Tim Drugs Hunter Polres Takalar Amankan DPO Narkoba

KabarMakassar.com — Setelah dua tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Ramli alias Pasang (41) berhasil dibekuk Tim Drugs Hunter Polres Takalar dikediamannya di Dusun Turikale, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Minggu (14/6).

Penangkapan dipimpin Kanit Opsnal Ipda Syuryadi Syamal atas informannya. Dia mengatakan ditangkapnya Pasang karena sudah dua tahun DPO atas kasus Narkotika jenis sabu atas penunjukan tiga orang penangkapan sebelumnya.

“Sudah dua tahun DPO, atas penunjukan tiga orang yang diamankan sebelumnya berinisial AR alias Misi, AC alias Ocha dan RJ yang diamankan pada bulan Februari 2018 lalu,” kata Ipda Syuryadi Syamal.

Syuryadi menjelaskan, setelah mendapatkan informasi tempat pelaku dan dilakukan pemeriksaan. warga Marbo yang Buron selama dua tahun berhasil diamankan di kediamannya.

“Tim berhasil bekuk pelaku tepat saat berada didepan rumahnya,” jelas Syuryadi.

Tidak ada barang bukti yang diamankan Tim Drugs Hunter Polres Takalar dalam penangkapan ini. Pelaku dibawa ke Mapolres Takalar guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Pelaku sendiri disangkakan UU Narkotika pasal 114 ayat 1 dengan ancaman penjara 4 tahun.

Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Diringkus Polisi di Bulukumba

KabarMakassar.com — Pengedar narkoba lintas kabupaten berinisial JM (35), diringkus peronel kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Bulukumba, Senin (11/5) kemarin.

Warga Kabupaten Bantaeng itu diamanakan petugas saat akan menjual narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Bulukumba.

Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali mengatakan, penagkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya seseorang yang diduga sering membawa narkoba jenis sabu, dan masuk di wilayah Kabupaten Bulukumba.

”JM kami tangkap saat mencari pembeli dari narkoba yang dijualnya di Kabupaten Bulukumba dengan harga senilai Rp1.250.000 pergramnya,” kata Hambali.

Dari penagkapan tersebut, lanjut Hambali, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 sachet plastik doubel klip yang berisikan kristal bening (sabu) dengan berat kotor 5,44 gram, 5 buah amplop kertas warna putih, dan 1 unit telepon genggam.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sabu tersebut sudah diamankan di Polres Bulukumba guna proses penyidikan serta pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Terlibat Kasus Narkoba, Oknum PNS di Bulukumba Terancam Dipecat

Kabarmakassar.com — MA (44), oknum PNS di lingkungan Pemkab Bulukumba yang diamankan oleh Sat Narkoba Polres Bulukumba di Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe pada Jumat (28/2) lalu karena tersangkut kasus narkoba, terancam sanksi berat berupa pemberhentian secara tidak terhormat atau dipecat.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang di beberapa kesempatan selalu mewanti-wanti agar PNS khususnya di lingkup Pemkab Bulukumba untuk tidak terlibat maupun mengkonsumsi narkoba.

“Pak Bupati sudah menekankan dalam setiap kesempatan bahwasanya Pemda Bulukumba tidak akan melindungi dalam proses hukum, begitupun secara kepegawaian maka oknum PNS akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Kabag Humas Pemda Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, Selasa (3/3).

Ayatullah mengatakan, sanksi berupa pemecatan terhadap MA memungkinkan jika tuntutan hukumnya lebih dari dua tahun.

Meski begitu, kata dia, hal itu tidak berlaku mutlak, karena akan dipelajari dan dievaluasi terlebih dahulu oleh tim yang dibentuk.

“Jadi masih dipelajari dulu kasusnya. Dalam waktu dekat pihak Pemda akan meminta status hukum oknum PNS tersebut dari kepolisian,” ujarnya.

Sekadar diketahui, MA oknum PNS di Sekretariat DPRD Kabupaten Bulukumba ini diamankan bersama rekannya BA (49) oleh Sat Narkoba Polres Bulukumba di Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe pada Jumat (28/2) lalu, dengan barang bukti satu sachet plastik bening besar yang berisikan narkotika jenis sabu, satu unit hp, dan satu buah pembungkus rokok berwarna putih.

Miliki Sabu, Mantan Ketua DPRD Enrekang Diciduk Polisi

KabarMakassar.com — Mantan Ketua DPRD Kabupaten Enerekang, Disman Duma (55), diciduk aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Enrekang.

Disman yang tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu itu diamankan di kediamannya di Jalan Gotong Royong No 01 Belajen, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Rabu (19/2).

Kasat Narkoba Polres Enrekang AKP Ridwan menuturkan, penangkapan terhadap Disman dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

Setelah melakukan pengintaian selama kurang lebih dua jam, kata dia, akhirnya terduga terlihat masuk ke dalam rumahnya. Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Enrekang pun bergerak cepat untuk melakukan penggrebekan.

“Pada saat penggrebekan, terduga tidak dapat mengelak karena di kamarnya kami dapati barang bukti 1 buah pireks kaca yang berisi narkotika jenis sabu,” terang Ridwan, Kamis (20/2).

“Dari interogasi awal, yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya sudah menggunakan sabu, dan sisanya masih ada di dalam pireks kaca,” tambahnya.

Menurut Ridwan, pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini untuk mencari tahu apakah ada tersangka lain.

“Kita masih terus melakukan pemeriksaan untuk pengembangan kasus apakah yang bersangkutan tersangka tunggal atau ada orang lain yang terlibat. Tapi sampai sekarang dia masih tersangka tunggal,” terangnya.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, kini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Enrekang.

Awal 2020, Sudah 16 Penyalahguna Narkoba Diamankan di Bulukumba

KabarMakassar.com — Peredaran narkoba di Bulukumba semakin marak dan mengancam generasi muda di di kabupaten berjuluk Bumi Panrita Lopi itu.

Buktinya, di awal tahun 2020 atau sepanjang Januari hingga pertengahan Februari saja, sudah ada 16 orang yang diamankan jajaran Polres Bulukumba karena tersangkut kasus narkoba.

“Belum genap dua bulan ini sudah ada 16 orang yang kami amankan karena terlibat kasus narkoba. Bulan Januari kita tangkap 12 orang, dan bulan ini sudah ada 4 orang yang berhasil kami amankan,” terang Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta melalui Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP Hambali Makka, Rabu (19/2)

Olehnya itu, Hambali mengatakan, perlu kebersamaan dalam memberantas masalah yang bisa mengancam masa depan generasi muda dan estafet kepemimpinan di Bulukmba.

“Menyikapi kondisi ini, masyarakat diminta peduli membantu polisi dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Informasi masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaku peredaran gelap narkoba bisa segera ditangkap,” tuturnya.

Mantan kasat narkoba Polres Jeneponto ini menambahkan, maraknya peredaran narkoba tidak bisa dianggap remeh, karena bisa mengancam siapa saja.

“Kami tidak bisa sendiri dalam menangani ini. Perlu dukungan semua pihak, khususnya masyarakat. Kita harus bersama-sama memberantas ini untuk menyelamatkan keluarga dan masyarakat kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali mengapresiasi Polres Bulukumba dan jajarannya yang gencar dan bekerja keras memberantas peredaran narkoba di wilayahnya.

Bahkan, Sukri meminta Kapolres Bulukumba yang baru, AKBP Gany Alamsyah Hatta untuk memproritaskan masalah peredaran narkoba yang saat ini marak dan mengancam generasi muda di Bulukumba.

Setahun Buron, Pemilik 50 Gram Sabu Ditembak Polisi di Takalar

KabarMakassar.com — Pelarian Azis Daeng Sikki Tatto (42), warga Dusun Mamdengeng, Desa Rindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, yang nyaris setahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Takalar atas kasus kepemilikan narkoba seberat 50 gram, berakhir Senin (17/2).

Kanit II Resnarkoba Polres Takalar, Ipda Syuryadi Syamal Sarrang mengatakan, Azis yang juga residivis kasus 4 C (curat, curas, curanmor, cubis) ini diringkus Tim Resmob Polda Sulsel di rumahnya, di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, saat tengah tertidur pulas.

Saat dilakukan interogasi awal oleh di Posko Resmob Polda Sulsel, diketahui bahwa Azis juga merupakan DPO Polres Takalar dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu sebanyak 50 gram.

“Tim Resmob Polda Sulsel kemudian mengkonfirmasi ke Unit Satresnarkoba Polres Takalar. Setelah mendapat informasi itu, kami pun langsung menjemput pelaku di Posko Resmob Polda Sulsel, dan langsung melakukan pengembangan untuk mencari siapa pemasok barang haram tersebut,” terang Syuryadi, Selasa (18/2).

Saat dibawa untuk melakukan pengembangan dan diminta menunjukkan lokasi tempatnya mengedarkan sabu di wilayah hukum Polres Takalar, lanjut Syuryadi, Azis berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan melumpuhkannya.

“Petugas sudah melakukan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, tapi tidak dihiraukan oleh pelaku. Petugas pun terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan pelaku. 1 butir timah panas menembus kaki sebelah kanan pelaku,” ujarnya.

Setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar, Azis kini mendekam di tahanan Polres Takalar

“Dia dikenakan Pasal 114, 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal di atas 10 tahun penjara,” tutupnya.

Eks Napi Narkoba Resmi Jadi Anggota DPRD Makassar

KabarMakassar.com — Rahmat Taqwa Qurais (RTQ) calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terpilih pada Pileg 2019 kemarin, namun sempat tersandung kasus penyalahgunaan narkoba dan harus menjalani rehabilitasi selama kurang lebih lima bulan, akhirnya dilantik menjadi anggota DPRD Kota Makassar periode 2019-2024, Jumat (14/2).

Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto lallo usai acara pelantikan mengatakan, RTQ memang memiliki hak untuk dilantik sebagai legislator DPRD Makassar periode 2019-2024. Pasalnya, politisi PPP itu mengantongi SK Gubernur berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

“Karena secara hukum dia harus dilantik, makanya DPRD kemudian menyikapinya dengan hari ini telah dilakukan pelaksanaan pelantikan sumpah jabatan saudara Rahmat Taqwa. Kami DPRD hanya jalan sesuai aturan hukum, karena yang bersangkutan sudah mengantongi SK, dan SK itu tidak pernah dibatalkan sampai sekarang,” kata Rudianto.

“Jadi kami berkesimpulan, sepanjang SK ini tidak pernah dibatalkan, sepanjang yang bersangkutan tidak dipecat dari keanggotaan partainya, dan sepanjang yang bersangkutan tidak mengundurkan, diri maka dia harus dilantik,” tambahnya.

Terkait pro dan kontra di masyarakat atas pelantikan eks narapidana kasus narkoba itu sebagai anggota DPRD Makassar, Rudianto mengaku hanya menjalankan aturan yang ada dan menghormati keputusan PPP yang meminta untuk dilakukan pelantikan untuk yang bersangkutan (RTQ).

“Justru kalau tidak dijalankan kami melanggar hak konstitusional saudara Rahmat Taqwa sendiri, karena dia mengantongi SK dan harus dilantik. Apalagi dia dipilih oleh rakyat,” ujarnya.

Dengan dilantiknya RTQ sebagai legislator DPRD Makassar, maka kursi PPP di DPRD Makasar yang selama kurang lebih lima bulan terkahir
hanya terisi empat, kini genap berjumlah lima kursi, sesuai hasil Pileg 2019 kemarin.

Sekadar diketahui, sebelumnya RTQ sempat tersandung kasus narkoba. Ia diamankan polisi di rumahnya di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, makassar pada Selasa, 20 Agustus 2019 lalu. Saat itu, polisi menemukan narkoba jenis sabu di rumah RTQ.

Miliki Sabu, 2 Pemuda di Bulukumba Diringkus Polisi

KabarMakassar.com — Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba meringkus dua pemuda yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu, di sebuah rumah di Jalan Bakti Adiguna, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Rabu (13/2).

Keduanya yakni RT (25) warga Jalan Bakti Adiguna, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu dan rekannya AD (29), warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu.

Kasat Reskrim Narkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali Makka mengatakan, penangkapan kedua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan jika di rumah salah seorang pelaku (RT), sering terjadi pesta narkotika jenis sabu.

“Dari laporan masyarakat tersebut, Satuan Res Narkoba Polres Bulukumba kemudian melakukan penggerebekan di rumah RT,” kata Hambali.

Hasil penggerebekan di rumah pelaku, kata dia, petugas menemukan barang bukti (BB) berupa 3 sachet plastik bening diduga berisi narkotika jenis sabu,1 kaca pyrex, 1 sendok sabu, dan 1 pak sachet kosong.

”Dalam penangkapan, pelaku tidak bisa berkutik karena barang bukti kita dapatkan di dalam rumahnya,” ujarnya.

Usai ditangkap, keduanya kemudian diamankan ke Mapolres Bulukumba untuk dilakukan interogasi lebihn lanjut terkait barang haram tersebut.

Gunakan Narkoba, Supir Truk di Toraja Diciduk Polisi

KabarMakassar.com — Geliat Sat Narkoba Polres Tana Toraja perangi peredaran narkoba di Kabupaten Tana Toraja kembali membuahkan hasil.

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Tana Toraja menciduk pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu berinisial MP (19), warga Kelurahan Batupapan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk.

Kasat Res Narkoba Polres Tana Toraja, AKP Abner Sitorus mengatakan, penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika ini dilakukan di Se’pon, Kelurahan Lapandan, Kecamatan Makale, Ahad (9/2) lalu sekira pukul 00.15 WITA.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan jika di lokasi tersebut sering digunakan sebagai tempat melakukan transaksi narkoba,” terang Abner, Rabu (12/2).

Mendapat informasi tersebut, Lanjut Abner, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Tana Toraja melakukan penyelidikan di sekitar lokasi yang dimaksud. Beberapa saat kemudian, tim melihat ciri-ciri pelaku sebagaimana informasi yang disampaikan oleh masyarakat.

“Kemudian terhadap yang bersangkutan dilakukan penggeledahan badan dan kendaraan miliknya. Hasil penggeledahan, anggota menemukan satu buah pembungkus Salonpas yang di dalamnya terdapat tiga sachet plastik klip bening berisikan butiran kristal bening, yang diduga narkotika jenis sabu, dan satu buah plastik yang berisikan 25 sachet plastik bening kosong yang disimpan pelaku di saringan mobil miliknya,” kata Abner.

Kini, pelaku mendekam di tahanan Polres Tana Toraja untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Terpisah, Kapolres Tana Toraja, AKBP Liliek Tribhawono Iryanto mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres tana Toraja untuk mendukung kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba, dengan cara melaporkan ke pihak terkait jika mendengar atau melihat gelagat adanya peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing.

“Narkoba adalah musuh bersama yang menghancurkan generasi muda. Jangan biarkan generasi kita diracuni oleh narkoba. Kiranya para orang tua mengawasi pergaulan dari anak-anak kita. Bukan hanya narkoba saja yang mengintai mereka, termasuk juga kekerasan dan pelecehan seksual yang setiap saat terus mengintai. Mari kita waspada, selamatkan generasi kita untuk masa depan Indonesia,” imbau Liliek.

2 Hari, Polisi Bekuk 6 Pengedar Sabu

KabarMakassar.com – Satres Narkoba Polres Parepare berhasil membekuk enam pria pengedar narkoba jenis sabu di dua lokasi berbeda, yakni Jalan Agussalim dan Jalan Pelita, Parepare, pada tanggal 3 dan 4 Februari kemarin.

“Hari pertama (Senin, 3 Februari), kita ringkus satu pelaku. Lima pelaku lainnya diamankan Selasa. Diantara pelaku, ada yang bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Lakessi,” terang Wakapolres Parepare, Kompol Sudarno, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Parepare, Kamis (6/2).

Keenam tersangka masing-masing berinisial Sr, E, A, U, A, dan Da. Selain menangkap enam tersangka ini, kata dia, polisi juga berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 46 saset atau sekitar 24,6 gram, uang senilai Rp2 juta, dan dua unit smartphone.

Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Suardi menanmbahkan, narkoba jenis sabu yang siap diedarkan dan dikonsumsi oleh para pelaku itu berasal dari Kabupaten Sidrap.

“Pengakuan pelaku, katanya Sabu itu didapatkan dari Sidrap. Pelaku terancam kurungan penjara maksimal 12 tahun,” ujarnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Parepare untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.