 dari Kaltim dan 1 warga Jogja,” terang ichsan.

Selain jumlah kasus, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel yang dinyatakan sembuh juga terus bertambah.

“Pasien yang sembuh ada penambahan 5 orang hari ini. Jadi, totalnya sudah sebanyak 49 orang yang sembuh,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (17/4), Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu telah menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengkomunikasikan kepada Kemenkes agar jumlah pasien positif Covid-19 yang ada di KM Lambelu tidak dimasukkan dalam data jumlah pasien di Sulsel.

“Karena kita tahu bahwa mereka ini positif karena di dalam kapal. Ini penting, karena jumlah yang positif ini bermakna bagaimana kita mencari kontak historinya pada orang-orang yang pernah kontak dengan mereka, atau dia pernah kontak dimana,” katanya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman Covid19.sulselprov.go.id, hingga Jumat (18/4) pukul 18:23 Wita, jumlah total Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sulsel tercatat sebanyak 3.148 orang (2.387 selesai pemantauan, 761 proses pemantauan). Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 518 orang (285 masih dirawat, 194 sehat, 39 meninggal)

Ini Penyebab Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Tembus 332 Orang

KabarMakassar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengoreksi data update jumlah toal pasien positif Covid-19 yang dirilis Kemeneterian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (17/4).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, saat ini jumlah warga Sulsel yang terkonfirmasi positif Covid-19 bukan sebanyak 332 seperti yang dirilis Kemenkes, melainkan totalnya hanya sebanyak 230 orang.

Menurut Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu, penambahan cukup signifikan data jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel itu dikarenakan Kemenkes memasukkan data jumlah ABK dan Mitra Pelni di atas KM Lambelu yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 dengan total sebanyak 92 orang (26 pemeriksaan pertama dan 66 orang pemeriksaan kedua) ke dalam data pasien Sulsel.

“Kalau kita melihat angka update yang di Kemenkes saat ini, itu (pasien positif Covid-19 di Sulsel) perlu kami klarifikasi bahwa bukan sebanyak 332. Jadi sebenarnya tadi juga sudah kami komunikasikan, dan kita meminta agar jumlah yang di KM Lambelu tidak dimasukkan dalam angka kita di Sulsel,” kata Ichsan melalui video canference, Jumat (17/4) malam.

“Karena kita tahu bahwa mereka ini positif karena di dalam kapal. Ini penting, karena jumlah yang positif ini bermakna bagaimana kita mencari kontak historinya pada orang-orang yang pernah kontak dengan mereka, atau dia pernah kontak dimana,” sambungnya.

Selain data ABK dan mitra Pelni di atas KM Lambelu, lanjut Ichsan, ada pula data 10 pasien di Sulsel yang datanya laboratorium kontrolnya kembali diinput sebagai pasien positif, padahal data yang bersangkutan sudah diinput sebagai pasien positif pada pemeriksaan awal.

“Untuk penambahan pasien yang benar-benar warga Sulsel itu hari ini ada 27 orang, yakni: Makassar 23 orang, Sidrap 1, Tana Toraja 1, Gowa 1, dan Maros 1. Jadi tentunya kita akan melakukan pengurangan-pengurangan, yakni jumlah yang positif di KM Lambelu dengan total sebanyak 92 orang, dan ada 10 orang pasien di Sulsel yang datanya dua kali diinput,” jelasnya.

“Kalau itu semua dikeluarkan dari data pasien positif di Sulsel, maka junlah totalnya itu hanya 230 orang. Sementara jumlah pasien positif di Sulsel yang sembuh itu totalnya sudah 44 orang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman Covid19.sulselprov.go.id, hingga Jumat (17/4) pukul 18:08 Wita, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sulsel total akumulasinya tercatat sebanyak 3.149 orang (2.387 selesai pemantauan, 76 proses pemantauan). Sementara jumlah Pasien Dalam Pengaawasan (PDP) tercatat sebanyak 481 orang (44 masih dirawat, 194 sehat, 23 meninggal).

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sulsel Tertinggi Ketiga di Indonesia

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 59 orang. Dengan begitu, hingga Jumat (17/4), secara total jumlah pasien positif Covid-109 di Indonesia yang sembuh sudah sebanyak 607 orang.

Jumlah tersebut sekaligus menjauhi angka kematian pasien, dimana berdasarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga hari ini, Jumat (17/4), tercatat sudah sebanyak 520 orang pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia.

“Kita bersyukur yang sembuh sekarang sudah mencapai 607 orang dan sudah barang tentu ini akan terus meningkat dalam jumlah yang cukup besar dalam beberapa hari ke depan,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat menyampaikan keterangan pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (17/4).

Adapun Sebaran pasien yang sembuh yang paling banyak adalah Provinsi DKI Jakarta, disusul Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali dan wilayah lain di Indonesia.

“Sebaran pasien yang sembuh yang paling banyak adalah DKI Jakarta 204 pasien, Jawa Timur 94 pasien, Sulawesi Selatan 43 pasien, Jawa Barat 41 pasien, Bali dan Jawa Tengah sama-sama 36 pasien, dan total di 29 provinsi yang lainnya jumlahnya adalah 607 pasien,” rincinya.

Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, kata dia, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 407 orang hingga total menjadi 5.923.

Data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 42.108 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 34 laboratorium. Sebanyak 37.134 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 5.923 positif dan 31.211 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), lanjut Yuri, terdapat penambahan sebanyak 4.286 hingga total menjadi 173.732 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 737 dengan total menjadi 12.610 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi di Tanah Air.

Adapun data rincian kasus positif Covid-19 di Indonesia, yakni: di Provinsi Aceh 5 kasus, Bali 124 kasus, Banten 311 kasus, Bangka Belitung 6 kasus, Bengkulu 4 kasus, Yogyakarta 64 kasus, DKI Jakarta 2.815 kasus.

Selanjutnya di Jambi 8 kasus, Jawa Barat 632 kasus, Jawa Tengah 304 kasus, Jawa Timur 522 kasus, Kalimantan Barat 21 kasus, Kalimantan Timur 44 kasus, Kalimantan Tengah 35 kasus, Kalimantan Selatan 74 kasus, dan Kalimantan Utara 47 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 58 kasus, Nusa Tenggara Barat 51 kasus, Sumatera Selatan 54 kasus, Sumatera Barat 62 kasus, Sulawesi Utara 18 kasus, Sumatera Utara 79 kasus, dan Sulawesi Tenggara 27 kasus.

Sementara di Sulawesi Selatan 332 kasus, Sulawesi Tengah 24 kasus, Lampung 26 kasus, Riau 26 kasus, Maluku Utara 4 kasus, Maluku 14 kasus, Papua Barat 5 kasus, Papua 89 kasus, Sulawesi Barat 7 kasus, Nusa Tenggara Timur 1 kasus dan Gorontalo 4 kasus.

Pasien Covid-19 Asal Bulukumba Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Salah seorang pasien positif Covid-19 asal Desa Bontomasila, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sulsel berinisial NS hari ini dinyatakan telah sembuh.

Rencananya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulukumba akan menjemput secara langsung NS di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sabtu (4/4/).

Terkait hal itu, Satgas Gugus Covid-19 Bulukumba, Daud Kahal mebenarkan kabar baik tersebut. Daud mengatakan jika pasien yang sempat dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di RSUP Wahidin Makassar itu dinyatakan sembuh.

“Iya benar salah satu warga Bulukumba yang sebelumnya positif Covid-19 dinyatakan sembuh,” kata Daud.

Kepala Dinas Kominfo Bulukumba menjelaskan bahwa RSUP Dr. Wahidin saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bulukumba agar segera dilakukan penjemputan terhadap NS.

Ia mengaku pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan pemerintah tempat dimana NS tinggal agar tidak ada gejolak atau keributan dan penolakan terhadap pasien di Desa Bontomasila.

“Kami akan terlebih dahulu melakukan upaya dan pendekatan serta sosialisasi kepada masyarakat setempat agar tak ada penolakan. Dan sebelum masuk rumah nantinya, akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan agar steril,” pungkasnya.

Alhamdulillah, 3 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Sembuh

KabarMakassar.com – Tiga pasien positif Covid-19 di Sulsel, dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan langsung Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Posko Gugus Tugas Percepatan Pemanganan (GTPP) Covid-19, Rabu (1/4).

“Ada 3 pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh,” kata Nurdin.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada 5 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang juga sudah dipulangkan.

“Jadi totalnya sudah ada 8 (PDP) dan 3 pasien positif yang sembuh. Tim dokter, tim medis, dan kita semua sudah maksimal,” ujarnya.

Meski begitu, Nurdin tetap mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga imun atau daya tahan tubuh agar tak mudah terserang penyakit.

“Kita berharap memang masyarakat menjaga imunitas tubuhnya. Sekali lagi saya menyampaikan, imunitas tubuh kita harus dijaga. Walaupun positif, itu kan belum tentu mereka berbahaya. Kita harus melawan ini, karena masa inkubasinya14 hari,” jelasnya.

“Isolasi diri secara mandiri merupakan jalan terbaik agar terhindar dari Covid-19,” sambungnya.

Nurdin menambahkan, siapaun bisa terinfeksi virus ini jika tak berhati-hati dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Olehnya itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menganggap Covid-19 ini sebagai aib keluarga atau pribadi, sehingga sampai menolak pemakaman jenazah pasien korban Covid-19

“Jadi saya minta sekali lagi, korban meninggal yang disebabkan oleh Covid-19 itu bukan aib. Harus dipahami bahwa virus juga tidak menyebar kalau mereka sudah dikuburkan,” pungkasnya.

9 Pasien Baru Positif Covid-19 Diisolasi di 3 RS di Makassar

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari mengumumkan adanya penambahan sebanyak 9 pasien positif Covid-19.

Dengan begitu, jumlah total pasien positif Covid-19 di Sulsel hingga Rabu (25/3) pukul 16.14 WITA berjumlah sebanyak 13 orang, dengan nomor kasus: 773,774,775,776,777,778,779,780,781.

“Ada penambahan 9 pasien positif. Sehingga jumlah totalnya sekarang berjumlah 13 pasien,” kata Ichsan melalui video conference, Rabu (25/3) malam.

Saat ini, lanjut Ichsan, kesembilan pasien baru yang dinyatakan positif Covid-19 itu tengah menjalani isolasi di tiga Rumah Sakit yang ada di Kota Makassar.

“9 tambahan pasien positif baru ini, 5 diisolasi di RS Wahidin, 1 di RS Unhas, dan 3 di RS Siloam. Secara total sampai hari ini, pasien positif yang dirawat di Sulsel itu ada 12 orang. Di Makassar ada 12 pasien dan Parepare1 pasien,” rincinya.

Menurut Ichsan, penetapan status positif Covid-19 terhadap 9 pasien baru ini dilakukan berdasar pada hasil tes yang dilakukan di Laboratorium Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ada di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Ada 29 spesimen yang diperiksa di Lab Unhas di RS Wahidin kemarin, dan 9 diantaranya dinyatakan positif. Ini yang kita umumkan hari ini,” terangnya.

Ichsan menambahkan, untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, sangat dibutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan social distancing atau phsycal distancing serta pola hidup bersih dan sehat.

“Jadi memang sangat dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan dari masyarakat supaya kita bisa sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Perceptan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga hari ini pukul 16.00 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 158 orang (122 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan). Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya sebanyak 89 orang (81 masih dirawat, 8 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang).

Bertambah 9, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 13 Orang

KabarMakassar.com — Juru Bicara Pemerintah RI untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan adanya penambahan sebanyak 105 kasus positif Covid-19 baru di Indonesia. Sehingga jumlah total saat ini menjadi 790 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 58 orang, dengan jumlah yang sembuh 31 orang.

“Koreksi data 686 pasien positif kemarin, menjadi 685 kasus. Ditambah hari ini ada 105, sehingga totalnya 790 kasus,” kata Yurianto dalam keterangan persnya, di Kantor BNPB, Jakarta, pada Rabu (25/3) siang.

Berdasarkan pemaparan Yurianto, 105 pasien baru yang dinyatakan positif Covid-19 ini termasuk 9 orang yang berasal dari Sulsel. Sehingga total pasien positif Covid-19 di Sulsel hingga Rabu (25/3) sebanyak 13 orang.

Namun berdasarkan data yang dirilis di laman Covid19.sulselprov.go.id, website yang dikelola langsung oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulsel, jumlah penambahan pasien positif di Sulsel ini belum dimasukkan. Hingga Rabu (25/3) pukul 18.14 WITA, jumlah pasien positif masih tercantum 4 orang (1 meninggal, 3 dirawat).

Berikut data penambahan jumlah pasien baru di masing-masing provinsi yang dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (25/3) siang:

  1. DKI Jakarta: 39 kasus baru
  2. Jawa Tengah: 19 kasus baru
  3. Jawa Barat: 13 kasus baru
  4. DI Yogyakarta: 11 kasus baru
  5. Sulawesi Selatan: 9 kasus baru
  6. Bali: 3 kasus baru
  7. Banten: 2 kasus baru
  8. Kalimantan Selatan: 1 kasus baru
  9. NTB: 1 kasus baru
    Dalam proses verifikasi: 7 kasus baru
    Total: 105 kasus