Putu, Kuliner Sarapan Masyarakat Bugis Pinrang

KabarMakassar — Makanan merupakan sumber energi untuk bertumbuh dengan baik setiap hari, maka dalam mengawali hari sebaiknya dengan memenuhi kebutuhan tubuh agar dapat beraktivitas dengan baik.

Aktivitas yang menyehatkan setiap hari biasa diawali dengan bangun lebih awal, olahraga yang cukup, banyak minum air putih dan sarapan yang bermanfaat.

Meski demikian, beragam pola hidup umumnya terjadi di masyarakat, apa lagi di negara Indonesia yang terkenal dengan beragam jenis makanan, jadi setiap daerah memiliki makanan khas yang biasanya menjadi santapan favorite masyarakatnya.

Contohnya masyarakat suku Bugis di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan dengan makanan khas yang biasa disebut “Putu” yang biasa menjadi menu pilihan sarapan masyarakat Kabupaten Pinrang.

Putu ini terbuat dari tepung beras yang dikukus dengan menggunakan wadah tersendiri yang berbentuk tabung, setelah matang biasanyanya dilumuri dengan parutan kelapa muda hingga menambah gurihnya makanan ini.

Putu biasanya di makan dengan sambal namun sambalnya berbeda dengan sambal biasanya karena sambal yang dipadukan dengan putu ini terbuat dari ampas minyak kelapa atau biasa disebut Tai Minyak.

“Jadi cara buatnya, ampas minyak kelapa ini ditumbuk dengan cabe kemudian diberi sedikit penyedap rasa,” ucap Wana yang merupakan salah satu warga yang sedang asyik menyantap putu saat ditemui oleh Tim KabarMakassar dikediamannya pada, Sabtu (18/1/2020).

Menurut Wana, Putu ini paling nikmat disantap pagi hari dan juga hanya tersedia di pagi hari, biasanya sarapan Putu dipagi hari akan bertahan lama dari rasa lapar, makanan Putu ini sangat mudah di dapatkan di Kabupaten Pinrang karena masyarakat yang berjualan juga cukup banyak di pinggiran jalan.

Harganya juga relatif murah cukup perbungkusnya hanya Rp2.000 untuk bisa menikmati kuliner khas Kabupaten Pinrang yang membuat perut kenyang.