Wagub Sulsel Minta Juleha Turun ke Pasar Tradisional

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendorong Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk tidak hanya berada di Rumah Potong Hewan (RPH) saja, tetapi juga turun ke pasar-pasar tradisional untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana tata cara penyembelihan hewan yang memenuhi hewan yang standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Hal ini disampaikan Sudirman saat menghadiri pelatihan peningkatan kompetensi dalam rangka penguatan halal value chain yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Sulsel bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan dirangkaikan dengan pelatihan dan pelantikan pengurus Juleha Provinsi Sulsel, di Baruga Phinisi lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Rabu (12/2).

“Kita harapkan agar Juleha ini harus diterjunkan sampai di tingkat pasar tradisional agar bisa menghasilkan hewan yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat benar-benar disembelih dengan cara yang benar dan memenuhi standar ASUH,” kata Sudirman.

Pada kesempatan tersebut, Sudirman juga menyampaikan, Pemprov Sulsel telah mengalokasikan anggaran di tahun ini untuk sertifikasi halal gratis.

Pengalokasian anggaran ini, kata dia, dilakukan dalam rangka mendukung Indonesia untuk menjadi pemeran utama dalam industri halal dunia.

“Standart sertifikasi halal penting, karena potensi industri halal dunia mencapai nilainya USD 3,2 triliun. Pemprov Sulsel sendiri telah melakukan penganggaran untuk sertifikasi halal, sertifikasi gratis untuk tahun 2020,” ungkapnya.