Jumlah ODP Meningkat, Gugus Tugas Kembali Tekankan Isolasi Diri

KabarMakassar.com — Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali menekankan imbauan isolasi diri. Hal ini dilakukan lantaran jumlah orang dalam pemantauan (ODP) telah mencapai 165.549 kasus atau meningkat 26.412 dibanding hari sebelumnya yang mencapai 139.137 kasus.

Hal yang menjadi perhatian besar adalah ketika mereka yang tergolong dalam ODP hampir tidak merasakan keluhan sakit kemudian berpotensi menularkan virus ketika tidak menjalankan isolasi mandiri dengan baik sesuai protokol kesehatan.

“Ini menjadi perhatian besar karena tidak menutup kemungkinan (orang) masuk dalam pemantauan tidak sakit, sakit ringan tapi dirasakan seakan tidak sakit, berpotensi menjadi sumber penularan, ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (15/4).

Hingga saat ini, kata dia, sebanyak 36.431 spesimen sudah diperiksa, dan ada 33.001 orang diperiksa terkait Covid-19. Hasilnya, sebanyak 5.136 orang dinyatakan positif Covid-19 dan jumlah negatif sebanyak 27.865.

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.165 orang dan yang sudah terkonfirmasi positif mencapai 5.136 melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang hasilnya bisa diketahui saat itu juga (realtime).

Untuk total kasus sembuh, per Rabu pukul 12.00 WIB jumlahnya sudah mencapai 446 orang. Sedangkan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 468 orang.

Yurianto juga menyampaikan, untuk pengujian antigen berbasis real time PCR saat ini telah dilakukan di 32 laboratorium di seluruh Indonesia. Selain itu, beberapa laboratorium juga ditingkatkan kapasitasnya. Baik menambah mesin dan menambah laboratorium baru yang dilengkapi dengan alat sesuai standar.

Lebih jauh Yurianto menagatakan, data terakhir, provinsi yang terdampak Covid-19 telah menyebar di 34 lokasi, dan kota/kabupaten mencapai 196 lokasi.

Oleh sebab itu, pemerintah meminta masyarakat agar mematuhi jarak aman dalam berkomunikasi setidaknya satu hingga dua meter, menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah, dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.

“Masih ada kasus positif, tanpa gejala, tanpa keluhan, masih ada di tengah masyarakat. Ini menjadi sumber penularan dan kedua masih ada masyarakat yang rentan tertular,” pungkas Yuri. (*)

Update Covid-19 di Sulsel 5 April: 82 Positif, 263 PDP dan 2.166 ODP

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari mengumumkan adanya penambahan 2 pasien di Sulsel yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Sehingga total pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah sebanyak 82 orang.

Tak hanya jumlah kasus, angka kesembuhan dan kematian pasien positif Covid-19 di Sulsel juga meningkat. Hingga Ahad (5/4) pukul 19.00 WITA, jumlah pasien yang sembuh juga bertambah 10 orang, dari sehari sebelumnya 9 orang menjadi 19 orang (17 dari RS di Kota Makassar dan 2 dari RS Andi Makkasau, Parepare). Jumlah pasien meninggal dunia juga bertambah 1 orang, sehingga totalnya sudah sebanyak 7 orang.

“Semua yang dinyatakan sembuh ini sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. Tapi tetap diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari lagi di rumahnya,” kata Ichsan melalui video conference, Ahad (5/4) malam.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya sebanyak 263 orang (229 dirawat, 21 sehat, 13 meninggal). Sedangakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 2.166 orang (1.653 proses pemantauan, 513 selesai pemantauan).

“Kalau masih ada bagian dari masyarakat yang tidak patuh untuk melakukan physical distancing dan lain sebagainya seperti apa yang menjadi imbauan pemerintah, maka penyebaran virus ini tak akan bisa kita hentikan. Jadi tidak bisa hanya pemerintah saja,” imbuhnya.

Berhenti atau bisa tidaknya pemotongan mata rantai penyebaran virus ini, lanjut Ichsan, sangat tergantung pada kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama disiplin melakukan physical distancing dan mengikuti imbauan pemerintah.

“Physical distancing ini bisa sampai 80 persen memutus rantai penyebaran Covid-19. Kalau kita tidak disiplin, berarti setiap orang di Sulsel bertanggungjawab atas semakin tingginya angka kasus dan jumlah kematian akibat covid-19 ini,” ucapnya

Ichsan menambahkan, pihaknya juga berharap masyarakat bisa mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik. Menurut dia, hal ini akan sangat membantu untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jangan kita hanya menjaga di hilir saja. Harusnya dari hulu upaya pencegahan itu sudah dilakukan. Salah satunya termasuk mendorong agar masyarakat itu tidak mudik,” ujarnya

“Hasil identifikasi kita ini sekarang di Sulsel sudah local transmission. Ini sudah kita lakukan langkah untuk menghentikan itu. Jangan sampai karena banyak pemudik, muncul lagi kasus imported transmission,” pungkasnya.

Kadinkes Sebut Beberapa Pejabat Pemprov Sulsel Berstatus PDP?

KabarMakassar.com — Entah keceplosan atau bukan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari membenarkan kabar yang menyebut sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini berstatus Pasien Dalam pengawasan (PDP).

Hal itu disampaikan Ichsan saat menjawab pertanyaan dari salah satu jurnalis terkait kondisi Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel dan kabar soal adanya beberapa pejabat dan staf Pemprov Sulsel yang berstatus PDP.

Hanya saja, Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu enggan menyebutkan secara pasti siapa-siapa saja pejabat di lingkup Pemprov Sulsel yang berstatus PDP tersebut.

“Soal pejabat yang berstatus ODP dan PDP, memang semuanya PDP. Maaf, maksud saya ada beberapa memang. Kita juga sudah sampaikan bahwa mereka diharapkan isolasi rumah (melakukan isolasi mandiri di rumah asing-masing). Ini sangat penting. PDP ini tidak berarti positif, dan ini tentu ditetapkan dengan kriteria yang ada,” kata Ichsan melalui video conference, Kamis (26/3) malam.

“Terkait Pak Sekprov, beliau bertambah baik kondisinya. Asmanya juga semakin membaik. Cuma itu yang bisa saya sampaikan. Kalau yang lain-lain saya tidak bisa sampaikan. Saya bisa dituntut nanti sama yang bersangkutan, ini adalah rahasisa pasien,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Ichsan kembali mengimbau seluruh masyarakat di Sulsel untuk menerapkan social distancing dan juga physical distancing. Ichsan menyebut, cara tersebut mampu mengurangi penyebaran Covid-19 sampai dengan 75 persen.

“Penyebaran di Sulsel ini sekarang sudah ada yang local transmission. Jadi sekarang ini tidak cukup hanya social distancing, tapi juga harus physical distancing. Artinya, di rumah pun kita harus menjaga jarak anatar satu dengan yang lainnya. Ini bisa mengurangi penyebaran virus Covid-19 hampir 75 persen,” ujarnya.

Ichsan menambahkan, pemerintah sampai saat ini serius mencari cara agar penyebaran Covid-19 ini di Sulsel bisa dicegah.

“Obat antivirus yang dulu pernah digunakan untuk flu burung itu juga telah turun ke Sulsel, dan sudah kita bagikan ke rumah sakit-rumah sakit yang sementara ini merawat pasien yang positif Covid-19. Ini salah satu upaya kita agar yang positif ini bisa cepat sembuh,” pungkasnya.

3 Hari, 4 PDP di Makassar Meninggal Dunia

KabarMakassar.com — Tiga hari terakhir, tercatat ada sebanyak 4 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19 di Kota Makassar meninggal dunia.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb merinci, 4 orang PDP yang meninggal tersebut yakni pada Selasa (24/3) sebanyak 2 orang (di RS Grestelina dan RS Siloam), kemudian Rabu (25/3) 1 orang (di RS Pelamonia), dan hari ini 1 orang (di RSUP Wahidin Sudirohusodo).

‘Perhari ini total jumlah PDP di Kota Makassar itu ada sebanyak 59 orang, dimana 4 diantaranya meninggal dunia. PDP yang lainnya sebagian sudah dalam kondisi membaik dan tidak ada komplikasi, sehingga tidak butuh perawatan intensif,” kata Iqbal, melalui video conference, Kamis (25/3).

Iqbal menegaskan, Pemerintah Kota Makassar sampai saat ini terus melakukan upaya pencegahan agar tak ada lagi atau paling tidak meminimalisir bertambahnya jumlah korban akibat Covid-19 di Kota Makassar.

“Salah satunya untuk mengantisipasi lonjakan pasien suspect Covid-19 ini, Pemkot Makassar telah menyiapkan rumah sakit-rumah sakit tambahan sebagai rujukan. Dimana rumah sakit ini memiliki ruangan isolasi yang memenuhi standar. Termasuk Rumah Sakit Sayang Rakyat untuk isolasi,” terangnya.

Sekdar diketahui, berdasarkan data yang dirilis di laman infocorona.makassar.go.id, hingga Kamis (26/3) pukul 09:47 WITA, jumlah ODP di Kota Makassar ada sebanyak 40 orang (4 proses pemantauan, 36 dalam pemantauan); PDP sebanyak 59 orang (4 meninggal, 48 masih dirawat, 7 pulang dan sehat); dan pasien positif Covid-19 sebanyak 12 orang (1 meninggal, 10 dirawat, 1 isolasi mandiri di rumah).

Update Kasus Covid-19 di Pinrang: 8 ODP, 1 PDP, 1 Positif

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel¬†bertambah 9 orang pada Rabu (25/3) kemarin. Dengan begitu, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel saat ini sudah sebanyak 13 orang.

Dari 13 pasien positif Covid-19 tersebut, 1 diantaranya sudah meninggal pada 15 Maret lalu sebelum diketahui jika yang bersangkutan positif terjangkit Covid-19. Sisanya, 10 masih dirawat di RS di Makassar, 1 isolasi mandiri di Makassar, dan 1 dirawat RSUD Andi Makkasau Parepare.

Khusus untuk di Kabupaten Pinrang, berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pemerintah setempat, hingga Kamis (26/3) pukul 08.55 WITA, tercatat ada sebanyak 8 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 1 Pasien Dalam Pemantauan (PDP), dan 1 pasien positif Covid-19 (dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare).

“Kami tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pinrang maksimal melaksanakan pemutusan mata rantai penularan virus Corona di Kabupaten Pinrang. Update hari ini, 8 ODP, 1 PDP, dan 1 Positif. Data itu diluar dari 260 orang lainnya yang dalam pengamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi.

Dewi berharap, masyarakat Kanupaten Pinrang tetap tinggal di rumah melakukan self isolation atau isolasi mandiri dan menerapkan social /physical distancing sesuai imbuan Bupati Pinrang.

“Tetap waspada, tetap di rumah kalau tidak ada hal penting untuk dilakukan di luar rumah. Tingkatkan stamina kesehatan diri dan keluarga, serta terapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

“Yang utama juga, mari kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT, semoga wabah Covid-19 ini bisa segera berakhir,” tutupnya.

Update Kasus Covid-19 di Gowa: 8 ODP, 5 PDP dan 0 Positif

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Kesehatan melakukan tracing untuk mengetahui sekaligus mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin memastikan, berdasarkan hasil tracing tersebut, hingga Rabu (25/3) pukul 18.00 WITA, tidak ada pasien positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa.

“Dari hasil pemantauan kami, yang ada dan tercatat itu hanya Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 8 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang,” kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, mereka yang terdata sebagai ODP dan PDP ini tercatat baru kembali dari daerah yang terjangkit wabah Covid-19 serta memiliki gejala seperti demam, batuk dan sakit tenggorokan.

“Mereka yang masuk dalam ODP dan PDP dari laporan mandiri masyarakat yang kembali dari daerah yang terkena wabah virus Corona. Mereka melaporkan dirinya dan memiliki keluhan seperti batuk, demam di atas 38 derajat celcius. Adapula yang kami tracking dari puskesmas, rumah sakit tempat pasien berobat dan koordinasi dengan Pemprov Sulsel,” jelasnya.

Hasanuddin merinci, untuk PDP yang saat ini tercatat sebanyak 5 orang, 1 diantaraanya dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, 1 di RS di Takalar, dan 3 lainnya telah kembali dari rumah sakit (dipulangkan) dan diminta untuk tetap melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Saat ini juga ada empat orang yang sudah di-swab atau dilakukan pengambilan sampel untuk mengetahui positif atau negatif terinfeksi Covid 19,” terangnya.

Sementara untuk 8 yang berstatus ODP, lanjut Hasanuddin, mereka saat ini juga diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sebeliumnya, Bupati Gowa, Adnan Puricta Ichsan meminta masyarakat Gowa meminta agar tidak panik, namun tetap waspada dengan kondisi saaat ini.

“Saya berharap masyarakat Kabupaten Gowa bersabar untuk tetap tinggal di rumah, guna mencegah penyebaran virus Corona di Gowa. Jika harus keluar rumah agar selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter, mempraktekkan pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta rajin mencuci tangan,” pesan Adnan.

Update data pemantauan kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa hingga Rabu (25/3) pukul 20.20 WITA:

ODP : 8
-. Proses Pemantauan : 8
-. Selesai Pemantauan : 0

PDP : 5 Orang
-. Sementara Dirawat : 2
-. Pulang dan Isolasi Mandiri : 3

Positif : 0

Update Kasus Covid-19 di Sulsel: 139 ODP, 53 PDP, 2 Positif

KabarMakassar.com — Jumlah kasus Covid-19 di Sulsel terus bertambah, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel melalui laman covid19.sulselprov.go.id, hingga hingga Senin (23/3) pukul 09:48 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah sebanyak 25 orang dari yang sebelumnya di hari yang sama pukul 14.24 WITA dilaporkan 114 orang, kini menjadi 139 orang (118 dalam proses pemantauan, 21 selesai pemantauan).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 24 orang, dari yang sebelumnya 29 menjadi 53 orang (46 masih dirawat, 7 lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang). Sementara untuk pasien positif tak ada penambahan. Jumlahnya masih tetap 2 orang, dimana 1 diantaranya meninggal sebelum diketahui jika yang bersangkutan positif Covid-19 dan 1 lagi masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, ada satu Rumah Sakit (RS) yang saat ini sedang dipersiapkan sebagai tambahan dari 7 RS rujukan maupun penyangga di Kota Makassar yang sudah ditunjuk sebelumnya.

“RS Sayang Rakyat sementara dalam persiapan (untuk dijadikan RS rujukan/penyangga penanaganan Covid-19), semoga bisa segera selesai persiapannya dalam waktu dekat,” kata Husni.

Perihal kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para dokter dan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di sejumlah RS yang ada Sulsel, Husni mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel terus berkoordinasi dengan Badan Penganggulangan Bencana (BPBD dan BNPB) dan pemerintah pusat untuk pengadaan APD tersebut.

“Sementara diupayakan menyangkut APD. Teman-teman di Dinkes senantiasa berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana dan pemerintah pusat untuk pengadaannya. Berangsur-angsur APD ini datang (dikirimkan), tapi masih terbatas. Tapi kalau untuk DOkter dan tenaga medis yang melakukan penanganan terhadap pasien PDP itu masih cukup,” ujarnya.

Husni juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi-informasi yang beredar. Pasalnya menurut dia, tak sedikit informasi tidak benar dan menyesatkan yang beredar khususnya di media sosial.

“Yang harus sama-sama kita tekankan dan kita pahami, yang bisa memvonis seseorang itu positif atau tidak hanya hasil lab. Tidak ada yang lain. Tim kami juga terus melakukan pelacakan dan penelusuran di lapangan agar kita bisa sama-sama memutus rantai penyebaran virus ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari mengatakan, penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari contact tracing atau penelusuran yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel.

“Iya benar bertambah jumlah ODP dan PDP. Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya tim kita juga di lapangan masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing,” kata Ichsan.

“Tapi mereka (ODP) ini kan sekarang tidak semuanya dirawat di RS. Banyak yang hanya kita minta melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Olehnya itu, Ichsan mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

“Makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” pungkasnya.

6 Pasien Dalam Pengawasan di Makassar Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar merilis update atau data terbaru hasil pemantauan penyebaran Virus Corona (Covid-

19) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 yang dilakukan di wilayah Kota Makassar.

Tak ada penambahan untuk jumlah pasien positif Covid-19. Hingga Ahad (22/3) pukul 21:15 WITA, jumlahnya tetap 2 orang. 1 meninggal dan 1 lagi masih dalam perawatan. Yang bertambah hanya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Jumlah ODP tercatat sebanyak 15 orang (tidak termasuk 68 lainnya yang berada dalam pengamatan), dimana 10 diantaranya masih dalam proses pemantauan dan 5 lainnya sudah selesai pemantauan. Sedangkan jumlah PDP bertambah dari sebelumnya 14 orang menjadi 24 orang.

Yang sedikit melegakan, dari jumlah PDP sebanyak 24 orang itu, 6 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Sementara 18 lainnya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kota Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin menuturkan, pasien PDP yang sudah dinyatakan sembuh ini adalah mereka yang sudah menjalani pemeriksaan swab nasofaring (teknik usap hidung dalam) dan hasilnya menunjukkan bahwa uang berangkutan negatif Covid-19.

“Orang atau pasien yang berstatus PDP itu betul-betul dalam pengawasan. Sejauh ini totalnya ada 24, dimana 18 dirawat dan 6 sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumahnya masing-masing. Yang dinyatakan sembuh ini berarti sudah ada hasil pemeriksaan swab dan dinyatakan negatif Covid-19,” terang Naisyah.

Menurut Naisyah, hingga saat ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing untuk mencari sekaligus mencegah meluasnya penularan Covid-19 di Kota Makassar.

“Tim kita masih terus bekerja, dan kita berharap masyarakat juga ikut membantu dengan melakukan sosial distancing atau mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak. Ini sangat penting dan akan sangat membantu pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Sebelimnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulasel, Ichsan Mustari juga meminta seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

Pasalnya menurut Ichsan, saat ini proses penularan Covid-19 di Sulsel bukan lagi berasal dari luar daerah, tetapi sudah local transmission (penularan terjadi di lokasi, daerah atau tempat pasien berada).

“Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” kata Ichsan.

Jumlah ODP dan PDP di Sulsel Bertambah, Masyarakat Diimbau Ikuti Anjuran Pemerintah

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merilis update atau data terbaru pemantauan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan di 24 kabupaten/kota.

Berdasarkan data terbaru, Ahad (22/3) pukul 10:28 WITA, terjadi lonjakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP). Ada penambahan sebanyak 45 orang dari yang sebelumnya pada Sabtu (21/3) pukul 14.24 WITA dilaporkan sebanyak 50 orang, kini menjadi 95 orang (83 dalam pemantauan, 12 selesai pemantauan).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 1 orang, dari yang sebelumnya 27 menjadi 28 orang (21 masih dirawat, 7 lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang). Sementara untuk pasien positif tak ada penambahan. Jumlahnya masih tetap 2 orang, dimana 1 diantaranya meninggal dan 1 masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari mengatakan, penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari contact tracing atau penelusuran yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel.

“Iya benar bertambah jumlah ODP dan PDP. Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya tim kita juga di lapangan masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing,” kata Ichsan, Ahad (22/3).

“Tapi mereka (ODP) ini kan sekarang tidak semuanya di rawat di RS. Banyak yang hanya kita minta melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Olehnya itu, Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

“Makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” pungkasnya.

68 Warga Makassar Dalam Pengamatan Tim Gugus Tugas Covid-19

KabarMakassar.com — Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengumumkan adanya sebanyak 68 warga yang saat ini dalam pengamatan Tim Gugus Tugas Penanganan Virus Corona atau Covid-19 Kota Makassar.

Iqbal mengatakan, ke-68 orang ini adalah mereka yang diketahui pernah atau telah melakukan kontak langsung dengan pasien 285, yang telah meninggal dan dimakamkan sebelum diketahui jika yang bersangkutan positif terjangkit Covid-19.

“Mereka ini sudah kontak (dengan pasien 285). Termasuk yang dalam pengamatan ini adalah mereka yang satu rombongan travel umrah, tetapi belum ada gejala-gejalanya. Kami tracing satu persatu datanya, kami dapatkan satu persatu,” kata Iqbal, Jumat (20/3) malam.

“Suami yang bersangkutan juga sekarang dalam pengamatan karena ada gejala. Namun hasil fotonya masih negatif, sehingga masih dikategorikan ODP,” tambahnya.

Iqbal mengimbau kepada seluruh warga yang merasa telah melakukan kontak langsung dengan pasien 285 tersebut untuk melakukan sosial distance atau self isolation meski belum menunjukkan gejala Covid-19.

“Ini untuk mencegah penularan,” ujarnya.

Berdasarkan data dari website resmi pusat informasi Covid-19 Kota Makassar, hingga Jumat (20/3) pukul 21:40 WITA, jumlah ODP di Kota Makassar ada sebanyak 5 orang (belum termasuk 68 orang dalam pemantauan yang diketahui pernah atau telah melakukan kontak langsung dengan pasien 285); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 9 orang (masih dirawat); positif 2 orang (1 meeninggal, 1 masih dirawat).

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Kamis (19/3) malam kemarin mengumumkan bahwa di wilayah Sulsel ada sebanyak 17 orang pasien yang diperiksa karena diduga terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 2 diantaranya dinyatakan positif terjangkit Covid-19; 6 negatif; dan 9 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Dua pasien yang dinyatakan positif Covid-19 itu, kata dia, terdata dengan kasus 285 dan 286, dimana keduanya berasal dari Kota Makassar.

Nurdin menjelaskan, untuk Pasien 285, yang bersangkutan baru kembali dari menunaikan ibadah Umrah. Seminggu kemudian, mengalami keluhan diare dan batuk.

Pasien tersebut kemudian dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan demam, sesak, dan ketika dilaksanakan foto Thorax menunjukkan pneumonia di kedua paru-paru.

“Pasien sempat diambil sampel untuk kemudian dikirim ke Labkes Kementerian di Jakarta. Pasien sudah meninggal, tetapi baru hari ini kita mendapatkan informasi bahwa pasien tersebut positif Corona atau Covid-19,” kata Nurdin.

Sementara untuk Pasien 286, lanjut Nurdin, yang bersangkutan masuk Rumah Sakit dengan keluhan demam dan batuk. Pasien ini diketahui memiliki kontak dengan penderita Covid-19.

“Pemeriksaan rontgen menunjukkan hasil pneumonia, kemudian dilakukan pengambilan sampel swab. Kondisinya hari ini sudah semakin membaik,” terangnya.

Menurut Nurdin, pasien tersebut kini dirawat di salah satu Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 yang ada di Kota Makassar.