Direksi PD Pasar Makassar Fokus Terapkan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang dilakukan PD Pasar Makassar bukan isapan jempol semata. Hal tersebut dibuktikan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh pasar tradisional di Kota Makassar.

Dirut PD Pasar Makassar, Basdir mengatakan, seluruh pasar di Makassar telah dilakukan penyemprotan. “Penyemprotan disinfektan secara massal sudah tiga kali dilakukan disemua pasar yang ada,” ujar Basdir.

Selain itu lanjut Basdir, disediakan tempat mencuci tangan yang higienis. Setiap pasar diberikan dua sampai lima unit. Aturan memakai masker pun wajib dijalankan oleh seluruh pedagang dan pembeli. Serta keharusan menjaga jarak fisik.

“Kami masih memfokuskan pada protokol yang sudah ditetapkan seperti mencuci tangan dengan sabun karena sudah kami sediakan juga sarana cuci tangannya. Kemudian jaga jarak fisik dan memakai masker. Kami juga siapkan tim untuk mengukur suhu tubuh para pengunjung pasar dan pedagang,” jelas Basdir.

Basdir menambahkan, surat edaran tentang kepatuhan protokol kesehatan juga telah dilakukan. “Bahkan kami di PD Pasar setiap hari memberi imbauan menggunakan masker. Imbauan menggunakan masker ini sudah kami lakukan sejak Maret lalu sampai sekarang,” tegasnya.

Protokol kesehatan lainnya yang dilakukan dengan memasang spanduk setiap pintu masuk pasar. “Termasuk mengatur jalur masuk dan keluar para pembeli. Kemudian pemasangan tirai plastik untuk membatasi pembeli dan penjual di beberapa pasar. Serta berkolaborasi dengan pihak TNI dan Polri,” ungkap Basdir.

Basdir berharap agar apa yang dilakukan bisa mencegah penyebaran Covid-19.

Pemprov Prioritaskan Mobil PCR di Wilayah Zona Merah

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengadakan mobil polymerase chain reaction (PCR) di pasar-pasar yang ada di Sulsel. Gubernur Prof. HM Nurdin Abdullah menawarkan ini kepada ke pemerintah kabupaten/kota.

Nurdin Abdullah menjelaskan, mobil PCR akan menyasar pasar-pasar di kabupaten/kota yang ada di Sulsel. Terkhusus, untuk daerah zona merah virus Corona (Covid-19), seperti Kota Makassar, Maros, dan Gowa.

“Ini harus kita lakukan, ini penting, ini di semua daerah yang pusat penularannya itu di pasar,” kata Nurdin Abdullah usai rapat terbatas dengan Bupati dan Wali Kota se-Sulsel, di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Minggu malam, 5 Juli 2020.

Menurut Nurdin Abdullah, mobil PCR yang nantinya akan menyasar pasar-pasar agar secepat mungkin menemukan orang-orang yang punya potensi penularan. Selain itu, mobil PCR juga bertujuan untuk mengendalikan kemungkinan terjadinya episenterum penyebaran corona di pasar-pasar.

“Makanya kita akan standarkan di pasar-pasar, supaya semakin kencang lagi kita menemukan orang orang yang berpotensi menimbulkan penularan,” sebutnya.

Nurdin Abdullah mengatakan, pemerintah akan semakin masif melakukan tracking, testing, dan edukasi protokol kesehatan ketat di masyarakat. Ia mengaskan, hal terpenting yang mesti dilakukan saat ini adalah upaya pencegahan. Ia optimistis, jika pencegahan masih dilakukan maka akan mampu memutus mata rantai virus Corona.

“Kalau saya sih kita kencang tracing, testing, sosialisasi edukasi lebih masif lagi. Dan kuncinya adalah kita fokus pada pencegahan,” ujanrnya.

Ia menyebutkan, sejuah ini telah dilakukan pemeriksaan PCR dengan total spesimen sebanyak 50.865.

Wagub Blusukan Edukasi Warga Gunakan Masker di Pasar

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, terus menggalakkan sadar penggunaan masker kepada masyarakat. Pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19 ini disampaikan Andi Sudirman saat melepas tim blusukan ke sejumlah titik dan pasar di Kota Makassar, Rabu, (24/6).

“Pakai masker ta’. Pokoknya kalau keluar rumah wajib pakai masker ta’,” imbau tim relawan, Haeruddin, kepada masyarakat.

Setiap melihat warga yang sedang berbelanja maupun pengayuh becak yang mangkal tanpa mengenakan masker, tim seketika menghentikan dan membagi masker yang dibawanya. Beberapa warga antusias untuk mendapat masker.

“Nanti kebagian semua. Jaga jarak, maskernya langsung dipakai. Nanti kalau sudah dipakai, bisa dicuci dan dipakai lagi,” imbuh Haeruddin.

Sementara, Sirna (43), pedagang Pasar Pabaeng-baeng, Kota Makassar, senang mendapatkan masker yang diketahui saat ini harganya mahal.

“Alhamdulillah dapat masker, bisa dipakai untuk melindungi diri. Kemarin-kemarin tidak pakai karena tidak punya. Ternyata dikasih tim dari Pak Wagub,” kata Sirna.

Sosialisasi dan pembagian masker kini menjadi prioritas Wagub Andi Sudirman Sulaiman semenjak Covid-19 mewabah di provinsi yang dipimpinnya. Dia aktif berkeliling dan membagikan masker serta bantuan.

“Semoga kesadaran kita bersama meningkat serta ketegasan semua elemen nyata di lapangan. Kita kirim tim untuk menjadi stimulan bagi semua turun ke lapangan mengedukasi masyarakat. Masalah disiplin tidak bisa selesai di tatanan statement, perlu turun mengedukasi dan membagi masker sebagai solusi langkah persuasif,” kata Andi Sudirman.

Ia menambahkan, memakai masker merupakan salah satu cara mudah untuk mencegah penyebaran virus corona. Dengan memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan, maka masyarakat akan terhindar dari virus yang telah menjadi pandemi itu.

Ketua PKK Makassar Ajak Warga Belanja Online di Pasar Tradisional

KabarMakassar.com — Upaya menuju tatanan baru atau yang lazim disebut new normal, terus dilakukan semua pihak, tak terkecuali gabungan ibu-ibu di tim penggerak PKK Kota Makassar. Salah satu tatanan baru tersebut adalah sistem belanja online di pasar tradisional yang sejak tiga bulan terakhir ini sudah dilaksanakan oleh perusahaan daerah pasar Makassar Raya.

Sosialisasi sistem belanja online dan offline ini dilakukan oleh PD Pasar Makassar Raya di sela-sela pengukuhan antar waktu pengurus TP PKK Kota makassar di baruga angin mamiri beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, PJ Walikota Makassar, Prof Yusran Jusuf didampingi ketua TP PKK Kota Makassar, DR. Andi Masniawaty Yusran, mengimbau seluruh anggota PKK dari kelurahan, kecamatan hingga SKPD agar mendownload aplikasi ini. Menurut mantan dekan Kehutanan Unhas ini, inovasi PD Pasar ini sangat membantu usaha kecil menengah (UKM) dan bisa menyerap tenaga kerja.

“Program ini sangat bagus karena bisa menyerap tenaga kerja. Harapan saya nanti PKK sosialisasi ke tingkat kelurahan sehingga kita bisa menata pasar dan membantu umkm kita,” ujarnya.

Selain ke PKK, Prof Yusran juga berjanji akan membantu program PD pasar kepada seluruh ASN di pemkot Makassar agar mensosialisasikan dan menggunakan aplikasi belanja online ini.
Dalam pemaparan programya, direktur operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan, menyatakan, inovasi ini selain mengikuti trend belanja online juga sebagai upaya memutus mata rantai covid 19. Menurutnya, warga tidak perlu datang ke pasar tradisional untuk belanja. Cukup buka aplikasi malltronik, mencari pasar yang terdekat dari rumah kemudian mencari kebutuhan pokok yang akan dibeli.

“Jadi kami sudah siapkan kurir untuk mengantarkan langsung belanjaan masyarakat ke rumahnya dengan biaya antar yang jauh lebih murah karena yang jadi kurir adalah karyawan pd pasar sendiri,” ungkap Sahar.

Sementara itu, owner Malltronik, Hengky dalam kesempatan tersebut juga memaparkan tata cara menjadi user atau pengguna dan cara pemesanan melalui aplikasi tersebut.

Saat ini menurut Hengky, masyarakat sudah mulai merasakan manfaat belanja secara online di pasar tradisional. Meski demikian, jumlah user harus terus ditingkatkan sehingga pedagang di pasar tradisional juga bisa meningkatkan pendapatannya.

Benahi 19 Pasar Tradisional, Basdir Minta Masukan Lies F Nurdin

KabarMakassar.com — Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya berencana membenahi 19 Pasar Tradisional yang ada di Kota Makassar. Karena itu, Direktur PD Pasar Makassar Raya, Basdir, secara khusus datang menemui Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (13/3).

Kedatangan Basdir tersebut bertujuan untuk meminta masukan dan pendapat dari Lies terkait pembenahan 19 Pasar Tradisional di Kota Makassar, dimana tiga diantaranya akan dijadikan percontohan.

“Di masing-masing pasar, akan memperhatikan kondisi kebersihan, higienitas, keindahan, serta aspek ruang terbuka hijau. Apalagi, tiga pasar tersebut juga akan menjadi pusat kerajinan dan belanja oleh-oleh di Kota Makassar,” jelas Basdir kepada Lies.

Basdir memaparkan, konsep pasar wisata modern rencananya akan dibangun di Pasar Baru. Tempatnya sangat strategis, dekat dengan hotel, Benteng Rotterdam.

Di lokasi tersebut, lanjut dia, nantinya akan jadi pusat jajanan lokal, kerajinan, dan oleh-oleh. Di lantai atasnya, bisa dijadikan tempat nongkrong kalangan milenial.

“Pedagang di masing-masing pasar tidak akan mengalami kerugian dengan adanya pembenahan ini.

Tidak akan ada penggusuran. Paling relokasi kalau ada. Inipun dipindahkan ke tempat yang lebih bagus. Jadi tidak akan ada gesekan dengan pedagang,” ujarnya.

Menanggapi rencana PD Pasar Makassar Raya tersebut, Lies merespon positif. Ia mengakui jika kondisi Pasar Tradisional yang akan dibenahi memang memprihatinkan.

“Pasar Baru, Pasar Terong, dan Pasar Toddopuli sebaiknya yang menjadi percontohan dari sisi kebersihan, memenuhi standar ruang terbuka hijau, sekaligus menjadi lokasi wisata,” kata Lies.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel itu juga mengaku mendukung penuh rencana PD Pasar Makassar Raya bersama Pemkot Makassar, untuk membenahi berbagai fasilitas yang ada di Pasar Tradisional di Makassar. (*)

Ritel Modern Semakin Menjamur di Pinrang, Pasar Tradisional Terancam Sepi

KabarMakassar.com — Pertumbuhan ritel modern yang semakin menjamur hingga ke pelosok wilayah pedesaan membuat keberadaan warung/toko klontong (ritel tradisional) dan pasar rakyat di Kabupaten Pinrang semakin terancam.

Kondisi ini diperparah dengan letak atau lokasi ritel modern tersebut yang sangat dekat dengan ritel dan pasar tradisional.

“Dari segi kenyamanan dan kebersihan barang, ritel modern itu memang unggul. Masyarakat menengah ke atas juga lebih memilih belanja di ritel modern ketimbang di pasar tradisional. Meski tidak semua, tapi lambat laun akan beralih. Apa lagi banyak itu yang berdekatan dengan pasar tradisional,” kata salah seorang dosen ekonomi di STIKIP Cokroaminoto Pinrang, Nisba Silvana, Selasa (10/3).

“Tapi dari sisi harga dan kesegaran buah, sayuran maupun ikan, pasar tradisonal masih unggul karena harganya cukup murah dan masih bisa tawar menawar harga. Kalau di ritel modern harganya tidak bisa ditawar,” ungkapnya.

Untuk menyelamatkan keberadaan pasar tradisional ini, kata Nisba, pemerintah setempat harus mampu menata dan mengelola pasar tradisonal agar menjadi nyaman dan bersih.

“Tantangan pemerintah kita sekarang adalah bagaimana mengelola pasar tradisional itu agar terlihat rapih, bersih serta nyaman, agar masyarakat betah berbelanja di sana,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait keberadaan ritel modern di beberapa lokasi di Kabupaten Pinrang yang jaraknya tak jauh dari pasar rakyat atau pasar tradisional, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Pinrang, Andi Mirani tak menampik hal tersebut.

Menurut Mirani, memang ada beberapa ritel modern yang jaraknya tidak jauh dari pasar tradisional. Seperti di Teppo (Kecamatan Patampanua), Pekkabata (Kecamatan Duampanua), dan di Kariango (Kecamatan Mattiro Bulu).

“Yang di Teppo itu izinnya baru keluar di tahun 2018, jadi nanti habis masa berlakunya tahun 2023. Untuk di Pekkabata dan Kariango 2024 habis masa berlakunya karena 2019 lalu keluar izinnya. Masa izin toko modern itu 5 tahun,” kata Mirani.

Mirani juga mengatakan, masyarakat atau usaha lokal di sekitar ritel modern bisa mengadu jika merasa di rugikan.

Pihaknya, kata dia, akan memanggil setiap pengelola ritel modern agar membina dan melakukan kerjasama atau kemitraan dengan pedagang kecil di sekitarnya.

“Kalau ada pihak yang dirugikan bisa mengadu ke kami. Kita akan panggil (ritel modern) yang bersangkutan untuk membina dan kerja sama kemitraan dengan usaha di sekitarnya. Kedepan, bukan lagi pemda yang mengeluarkan izin, tapi langsung pemerintah pusat,” terangnya.

Harga Gula dan Minyak Goreng di Makassar Merangkak Naik

KabarMakassar.com — Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Kota Makassar beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan. Tak hanya bawang putih, harga gula dan minyak goreng pun ikut naik.

Berdasarkan pantauan KabarMakassar.com, Kamis (13/2), di Pasar Terong yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Makassar, harga gula pasir saat ini berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000/Kg dari yang sebelumnya berkisar Rp12.500 sampai Rp13.000/Kg.

Sementara untuk minyak goreng, saat ini harganya berada di kisaran Rp24.000/Kg dari yang sebelumnya Rp22.000/Kg

Erna, salah sseorang pedagang di Pasar Terong mengaku tak tahu pasti apa penyebab kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok tersebut. Yang pasti, kata dia, kenaikan harga ini membuat warungnya menjadi lebih sepi dari biasanya.

“Tidak tahu kenapa naik sekali. Mungkin karena pajaknya tinggi, karena kalau saya ambil barang di Jalan Veteran (distributor), saya tanyakan kenapa gulanya naik? Orangnya bilang karena pajaknya tinggi. Belum pajak pengiriman barangnya, pajak pemindahan barang, pokoknya alasannya karena pajak tinggi,” kata Erna.

Dikonfirmasi terkait kenaiakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar, Muh Yasir tak menampik hal tersebut.

Yasir mengaku, beberapa hari lalu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dan operasi pasar di lima pasar yang ada di Makassar (termasuk Pasar Terong), guna menyalurkan gula pasir sebanyak 2,5 ton.

“Di operasi pasar yang kita lakukan itu, setiap pasar diberi jatah 500 kg gula pasir yang dijual dengan harga Rp12.500, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Yasir.

Selain itu, Yasir juga menyampaikan jika pihaknya memberikan fasilitas angkutan secara cuma-cuma untuk mengantarkan gula pasir ke pedagang yang ada di pasar.
Menurut dia, hal ini dilakukan agar tak ada lagi alasan bagi pedagang untuk menaikkan harga secara sepihak.

“Kenaikan harga ini tidak bisa dibiarkan karena dapat menyebabkan inflasi.

Makanya kita hadir untuk memberikan solusi, paling tidak jangka pendekanya bisa diatasi. Kami gunakan mobil inflasi kontrol, jadi para pedagang tidak lagi mengeluarkan biaya untuk mengambil barang itu (dari distributor) Harganya yang dijual bisa lebih murah karena tidak keluar lagi uang transportnya,” jelasnya.