Pemkot Makassar Terima Bantuan APD Dari BLK Bantaeng

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar kembali mendapatkan bantuan APD yang kali ini merupakan hasil pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantaeng di Ruang Rapat Wali Kota Makassar, Senin (10/8/2020).

Bantuan yang di serahkan tadi berupa masker 700 pcs, face shield 100 pcs dan APD hazmat sebanyak 50 pcs. Akhmar perwakilan BLK Bantaeng yang secara simbolis menyerahkan kepada Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin mengatakan bantuan ini merupakan hasil dari pelatihan masyarakat Bantaeng.

“Hari ini kami menyerahkan hasil pelatihan berbasis kompetensi dari BLK Kabupaten Bantaeng kepada Pemkot Makassar yang sekiranya dapat di gunakan dalam percepatan penanganan covid-19”,ujarnya.

Sementara Prof Rudy Djamaluddin yang menerima bantuan APD tersebut mengucapkan terima kasihnya dan berharap BLK Bantaeng senantiasa memberikan program menarik bagi masyarakat dalam mengembangkan kemampuan dirinya.

“Luar biasa sekali BLK Bantaeng bantu kita saat ini. Hasil dari pengembangan kemampuan diri masyarakat yang di kelola oleh BLK. Tentu ini membanggakan dan sangat bermanfaat apalagi di tengah pandemi ini”,ungkap Rudy.

Sejumlah bantuan ini rencananya akan di distribusikan ke sejumlah tempat yang memang stok APDnya minim.

Pemkot Apresiasi Langkah GMTD Serahkan Aset Lahan

KabarMakassar.com — Sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang telah di lakukan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, akhirnya PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) menyerahkan sertifikat fasum fasos ke pihak Pemerintah Kota Makassar, di Ruang Kerja Wali Kota Makassar, Senin (10/8/2020).

Penyerahan sertifikat Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) ini di terima langsung oleh Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin di saksikan oleh Forkopimda Kota Makassar beserta jajaran OPD lingkup Pemkot Makassar.

Eka Firman Associate Director GMTD mengatakan penyerahan 11 sertifikat ini merupakan lahan dari Jalan Metro Tanjung Bunga dari ujung hingga Barombong.

“Lahan yang sertifikatnya kami serahkan ini luasnya 8,6 H. Sebanyak 11 sertifikat yang titiknya itu dari Jalan Metro Tanjung Bunga dari ujung hingga Barombong. Alhamdulillah perlahan kami sudah menunaikan tugas dan kali ini nominalnya berkisar sekira Rp 2,7 Triliun”, ungkapnya.

Pengambil alihan aset ke Pemkot Makassar ini di harapkannya dapat di manfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya.

Sementara itu Pj Wali Kota Makassar menuturkan apresiasinya atas kerja sama GMTD dalam membantu pembangunan Makassar.

“GMTD ini salah satu pengembang terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang hari ini telah menunaikan janjinya menyerahkan aset lahan ke Pemkot Makassar. Tentu ini akan kami gunakan untuk masyarakat luas dengan pelebaran jalan Metro Tanjung Bunga”,tegasnya

Dengan adanya penyerahan PSU ini juga di harapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Makassar juga keuntungan bagi para investor yang menanamkan sahamnya di Metro Tanjung Bunga.

Gubernur NA: Masjid Kubah Belum Laik Digunakan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan jika Masjid 99 Kubah belum laik digunakan untuk aktivitas beribadah.

Penegasan itu disampaikan pasca adanya pelaksanaan shalat Jumat yang dilakukan sekelompok masyarakat dari Kaukus Masjid 99 Kubah, Jumat (7/08).

Menurut Bupati Bantaeng dua periode ini, aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang dari kalangan intelektual tak patut dicontoh. Apalagi, di masa pandemic covid-19 seperti ini mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

Dimana, mereka tidak lagi mengedepankan protokol kesehatan. Hal itu kian diperparah dengan kondisi Masjid Kubah 99 yang belum laik pakai.

Dimana kondisinya kotor, tidak ada ketersediaan tempat berwudhu, tempat cuci tangan hingga ketersediaan sanitasi seperti toilet.

“Sangat disayangkan ada gerakan dari mereka yang memaksakan menggunakan masjid shalat jumat, sementara kondisinya sangat tidak laik ditempati beribadah,” ujarnya, saat dihubungi, kemarin.

Tak hanya pada sisi kebersihan, Nurdin Abdullah juga menyoroti konstruksi bangunan masjid yang belum rampung. Bahkan, sangat membahayakan bagi siapa saja yang melakukan aktivitas di dalam.

“Jadi saya mohon, jangan mempertontonkan sesuatu yang tidak mencerminkan diri sebagai seorang intelektual. Jangan gunakan cara-cara yang bisa membuat orang antipasti, apalagi masa pandemi masjid yang higienis saja benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia menegaskan, membuka tempat shalat khususnya pelaksanaan shalat jumat bukan perkara mudah, karena harus memenuhi syarat-syarat tertentu termasuk izin dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Bukan serta merta ketika mau dipakai, langsung dipakai begitu saja. Tapi harus memperhatikan banyak faktor. Masjid itu harus bersih ditempati shalat, bukan seperti kondisi yang ada di Masjid Kubah 99 saat ini,” terangnya.

Jika memang ada keinginan besar masyarakat agar Masjid 99 Kubah bisa segera dipakai untuk shalat. Tentu pihaknya akan mengapresiasi hal itu, hanya harus mengikuti ketentuan yang berlaku termasuk mengedepankan budaya Sipakatau dengan memberitahukan ke Pemprov Sulsel selaku pemilik aset.

“Komitmen Pemprov tentunya ingin agar pembangunan Masjid Kubah 99 segera rampung, tapi bukan perkara secepat itu harus dituntaskan ada protap yang harus diikuti. Mengingat, pembangunan ini menggunakan dana APBD yang sudah mencapai Rp100 miliar lebih,” jelasnya.

Nurdin Abdullah menuturkan, penyelesaian pembangunan masjid itu butuh kajian mendalam, audit fisik dan analisa. Termasuk, butuh kordinasi ke DPRD Sulsel untuk rencana penambahan anggaran.

“Pemprov tidak mau berinvestasi pada suatu tempat, kemudian hasilnya tidak maksimal. Makanya, tidak harus buru-buru karena membangun masjid itu menggunakan uang rakyat. Saya tidak mau hasilnya nanti tidak sesuai harapan, makanya semua harus sabar mengikuti proses yang ada,” tuturnya.

Untuk itu, Nurdin Abdullah kembali mengingatkan kepada siapapun yang hendak menggunakan masjid itu sebaiknya mengurungkan niatnya. Karena, jika dipaksakan tentu dikhawatirkan bisa berujung pada hal yang tidak diinginkan.

“Hasil audit yang dilakukan konstruksi bangunan masih rawan dan membahayakan, kebanyakan menggunakan Alcupan dengan usia hanya 3-4 tahun. Sementara, untuk konstruksi masjid tentu diharapkan bisa digunakan untuk jangka waktu lama 50 sampai 100 tahun,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika periodenya belum dua tahun menjalankan pemerintahan ini, tentunya semua akan diselesaikan dengan baik.

Masjid Kubah 99, diakuinya, masuk dalam skala prioritas pembangunan makanya harus sangat teliti. Dan, menjadi perhatian utama juga oleh KPK terkait pemanfaatan anggaran pembangunan masjid tersebut.

Makanya, Nurdin sangat berhati-hati untuk melangkah merampungkannya. Kalau semua sudah sesuai, dipastikan semuanya bisa cepat kelar.

“Saya menargetkan jika masjid Kubah 99 itu rampung, masyarakat bisa menggunakannya dengan fasilitas lengkap dan bersih. Apalagi, masjid ini menjadi salah satu ikon dari Sulsel khususnya Kota Makassar,” pungkasnya.

Pemkot Terima 5 Ribu Masker dari Kawan Lama Foundation

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar melalui Posko Gugus tugas Satuan tugas penegakan pengendalian covid 19 Kota Makassar kembali menerima bantuan sejumlah Masker dan Hand sanitizer dari kawan lama Foundation (Ace Store)

Bantuan masker serta Hand aniteser diterima langsung oleh penjabat Walikota Makassar Prof. Rudy Djamaluddin dari Store Manager Kawan Lama Ace Shore Cabang Perintis Makassar Firman Nur.di Posko gugus tugas satgas penegakan pengendalian covid 19 di jalan Nikel Raya Kamis 6/8/2020.

Firman menjelaskan saat ini pihaknya dari kawan lama foundation ace store tengah menggalakkan untuk membantu dengan memberikan donasi alat kesehatan khususnya kepada pemerintah dalam mencegah penularan pandemi covid – 19.

“Saat ini kita menggalakkan memberikan bantuan berupa alat kesehatan seperti ADP, masker, hand sanitizer, sarung tangan medis untuk pemerintah dan tenaga medis serta alat pengukur suhu tubuh, bantuan ini juga kami donasikan kepada panti asuhan dan panti wreda di 25 kota Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap dengan adanya bantuan 5000 masker dan 75 liter Hand sanitizer yang didonasikan bertujuan untuk membantu pemerintah kota Makassar dalam menangani penyebaran covid -19

“Harapan kami dengan adanya bantuan 5000 Masker dan 75 liter cairan Hand sanitizer dapat membantu dan bersinergi bersama pemerintah Kota Makassar membantu untuk penanganan covid 19 lebih baik lagi,” jelasnya.

Penjabat Wali kota Makassar Prof. Rudy Djamalauddin apresiasi atas bantuan dari kawan lama foundation. Menurut Prof. Rudy sekarang ini kita membutuhkan bukan hanya bantuan tetapi kepekaan sisial dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemerintah mengendalikan covid 19 ini.

“Kita tidak melihat bantuan ini dari sisi jumlahnya, tetapi yang utama adalah bentuk kepekaan sosial dari semua pihak terutama dari elemen masyarakat untuk bersemangat didslam upaya upaya menngendalikan covid 19 agar cepat berakhir,” terang Prof Rudy.

Makassar Tetap Lanjutkan Pembatasan Wilayah

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat evaluasi tentang tindak lanjut pemberlakuan Perwali no 36 tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Covid-19 di kota Makassar.

Pos pembatasan wilayah diperbatasan kota Makassar tetap terus di lanjutkan meskipun adanya pengurangan personil di masing masing pos tapal batas wilayah kota Makassar untuk memberikan kemudahan akses bagi warga untuk keluar masuk ke wilayah kota Makassar

Hal tersebut diutarakan Ketua satgas penegakan pengendalian covid 19 kota makassar Muh. Sabri yang juga asisten satu Pemkot Makassar saat menggelar rapat evaluasi bersama seluruh jajaran pemerintah kota Makassar yang diikuti kepala dinas, Kapala bagian, seluruh Camat dan perusda Kota Makassar terkait perpanjangan Perwali No 36 Tahun 2020 di Posko Covid 19 Jalan Nikel Raya. Senin (3/8).

Muh Sabri menjelaskan saat ini ada enam kecamatan yang belum maksimal dalam melakukan penanganan khusus untuk menekan episentrum penyebaran covid 19 di wilayah kota Makassar.

“Dari pantauan anggota kami dilapangan masih ada beberapa kecamatan yang belum menerapkan aturan protokol seperti tidak menyediakan alat cuci tangan di fasilitas umum serta masih banyak warganya yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas,” ucap sabri dihadapan peserta rapat evaluasi.

Sehingga kata Sabri dari pantauan anggotanya ada 6 Wilayah kecamatan yang perlu diintervensi untuk dijadikan evaluasi penanganan episentrum covid 19 karena sampai saat ini tingkat penyebarannya masih diatas dari 5 persen

“Mestinya penyebarannya harus dibawah 5 persen kalau diatas 5 persen artinya penangan diwilayah dianggap tidak serius oleh pemerintah. Untuk kita akan berdayakan tenaga kontrak diwilayah kecamatan masing masing mengedukasi warganya terkait protokol kesehatan,”ujarnya.

Sedangkan untuk pembatasan keluar masuk kota Makassar kata Sabri Posko wilayah tetap terus dilanjutkan, hanya saja pemeriksaan suket sudah tidak diberlakukan lagi.

“Namun bagi warga daerah lain ditemukan tidak memakai masker ingin masuk ke wilayah kota Makassar, akan kita suruh balik kembali keluar dari wilayah makassar, begitupun warga Makassar yang tidak memakai masker kita beri sanksi kalau perlu kita rapid test ditempat,” terangnya .

Sementara itu Dandim 1408/BS Kolonel Inf Andriyanto yang hadir dalam rapat evaluasi mengatakan dalam penanganan covid 19 tentunya setiap wilayah punya persolan sendiri sendiri dan dinamika masing masing dalam menangani pandemi Covid 19.

“Kami berharap kalau ada masalah yang dihadapi dilapangan silahkan disampaikan kepada kami, itu lebih bagus lagi agar kita bersama sama mencari solusi dalam menangani masalah Pandemi Covid 19 ini,” terangnya.

Gotong Royong di Makassar, Ewako!

Penulis : Egy Massadiah

Telepon berdering di akhir pekan. Nama Doni Monardo muncul.

Singkat kalimat, “Kirim Al Ghozi ke Makassar, bergabung dengan Dr Andani”

Begitulah instruksi pun langsung tertunaikan. Tengah malam Ahmad Al Ghozi Ramadhan yang sedang menikmati Mie Atjeh di kawasan Cikini bergegas menemukan tiket untuk terbang ke Makassar. Dan paginya, pukul 06.25 pada 26 Juli 2020, dia sudah sampai di Lanud Hasanuddin.

Di sana, sudah ada Dr Andani Eka Putra. Dia adalah Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Dr Andani bersama timnya telah menorehkan prestasi fantastis. Dengan peralatan dan fasilitas yang sederhana, dalam sehari mampu memeriksa hingga 2.600 spesimen.

Laboratorium yang dipimpin Andani beroperasi mulai 20 Maret 2020 setelah mendapat ijin dari Kementerian Kesehatan. Sampai sekarang seluruh petugasnya hanya libur sehari saat Lebaran Idul Fitri.

Mereka yang berjumlah sebanyak 60 orang bekerja secara bergantian selama 24 jam. Targetnya setiap hari memeriksa ribuan spesimen. Berkat militansi yang fantastis itu pula, Kepala Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menggandengnya.

Militansi Dr Andani dipastikan akan sangat bermanfaat untuk kerja besar menanggulangi pandemi Covid-19. Tak pelak, pekan lalu, Andani dibawa ke Surabaya. Di sana, ia berkontribusi atas kapasitas yang dimilikinya. Dari Surabaya, ia diminta Doni membantu Makassar, yang juga punya problem serius mengatasi penyebaran Covid-19.

Sedangkan Al Ghozi?

Dia adalah anak muda, jagoan IT. Dahlan Iskan menjulukinya “anak milenial nakal”. Kemampuannya teruji dan terbukti lewat karya aplikasi data yang diberinya nama fightcovid19.id.

Dalam sebuah catatannya yang viral, Dahlan Iskan menarasikan latar belakang Al Ghozi. Ayah Alghozi sendiri orang Bangka. Menetap di Bangka. Dulunya buka toko. Gagal. Sekarang kerja serabutan. Diantaranya supir. Sedang sang ibu menjadi pencuci pakaian.

Al Ghozi hanya SD di Bangka. “Saya dianggap nakal. Tamat SD dikirim ke Tasikmalaya. Diikutkan bibi,” ujar Al Ghozi.

Ia kembali ke Bangka untuk sekolah SMA–di SMAN 3 Pangkal Pinang.

Setamat SMA Al Ghozi ke Bandung. Masuk Politeknik Padjadjaran. Jurusan Perhotelan. Di situ hanya setahun. Merasa hatinya tidak cocok.

Passion-nya ternyata di dunia digital. Ia masuk D-3 STT Telkom (Telkom University) juga di Bandung. Ia pilih Jurusan Informatika.

“Saya kuliah sambil cari uang,” ujar Al Ghozi. Ia tidak sampai hati meminta kiriman uang dari ayahnya.

“Waktu semester 5 saya nge-Gojek,” katanya.

“Berarti saat itu sudah punya sepeda motor?” tanya mantan Menteri BUMN itu.

“Motornya teman. Ada perhitungannya,” katanya.

Selain itu Alghozi jualan donat. Ke asrama-asrama mahasiswa.

“Orang tua Anda tahu?”

“Tidak tahu. Ayah tahunya kuliah saya lancar,” katanya.

Tahun lalu Alghozi tamat D-3. Anak nakal ini pun sudah bisa membuat beberapa program komputer.

Karya anak muda berusia 22 tahun itu pertama kali diapresiasi Wakil Bupati Belitung, Bangka Belitung Isyak Meirobie. Setelah sukses digunakan di sana, ditawarkan kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Kemudian berlanjut ke Kepulauan Riau dan Surabaya. Sudah menunggu provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara. Ghozi siap mengembangkannya ke provinsi lain. Millenial bertubuh subur ini hanya butuh waktu lima hari untuk menyelesaikan desain pertama aplikasi tersebut. Dia bekerja siang dan malam bersama teman-temannya.

“Niat saya awalnya cuma membantu penanggulangan Covid-19 ini. Saya sangat sedih saat pertama kali mengetahui ada dokter yang meninggal karena terpapar covid itu. Hal tersebut mendorong saya dan teman-teman membuat aplikasinya,” jelas Al Ghozi.

Al Ghozi malas berbicara urusan transaksional. Dia akan menolak mentah-mentah. Bisa dipastikan, jauh di lubuk hatinya hanya ada “merah-putih”. Dalam di dasar perasaannya, hanya ada “totalitas untuk negeri”.

Penampilan Al Ghozi cuek. Kalau sudah bekerja, mirip-mirip orang autis. Sejak April lalu Al Ghozi termasuk anggota tim yang menginap di lantai 10 Graha BNPB. Sama dengan Letjen Doni, tiga bulan lebih tidak pulang pulang ke rumah.

Mengenali wajah Al Ghozi jika kebetulan bertandang ke Graha BNPB terbilang mudah. Pipinya chubby dan senyumnya mudah mengembang. Ia jauh dari bayangan lelaki berkacamata minus dengan tampang serius dan pelit senyum.

Di Makassar, Al Ghozi bersinergi dengan Dr Andani meretas persoalan Covid-19. Aplikasi yang dibuatnya, akan memetakan setiap orang yang bergerak di suatu daerah. Semuanya data dikumpulkam dari petugas pemerintah yang menjaga di pintu masuk pelabuhan di darat, laut, dan udara. Kemudian diinput ke dalam sistem. Bla… bla… bla… pendeknya, kehadirannya di Makassar dipastikan sangat produktif.

Di Makassar, Andani dan Al Ghozi dikawal khusus pakar komunikasi Dr Aqua Dwipayana. Aqua memback-up dr Andani dan Ghozi dalam hal komunikasi. Kepada semua anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel Aqua mengingatkan agar selalu menjadi teladan. Anggota tim harus memulai dengan meniatkan kerja sebagai ibadah. Dengan begitu tanpa beban melakukan semua aktivitas terkait Covid-19.

“Kami mendapat tugas dari Ketua Satgas Covid-19 Nasional Bapak Letjen TNI Doni Monardo untuk membantu Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menangani Covid-19. Makanya kami sengaja datang ke sini,” ujar mereka senada.

Ewako!

Pembatasan Aktivitas Keluar-Masuk Makassar Diundur Hari Minggu

KabarMakassar.com — Penerapan pembatasan aktivitas keluar-masuk Kota Makasar akan mulai diberlakukan pada Minggu, 12 Juli 2020. Pemberlakuan ini mundur dari rencana yang akan mulai diberlakukan pada Sabtu, 11 Juli 2020. Hal ini diungkapkan oleh Penjabat Walikota Makassar Rudi Djamaluddin hari ini, Jumat, (10/7).

“Kita undur dan menjadi hari Minggu, untuk mematangkan persiapan seluruh petugas terkait ” ujar Pj Wali Kota Prof Rudy.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan adanya penerapan Perwali nomor 36 tahun 2020. Mengingat tujuan aturan ini adalah untuk mempersempit aktivitas masyarakat yang tidak perlu dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Meski demikian, Rudi menambahakan jika pemerintah Kota Makassar memastikan bahwa perekonomian tetap berjalan sehingga diatur dalam Perwali pengecualian bagi para pekerja.

“Kita tidak ingin juga membatasi para pekerja masuk ke Makassar, karena roda perekonomian pasti terganggu. Karena roda ekonomi Makassar penggeraknya para pekerja. Sehingga kita kecualikan. Seperti ASN, Polri, TNI, pegawai-pegawai swasta, pedagang-pedagang, buruh-buruh pekerja, pedagang-pedangan sayur,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang masuk dalam pengecualian tersebut, untuk bisa masuk ke kota Makassar hanya perlu menunjukkan identitas dan surat tugas keterangan kerja di Makassar.
“Pokoknya semua yang sifatnya memiliki peran menggerakan ekonomi Makassar itu kita kecualikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudi memastikan Pemerintah Kota Makassar tetap mengawasi para pekerja yang masih melakukan aktivitas di Makassar.

“Kalau petugas melihat ada gejala-gejala atau suhu tubuhnya tinggi, kita rapid. Artinya kita tetap meminimalisir potensi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Kota Makassar Iman Hud mengungkapkan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada Masyarakat Kota Makassar terkait Perwali nomor 36 ini.

“Kita baru sosialisasi sampai hari ini, sosialisasi sudah kita lakukan sejak dua hari yang lalu.saya sudah sering turun menyampaikan satu dan lain hal sehubungan dengan perwali nomor 36. itu edukasi penting supaya masyarakat tidak resa terkait dengan Suket yang dimaksud” jelasnya.

Saat ditanya terkait apakah sudah ada personil yang diturunkan untuk melakukan penjagaan di batas-batas Kota, ia mengaku pihaknya masih menunggu perintah.

“Sampai saat ini belum ada personil yang menjaga di perbatasan, belum ada pemerintah terakhir, bukan belum ada kepastian kita menunggu perintah” tuturnya.

Cara Wagub Sulsel Kunjungi Pemukiman Pinggiran Kota Makassar

KabarMakassar.com — Di sela-sela kesibukannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, kembali menyempatkan mengunjungi pemukiman warga di Hertasning, Kelurahan Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Senin, 6 Juli 2020.

Memasuki pemukiman warga, Andi Sudirman berjalan kaki. Melihat jalanan menuju lokasi tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Warga yang bermukim di perbatasan Makassar-Gowa itu sebagian besar berprofesi sebagai pengumpul barang bekas. Kehadiran orang nomor dua di Sulsel itu untuk melihat kondisi warga di tengah pandemi Covid-19. Sembari mengecek ternak bebek yang dibantu oleh Wagub Sulsel bulan lalu. 170 ekor bebek bantuan Wagub, sudah tampak perkembangannya.

Saat memasuki area pemukiman itu, Wagub Sulsel pun turut membagikan masker. Mengingat Wagub Sulsel aktif menggalakkan gerakan pemakaian masker.

Salah seorang warga setempat, Mallarangang, mengaku, dalam beternak bebek ini dilakukan secara bersama dengan masyarakat.

“Terima kasih banyak Pak Wagub. Bantuan bebek sangat membantu masyarakat marginal yang di pinggiran sini,” ungkapnya.

“Kami berharap bantuan dari Pak Wagub ini, mudah-mudahan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Diketahui, pada bulan Mei 2020, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berkunjung ke daerah tersebut. Kala itu, ia memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga. Melihat lahan pemukiman itu, Ia pun menyarankan warga untuk beternak bebek. Hal ini untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar.

Tanggal 13 Juni 2020 lalu, Wagub Sulsel mengutus tim khususnya memberikan bantuan bebek.

Pemprov Siapkan Rapid Tes Gratis Bagi Warga Bepergian dari Makassar

KabarMakassar.com — Pemerintah Sulsel dan kabupaten dan kota termasuk Pemkot Makassar melalui gugus tugas masing-masing gencar melakukan upaya pemutusan mata rantai Covid-19 dan menekan angka penyebaran. Usaha test dan tracing terus dilakukan, termasuk meningkatkan jumlah pasien sembuh.

Orang-orang yang terjangkit terus dilakukan pencarian untuk ditemukan. Hal ini penting, agar tidak menularkan ke orang lain.

Salah satu program yang digagas Pemprov Sulsel adalah rapid test gratis. Program ini tentunya akan membantu warga masyarakat yang hendak bepergian, khususnya mereka yang melakukan perjalanan antar kota antar propinsi.

Pemeriksaan ini juga akan dilengkapi dengan surat keterangan reaktif atau tidak terhadap Covid-19. Program ini diijadwalkan dilaunching Senin, (6/7)..

“Saya sampaikan, karena sekarang ini yang menjadi persoalan masyarakat mau pergi and harus rapid,” kata Nurdin di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 3 Juli 2020.

Lanjutnya, pemeriksaan akan berlangsung di dua lokasi yakni Aula Balai Kartini jalan Masjid Raya dan di Aula Dinas Kesehatan Propinsi Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Ini kita gratiskan bagi yang mau berangkat, kebetulankan keterangan itu sudah mulai kita gunakan,” tambahnya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Sulsel hadir untuk warganya.

“Supaya tidak ada lagi orang yang mau berangkat lebih mahal biaya Swabnya daripada harga tiketnya,” imbuhnya.

Sistem pemeriksaan pemeriksaan dibangun untuk menghindari kerumunan dan bergerombol, termasuk alternatif mendaftar secara online.

Hal ini juga sekaligus sebagai upaya aktif pemerintah mencari dan menemukan warganya yang terpapar Covid-19. Sulsel menjadi salah satu dari lima provinsi dengan kasus terbanyak.

“Maka saya ingin katakan, jangan kita lihat kasus perhari tapi kita lihat tingkat kesembuhan, terus tingkat penularan. Kalau tingkat penularan itu kita terus melandai. Kenapa setiap hari naik terus (angkanya)? Itu karena tracing, kedua kapasitas laboratorium kita. Jadi sekarang ini kita itu ada tujuh lab dengan kapasitas spesimen itu sampai 2000 perhari,” kata Nurdin Abdullah.

Mereka yang terkonfirmasi positif akan dilakukan penanganan tempat perawatan, gizi yang baik, vitamin yang bagus sehingga mereka lebih cepat sembuh.

Sekolah Favorit, Prof Rudy Fokus Benahi Infrastruktur SD Sudirman

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (pemkot) Makassar berencana akan melakukan pembenahan infrastruktur sekolah. Salah satunya, SD Negeri Sudirman yang terletak di Kecamatan Ujungpandang.

Hal itu disampaikan Penjabat (PJ) Wali Kota Makassar, Prof. Rudy Djamaluddin saat mengunjungi langsung SD Negeri Sudirman, Jumat (3/7).

Rudy didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amalia Malik Hambali serta Kepala Dinas PU, Nirwan Niswan berkeliling dari kelas hingga toiletnya.

“Jadi kemarin kita mendapat keluhan tentang bangunan SD sudirman ini makanya kita langsung kunjungi. Sudirman sebagai salah satu sd favorit di Makassar ini memang tampak usang dan perlu diperhatikan sarana dan prasarana fasilitas pembelajarannya,” ucapnya.

Ia mengatakan ada langkah awal yang akan diambil oleh pemerintah yakni dengan meminta tim dari Dinas PU untuk melakukan audit tekhnis.

“Apakah secara tekhnis ini bangunan masih bagus atau sudah wajar dibenahi. Tapi kita memang akan lebih fokus ke infrastrukturnya,” jelasnya.

Namun menurut Prof Rudy, pembenahan ini perlu. Karena, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan peranan strategis yang dimiliki oleh pendidikan. 

“Dan itu bisa dimulai dari kondisi baik dari sarana dan prasarana yang diberikan kepada guru dan peserta didik,”pungkasnya. (*).
[3/7 10:40] Hamzah Bakrie: Cek Kedisiplinan Pegawai, Prof Rudy Sidak Ruangan di Balaikota

Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin tiba-tiba saja memasuki ruangan satu persatu di gedung Balaikota Makassar, Jumat (3/7/2020). Inspeksi mendadak ini dilakukan saat tiba di dikantor yang beralamat jalan Ahmad Yani tersebut. Rudy tidak langsung ke ruang kerjanya, namun berjalan menyusuri sejumlah ruangan yang ditempati para pegawai bekerja.
Kedatangan orang nomor satu di Kota Makassar ini spontan membuat sejumlah pegawai kaget. Saat di ruangan Bappeda, Rudy menemui salah satu pejabat eselon tiga dan menanyakan aktifitas serta jumlah kehadiran pegawai di ruangan itu.

“Coba cek staf nya yang belum masuk kantor. Karena seharusnya yang piket hari ini sudah ada dan mengerjakan tugas-tugasnya disini. Termasuk juga kondisi ruangan para staf agar diperhatikan kebersihan dan juga penataannya” ujar Rudy kepada pegawai yang ada.

Hal serupa juga dilakukan disejumlah ruangan, seperti ruangan di Bagian Umum, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta beberapa ruangan lainnya.

Rudy menyayangkan beberapa ruangan yang tidak tertata dengan baik dan bahkan cenderung semrawut.

“Mestinya printer, mesin-mesin fotocopy diatur penempatannya, kertas kertas, dokumen-dokumen di rapikan. Termasuk juga kondisi ruangan, jangan hanya ruangan pejabatnya saja yang kelihatan rapi, tapi ruangan staf nya juga harus diperhatikan kenyamanannya. Intensitas pekerjaannya itu lebih tinggi di ruangan staf. Makanya kenyamanannya harus diperhatikan” ujar Rudy.

Sebelum memasuki ruang kerjanya, Rudy meminta agar kondisi kerapian disetiap ruangan harus di perhatikan, termasuk kedisiplinan pegawai agar lebih ditingkatkan.