Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 4 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien yang dinyatakan positif terjangkit Virus Coriona (Covid-19) di Sulsel bertambah 2 orang. Dengan begitu, sampai Selasa (23/3) sore, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah berjumlah 4 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 2 pasien positif ini masing-masing pasien 309 dan pasien 557.

dr Ichsan menjelaskan, untuk Pasien 309 merupakan warga Kota Makassar yang dirawat dan diperiksa swab di Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Makassar sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Karena yang bersangkutan ini memang tinggal (warga) Makassar. Sampai di Makassar, dia ke RS Wahidin untuk diperiksa, dan karena keadaannya sudah tidak ada gejala-gejala lagi, makanya dia diputuskan untuk isolasi mandiri di rumah. Jadi tidak dirawat lagi di Makassar,” kata Ichsan melalui video konferensi, Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk pasien 557, lanjut Ichsan, saat ini yang bersangkutan sementara dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Menurut Ichsan, pasien 557 ini memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah pada tanggal ada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020. Setelah pulang, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk. Tanggal 16 Maret, pasien tersebut dirawat di RS Fatimah Parepare. Kemudian tanggal 17 Maret dirujuk ke RSUD Andi Makkasau Parepare dengan keluhan batuk, demam dan sakit kepala.

“Tanggal 17 itu dia masuk ke RSUD Andi Makkassau, dan dilakukan pengambilan sampel atau spesimennya. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 24 Maret. Pasien 557 ini merupakan warga Pinrang, tetapi dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” terang Ichsan.

dr Ichsan menegaskan, Pemerintah Provinsi Provinsi dan pemerintah kabupaten kota di Sulsel sangat serius melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Tim kita terus bekerja untuk melakukan pelacakan atau contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kita juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing atau phsyical distancing. Pasalnya, hanya dengan ini kita bisa melakukan pemutusan mata rantai penularannya,” imbaunya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemrintah Provinsi Sulsel, hingga Selasa (24/3) pukul 14:46 WITA, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 149, (113 pemantauan, 36 selesai pemantauan) 54 PDP (7 sehat, 47 masih dirawat); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54 orang (7 sehat, 47 masih dirawat); sedangkan pasien positif Covid-19 jumlahnya bertambah menjadi 4 orang (1 meninggal, 1 isolasi mandiri di rumah, 2 di rawat di RS).

1 Pasien PDP di Makassar Meninggal Dunia

KabarMakassar.com — Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk kasus Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Grestelina, Makassar, Senin (23/3) malam. Kabar ini disampaikan langsung Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, melalui perenyataan tertulisnya, Selasa (24/3).

“Semalam seorang PDP meninggal dunia di Grestelina (laki/55thn),” kata Iqbal.

Dalam pernyataan tertulisnya itu, Iqbal menyampaikan bahwa pasien tersebut memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah. Namun, ia memastikan jika pasien ini berbeda travel umrah dengan pasien 285 yang telah meninggal pada 15 Maret lalu.

“Riwayat pulang umroh. Tapi beda travel dengan korban pertama (pasien 285),” terangnya.

Iqbal mengaku, pihaknya kesulitan untuk mendapatkan data travel yang baru saja memberangkatkan umrah pasien PDP yang meninggal tersebut.

“Saat ini kami kesulitan mendapat data travel yang baru saja memberangkatkan umrah beserta nama alamat jemaahnya. Jika kami bisa dapatkan, tentu lebih mudah petugas kami untuk tracing satu persatu semua yang satu pesawat,” ujarnya.

Anehnya, pasien ini meninggal di RS Grestelina, yang notabene tidak termasuk dari 5 RS yang ditunjuk sebagai RS rujukan penanganan kasus Covid-19 di Kota Makassar. Padahal, yang bersangkutan sudah berstatus PDP.

Ada 4 RS yang dicantumkan di laman infocorona.makassar.go.id, website yang dikelola langssung oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kota Makassar. Keempat RS rujukan tersebut yakni: RSUD Labuang Baji; RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo; RS Dr. Tajuddin Chalid, MPH; dan RS Tk. II Pelamonia.

Selain itu, adanya pasien PDP yang meninggal pada Senin (23/3) malam ini juga belum dimasukkan dalam update data kasus Covid-19 di Kota Makassar yang dirilis melalui laman infocorona.makassar.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis di laman infocorona.makassar.go.id tersebut, hingga Selasa (24/3) pukul 12:39 WITA, tercatat jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 30 orang (12 proses pemantauan, dan18 lainnya dalam pemantauan); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 31 orang (27 masih dirawat, 4 lainnya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang); dan pasien positif Covid-19 sebanyak 2 orang (1 meninggal, 1 masih dirawat).

Cegah Penyebaran Corona, Sekolah di Makassar Diliburkan

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memutuskan untuk meliburkan aktifitas proses belajar mengajar di seluruh sekolah mulai tingkat TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs yang ada di Kota Makassar mulai tanggal 16-31 Maret 2020, dan mengganti dengan kegiatan belajar di rumah.

Keputusan ini dituangkan melalui Surat Edaran Walikota Makassar Nomor: 440/83/DKK/III/2020 tertanggal 16 Maret 2020, yang ditandatangani langsung oleh Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

Selain meliburkan sementara aktifitas belajar mengajar di sekolah, dalam surat edaran tersebut Pemkot Makassar juga menginstruksikan untuk menunda sementara lomba-lomba yang melibatkan peserta didik/siswa dan masyarakat, termasuk meniadakan untuk sementara kegiatan car free day.

“Sekolah mulai besok (diliburkan) sampai tanggal 31 Maret. Yang sudah meliburkan hari ini yah boleh. Yang sudah melaksanakan ujian nasional hari ini, silahkan dilanjutkan. Tapi besok akan kita hentikan,” kata Iqbal, usai memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, membahas/menyikapi penyebaran Virus Corona (Covid-19), yang digelar di Ruang Rapat Sipakatau Kantor Balaikota Makassar, Senin (16/3) pagi.

“Kita juga masih mau adakan rapat ini supaya jelas bagaimana atau untuk bicara teknisnya (penundaan ujian nasional).

Apakah ditunda atau bagaimana, makanya kita undang semua kepala sekolah ini bagaimana teknisnya. Tetapi yang jelas, besok itu sudah tidak ada aktifitas berkumpul di sekolah,” sambungnya.

Selain meliburkan proses belajar mengajar di sekolah sampai tanggal 31 Maret mendatang, lanjut Iqbal, Pemkot Makassar juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

“Ini semua merupakan langkah tindak lanjut kita dalam menyikapi penetapan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 sebagai bencana nasional non-alam yang telah ditetapkan pemerintah pusat pada 14 Maret kemarin. Ini upaya pencegahan yang dilakukan Pemkot Makassar,” terangnya.

Sekadr diketahui, Pemkot Makassar juga memustuskan untuk menunda pelaksanaan sejumlah event dalam rangka Hari Kebudayaan Kota Makassar yang sedianya digelar pada 1-4 April mendatang, sampai situasi kembali kondusif.

Waspada Corona, Ini Imbauan Pj Walikota untuk Warga Makassar

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar melakukan langkah antisipasi penyebaran Virus Corona COVID-19 yang saat ini diketahui telah masuk ke Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemkot Makassar yakni dengan mengeluarkan surat imbauan nomor: 443.01/16/HIM/Dinkes/III/2020 tertanggal 3 maret 2020 yang ditandatangai langsung oleh Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Surat Imbauan Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb

Dalam surat imbauan tersebut, Iqbal meminta warga Makassar untuk tidak panik dan tetap melakukan aktivitas dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta melakukan langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan dengan mengenali gejala dari virus Corona yang meliputi: demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan Lesu.

Selain itu, Iqbal juga mengimbau warga Makassar untuk menjaga jarak dengan orang-orang yang mengidap flu dan tidak mudah termakan berita atau kabar hoax.

“Tetap jaga kesehatan, jaga jarak dengan orang yang terkena penyakit flu. Tetap waspada, jangan mudah termakan berita hoax, jaga kesehatan dengan tidak berada di kerumunan orang banyak serta tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak,” kata Iqbal, Selasa (3/3).

Pemkot Makassar, lanjut Iqbal, juga akan menyediakan sanitizer di tempat umum, dan telah berkordinasi dengan pihak bandara dan pelabuhan, agar memasang alat thermal scanner.

“Jika ada pendatang yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, langsung kita isolasi dulu,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, Pemkot Makassar juga menyiapkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang akan selalu memantau setiap Puskesmas di wilayah Kota Makassar untjuk memastikan ada tidaknya ada pasien yang terjangkit Virus Corona.

“TGC ini 24 jam untuk respon kejadian luar biasa. Kalau dulu ada laporan mingguan, sekarang lapoarannya harian,” terangnya.

RSU Wahidin Siapkan 7 Dokter Antisipasi Virus Corona

KabarMakassar.com — Sejak mencuatnya kabar virus Corona yang sedang menyerang masyarakat di Wuhan China, berbagai bentuk pencegahan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Meski, Penyebaran virus Corona belum ditemukan di Sulawesi Selatan, pihak Rumah sakit umum Regional Wahidin Sudirohusodo Sulsel mengaku telah menyiagakan tujuh tim dokter untuk menangani menangani pasien suspect virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Kesiapsiagaan Pendemi RSU Regional Wahidin Sudirohusodo, Irawaty Jaharuddin.

“Jadi Tim Kesiapsiagaan Pandemi ini sudah ada surat ketetapan khusus dari Kemenkes yang menangani pasien. Timnya harus multidisiplin. 24 jam bekerja untuk penanganannya,” ungkap Irawati Kamis,(30/1)

Tak hanya itu, pihak RSU Regional Wahidin juga mengaku telah menyediakan Gedung khusu untuk menangani kasus ini. Dimana masing-masing ruangan akan memiliki peralatan sesuai fungsinya.

“Seperti ruang triase yang difungsikan untuk pemeriksaan awal pasien. Di situ kita menilai, memeriksakan secara awal pasien pada saat pertama kali datang. Dilakukan pengukuran tekanan darah, suhu tubuh dan lainnya” jelasnya.

Selanjutnya, juga disediakan ruang observasi. Di ruangan tersebut pasien akan diperiksa lebih detail dari pemeriksaan di ruangan sebelumnya. Kemudian ditentukan, kategori penanganan lanjutannya, apakah akan dimasukkan ke ruangan ICU atau ke ruangan pemeriksaan biasa.

“Terakhir adalah ruang isolasi. Ruangan tersebut ditujukan bagi pasien yang telah positif terpapar virus corona. Jadi setiap hari, petugas akan memantau sejauh mana suhu tubuhnya, kondisi klinis, pemeriksaan fisik dan radiologi,” papar Irawati.

Jika ada pasien yang positif terpapar virus corona meninggal dunia, disediakan juga disiapkan ruangan khusus untuk menampung jenazah.
“Ketika ada yang meninggal ada ruang perawatan jenazah sendiri, karena dia tidak boleh bergabung dengan jenazah yang lainnya. Dan itu sudah ada alurnya, jadi begitu keluar, sudah ditunggu sama ambulans khusus,” lanjut Irawati

Sementara itu, Direktur RSU Regional Wahidin Sudirohusodo, Khalid Saleh menjelaskan, gedung ini juga diperuntukkan untuk penanganan kasus, seperti flu burung (H5N1), SARS, flu babi (H1N1) dan sekarang diperuntukan lagi untuk yang baru ini corona virus (nCov).

“Selain itu, juga terdapat lima ruangan khusus, yang teknis penanganannya dilakukan secara bertahap jika pasien dianggop positif terpapar virus, dengan tahapan-tahapan penanganannya,” ungkap Khalid.

Nantinya akan diberlakukan aturan dimana petugas yang menangani pasien terpapar virus corona dianjurkan untuk menggunakan pakaian hanya sekali pakai. Kecuali ada yang bisa disterilkan kembali seperti kaca mata, sepatu boots, itu dipakaikan ulang setelah disterilkan.

Petugas juga tidak bisa melalui pintu perawatan kalau mau pulang karena sudah ada jalur khusus yang steril apabila petugas sudah selesai jam jaganya. Mereka juga mandi sebelum keluar ruangan.

Begitu pun dengan keluarga pasien, jika hendak membesuk diwajibkan untuk menggunakan kostum steril. Semua untuk mengantisipasi penularan virus lewat berbagai medium yang ada di sekitar perawatan pasien.

Makassar Mulai Lakukan Antisipasi Virus Corona

KabarMakassar.com — Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menginstruksikan kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya merebaknya virus Corona. Menurut Iqbal, posisi kota Makassar sebagai kota pelabuhan dan juga memiliki bandara internasional berpeluang menjadi pintu masuk virus ini.

“Kota Makassar memiliki pelabuhan, dan bandara bertaraf internasional, lalu lalang manusia dari berbagai negara cukup tinggi, segala yang berkembang secara global juga berpotensi berpengaruh terhadap Makassar. Olehnya itu kita harus waspada, tingkatkan kerja sama dengan semua pihak, utamanya instansi kesehatan. Puskesmas kita juga harus meningkatkan pengawasan, jika mendapat gejala yang mirip agar dilakukan pendalaman yang komprehensif,” ujar Iqbal Suhaeb saat bertindak selaku Inspektur Upacara Bendera Lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Halaman Kantor Wali Kota Makassar, Senin (27/1).

Terkait munculnya virus itu, Iqbal juga mengingatkan tentang ajaran agama Islam yang memang melarang manusia untuk mengkonsumsi binatang buas dan bertaring.

“Penyebaran virus ini sangat cepat, makanya kita harus waspada, apalagi proses penularannya sudah antara manusia dengan manusia. Makanya mulai sekarang kita harus hidup lebih sehat dan membentengi diri dengan melakukan gerakan hidup sehat dan makan makanan yang matang. Serta memakai masker saat flu dan berada di sekitar keramaian,” jelasnya.

Namun Iqbal juga meminta agar masyarakat tak terlalu panik berlebih dalam merespon informasi perkembangan virus ini.

“Jika masyarakat mengalami atau merasa ada tanda-tanda virus corona langsung periksakan ke rumah sakit. Setiap rumah sakit siap menghadapi pasien virus corona. Kita akan pantau terus,” tegasnya.

Saat ini, puluhan negara telah mengkonfirmasi telah terinfeksi virus corona. Virus ini diduga kuat berasal dari Wuhan, Cina Tengah yang penyebabnya bersumber dari binatang buas.