2 Hari Berturut-turut, Polda Sulsel Sita Puluhan Ribu Masker di Sejumlah Lokasi

KabarMakassar.com — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melalui Ditreskrimsus mengungkap praktik perdagangan dan berhasil menyita ribuan Face Mask (Masker) berbagi merek di dua lokasi di Makassar.

Ribuan masker yang disita itu merupakan hasil penggrebekan pada Rabu (4/3) kemarin di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dimana sebelumnya polisi menerima laporan akan adanya rencana pengiriman masker ke negara lain dengan menggunakan maskapai AA.

Kasubbid Penmas Polda Sulsel, Kompol Arsyad mengatakan, upaya penggrebekan ini dilakukan polisi untuk mengatasi kelangkaan masker di pasaran.

“Sebanyak 11 karton berisi masker wajah berhasil diamankan beserta AJ pemilik CV MBI yang ternyata badan usaha tersebut merupakan eksportir hasil laut,” kata Kompol Arsyad didampingi Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Pejabat Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dalam Press Release, Kamis (5/3).

“Tersangka diduga memperdagangkan masker menyalahi izin usaha, dan pelanggaran karena tidak mencantumkan harga secara jelas terhadap produk masker yang diperdagangkan,” tambahnya.

Menurut Arsyad, tersangka terlebih dahulu mengumpulkan masker-masker tersebut melalui jejaringnya di lapangan, dengan cara membeli di swalayan-swalayan yang ada di kota Makassar dan sekitarnya.

Selanjutnya, tersangka menjual masker wajah tersebut dengan cara mengekspor ke negara lain dengan harga Rp130.000/pack, dan aktifitas tersebut sudah dilakukan sebanyak 17 kali pengiriman.

“Saat ini Polisi memeriksa AJ yang menyalahgunakan izin usaha sebagai eksportir hasil laut dengan mengekspor masker serta beberapa orang pengepul masker lainnya. Polisi juga sudah menyita 11 karton berisi 40 pack masker, 50 pcs masker, yang totalnya semua sebanyak 22.000 pcs masker,” ungkap Arsyad.

Sehari sebelumnya, polisi juga menggerebek lokasi penyimpanan masker wajah dengan jumlah yang sangat besar di sebuah perusahaan (PT IMLP) yang merupakan penyalur alat kesehatan.

“Jadi PT tersebut terbukti menjual masker dengan harga Rp300.000/box, serta temuan puluhan kardus masker lainnya yang disimpannya. Total barang bukti masker yang diamankan sebanyak 48.550 lembar ,serta beberapa jerigen cairan untuk hand sanitizer,” jelasnya.

Dari pengungkapan ini, lanjut Arsyad, polisi mengamankan tiga orang tersangka, yakni pemilik PT IML berinisial AW, sopirnya JF, serta AJ pemilik CV MBI, berikut sejumlah barang bukti yakni masker dengan berbagai merek.

Gubernur Imbau Warga Sulsel yang Sehat Tak Usah Pakai Masker

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau, kepada seluruh masyarakat Sulsel yang masih berada dalam kondisi sehat agar tidak perlu mengunakan masker. Imbauan ini, kata dia, berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Saya mendengar arahan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, bagi yang sehat tidak usah pakai masker. Bayangkan 260 juta (masyarakyat Indonesia) semua beli masker, iya habis,” kata Nurdin usai mengecek Ruangan Isolasi RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kamis (5/3).

Nurdin juga menekankan, agar seluruh pelaku usaha membuktikan keprihatinan bersama terhadap masalah yang dihadapi saat ini, dengan melakukan penjualan secara bijak.

“Sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya apotek dan toko-toko supaya menjualnya tidak secara massal. Jadi batasi saja satu orang dua misalnya, dan itupun kita harus tanya kebutuhannya,” ungkapnya.

Ia meminta agar masker ini bisa betul-betul dimanfaatkan orang yang membutuhkan.

“Saya kira inilah bentuk keprihatinan kita, kontribusi kita terhadap negara. Kita ikut aturan pemerintah, bagi yang tidak ada masalah tidak perlu menggunakan masker,” ujarnya.

Nurdin juga mengaku sangat yakin seluruh masyarakat Sulsel peduli dengan sesama. Olehnya itu, ia berharap jangan ada lagi yang berpikir untuk menampung atau menimbun masker.

“Inikan masalah tidak sepanjang tahun, dan di Wuhan juga sudah mulai reda. Hanya memang penyebarannya ini yang baru terasa,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin juga mengimbau seluruh masyarakat Sulsel agar tidak panik menghadapi Virus Corona. Ia memastikan, Sulsel sudah memiliki kesiapan baik rumah sakit maupun tim dokter.

“Saya ingin ingatkan kepada seluruh masyarakat Sulsel supaya kita tidak panik, karena saya kira kita sudah punya persiapan. Kedua, tim dokter kita memberikan keyakinan, beberapa yang memang ketahanan tubuhnya bagus itu masih bisa sembuh,” pungkasnya.

Hendak Kirim Ratusan Dos Masker ke LN, 2 Mahasiswa di Makassar Ditangkap Polisi

KabarMakassar.com — Dua oknum mahasiswa Universitas Atmajaya Makassar berinisial J (22) dan JS (21) yang hendak mengirim 200 dos masker yang dikemas dalam satu dos besar ke New Zealand melalui jasa pengiriman barang di salah satu Hotel di Makassar, diamankan aparat kepolisian dari Polsek Ujung Pandang, Selasa (3/3).

“Kita temukan karena adanya informasi dari anggota. Kita juga sementara melakukan kordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan,” kata Kanit Reskrim Polsek Ujung Pandang, Iptu Edhi Gunawan.

Menurut Edhi, ratusan dos masker yang akan dikirim tersebut akan ditahan sembari mengambil keterangan kedua mahasiswa tersebut.

“Kita pending dulu pengirimannya, karena Kota Makassar kan juga membutuhkan (masker). Kita juga sementara ambil keterangannya kedua mahasiswa ini. Menurut kedua mahasiswa ini, mereka mengumpulkan masker tersebut sebelum Preside mengumumkan adanya dua WNI yang positif terpapar Virus Corona,” ungkap Edhi.

Sementara, J mengaku baru pertama kali melakukan pengiriman masker ke luar negeri melalui Makassar. Sebelumnya, ia hanya mengirim di ke wilayah Jakarta.

“Saya baru kirim ke luar negeri (dari Makassar), beberapa kali di Jakarta,” katanya.

Menurut J, ratusan masker tersebut dikumpulkannya dari sejumlah apotek yang ada di Makassar dana akan di kirim ke New Zealand dengan nilai Rp50 hingga 60 juta.

“Saya kumpulkan dulu di sejumlah apotek. Kalau sudah sampai di New Zealand, baru saya ditransferkan sekitar kisaran Rp50 juta sampai Rp60 juta,” terangnya.

Dinkes Makassar Minta Penjual Masker Tak Naikkan Harga Terlalu Tinggi

KabarMakassar.com — Merebaknya wabah virus corona menjadi keresahan bagi masyarakat dunia, termasuk warga Kota Makassar. Sejumlah langkah antisipasi pun dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus yang mematikan ini. Salah satunya dengan menggunakan masker.

Meningkatnya jumlah permintaan masker ini berdampak pada ketersediaan benda tersebut yang beberapa waktu belakangan semakin langka, dan secara otomatis mendongkrak harga alat pelindung diri khususnya untuk pernafasan tesebut.

Menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan Kota Makassar dalam waktu dekat berencana untuk turun langsung ke lapangan mengunjungi toko obat, apotek dan toko-toko untuk mengecek harga maskeer yang dijual, sekaligus megimbau agar tidak menaikkan harganya terlalu tinggi.

“Itu akan kita pantau. Kalau ada kita tahu mereka jual dengan harga yang tak sesuai, kita akan berikan teguran. Kita juga akan mengimbau, yang pertama jangan lakukan peningkatan harga, setidaknya harus sesuai standar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, Senin (2/3).

Selain itu, Naisyah juga meminta seluruh apotek, toko maupun pedangang di Makassar agar tidak melayani penjualan masker dengan jumlah yang banyak. Pasalnya, kata dia, beberapa awaktu belakangan banyak orang dari daerah bahkan provinsi lain yang kerap datang ke Makassar hanya untuk membeli masker.

“Kepada toko obat, apotek, pedagang masker, kita minta agar sediakan masker untuk kebutuhan masyarakat Makassar dan jual sesuai harga,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, berdasarkan pantauan KabarMakassar.com di sejumlah apotek dan mini market di Kota Makassar pada Kamis (13/2) lalu, harga masker mengalami kenaikan cukup signifikan.

Seperti di Apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani, harga masker jenis N95 harganya melejit hampir 400 persen dari yang sebelumnya Rp23.500 per buah, naik menjadi Rp90.000/buah. Begitupun jenis masker yang lainnya. Harganya juga melonjak sampai tiga kali lipat.

“Semenjak adanya virus corona, masker N95 menjadi langka dan harganya juga jauh lebih mahal. Itu dikarenakan ketersediaan barang di distributor sangat kurang, makanya mau tidak mau harganya juga naik. Sebelumnya per 1 biji harganya Rp23.500 naik menjadi Rp90.000. begitupun dengan masker jenis yang lainnya. ada yang awalnya kita jual Rp8.000 ribu tapi karena langka makanya harganya naik sampai Rp23.000,” terang Michelle, pendamping di Apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani Makassaar.

Menurut Michelle, konsumen yang membeli masker di apotek tempatnya bekerja tidak hanya berasal dari warga Kota Makassar saja, tetapi ada juga yang berasal dari luar Makassar.

“Banyak yang membeli untuk kemudian dikirim ke luar kota. Banyak juga yang mengeluh kenapa harganya naik, tapi kita hanya bisa menjawab bahwa dari distributornya yang memang menaikkan harganya, bukan kami,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang pegawai di Apotek Abadi Farma di jalan Bulusaraung. Bahkan, kata dia, akibat langkanya masker pelindung penafasan, apotek tempatnya bekerja sudah beberapa minggu ini tidak mendapatkan stok benda tersebut.

“Pernah jual, cuma sekarang karena mulai susah stoknya dari distributor jadi kami tidak jual lagi,” ujarnya.

Tak hanya di Apotek, di beberapa minimarket juga harga masker mengalami kenaikan. Salah satunya seperti di salah satu minimarket di jalan Sombaopu.

KSP Serahkan Bantuan 20 Ribu Masker untuk WNI di Hong Kong

KabarMakassar.com — Hingga kini, setidaknya 24 orang di Hong Kong terkena virus corona, satu diantaranya meninggal. Melihat data tersebut, Hong Kong menjadi salah satu negara yang penduduknya berisiko tinggi terpapar wabah ini. Sementara, setidaknya terdapat 200 ribu warga Indonesia tinggal di wilayah tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu pun menitipkan 20 ribu masker kepada Nur Meliani, warga Indonesia di Hongkong yang sedang pulang ke tanah air.

“Kita coba membantu saudara kita di Hong Kong. Perhatian dari kita akan sangat berarti bagi mereka,” kata Moeldoko saat menyerahkan bantuan masker dari Kantor Staf Presiden (KSP) itu kepada Meliani di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (7/2).

Moeldoko berharap, masyarakat Indonesia juga bisa tergerak untuk memperhatikan saudara-saudaranya di luar negeri yang berisiko terpapar wabah ini.

Moeldoko mengatakan, pemberian bantuan masker ini sebagai wujud kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi bagi seluruh warganya dimanapun berada.

Saat ini, kata dia, pemerintah telah melakukan berbagai langkah nyata untuk menghadapi penyebaran dan dampak dari virus corona.

“Kemarin saya pimpin rapat koordinasi yang dihadiri beberapa menteri, hasilnya adalah menunjuk KSP sebagai pusat informasi terpadu penanganan corona di Indonesia,” ujarnya.

Update penyebaran virus corona Sabtu, 8 Februari 2020 pukul 09.00 WIB

Meliani, perwakilan organisasi Aku Indonesia di Hong Kong saat dihubungi pada Sabtu (8/2), menjelaskan, pertemuan dengan Moeldoko membahas kondisi terakhir WNI di Hong Kong terkait wabah corona.

Menurut Meliani, masker dan cairan pembersih tangan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini.

“Kami sangat kekurangan masker kesehatan, walaupun sudah ada bantuan dari berbagai lembaga namun jumlahnya masih kurang mencukupi,” ujar Meliani.

Aku Indonesia merupakan sebuah aliansi kebangsaan gabungan dari beberapa organisasi pekerja migran di Hong Kong. Saat ini warga negara Indonesia di Hong Kong mayoritas berprofesi sebagai pekerja migran dan penduduk tetap. Selain itu, ada juga pelajar dan kunjungan sementara waktu.

Ketersediaan masker di Hong Kong dan Macau sangat langka sejak merebaknya virus corona yang berasal dari China. Padahal masker merupakan salah satu cara paling efektif saat ini untuk menghetikan penularan virus corona.

Sejauh ini, virus corona sendiri kini dikabarkan telah menyebar di 21 negara hanya dalam tempo kurang dari sebulan. Berbagai langkah pencegahan dan penanganan pun dilakukan demi menghindari jumlah korban yang lebih banyak, salah satu cara pencegahan yang paling mudah adalah dengan pemakaian masker. (*)