None Siap Samakan Visi, Sadap Tak Konfirmasi

KabarMakassar.com — Bakal calon walikota Makassar, Irman Yasin Limpo (None) mengikuti fit and proper tes di Sekretariat DPW PPP Sulsel, Jalan Sungai Saddang, Senin (24/2) malam.

Pasca mengikuti fit and proper tes, None menegaskan bahwa kedatangannya itu untuk memenuhi prosedur yang ada di PPP. Ia pun menginginkan proses demokrasi harus berjalan dengan baik dan transparan kepada publik.

“Demokrasi yang sehat kan harus transparan dan tahapan itu jelas bukan hanya faktor lobby, walaupun dari prakteknya ada begitu, tetapi kita harus memperlihatkan kepada publik bahwa tahapan itu ada, supaya edukasi politik tetap berjalan” kata None.

Oleh karena itu, ia mengaku siap berkolaborasi dengan PPP. Apalagi, kata dia, dirinya dan PPP memiliki kesamaan visi untuk membangun membangun Kota Makassar yang bermartabat.

“Kita punya kesamaan visi untuk membangun Makassar yang lebih bermartabat, melalui pembangunan sumber daya manusia dan akhlak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Sulsel, H. M Amran Amirullah menegaskan bahwa fit and proper test bakal calon walikota Makassar sudah selesai. Walaupun, kata dia, masih ada bakal calon seperti Sadap yang belum melakukan konfirmasi.

“Khusus Makassar kita sudah selesai, namun memang Sadap sudah ambil formulir tapi sampai detik ini belum ada konfirmasi” kata Amran.

None Kantongi Rekomendasi PAN

KabarMakassar.com — Partai Amanat Nasional (PAN) telah menjatuhkan pilihan kepada Irman “None” Yasin Limpo untuk bertarung di Pilwalkot Makassar.

PAN telah menerbitkan rekomendasi Nomor 12/PILKADA/I/2020, yang isinya menyetujui dan merekomendasikan Irman Yasin Limpo sebagai Calon Wali Kota Makassar Periode 2021 – 2026.

Rekomendasi tertanggal 21 Januari 2020 tersebut, ditandatangani Viva Yoga Mauladi dan Yandri Susanto.

DPP PAN melalui rekomendasi yang diterbitkan, juga menugaskan None untuk mencari pasangan, mendapatkan koalisi parpol lain untuk memenuhi persyaratan pencalonan di Pilwalkot, serta melakukan komunikasi intensif dengan DPW, DPD, dan DPC PAN guna menggerakkan mesin partai dan membuat program pemenangan.

Ketua Tim Pilkada DPW PAN Sulsel, Syamsuddin Karlos, membenarkan terkait rekomendasi yang dikantongi None tersebut.

“Iya, memang ada (rekomendasi) yang diserahkan ke Pak None,” kata Karlos.

Sekadar diketahui, keluarnya rekomendasi dari PAN tersebut membuat peluang None untuk bertarung di Pilwalkot Makassar semakin besar. Terlebih, nama adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ini juga menguat diusung sejumlah parpol, seperti Golkar, PKS, dan PPP. (*)

None Ingin Jadikan Waduk Borong Ikon Baru Kota Makassar

KabarMakassar.com – Bakal calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo, dikenal sebagai figur yang visioner dan memiliki banyak ide-ide cemerlang.
Saat mengunjungi warung kopi di sekitar Waduk Borong di wilayah Toddopuli, ia melihat ada potensi wisata yang bisa digarap di kawasan tersebut.

“Waduk ini bisa multifungsi pada akhirnya. Bukan hanya tempat penampungan air, tapi bisa menjadi destinasi wisata. Bisa menjadi ikon, selain Pantai Losari dan tempat ikonik lainnya di Makassar,” kata None, sapaan akrabnya.

Melihat pola waduk yang dikelilingi jalan, None teringat pada salah satu negara di Eropa yang pernah ia kunjungi. Dimana waduk selain berfungsi sebagai water suplai, juga menjadi destinasi wisata.

“Bisa dibayangin tidak, kalau di tengah waduk ada air mancur menari, seperti yang ada di Dubai. InsHa Allah jika masyarakat memberikan saya kepercayaan memimpin Makassar, tempat ini akan menjadi salah satu ikon baru Kota Makassar,” ujarnya.

None menambahkan, dengan hadirnya ikon baru tersebut, tentu saja perekonomian masyarakat di sekitar waduk akan meningkat. Mulai dari usaha kuliner, kerajinan dan usaha lainnya akan tumbuh signifikan seiring dengan banyaknya pengunjung

Zulkifli Hasan Ketum PAN, None Beri Ucapan Selamat

KabarMakassar.com — Zulkifli Hasan terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) pada Kongres PAN yang dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2) kemarin.

Melalui mekanisme vooting, dari total 565 suara, Zulkifli berhasil memperoleh sebanyak 331 suara. Sedangkan dua penantangnya, yakni Mulfachri Harahap memperoleh 225 suara dan Dradjad Wibowo hanya mendapatkan 6 suara,

Atas keberhasilan Zulkifli Hasan tersebut, bakal calon Wali Kota Makassar, Irman ‘None’ Yasin Limpo turut menyampaikan ucapan selamat.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bang Zulkifli Hasan yang secara demokratis terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Semoga Bang Zul semakin sukses membawa PAN menjadi partai modern yang maju, dan berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata None.
Sekadar diketahui, None memang memiliki kedekatan dengan sejumlah elite PAN, termasuk Zulkifli Hasan. Akhir Desember lalu saat Zulkifli Hasan berkunjung ke Makassar untuk menghadiri acara di Hotel Claro, adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ini bahkan datang menemui Zulkifli.

Selain itu, pada Pilwalkot Makassar 2013 lalu, PAN juga merupakan salah satu parpol pengusung None.

Temui Ketua MPR RI, None Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Makassar — Irman Yasin Limpo atau akrab disapa None kini tak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. Meski demikian None tetap memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan, khususnya nasib guru honorer.

Untuk diketahui jika saat ini None memang masih menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), datang ke Gedung MPR RI Senayan, Jakarta, untuk memperjuangkan nasib guru honorer.

Bersama rombongan dari Makassar, None datang bersama Ketua Umum PB PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd, serta Ketua PB PGRI lainnya seperti Dian Mahsunah dan Huzaifa Dadang.

Kehadiran None bersama rombongan langsung diterima Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

“PGRI memperjuangkan agar dilakukan revisi Undang-undang ASN secara meluas terkait tenaga honorer,” kata None, Rabu (5/2).

Ia mengungkapkan, PGRI memohon untuk diberikan kesempatan pada tenaga honorer dari kedua kategori (K2 dan non-K) baik pendidik maupun tenaga kependidikan, untuk diikutsertakan dalam seleksi CPNS dan PPPK. Lebih diutamakan lagi bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun agar diprioritaskan, mengingat bentuk pengabdiannya yang luar biasa selama ini.

“Kami mendorong agar pemerintah segera menuntaskan guru honorer dengan mengangkat mereka menjadi PNS atau PPPK,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak pemerintah segera memberlakukan pembayaran upah minimum minimal setara dengan UMR kepada para tenaga honorer di sekolah baik negeri maupun swasta.

“Bagaimana bicara mutu, dan merdeka belajar jika masih ada guru yang dibayar sangat rendah,” pungkasnya.

Ini Jagoan RMS , Pasangkan None dengan Cicu atau Onasis

KabarMakassar.com — Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), mulai mengicar Irman Yasin Limpo atau akrab disapa None untuk mempaketkan Ketua DPW NasDem Makassar Andi Rachmatika Dewi (Cicu) dan dr Taufiqqul Hidayat Ande Latif atau yang akrab disapa Dokter Onasis.

Ketiga jagoannya tersebut diupload oleh mantan Bupati Sidrap tersebut, di akun instagramnya.

Foto dalam editan kolase, dimana posisi foto None di atas, sedangkan foto Cicu dan Onasis di bagian bawah.

Diketahui, None memang memiliki kedekatan dengan RMS. Begitupun dengan Dokter Onasis dan Cicu. Komunikasi mereka bahkan cukup cair.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Rusdi Masse soal maksud dari postingan tersebut.

Dikabarkan jika Irman YL dan Dokter Onasis telah bertemu sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan awak media, Onasis bahkan terang-terangan memuji sosok None.

Menurut Onasis, None merupakan birokrat yang paham soal pemerintahan. Ia pernah menduduki beberapa jabatan di Pemprov Sulsel, dan tergolong pejabat berprestasi. Di politik, None juga punya segudang pengalaman. Ia sudah pernah merasakan bagaimana berkontestasi di Pilwalkot Makassar pada tahun 2013 lalu.

“Saya banyak belajar dari Pak None. Kami berdiskusi banyak hal, mulai dari pemerintahan sampai politik,” kata Onasis.

Pakar Politik: Foto Editan Buat Nama None’ Melambung

KabarMakassar.com — Iklan media cetak yang menampilkan foto demonstran Dede Alfiandi alias Lutfi, siswa SMA yang membawa bendera merah putih dan diedit menjadi Partai NasDem yang menjadi kontroversi.

Dimana editan foto tersebut menjadi sorotan, dimana foto itu merupakan karya fotografer Kompas, Garry Lotulung saat Lutfi mengikuti unjuk rasa di Gedung DPR, Jakarta, Oktober 2019 lalu.

Terkait hal tersebut pihak bakal calon Wali Kota Makassar, Irman “None” Yasin Limpo memberikan klarifiasi. Bahkan perihal tersebut juga membuat nama None ini menjadi topik pembicaraan.

Pakar Politik dari Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan, menilai, dari segi kreativitas, None berhasil menunjukkan sesuatu yang berbeda. Meski kontroversial, tetapi tidak bisa dipungkiri, None kini dibicarakan dimana-mana.

“Pak None menyajikan sesuatu yang berbeda, meskipun kontroversial. Tapi bagi kandidat yang akan berkontestasi, saya pikir goal-nya dapat dan ini sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Andi Lukman Irman menjelaskan, tahapan belum dimulai dan belum ada calon yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga, kandidat masih bisa leluasa. None, sebagai salah satu figur yang akan maju, tentu ingin menarik perhatian parpol, termasuk NasDem.

“Hanya mungkin saran saya, ke depan lebih hati-hati,” pesannya.

Terpisah dengan Juru Bicara (Jubir) None, Tri Febrianto menjelaskan jika iklan tersebut sebagai bentuk apresiasi acara Nasdem Days. Kegiatan yang digelar berisikan kegiatan kemasyarakatan untuk negeri. Seperti ambulan gratis, pembagian sembako tanpa melihat latar belakang masyarakat.

“Tidak ada niatan lain kecuali bentuk apresiasi. Sebagai cermin sikap kenegarawanan Bang Surya Paloh yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat luas dan selalu mengapresiasi segala bentuk kreativitas anak bangsa,” ujar Tri.

Jubir None juga menambahkan jika iklan tersebut merupakan apresiasi terhadap Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse, yang berhasil mengemas acara NasDem Day dengan sangat luar biasa.

“Nasdem merupakan partai kekinian. Memberi ruang bagi milenial untuk mempelihatkan kemampuan inovasi seperti bidang fotografi, desain, serta kreatifitas lainnya,” tambahnya.

Bagi None, lanjut dia, semangat dan aksi NasDem ini memberi inspirasi untuk semua. Membangun Indonesia memang mesti timbul dari hati nurani, Nurani untuk Negeri. Seperti yang selalu ditunjukkan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.

“Editan itu juga ingin menunjukkan bahwa Nasdem itu partai yang merepresentasikan nilai ke-Indonesia-an. Seperti Bhineka Tunggal Ika, semangat daya juang yang tinggi membela kebenaran, dan nilai-nilai positif lainnya,” jelas pria yang akrab disapa Buyung itu.

Buyung menambahkan bagi pihak yang merasa kurang nyaman dengan iklan tersebut, None tidak ada maksud untuk melecehkan pihak manapun.