Pimpin Apel Awal Tahun, NA Himbau ASN Lakukan Evaluasi

KabarMakassar.com — Mengawali tahun 2020, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memimpin Apel Awal Tahun Lingkup Pemprov Sulsel.

Didampingi oleh Wakil Gubernur Andi Sudirman, Nurdin Abdullah memulai briefing dengan merefleksikan tahun 2019 yang telah berlalu.

Ia menghimbau seluruh OPD untuk mengevaluasi ‘Suka dan Duka’ yang terjadi di tahun 2019, antara lain permasalahan ASN, TGUPP, proses lelang yang lambat, hingga Hak Angket yang dilaksanakan oleh DPRD Sulawesi Selatan.

“Permasalahan lelang terjadi karena kita masih merencanakan kegiatan berdasarkan keinginan, bukan berdasar pada kebutuhan. Akibatnya lelang terlambat dan serapan anggaran menjadi kurang optimal,”ungkap Nurdin Abdullah.

Ia meminta mulai hari ini OPD berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) agar program prioritas dapat segera dimulai lelangnya.
“Saya minta kepada ULP, termasuk kepada Pokja, untuk dapat bekerja secara profesional. Jangan dengarkan jika ada pihak-pihak yang ingin merusak dan mengganggu sistem,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peranan Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk menjalankan tugasnya dalam pencegahan korupsi.
“Inspektorat harus memperhatikan setiap kegiatan yang mau dilelang, jangan sampai terjadi mark-up. Segala proses dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus melibatkan unsur aparat penegakan hukum (APH) dan APIP, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaannya,” tambahnya.

Pada kesempatan ini juga, ia mengingatkan setiap OPD untuk menyederhanakan perizinan, terutama yang berkaitan dengan investasi.
“Pastikan setiap langkah perizinan untuk investasi sudah mudah, simpel dan transparan. Itu arahan yang disampaikan berkali-kali oleh Presiden Joko Widodo ke seluruh Kepala Daerah, artinya ini sesuatu yang dianggap prioritas dan sangat penting,” kata Nurdin.

Diakhir, ia meminta OPD untuk dapat merubah mindsetnya, dalam pengelolaan APBD bukan berlomba untuk menghabiskan anggaran tetapi manfaat apa yang diberikan dari APBD kepada masyarakat. Ia juga menyoroti masih adanya pungutan kepada ASN di lingkup Pemprov.
“Kita sudah menerapkan seluruh pembayaran dengan non tunai, jadi tidak boleh ada lagi cashback perjalanan dinas, makan minum, dan ATK . Jika saya masih temukan ada kepala dinas atau kepala bidang yang melanggar, kita tidak akan ragu untuk memberikan hukuman yang tegas,” tutupnya.

Apel pagi ini dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Seluruh Kepala OPD, hingga pejabat eselon III dan IV yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.