Bupati Selayar Mengikuti Video Conference Bersama BPK

KabarMakassar.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulsel melakukan rapat koordinasi melalui video conference bersama para Bupati dan Walikota se-Sulsel, Kamis (9/4).

Pada kesempatan itu, Bupati Selayar H. Muh. Basli Ali mengikuti kegiatan itu di ruang kerjanya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Ir. H. Marjani Sultan, MSi., Inspektur Kabupaten Ar Krg. Magassing, Kepala BPKPAD Mesdiono serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Dalam video conference tersebut, Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Wahyu Priyono menyampaikan terkait dengan metode pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK pasca mewabahnya Covid-19.

“Kami di BPK RI Sulsel mengambil sejumlah langkah sebagai respon atas kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya, metode pemeriksaan dilakukan melalui desk audit dan teleconference untuk wawancara,” kata Wahyu.

Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan Laporan Keuangan (LK) akan dilakukan pada 13 dan 14 April 2020. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah daerah membentuk tim counterpart sebagai PIC atas kebutuhan dokumen atau jadwal wawancara yang akan tim BPK.

Sementara untuk entry meeting, kata Wahyu, akan dilakukan melalui teleconference yang jadwalnya akan dikoordinasikan lebih lanjut. “Agar setiap pemerintah daerah menyampaikan jadwal waktu rencana penyampaian LPJ APBD kepada DPRD,” pungkasnya.

Laporan Kepada Mendagri, Pemkab Selayar Siap Penuhi Pangan Masyarakat

KabarMakassar.com — Bupati Selayar, H. Muh. Basli Ali mengikuti video conference yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang diikuti para Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia, di Ruang Kerjanya didampingi sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Selasa (7/4).

Pada kesempatan itu, Tito Karnavian dalam arahannya menyampaikan kepada kepala daerah agar melakukan langkah-langkah terukur yang mana harus diambil dan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19.

Mantan Kapolri itu menegaskan kepada kepala daerah untuk menjaga kebutuhan pangan di wilayahnya masing-masing.

“Daerah mengambil peran untuk menjaga daerah masing-masing sekaligus mencukupi kebutuhan pangan, sarana dan prasana sekaligus membendung penyebaran dan pencegahan penularan covid-19,” kata Tito Karnavian.

Untuk itu, Tito mengingatkan agar kepada kepala daerah untuk menyiapkan ketersediaan pangan selama pandemi Covid-19.

Terkait hal itu, Basli Ali menyampaikan bahwa ketersediaan pangan di Selayar cukup dan masyarakat diharapkan tidak perlu cemas.

“Sebagai bentuk antisipasi dampak sosial ekonomi di Selayar, Pemkab telah mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 kurang lebih Rp.4 milyar, khusus untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat terdampak,” kata Basli Ali.

Untuk diketahui, video conference juga diikuti oleh beberapa menteri dalam Kabinet Indonesia Maju diantaranya Menteri Perindustrian, Perdagangan, KKP, Perhubungan, Ketenagakerjaan dan Menteri BUMN.

Basli Ali Sebut Kebutuhan Bahan Pokok di Selayar Masih Aman

KabarMakassar.com — Bupati Selayar, H. Muh. Basli Ali (MBA) melaporkan kondisi terkini penanganan dan penyebaran Covid-19 dan dampaknya pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Selayar melalui video conference, kepada Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Jumat (3/4).

Pada kesempatan itu, H. Muh. Basli Ali didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si, para asisten Setda, Kadis BPBD, Kesehatan, Sosial, Perhubungan, Disperindagkum, Direktur RSUD, serta Kabag Humas Setda Siti Rahmania.

“Sebaran Covid -19 di wilayah kami yakni ODP 39 Orang, PDP 1 orang. Untuk PDP ini telah kita lakukan Rapid Tes yang pertama dan hasilnya negatif, tetapi tetap kita menunggu hasil tes yang kedua, sementara yang postif corona alhamdulilla nol, dan semoga tetap seperti ini,” kata Basli Ali

Sebagai langkah antisipasi, kata Basli Ali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menyiapkan Puskesmas Bontoharu untuk menampung suspect corona jika nantinya terjadi penularan yang tidak terkendali.

“Semoga di Selayar ini tidak ada tertular Covid-19, tetapi jika memang ada yang terindikasi maka akan kita lakukan penanganan dan kita sudah menyiapkan tempat dan ruang isolasi sementara,” jelasnya.

Untuk dampak sosial ekonomi, ia mengaku jika Pemkab Selayar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.4 milyar, untuk penanganan Covid-19 dan akan mempercepat penyaluran bantuan baik yang bersumber dari APBN maupun dari APBD.

Selanjutnya, kata dia, beberapa kendala yang dihadapi Pemkab Selayar dalam penanganan Covid -19 adalah kondisi geografis wilayah Selayar yang hampir seluruh wilayahnya adalah kepulauan.

“Kendala yang sangat kami rasakan adalah adalah banyaknya pintu masuk menuju Selayar, hampir seluruh daerah kami merupakan pintu masuk hal disebabkan wilayah kami adalah wilayah kepulauan, tentu ini menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Ia mengaku Pemkab telah mengeluarkan edaran kepada para kepala desa untuk masing-masing memantau wilayahnya dan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang datang.

“Terkait bahan pokok di Selayar dilaporkan masih aman terkendali, meskipun ada beberapa yang mengalami kenaikan harga seperti gula dan telur,” pungkasnya.

Bupati dan Forkopimda Selayar Pantau Langsung Penyemprotan Desinfektan di Kota Benteng

KabarMakassar.com — Perintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar bersama TNI, Polri, Forkopimda dan Satuan Gugus Tugas bersama elemen terkait melakukan penyemprotan disinfektan dalam wilayah Kota Benteng, Selayar, Selasa (31/3). Itu dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

Kegiatan itu diinisiasi oleh Polres Kepulauan Selayar dengan menyiapkan tujuh ribu liter cairan disinpektan yang disemprotkan pada sejumlah ruas jalan protokol di Kota Benteng dengan menggunakan dua unit Damkar. Kemudian penyemprotan menggunakan hand sprayer di Pasar Bonea, terminal bus, pasar TPI, pusat pertokoan dan Taman Pelangi.

Kegiatan itu pun dipantau langsung Bupati Selayar, H. Muh. Basli Ali bersama Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud, Dandim 1415 Letkol ARM Yuwono, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri dan Sekda Selayar Marjani Sultan.

“Hari ini kita melakukan penyemprotan serentak dibeberapa titik vital dalam Kota Benteng. Kegiatan ini juga sudah kita laksanakan di setiap desa. Ini semua kita lakukan bagaimana mencegah penyebaran Covid-19 di Selayar,” kata Basli Ali.

Sementara itu, AKBP Temmangnganro Machmud mengatakan penyemprotan ini dilakukan serantak diseluruh jajaran Polri bersama dengan Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat agar jangan memandang remeh terhadap Covid-19. Himbauan yang disampaikan oleh Pemkab Selayar, kata dia, agar masyarakat bisa mengerti terhadap bahaya Covid-19.

“Setelah diberikan himbauan lantas masih ada yang belum mengindahkan maka kami melakukan tindakan tegas. Ini semata-mata karena kita semua menyayangi masyarakat,” kata Temmangnganro Machmud.

Hal yang sama disampaikan oleh Sekda Selayar, Marjani Sultan. Ia mengatakan bahwa instruksi Kapolri untuk melakukan penyemprotan serentak di Indonesia adalah suatu upaya untuk mengamankan agar penyeberan Covid-19 tidak masif.

“Jadi hari ini kita turun bersama-sama dengan kepolisian melakukan penyemprotan disinpektan,” kata Marjani Sultan.

Bupati Selayar Keluarkan Surat Edaran, Minta ASN Netral

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor 270/77/s.edaran/III/Kesbangpol/2020, tertanggal 26 Maret 2020 tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada September mendatang.

Basli Ali berharap, surat edaran itu dapat mewujudkan ASN yang memiliki integritas, profesional, netral, dan bebas dari intervensi politik pada Pilkada 2020.

“Pemkab Selayar ingin membangun pemerintahan yang sejuk serta jauh dari sifat otoriter terhadap jajarannya. Kami menyadari bahwa pemerintahan ini tidak boleh dibangun di atas kecemasan orang lain,” kata Basli, Sabtu (28/3).

Ia mengatakan bahwa ASN tidak diperbolehkan dalam kegiatan politik praktis, serta melakukan kegiatan pencegahan bersama pejabat pembina kepegawaian dalam rangka menjaga netralitas ASN selama penyelenggaraan Pilkada di Selayar.

“Kami juga mewajibkan ASN untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah dan kepala desa lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Selayar untuk melakukan pengawasan terhadap ASN yang berada dalam lingkungan kerjanya masing-masing.

“Mari saling menjaga, terutama para ASN pada lingkup kerja masing-masing,” pungkasnya.

Cegah Covid-19, Bupati Selayar Minta Penyebarangan Kapal Fery Bira-Pamatata Dikurangi

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali melaporkan kondisi terkini terkait dengan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Selayar kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melalui video conference, Kamis (26/3).

Pada kesempatan itu, Basli Ali didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Selayar Marjani Sultan, Ketua DPRD Selayar Mappatunru, Kapolres Selayar bersama Dandim 1415 Selayar.

Hadir pula para ssisten, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Kh. Hayyung, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPKPAD, Kepala BP3KB, serta Kepala Dinas PMPTSPTK.

Dalam laporannya, Basli Ali mengatakan bahwa sampai hari ini yang masuk dalam data Orang Dalam Pemantauan (ODP) enam orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 0 (nol).

Terkait dengan arahan dari Presiden RI dan Gubernur Sulsel, Basli Ali menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar telah melaksanakan seluruh arahan tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat pada dasarnya dapat menerima dengan baik, himbauan dan arahan dari pemerintah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Ini semua berkat dukungan dari semua Forkopimda dan jajaran pemerintahan dan masyarakat,” kata Basli Ali.

Meski demikian, Basli mengungkap beberapa kendala yang dihadapi oleh Pemkab Selayar dalam pencegahan covid-19. Diantaranya, kata dia, terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker N95, maupun surgical mask bagi tenaga medis dan petugas posko pada empat titik pintu masuk di Selayar.

“APD sangst sulit untuk didapatkan, termasuk terbatasnya alat thermometer infrared yang digunakan pada empat posko. Karena itu kami meminta untuk diberikan alat tes untuk Covid-19,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke Kota Makassar walau telah dihimbau untuk tidak melakukan kunjungan. Maka dari itu, Basli meminta agar dengan kewenangan yang dimiliki oleh Gubernur Sulsel supaya penyeberangan fery yang di Pelabuhan Bira dan Pamatata diminta untuk dikurangi volumenya.

“Misalnya dari tiga kali menjadi satu kali penyeberangan dalam sehari, dengan prioritas mobil pengangkut sembako ke Selayar,” ucapnya.

Ia mengaku jika saat ini Pemkab Selayar sementara melakukan persiapan untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 9.000 Kepala Keluarga (KK).

“Ini untuk mengantisipasi terkait dengan adanya pembatasan beraktivitas di luar rumah. Olehnya itu agar kiranya Gubernur Sulsel dapat mendesak pemerintah pusat agar program bantuan sembako secepatnya diturunkan ke daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa protokol standar prosedur pencegahan wabah Covid-19 sudah dilakukan oleh para Bupati dan Wali Kota. “Saya sangat senang mendengar bahwa seluruh Bupati dan Wali Kota sudah bersinergi dengan Forkopimda yang ada untuk bersama-sama mencegah penularan wabah virus corona di Sulsel,” kata Nurdin Abdullah.

Ia meminta agar Pemkab Selayar tetap waspada terutama daerah yang belum terjangkit covid-19, sembari berharap wabah virus corona ini segera berakhir sehingga roda perekonomian kembali berjalan lancar seperti biasanya.

Terkait permintaan pengurangan jadwal angkutan laut, NA mengaku sepakat demi untuk memutus rantai penularan covid-19. “Ini saya kira sangat penting kita lakukan dan segera saya akan menyurati instansi yang berwenang,” katanya.

Terkait APD yang belum mencukupi, mantan Bupati Bantaeng itu mengaku jika hal ini akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. “Stok yang ada akan dikoordinasikan untuk segera disalurkan,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Selayar Meninggal, Basli Ali Sampaikan Duka Cita

KabarMakassar.com — Innalillahi wainnailaihi rajiun. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar Muhammad Aris Ridwan dari Fraksi Partai Gerindra meninggal dunia di RSUD Kh. Hayyung Selayar pada Senin (23/3) kemarin.

Direktur RSUD Kh. Hayyung, dr. Hazairin Nur membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengatakan jika Muhammad Aris Ridwan menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 18.50 Wita.

“Iya benar Muhammad Aris Ridwan meninggal pada hari Senin kemarin karena sakit jantung,” kata dr. Hazairin Nur, Selasa (24/3).

Ia mengungkapkan bahwa sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum sempat berolahraga sepeda. “Dalam perjalanan pulang, almarhum sedang dalam keadaan kurang sehat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Selayar, H. Muh. Basli Ali mengaku turut berbelasungkawa. Ia berharap almarhum husnul khotimah dan diterima disisi Allah SWT.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Selayar ikut turut berduka cita, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan oleh Allah SWT,” kata Basli Ali.

Untuk diketahui, almarhum kini disemayamkan di rumah duka yakni di Jalan Kenari, Benteng, Selayar dan akan dikebumikan di Pemakaman Lango-lango.

Bupati Selayar Imbau Warkop dan Cafe Buka Layanan Terbatas

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali mengeluarkan himbauan pelayanan terbatas ditujukan kepada pengelola Warung Kopi (Warkop) dan cafe se-Kabupaten Selayar.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk mengantisipasi penyebaran secara cepat virus corona (Covid-19) di Kabupaten Selayar.

Surat himbauan dengan nomor 005/373/III/2020/Dinkes tertanggal 21 Maret 2020 itu meminta agar pengelola Warkop dan cafe hanya memberikan pelayanan kepada pelanggan yang memesan untuk dibawa pulang.

“Himbauan tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung terhitung mulai tanggal 23 Maret sampai dengan Tanggal 6 April 2020 mendatang. Selanjutnya akan dievaluasi kembali,” kata Basli Ali.

Selain itu, Ketua DPD II Partai Golkar Selayar itu juga menghimbau untuk menghindari bentuk pertemuan, perkumpulan yang melibatkan banyak orang, dan sedapat mungkin menjaga jarak antar orang.

Ia mengaku hingga saat ini masih Pemkab Selayar dalam tahap pencegahan terhadap Covid-19. Hal ini perlu diantisipasi sedini mungkin karena peralatan yang sangat minim.

“Perlu dilakukan penanganan sedini mungkin karena peralatan medis kita sangat minim, dan himbauan salah satu solusi untuk mencegah penularan virus tersebut,” pungkasnya.

Bupati Selayar Pastikan Tidak Ada Pasien Corona di Selayar

KabarMakassar.com — Informasi yang beredar jika salah satu Staf Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sulselbar Cabang Selayar diduga terjangkit virus corona (Covid-19) adalah hoax.

Hal itu dipastikan setelah Bupati Selayar, H. Basli Ali. Ia mengaku jika dirinya tidak pernah melakukan konfirmasi langsung kepada pimpinan Bank Sulselbar terkait hal itu.

Karena itu, Ketua DPD II Partai Golkar Selayar mengaku jika informasi tersebut tidak benar alias Hoax. “Ini hanyalah hoax. Saya tidak pernah menelfon ke pimpinan Bank Sulselbar,” kata Basli Ali, Rabu (18/3).

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi hoax soal corona. Walau, kata dia, virus Covid- 19 telah menjadi trending topik dunia.

Sementara itu, Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Selayar, Andi Mattonrokan mengatakan bahwa tidak ada karyawan Bank Sulselbar Cabang Selayar yang terinfeksi Covid-19.

“Kita tentu sangat menyesalkan kepada penyebar informasi ini di media sosial karena akan mempengaruhi layanan kami kepada masyarakat,” kata Andi Mattonrokan.

Andi Mattonrokan mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada nasabah Bank Sulselbar Cabang Selayar untuk pandai memilah informasi yang benar dan informasi yang hoax. Apalagi, kata dia, sudah ada posko siaga terkait informasi Covid-19.

“Jadi kalau mendengar informasi yang belum diketahui kebenarannya harusnya konfirmasi dulu ke posko siaga. Namun yang pasti tidak ada karyawan saya yang terinfeksi covid-19,” pungkasnya.

Dihadapan Rapsel Ali, Bupati Minta Selayar Jadi KEK Pariwisata

KabarMakassar.com — Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali ingin menjadikan Selayar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada bidang pariwisata. Hal itu disampaikan dihadapan anggota DPR RI, Muhammad Rapsel Ali, Senin (16/3) kemarin.

Menurutnya apabila keinginan tersebut bisa terwujud maka akan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Ia mengaku jika keinginan itu sudah dikampanyekan pada awal kepemimpinannya.

“Keinginan ini sejak awal kepemimpinan saya di Selayar untuk menjadikan daerah ini sebagai KEK pariwisata karena akan menyerap banyak tenaga kerja yang berujung pada meningkatnya income perkapita masyarakat,” kata Basli.

Untuk itu, ia meminta bantuan kepada Muhammad Rapsel Ali agar memperjuangkan di DPR RI. “Maka dari itu, kehadiran Pak Rapsel kami harap dapat membantu memperjuangkan agar supaya Selayar segera tetapkan sebagai KEK pariwisata,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Rapsel Ali mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah karena telah memberikan ruang untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ia mengaku jika aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Selayar akan segeran ditindaklanjuti. Karenanya, ia menyimpulkan bahwa masih kurang perhatian pemerintah pusat kepada daerah yang berbasis kepulauan dan minimnya sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung lainnya.

“Kesenjangan antara daerah kepulauan dan daratan masih terasa. Olehnya itu keberadaan saya mewakili Dapil Selayar semoga bisa membawa kemajuan untuk bisa membantu masyarakat yang ada di sini,” kata Rapsel.

Untuk bidang keagamaan, ia berharap agar daerah ini dapat dibangun madrasah unggulan dan pesantren modern. Karena, kata dia, menjadi kewajiban pemerintah pusat dalam untuk memperhatikan daerah berbasis kepulauan.

“Saya akan segera sampaikan hal ini kepada kementerian terkait. Karena itu saya minta agar masyarakat tidak usah sungkan-sungkan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhannya,” pungkasnya.