Makassar Zona Merah, Wisata Pantai Losari Belum Buka

KabarMakassar.com — Angka warga positif korona terus mengalami peningkatan, hal ini membuat kota Makassar masih berstatus zona merah. Berdasarkan data pemerintah kota Makassar peningkatan jumlah kasus positif di kota Makassar per hari ini Senin,(15/6) mengalami peningkatan 109 kasus yakni dari 1564 ke angka 1.673.

Dengan status zona merah ini dipastikan tempat wisata di kota Makassar masih belum dapat dibuka untuk umum. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 kota Makassar Ismail Hajiali Senin,(15/6) meski sebelumnya beredar foto di grup WhatsApp kerumunan pengunjung di anjungan pantai Losari.

“Belum dibuka karena kita masih di zona merah belum ada pengunjung” ungkapnya.

Menurutnya pihaknya terus melakukan himbauan kepada masyarakat setempat untuk tidak mengunjungi tempat wisata khusunya di Pantai Losari untuk saat ini.

“Kita selalu menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak kesana (Anjungan pantai Losari) dulu kalaupun ada yang kedapatan disana itu orang yang mencuri-curi untuk masuk ke sana” terangnya.

Untuk mengisolasi adanya pengunjung pada pusat wisata yang dulu tiap malamnya akan ramai ini, pemerintah kota Makasar menempatkan inspektur covid untuk melakukan penjagaan.

“Ada satpol di situ yang jaga kan memang ada Satpol-PP yang tugas di sana”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata Kota Makassar Rusmayani Majid mengungkapkan sebelum dibuka kembali anjungan pantai Losari, nantinya akan dilakukan tahapan simulasi terlebih dahulu.

“kita membuat protapnya dulu kita buat protokolerny kalau itu sudah baru mau di simulasikan setelah itu baru dilihat apakah bisa dibuka atau tidak gitu, karenakan Makassar semakin bertambah jumlah kasusnya saya ini juga jadi pertimbangan” jelasnya.

Menurutnya jika hasil simulasi nantinya menunjukan aman untuk kembali dibuka maka wisata anjungan pantai Losari akan kembali dibuka.

“Baru mau di simulasikan dulu bagaiamana protokolernya kalau sudah dirasa aman kita buka gitu. Simulasi dulu baru kita sosialisasikan” tutupnya.

Tumpahan Minyak Cemari Sebagian Area Pantai Losari

KabarMakassar.com — Sebagian area Pantai Losari dipenuhi tumpahan minyak yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, Kamis (20/5).

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa ini terjadi di sekitar Kampung Popsa, di Jalan Ujung Pandang.

“Itu benar, ada beberapa rekan yang kirimi saya foto informasi tersebut,” kata Iskandar.

Saat ini, kata dia,tim dari DLH Kota Makassar telah turun langsung untuk melakukan peninjauan di lokasi.

“Anggota kami baru turun untuk lakukan peninjauan di lokasi, kami belum tahu pasti penyebab dari mana dan apa yang membuat dia tumpah di situ,” ujarnya.

Iskandar memastikan, pihaknya akan melakukan penyuratan dan peneguran kepada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“DLH turun melihat dulu secara langsung dari mana asalnya tumpahan minyak itu, nanti setelah itu nanti kami akan lakukan penyuratan kepada pihak yang bertanggung jawab kalau sudah diketahui di mana asalnya. Kalau perlu kita tegur langsung,” tutupnya.

Pantai Losari Ditutup, Pedagang Pisang Epe’ Kebingungan

KabarMakassar.com — Anjungan Pantai Losari ditutup sementara sejak Rabu (18/3) lalu. Keputusan pemerintah setempat untuk menutup tempat yang menjadi icon Kota Makassar itu selama 14 hari, diambil sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Namun, keputusan ini menimbulkan masalah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan para pedagang kaki lima (PKL) yang menggantungkan perekonomian keluarganya dengan cara setiap hari berjualan di Anjungan Pantai Losari.

Muslimin, salah seorang pedagang yang sehari-hari berjualan pisang epe’ di Pantai Losari, menurutnya Penutupan itu berdampak baginya

“Keputusan ini sangat jelas berdampak kepada kami, karena mata pencaharian kita cuman di situ,” tutur Muslimin, Sabtu (21/3).

Kata dia, jangankan 14 hari, 5 hari saja Pantai Losari ditutup, dampak bagi perekonomian keluarganya pasti sudah sangat terasa.

“Kalau (Pantai Losari) ditutup, kita dapat uang darimana untuk kebutuhan sehari-hari? Kami bingung,” keluhnya.

Meski begitu, Muslimin mengaku mau tak mau harus memaklumi keputusan Pemerintah Kota Makassar ini.

“Ini demi keselamatan kita juga, jadi maumi diapa. Ini demi pencegahan, jadi bisa dibilang ada dampak buruknya dan dampak baiknya. Berdoa saja semoga kondisi segera pulih dan normal kembali, supaya kita semua bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Sekadar diketahui, keputusan Pemkot Makassar terkait penutupan Anjungan Pantai Losari selama 14 hari sejak Rabu (18/3) ini dituangkan dalam Surat Edaran Walikota Makasar No: 443.01/89/S.EDAR/DISPAR/III/2020 tertanggal 17 Maret 2020, yang ditandatangani Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Menurut Iqbal, hal ini dilakukan sebagai bagian dari tingkat kewaspadaan dalam mengurangi kerumunan warga, memperketat social distancing, dan mengajak warga untuk melakukan self Isolation atau berdiam diri di rumah untuk sementara waktu jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

Selama penutupan berlangsung, kata dia, akan dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di semua anjungan yang ada di Pantai Losari.

Melalui surat edaran itu, Pemkot Makassar juga menginstruksikan untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala, tanda dan cara pencegahan penularan infeksi Covid-19. Termasuk memberikan batasan waktu pengoperasian tempat-tempat keramaian swasta seperti Mall dan tempat hiburan.

“Kita juga melakukan pembatasan jam operasional selama 14 hari ke depan untuk pusat perbelanjaan (Mall), daya tarik wisata buatan dan usaha pariwisata seperti Tempat Hiburan Malam (THM), tempat karaoke ,dan panti pijat,” kata Iqbal.

“Kita juga meminta seluruh manajemen usaha pariwisata dan tempat-tempat umum lainnya termasuk tempat ibadah menyediakan wastafel dan sabun serta melakukan kegiatan rutin berupa pengecekan ketersediaan Hand Sanitizer pada tempat tertentu dalam area kerja,” tambahnya.

Pemkot Makassar juga meminta untuk dilakukan koordinasi secara berkala dengan Puskesmas/Rumah Sakit yang telah dirujuk oleh Pemkot Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Kita meminta kepada masyarakat untuk sementara menghindari kegiatan di keramaian, membatasi aktivitas di luar rumah serta menjaga lingkungan tempat kita tinggal tetap bersih dan higienis,” imbaunya.

Iqbal menambahkan, surat edaran ini akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Selain melakulan penutupan sementara Pantai Losari, Pemkot Makassar juga telah sebelumnya telah mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi dan mencegah penularan Covid-19 di Makassar, dengan merumahkan siswa-siswi tingkat TK/Paud, SD/MA, SMP/MTS.