Pantau Kolam Regulasi Nipa-nipa, Iqbal: Masih Dalam Kondisi Aman

KabarMakassar.com — Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb meninjau langsung beberapa titik rawan banjir, salah satunya kolam regulasi Nipa nipa Antang didampingi Camat Manggala, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Ponpenan.

Dari hasil pantuan diketahui kolam regulasi masih berada pada kondisi aman karena berada pada titik 3,78 meter perkubik.

“Daya tampung air dan curah hujan masih bisa termanage dengan baik, masih sangat memungkinkan untuk menampung curah hujan, mudah mudahan curah hujannya tidak terlalu tinggi.” ucap Iqbal saat di wawancarai usai meninjau kolam regulasi Nipa nipa, Jumat (3/1/2020).

Hal ini pun dibenarkan oleh Noer Resky Pratama Drafter Kontraktor Adikarya Nipa nipa bahwa hingga saat ini kondisi kolam regulasi masih aman dengan intensitas curah yang tidak terlalu tinggi.

“Kondisinya aman sampai saat ini, kalau disudah melewati posisi 5 meter perkubik baru kita buang airnya ke arah sungai tallo untuk meminimalisir air yang ada dikolam ini”. Tutur Resky saat mendampingi Pj Walikota Makassar meninjau lokasi tersebut.

Diketahui sebelum memasuki musim hujan kolam regulasi Nipa nipa berada pada 2,7 meter perkubik dan perlu diwaspadai jika sudah menghampiri 5 meter perkubik karena maksimal muka air banjir mencapai hingga 5 meter.

Sementara itu untuk kubikasi kolam regulasi Nipa nipa bisa menampung hingga dua koma tujuh juta perkubik.

Menurutnya dengan potensi hujan yang cukup tinggi untuk beberapa hari kedepan, diprediksi akan mencapai hingga 5 meter dan masuk kategori waspada namun hingga saat ini karena kondisi curah hujan masih intensitas rendah jadi masih dikategorikan aman.

Sebelumnya kolam regulasi Nipa nipa juga telah melakukan normalisasi yakni membuat pelebaran sungai yang kemudian di buatkan tanggul sisi kiri kanan dan prosesnya masih berlangsung hingga desember 2020.

“Kemarin normalisasi itu sampai kejembatan tapi belum terlihat sampai sini karena kita terhambat dengan perluasan lahan, dan dampaknya itu kemarin waktu sebelum kita normalisasi airnya merembes ke blok 10 dan tanaman warga namun harapannya semoga airnya tidak merembes lagi dengan adanya normalisasi ini,” harapnya.

Ia menambahkan terus mengantisipasi kondisi batas air kolam, jika melebihi batas daya tampung maka akan dilakukan pembuangan air terus menerus.

Tak lupa Iqbal juga menambahkan akan memantau terus ketinggian air jika intensitas curah hujan tinggi agar dilakukan pembuangan air.

Awal Musim Penghujan DLH Gowa Pangkas 317 Pohon

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemangkasan beberapa pohon guna mengantisipasi adanya pohon tumbang di musim penghujan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa H Marzuki mengatakan sebelum tiba musim penghujan dirinya sudah melakukan pemangkasan di beberapa lokasi.

Menurutnya ini salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang.

“Memang di Gowa ini, sudah banyak pohon yang usianya sudah tua. Dan memang harus diremajakan,” katanya kepada KabarMakassar.com saat melakukan pemangkasan di Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (3/1/2020).

Dia mengatakan pemangkasan dilakukan di sepanjang Jalan Nasional dan Kabupaten. Sejak tahun 2019 menjelang musim penghujan dirinya sudah melakukan pemangkasan sebanyak 317 pohon.

“Pemangkasan di lakukan di Jalan Nasional seperti Pallangga, Bajeng, dan Bontonompo, kemudian di Jalan poros Malino. Dan di Kecamatan Somba Opu meliputi 14 Kelurahan,” pungkasnya.

“Sejak 31 Desember 2019 sampai sekarang sebanyak 312 pohon yang dilakukan pemangkasan,” tandas dia.

5 Makanan Ini Paling Cocok Anda Nikmati Saat Musim Hujan

KabarMakassar.com– Sejak awal pergantian tahun 2020, musim hujan mulai menguyur sejumlah wilayah di Indonesia dan Memasuki musim penghujan ini, cuaca berubah menjadi sangat dingin. Hal ini menjadikan tubuh kita rawan terserang penyakit.

Tak hanya itu, kita jadi cepat lapar dari biasanya. Nah, di musim-musim seperti inilah kita ingin menyantap makanan-makanan hangat dan menyegarkan. Sebagai rekomendasi, KabarMakassar.com telah merangkum 5 makanan yang paling cocok dinikmati saat musim hujan.

Nah apa saja itu.? Silahkan yuks kita simak bersama rangkuman berikut ini:

1. Bakso

Siapa yang tidak kenal bakso, makanan berkuah yang satu ini bisa jadi makanan rekomendasi yang cocok disantap saat musim hujan. Apalagi saat diracik dengan menggunakan sambal dan jeruk nipis. Selain cocok dikonsumsi saat musim dingin, kandungan dalam bakso juga pas dengan balutan daging yang bisa disantap bersama keluarga. Selain itu bakso juga dapat dibuat sendiri dirumah tanpa harus mencari atau membeli di luar rumah ketika hujan turun.

2. Mie instan

Kalau hujan datang dan perut lapar otomatis kita tidak bisa membeli makanan diluar, makanya akan sangat lebih baik kalau selalu menyediakan stok mie instan. Indomie rebus tentu pas disantap ketika musim dingin karena memiliki kuah yang nikmat dan mampu untuk menghangatkan tubuh.  Lengkapi gizi dengan menambahkan telur dan sayur-sayuran agar mendapatkan protein, karbohidrat dan vitamin dalam satu mangkok.

3. Pallubasa

Selain menjadi salah satu makanan khas Kota Makassar, pallubasa juga bisa disantap saat musim dingin karena selain memiliki kuah yang kental berwarna kecokelatan juga mempunyai kualitas daging yang sehat karena diambil dari daging kerbau atau sapi. Tak hanya itu yang membuatnya lebih nikmat lagi saat disantap yakni kuahnya di beri kelapa sangrai yang memiliki aroma sedap dan menambah nafsu makan anda.

4. Coto Makassar

Siapa sih yang tidak kenal dengan makanan berkuah yang satu ini? Coto makassar atau coto mangkasara’ juga merupakan salah satu makanan khas Makassar yang kurang lebih persis dengan Pallubasa, sama sama berkuah dan makanan yang memiliki kualitas daging yang baik. Sedikit membedakan antara coto mangkasara’ dengan pallubasa yakni dari kuahnya, coto makassar memiliki kuah yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu kecoklatan namun rasanya akan tambah nikmat jika di santap dengan buras yang memang menjadi pasangan jika anda mencoba coto Makassar. Terlebih ketika di tambah daun bawang dan bawang goreng akan lebih nikmati dan memiliki aroma yang khas.

5. Sop Buntut

Siapa yang tak kenal primadona satu ini? Hampir semua orang menyukainya. Sesuai namanya, sop ini terdiri dari ekor sapi yang lezat. Perpaduan daging dan sayuran bakal memanjakan lidah pecinta kuliner. 

Hhhmmm…jadi laper, kan?! Anda paling suka yang mana nih?

Kenali 5 Penyakit Ini yang Sering Muncul saat Banjir dan Cara Mencegahnya

KabarMakassar.com– Dimusim penghujan yang melanda Indonesia saat ini tentunya akan ada salah satu kondisi yang sering membawa keresahan tersendiri bagi banyak orang. Selain rentan musibah dan bencana, musim hujan juga identik dengan beragam penyakit yang sering melanda. Hal ini bahkan semakin memburuk, bagi mereka yang tinggal di kawasan yang termasuk area rawan banjir.

Beragam penyakit bisa saja datang dan terbawa bersama banjir, sehingga pada musim-musim hujan seperti ini harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Sejak terakhir artikel ini ditulis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan ada sekitar puluhan orang korban tewas akibat banjir 2020 ini. Itu sebabnya, tak boleh menyepelekan kebersihan walau air banjir sudah menyurut di wilayah Anda. Bahkan, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, masyarakat juga perlu waspada pada penyakit pasca banjir ini.

Dikutip dari Health.com, dr. Amesh Adalja, MD, dokter pengobatan darurat di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins mengatakan, “Air banjir dapat memiliki tingkat bakteri, virus, kotoran, dan parasit yang sangat tinggi yang dapat menginfeksi Anda jika masuk ke mulut, mata, atau luka di kulit.”

Dalam kondisi tersebut, beberapa penyakit kerap ditemui pada masyarakat usai banjir surut. Menurut PDEI dilansir dari klikdokter.com Jumat (03/01/2020), beberapa penyakit kesehatan yang muncul itu adalah sebagai berikut ini. 

1. Gangguan Pencernaan

Salah satu risiko terbesar yang kerap terjadi adalah menelan air banjir yang mengandung bakteri, virus, atau parasit. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pencernaan. “Sebagian besar infeksi ini mungkin akan sangat jinak dan hanya menyebabkan muntah atau diare,” kata dr. Adalja.

Akan tetapi, gejala-gejala ini juga bisa menjadi serius dan dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa. Cryptosporidium, Giardia, E. coli, dan Salmonella adalah beberapa contoh kuman yang dapat mencemari air banjir dan menyebabkan masalah pada perut dan pencernaan Anda.

Selain itu, ada juga leptospirosis, penyakit yang berpotensi fatal yang menyebar melalui urine tikus. Penyakit ini berisiko besar  menyerang masyarakat pasca banjir. Para ahli juga memperingatkan tentang kolera dan demam tifoid, yang keduanya dapat disebabkan oleh air yang terkontaminasi bakteri setelah bencana alam dan banjir.

PDEI juga berpendapat demam tifoid atau tifus  juga sangat berpotensi menyerang masyarakat pasca banjir. Hal in disebabkan  konsumsi makanan dan minuman  yang terkontaminasi oleh air banjir atau tidak bersih. Ditambah lagi, selama banjir berlangsung banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

Asam lambung  naik dan migren  juga sering dialami orang usia produktif dan lansia ketika banjir usai. Hal ini disebabkan karena korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. Apalagi ketika Anda selama beberapa hari tidak bisa mengakses keluar rumah atau berada di tempat pengungsian.

2. Masalah Kulit

Air banjir yang kotor rentan menyebabkan beragam masalah kulit. Salah satunya adalah ruam atau gatal-gatal. Ruam atau gatal–gatal pada kulit dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau parasit. Jika kulit kontak dengan air banjir dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

“Untuk mencegah infeksi kulit, gunakan sepatu boot saat membersihkan rumah atau melakukan aktivitas di area banjir. Jangan lupa, bersihkan tubuh Anda dengan air dan sabun antiseptik supaya terhindar dari penyakit tersebut,” dr. Nadia menambahkan.

3. Penyakit yang Dibawa Nyamuk

“Masalah lain pasca banjir adalah kondisi itu menarik nyamuk,” kata dr. Adalja. Menurutnya, nyamuk akan menemukan tempat berkembang biak di semua puing-puing yang bisa menampung air pasca banjir. Beberapa penyakit yang dibawa nyamuk adalah demam berdarah (dbd) dan chikungunya.

Di Indonesia sendiri, demam berdarah kerap mewabah saat musim hujan tiba. Untuk mencegah tertular penyakit melalui nyamuk, disarankan masyarakat untuk menggunakan penolak serangga atau memakai baju lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.

4. Hepatitis

Hepatitis sering dianggap sebagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seks atau penggunaan narkoba. Akan tetapi, beberapa jenis penyakit hepatitis tertentu rupanya dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Hepatitis A dan E, khususnya, dapat menjadi berbahaya di daerah yang pernah mengalami banjir.

Selain hepatitis, SPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) juga bisa berisiko dialami saat usai banjir. Penyebabnya adalah udara dingin lembap yang bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung. Selain itu, ada juga  penyakit flu dan demam yang disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama.

5. Konjungtivitis

Konjugtivitas atau infeksi pada mata dapat disebabkan oleh bakteri. “Saat banjir, Anda rentan terkena konjungtivitis karena kebiasaan menggosok mata dengan tangan atau handuk yang kotor,” ujar dr. Nadia

Untuk menghindari terkena konjungtivitis, dr. Nadia menyarankan Anda untuk selalu cuci tangan. Jika Anda merasakan gatal di area mata, hindari mengucek atau menggosok mata Anda langsung dengan tangan.

Beberapa kondisi seperti, kedinginan, lelah, dan makan tidak teratur yang kerap dialami pasca banjir, membuat daya tahan tubuh turun. Hal ini semakin memudahkan Anda untuk terserang penyakit. Untuk itu, senantiasa menjaga tubuh dengan asupan bernutrisi lengkap dan seimbang. Misalnya perbanyak makan buah dan sayuran, serta rutin berolahrag

Cegah dengan langkah yang tepat

Pada dasarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan penyakit di musim hujan dan banjir, beberapa di antaranya seperti berikut ini:

Beberapa penyakit bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin yang dilakukan oleh dokter profesional, antara lain: vaksin hepatitis A, influenza, dengue, dan yang lainnya.

Mengatur pola makan dan istirahat yang seimbang, sehingga tubuh selalu fit dan tidak rentan sakit.

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan bergizi. 

Menguras bak mandi secara teratur dan menjaga kebersihan rumah secara keseluruhan, sehingga perkembangan nyamuk bisa ditekan. 

Menghindari hujan dan mengatur waktu dengan lebih baik lagi, sehingga bisa tiba lebih awal di rumah tanpa kehujanan.

Hindari kubangan atau genangan air banjir.

Mencuci tangan, bahan makanan, dan juga berbagai perabotan dengan bersih sebelum digunakan.

Cek kesehatan anggota keluarga dan segera bawa berobat jika ada yang sakit, agar tidak menular yang lainnya. 

Jika terkena banjir, segera bersihkan seluruh area rumah dengan baik, gunakan disinfektan.

Jaga Kesehatan dengan Baik selama Musim Hujan 

Musim hujan identik dengan banjir dan juga berbagai gangguan kesehatan lainnya. Berbagai penyakit memang berkembang dengan lebih pesat di musim seperti ini, sehingga sangat penting untuk dihindari. Tetaplah jaga kondisi kesehatan tubuh dan juga kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan berbagai penyakit yang rentan menyerang di musim hujan.