Kejari Takalar Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

KabarMakassar.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar mengelar pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang hasil tidak pidana 2019 lalu.

Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Kejari setempat, Jalan Mandjarungi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Saat pemusnahan barang bukti dihadiri pula beberapa pejabat pemerintahan seperti Wakil Bupati, Wakapolres, Dandim 1426 dan beberapa Instansi Kemenkumham Lapas klas IIB, dan bersama sama memusnahkan barang bukti narkotika ada yang hanyutkan serta dimasukkan juga ke dalam mesin pemusnah.

Sementara itu Rini Wijaya, Kasi Barang Bukti Kejari Takalar, membeberkan.

“Barang bukti yang dimusnahkan dari tahun 2019 sabu sebanyak 58,534 gram dan obat terlarang THD / tirexphenimdil / HMA sebanyak 1, 303 butir,”jelasnya.

Ditambahkan, “53 perkara UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan 5 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan mengalami peningkatan peredaran di Kab. Takalar semenjak tahun 2019.

Kasi Pidum Kejari Takalar mengatakan perkara kriminal umum mengalami penurunan di tahun 2019.

Saya menghimbau kepada masyarakat dan khususnya Kab. Takalar agar menghindari barang haram narkoba lantaran merusak generasi.”tutupnya.

Diduga Melawan Petugas DPO Narkoba di Bantaeng Tewas

KabarMakassar.com — Aksi nekat di lakukan Daftar Pencarian Orang (DPO) pengedar narkoba jenis sabu, Muh. Suardi, 38 tahun, diduga menyerang petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Bantaeng saat di lakukan penggerebekan di kediamannya, Kampung Balla Borong, Desa Baji Minasa, Kecamatan Gantarang Keke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis sore, (16/1).

Terduga Tersangka yang bermodal kan sebilah badik mencoba melakukan perlawanan terhadap anggota dengan cara menghunuskan badik tersebut ke arah petugas dan mencoba untuk kabur.

Setelah di lakukan tembakan peringatan, pelaku masih mencoba untuk melawan. Sehingga terpaksa di lakukan upaya tindak tegas terukur, tersangka mengalami luka tembak yang tembus ke perut.

Kemudian petugas langsung mengamankan badik yang dipegang oleh tersangka. Selanjutnya dievakuasi kerumah
sakit umun kabupaten bantaeng dengan menggunakan kendaraan umum untuk segera mendapatkan perawatan secara medis.

Sekitar Pukul 16.14 Wita tersangka Suardi alias Cudi bin Sua dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu.

AKBP Wawan Sumantri Wawan menjelaskan, saat penggerebekan yang dilakukan Satuan reserse narkoba Polres Bantaeng sekira pukul 15.30 Wita itu, tersangka Suardi menghunuskan sebilah badik atau senjata tajam khas suku Bugis Makassar di hadapan Polisi.

“Tersangka Suardi mencoba melakukan perlawanan terhadap anggota sehingga terpaksa dilakukan upaya tindak tegas terukur, Seketika saat itu pula Kepolisian setempat akhirnya melakukan tembakan peringatan. Namun hal itu tak diindahkan,” tegasnya.

AKBP Wawan Sumantri pun menambahkan untuk barang bukti yang kita amankan dari tersangka Suardi berupa 8 sachet sabu dengan berat 2,97 gram.

Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri. Menghimbau Agar Masyarakat Bantaeng dapat berperan serta dalam pencegahan peredaran dan penggunaan, narkotika di sekitar tempat tinggalnya. Serta peran Orangtua dalam mengawasi
perilaku pergaulan anak kita, jangan sampai anak nanti terlibat dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang,”tutupnya.

Pesta Sabu, Mantan Anggota Polri Ditangkap di Gowa

KabarMakassar.com — Satuan Narkoba Polres Gowa menangkap seorang mantan anggota Polri saat pesta sabu didalam rumahnya di Dusun Sari Te’ne, Desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin (13/1).

Mantan anggota Polri berinisial AM (41) Diciduk bersama rekannya berinisial AS (40) yang sehari hari bekerja sebagai tukang las.

“Salah satu pelaku merupakan mantan anggota Polri yang telah dipecat dari kesatuannya di Polres Bombana Polda Sultra tahun 2017 karena melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri,” kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan saat menggelar Press Release di halaman Mapolres.

Tambunan menambahkan keduanya ditangkap berdasarkan informasi warga pada Minggu (9/1) kemarin.

“Penangkapan dilakukan pasca diterimanya informasi tentang maraknya transaksi narkoba di rumah lelaki AS kemudian dilakukan penyelidikan dan penggeledahan,” jelasnya.

Hasil penggerebekan dan penggeledahan diamankan kedua orang pelaku bersama berbagai barang bukti berupa 13 shacet sabu seberat 2,4 gram, 2 shacet bening kosong, 2 pak plastik bening kosong, 1 buah alat hisap shabu lengkap dengan kaca pireks, 3 tiga buah korek api,1 satu buah sendok plastik dan 1 satu bungkus rokok RX.

“Kedua pelaku mendapatkan Sabu melalui perantara seorang Napi yang berada di lembaga pemasyarakatan Makassar kemudian diarahkan menemui seorang pengedar di Makassar,” terang Tambunan menjelaskan.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan pasal 112 UU No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun penjara.

Guru Kursus Asal Takalar Ditangkap Diduga Kasus Kepemilikan Sabu

KabarMakassar.com — Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Diana (49) warga Ling. Sompu Raya. Kec. Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ia hendak membeli barang haram berupa sabu malah diringkus tim Drugs Hunter Resnarkoba dirumah terduga pelaku residivis bandar sabu.

Tim Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar kembali bergerak setelah menerima info dari Diana.

Terkait pengguna sekaligus pemilik uang yang dititipkan untuk membeli narkoba jenis sabu kepada Diana.

Polisi menjemput Irwana (46) di tempat dia mengajar kursus di Kantor Bentang, Kec. Galesong Selatan Takalar.

Polisi langsung mengamankan Irwana warga Lingk. Biring Balang, Kec. Pattallassang, yang sedang makan bersama temannya.

Sementara itu, Ipda H Syuryadi Sarrang Kanit Drugs Hunter Resnarkoba Takalar.

“Benar bahwa oknum guru kursus menjahit sudah kami tangkap, rekan terduga pelaku telah mengakui akan membeli sabu dan dikonsumsi bersama,”jelasnya.

Sebelumnya polisi telah menangkap terduga pelaku bernama Diana warga Takalar di BTN Ananda Kalampa, Kec. Pattallassang Takalar, dirumah bandar sabu bersama Alimuddin Daeng Suang mereka diringkus terkait kepemilikan sabu.

Oknum Guru kursus itu mengakui ikut patungan sebesar Rp100 ribu untuk membeli sabu.

“Iya, saya kasi masuk uang Rp100 ribu untuk beli sabu,”ungkap Irwana saat di intoregasi Polisi.

Kini terduga pelaku langsung digelandang ke Mako Polres Takalar unit satresnarkoba untuk disamakan keterangannya dan akan diproses lanjut.

Polisi Tangkap Dua Pemuda Bandar dan Kurir Sabu di Takalar

KabarMakassar.com — Dua pemuda asal Lingkungan Salaka, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar diringkus tim drugs hunter Sat Resnarkoba, Polres Takalar, Selasa (7/1).

Anggota drugs hunter Polres Takalar terlebih dahulu mengamankan Yusmariyanto alias Anto (22), saat hendak mengedarkan sabu kepada pembelinya. Ia diringkus di jalan raya poros Takalar.

Saat diamankan polisi melakukan pengembangan dan meminta kepada pelaku Anto untuk memberikan informasi soal rekannya yang ikut terlibat dalam peredaran sabu di Takalar.

Tak tim drugs hunter menemukan posisi rekannya yang juga pemasok barang haram tersebut yakni, Ahmad Daeng Empo (38). Ia tak berkutik saat diringkus dirumahnya.


Dua warga lingkungan Salaka, Kecamatan Pattalassang, Takalar tersebut merupakan residivis, dan kerap meresahkan warga Takalar.

Kanit Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar, Ipda H Suryadi Sarrang, mengatakan terduga bandar sabu merupakan residivis kasus yang sama, namun tak ada jera lantaran mengedarkan narkoba jenis kristal bening.

“Keduanya memang sudah lama kami incar, residivis dengan kasus yang sama. Mereka melakukan peredaran sabu di wilayah Takalar,” ujar Ipda Suryadi Sarrang.



Ipda H Suryadi Sarrang menambahkan jika pihaknya terus mengejar jaringan peredaran narkoba tersebut. Dimana kedua pemuda ini merupakan bandar dan juga sekaligus kurir, untuk itu pihaknya terus mengejar pelaku lainnya yang merupakan jaringan narkoba di wilayah Takalar.

Dari tangan kedua pelaku diamankan, kristal bening berupa sabu seberat 1 gram lebih dengan harga Rp. 1,5 juta, Dua buah handphone berisi pesan dan pengantaran, uang dan sejumlah uang tunai ratusan ribu, serta barang bukti lainnya berupa 1 unit motor sebagai alat transportasi yang digunakan dalam peredaran sabu.

Dua pemuda bandar dan kurir sabu tersebut kini dalam pemeriksaan polisi di Polres Takalar, unit Sat Resnarkoba untuk disidik lanjut dan akan dikenakan pasal 112, 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 narkotika kurungan penjara diatas 7 tahun penjara.

Polres Bulukumba Bekuk Residivis Narkoba di Hotel

KabarMakassar.com– Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Bulukumba, kembali mengamankan satu tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Pelaku diketahui berinisial HR (38), merupakan residivis kasus narkoba, yang pernah ditahan dilapas kelas 2A Bulukumba dengan kasus yang sama, dan kini kembali diamankan dari pengembangan laporan masyarakat.

Pelaku HR kembali didapati melakukan penyalahgunaan narkotika dan berhasil dibekuk di Hotel Agri, Jalan R Suprapto, Kelurahan Tanahkongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Rabu (02/02/2020).

Kepala Satuan Narkoba Polres Bulukumba, AKP Aris Sumarsono, menjelaskan, penangkapan HR merupakan pengembangan laporan masyarakat dan pelaku HR diamankan saat sedang berada di Hotel sekira pukul 01.00 WITA dini hari.

“Benar, kami telah melakukan penggeledahan dan penangkapan pada pelaku, yang merupakan pengembangan dari informasi masyarakat,” Kata AKP Aris Sumarsono.

Dari tangan tersangka aparat berhasil mengamankan satu   saset plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang ditemukan didalam pembungkus rokok

“Anggota kami menemukan barang bukti berupa 1 (satu) saset plastik bening diduga berisi narkotika jenis sabu yang ditemukan didalam pembungkus rokok sampoerna yang dibawanya,” ungkap Aris.

Usai dilakukan penggeledahan, kini pelaku HR dan barang bukti tersebut dibawa ke Mapolres Bulukumba guna kepetingan proses penyidikan lebih lanjut.