HUT Ke-61 Maros, Gubernur Serahkan Bantuan Keuangan Daerah Rp 25 M

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Maros menggelar puncak Hari Jadi Ke-61 dengan mengikuti standar protokol kesehatan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Panitia juga membatasi undangan. Peserta yang hadir juga dilakukan pengukuran suhu tubuh, menggunakan masker dan disediakan masker serta handsanitizer.

HUT Ke-61 Kabupaten Maros dilaksanakan di Gedung Serba guna, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Dengan mengusung tema yakni “Menuju Maros Sejahtera 2021”.

Pemprov Sulsel menyerahkan Bantuan Keuangan Daerah sebesar Rp 25 miliar rupiah.

Nurdin menilai Bupati Maros, Hatta Rahman memimpin dengan baik. Dana bantuan ini dapat digunakan untuk melakukan pembangunan di tengah Pandemi Covid-19 ini.

“Beliau ini gerakannya cepat sekali, ada pandemi. Nah pandemi ini sedikit terganggu keuangan daerah. Maka Provinsi datang untuk mensupport,” kata Nurdin Abdullah.

Sedangkan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bantuan keuangan tersebut sebagai wujud sinergitas pembangunan Pemprov bersama pemerintah kabupaten.

“Komitmen Pemprov Sulsel untuk membangun tanpa membedakan dan tidak ada diskriminasi untuk menegakkan sila ke lima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dalam hal pemerataan pembangunan di Sulsel,” sebutnya.

Gubernur juga pada hari jadi Butta Salewangan ini juga melakukan penandantangan prasasti proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Maros.

Ia juga menyerahkan bantuan CSR Bank SulSelBar ke Bupati Maros, berupa satu unit kendaraan mobil operasional untuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz). Juga 14 unit gerobak jualan untuk pelaku UMKM.

Sedangkan, Bupati Maros menyerahkan bantuan sosial tunai untuk 14.292 keluarga senilai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan, dengan total anggaran Rp 5,5 miliar. bantuan bibit ikan nila senilai Rp 40.000.000 dan asuransi kepada nelayan dan asuransi kepada pembudi daya dengan jumlah bantuan senilai Rp 2.500.000 per orang sejumlah 9.014 orang. Juga diserahkan bantuan benih padi untuk luasan 3.000 Ha. Senilai Rp.750.000.000, dan bantuan benih kacang tanah untuk luasan 50 Ha. senilai Rp. 165.000.000.

Hatta Rahman juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada sosok penerima penghargaan dan sekolah berprestasi.

Wisata Bantimurung Maros Mulai Buka 8 Juni

KabarMakassar.com — Kawasan wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros mulai dibuka kembali pada Senin (8/6).

Meski kembali dibuka namun tetap mengacu pada protokol Covid-19 yaitu pengunjung diharapkan menggunakan masker selama berada didalam kawasan wisata, mengukur suhu tubuh sebelum masuk, mencuci tangan, menjaga jarak dengan pengunjung yang lain serta membawa perlengkapan sholat pribadi.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah saat dikonfirmasi melalui telfon seluler pada Minggu (7/6).

“Kawasan Alam Bantimurung betul akan kami buka pada Senin besok, namun tetap memperhatikan protokol Covir-19, dilokasi wisata sebelum pengunjung masuk akan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim Kesehatan” kata Muh Ferdiansyah.

Kawasan Wisata Alam Bantimurung juga dibuka dengan tarif baru yaitu sebesar Rp30.000 rupiah per orang.

Gubernur Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 di Maros

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berkunjung ke Kabupaten Maros untuk menyerahkan berbagai bantuan penanganan Covid-19.

Nurdin Abdullah tiba Jumat pagi, 8 Mei 2020, dan diterima langsung Bupati Maros, Hatta Rahman, di Gedung Serba Guna Maros yang juga merupakan Posko Gugus Tugas dan Media Center Covid-19.

Gubernur menyerahkan bantuan Rapid Test Kit 160 unit, APD Full Set 5 unit, APD 180 unit, Masker 3M 40 Lembar, Masker N-95 40 Lembar, Masker Bedah 400 lembar, Hand Sanitizer Semprot 10 botol, Hand Sanitizer Jerigen 4 jerigen, Sabun Cuci Tangan 7 botol, Face Shield 30 unit, Alcohol swab 1 dos, Blood Lancets 2 dos dan Sarung Tangan 5 dos.

“Ini bantuan non APBD, betul-betul bantuan dari berbagai pihak, donasi. Kemarin PT Vale menyerahkan 30.000 rapid test dan sebagian kita bawa ke sini. Ada teman-teman dari berbagai instansi kasi APD, ada baju lengkap dengan masker, hand sanitizer,” kata Nurdin Abdullah.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena penanganan Covid-19 ditangani dengan gotong royang. Sehingga, sumber bantuan penanganan tidak hanya berasal dari APBD, tetapi melibatkan berbagai pihak.

“Hari ini saya berjalan keliling untuk menyampaikan amanah para donatur kita,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Maros Hatta Rahman, menyampaikan, di Maros terdapat empat klaster positif Covid-19. Klaster umroh, bandara, kemudian pendatang dan itjima. Hingga Kamis kemarin, jumlah pasien Covid-19 positif sebanyak 36 orang, PDP 19 orang, dan ODP 201 orang.

“Alhamdulillah dari 36 itu, kalau berdasarkan hasil Swab sudah 21 negatif, jadi sisa sepuluh yang masih perawatan dan itu OTG. Cuma dua dirawat dan itu pun gejalanya ringan,” jelasnya.

Kelompok Pemuda di Alliritengae Maros Buat Posko Covid-19 Secara Mandiri

KabarMakassar.com — Sejumlah pemuda di Kabupaten Maros yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Cendana membuat portal dan dijaga selama 24 jam di Jalan Cendana, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk melakukan pencegahan dan penularan Covid-19. Salah satu pemuda dari Aliansi Pemuda Cendana, Muh. Khairullah membenarkan hal tersebut. “Ini untuk memutus mata rantai Covid-19 karena kita tahu bahwa penyebaran virus ini sangat cepat,” kata Khairullah, Sabtu (2/5).

Selain itu, Khairullah juga mengaku telah membentuk posko yang diberi nama Posko Cendana vs Covid-19. Kata dia, posko tersebur melakukan sejumlah kegiatan seperti penyemprotan disenfektan pada rumah warga dan para pengendara yang ingin memasuki wilayah itu.

“Pengendara yang ingin memasuki wilayah cendana akan diperiksa suhu tubuhnya dan penyemprotan disenfektan pada kendaraan,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau kepada para warga dan pengendara untuk wajib memakai masker jika ingin memasuki wilayah tersebut demi menjaga penyebaran Covid-19. Menurutnya, pembuatan portal dan posko tersebut dilakukan pada 17 April 2020 lalu.

“Kami berharap agar Covid-19 cepat berakhir agar masyarakat Indonesia terkhusus warga Jalan Cendana pada khususnya dan Maros pada umumnya bisa beraktifitas tanpa khawatir dengan Covid-19” pungkasnya.

Anggaran Belum Cair, Panwascam Maros Pakai Uang Pribadi

KabarMakassar.com — Anggaran hibah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maros untuk pengawasan Pilkada pada September mendatang belum juga cair. Hal itu membuat Kasubag Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulsel, Emil Syahabuddin angkat bicara.

Menurut Emil, persoalan ini bukan hanya persoalan Bawaslu Maros tapi menjadi persoalan secara nasional. Karena, kata dia, sangat jelas bahwa Pilkada adalah program prioritas secara nasional dan undang-undang telah memerintahkan.

“Pemkab-lah yang memfasilitasi anggaran penyelenggaran Pilkada sesuai dengan NPHD yang ditandatangani bersama. Sehingga tidak ada alasan Pemda tidak mencairkan Anggaran tersebut,” kata Emil.

Ia berhadap kejadian pada Pilkada 2015 tidak terulang dimana anggaran Pilkada ditahan oleh Pemkab Maros hingga Pilkada selesai. Ia menilai, hal itu mencerminkan ketidakpatuhan Pemkab Maros terhadap undang-undang sekaligus bukan manajemen birokrasi yang baik.

Pilkada Maros adalah agenda masyarakat Maros dan jika anggaran belum dicairkan dalam waktu dekat, sementara tahapan pengawasan sedang berjalan sampai tingkat kecamatan maka besar kemungkinan penyelenggaraan Pilkada akan kehilangan legitimasi pengawasan,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa informasi yang diterimanya bukan dari pengawas tingkat kabupaten. Akan tetapi, dari Panwascam yang merupakan ujung tombak pengawasan di lapangan.

“Mereka tidak mampu bekerja lagi kalau anggaran belum dicairkan, karena mereka sudah kehabisan dari dana pribiadi sendiri untuk menanggulangi kebutuhan pengawasan dalam beberapa bulan terakhir ini semenjak mereka dilantik, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi Pemkab Maros secara nasional,” pungkasnya.

Besok, Nur Mahmud-Ilyas Daftar KPU Maros Jalur Perseorangan

KabarMakassar.com — Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Maros yang akan maju melalui jalur perseorangan, H.Muhammad Nur Mahmud – Muhammad Ilyas mengkalim sudah merampungkan semua berkas yang menjadi syarat pendaftaran untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tim telah merampungkan syarat jumlah dukungan minimum untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Maros. Kami bersepakat menyerahkan berkas dukungan ke Kantor KPU Kabupaten Maros pada hari Kamis, 20 Februari 2020. Menurut jadwal, kita akan diterima pada pukul 13.30 WITA,” kata Juru bicara pasangan Nur Mahmud-Ilyas, Mutmainnah, Rabu (19/2).

Menurut Mutmainnah, majunya pasangan Nur Mahmud-Ilyas melalui jalur persorangan ini adalah langkah awal dari gerakan perubahan menuju Maros arah baru.

“Terima Kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Maros atas do’a dan dukungannya, sehingga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Maros periode 2021-2026, Nur Mahmud-Ilyas dapat mendaftarkan diri di KPU Kabupaten Maros melalui jalur perseorangan,” ujarnya.

Lebih jauh Mutmainnah mengatakan, Nur Mahmud-Ilyas yang maju melalui jalur persorangan ini mengusung tagline #RakyatBerani.

“Berani yang bukan hanya secara arti harfiah, tapi juga merupakan akronim dari bersih, sejahtera, religius, nyaman dan indah.Maka kegiatan Kamis mendatang (mendaftar ke KPU) adalah perhelatan yang didasari dari dukungan dan kekuatan rakyat,” terangnya.

Sementara, Bakal Calon Bupati Maros Muhammad Nur Mahmud yang populer dengan sapaan ‘Baret Cella’ mengatakan, dengan majunya ia bersama Muhammad Ilyas melalui jalur perseorangan untuk bertarung di Pilkada Maros 2020, hal ini membuktikan bahwa rakyat adalah pemilik kedaulatan.

“Ini bukti bahwa rakyat adalah pemilik kedaulatan yang bisa dan berhak memilih dan menunjuk bakal calon bupati dan wakil Bupati yang mereka inginkan, meski tanpa melalui partai politik,” pungkasnya.

Letjen Purn Geerhan Lantara Bakal Bangun Pesantren di Dusun Tokka Maros

KabarMakassar.com — Mantan Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Geerhan Lantara, akan membangun pondok pesantren penghafal Alqur’an di atas lahan seluas 2 hektare di Dusun Tokka, Desa Bontomarannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Ketua Harian Yayasan Amal Kebangsaan Indonesia (YAKIN), Geralz Geerhan, yang merupakan putra kandung Andi Geerhan, mengatakan pembangunan pesantren tersebut akan dimulai pada pertengahan Januari ini dan ditargetkan rampung akhir 2020.

“Insya Allah, semoga tahun depan sudah bisa digunakan dan beroperasi, karena sekarang ini semua yang dibutuhkan, alhamdulillah, sebagian besar sudah tersedia,” ujarnya, saat ditemui di kantor YAKIN, Jalan Ance Dg Ngoyo, Kota Makassar, (9/1/2020).

Menurut Geralz, lahan yang ditempati merupakan wakaf dari keluarga besar Brigjen Andi Lantara, sedangkan dana yang masuk untuk mendukung kelancaran pembangunan berasal dari donatur YAKIN dan keluarga besar mendiang H. Muhadir, masih kerabat dekat keluarga besar Andi Geerhan Lantara.

“Masya Allah, kami sangat bersyukur, karena perencanaan baru akhir 2018 lalu, tiba-tiba kami dapat dukungan dana besar dari keluarga almarhum H. Muhadir, sehingga membuat kami di YAKIN cukup bersemangat untuk segera memulai pembangunannya,” tuturnya.

Selain itu, dia menuturkan, tim arsitek dan konsultan pembangunan, sudah ada yang bersedia memberikan bantuan secara cuma-cuma.

Geralz menyampaikan, harapan terbesar dari Andi Geerhan Lantara dengan pembangunan pondok pesantren tersebut, sejatinya akan mencetak para generasi penghafal Alqur’an yang memiliki wawasan kebangsaan.

“Kami sangat berharap, melalui pondok pesantren ini akan lahir generasi yang berakhlak mulia dan memiliki wawasan kebangsaan, sehingga mereka akan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa ,” terangnya.

Bendahara Umum YAKIN, Muhaji, menjelaskan pondok pesantren akan dilengkapi dengan laboratorium bahasa, terutama bahasa Inggris dan Arab, dan akan menampung santri setingkat sekolah menengah pertama.

Dia menyebut, pihaknya akan memberlakukan pembayaran penuh untuk santri yang memiliki kemampuan di atas standar, sedangkan santri yang kurang mampu bakal dibantu YAKIN.

“Insya Allah, kami akan memberikan keringanan kepada santri untuk proses pembayaran dan lain sebagainya,” jelas Muhaji.

Dia melanjutkan, karena pondok pesantren tersebut berbasis Qur’an dan berwawasan kebangsaan, maka pendidik di dalamnya akan diisi oleh sejumlah purnawirawan perwira tinggi dari militer dan pendidik lainnya, yang selama ini sebagai praktisi di lembaga Alqur’an.

“Kami juga tetap membuka donasi kepada bapak/ibu yang ingin berdonasi demi suksesnya pembangunan pondok pesantren untuk amal jariyah kita bersama,” kata Muhaji.