Dharma Wanita Sulsel Gelar Penyembelihan Hewan Kurban

KabarMakassar.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar penyembelihan hewan kurban di pelataran Kantor Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu, 2 Agustus 2020.

Sebanyak 4 (empat) ekor sapi kurban disembelih dan dibagi-bagikan kepada warga sekitar dan warga yang kurang mampu di kota Makassar, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya membuka acara, Ketua DWP Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Rejeki Hayat mengatakan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebut merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat bersama-sama menghadiri penyembelihan hewan kurban. Ini merupakan salah satu bentuk program kerja DWP Sulsel di Bidang Sosial dan Budaya, khususnya dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Qurban 1441 H”, katanya.

Ia juga berterimakasih kepada seluruh anggota DWP Unit Kerja Provinsi Sulawesi Selatan yang telah turut serta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih, karena terselenggaranya kegiatan ini semua adalah berkat kerjasama dan partisipasi ibu-ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Provinsi Sulawesi Selatan”, ucapnya.

Sri Rejeki Hayat berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat yang kurang mampu juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

“Melalui kegiatan ini kita dapat saling berbagi, khususnya kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah bagi kita semua, Aamiin”, tutupnya.

Pekan Ketiga, Kembali Lies Nurdin Bagikan 5 Ribu Masker

KabarMakassar.com — Hingga pekan ketiga, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Lies F Nurdin, tetap konsisten untuk turun langsung ke jalan mengedukasi masyarakat menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Ajakan untuk menaati protokol kesehatan, Ia sampaikan melalui pengeras suara dengan mobil pick-up yang membawanya melalui ruas jalan terdiri dari Jl. Sudirman, Jl. Ratulangi, Jl. Landak, Jl. Veteran, Jl. Kerung-Kerung, Jl. Pettarani, Jl. Boulevard, Jl. Pengayoman, Jl. Toddopuli, Jl. Borong Raya, Perumnas Antang, Jl. Nipa-Nipa dan finish di kediaman Alamarhum Prof. Fachruddin.

Bersama Alumni SMA Kartika Chandra Kirana (Kachak) Makassar, tempat Ia menempuh pendidikan sekolah menengah, Lies mengajak masyarakat untuk disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain saat beraktivitas di luar rumah.

“Warga Kota Makassar, utamakan kesehatan, tetap patuhi protokol kesehatan, gunakan masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak dengan orang lain saat beraktivitas di luar rumah” ujar Lies kepada masyarakat pada Sabtu, 25 Juli 2020.

Lies menuturkan, dari pantauannya ia mengaku prihatin karena masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker. Baik masyarakat pengguna jalan maupun masyarakat umum yang tetap betaktivitas selama pandemi.

“Masih prihatin karena wilayah pinggir kota terutama pasar-pasar masih banyak masyarakat yang belum sadar untuk memakai masker,” terang Lies.

Lies berharap, edukasi dan pembagian masker ini dapat menumbuhkan kedisiplinan utamanya oleh masyarakat Makassar yang beraktivitas di luar rumah.

“Apalagi Makassar adalah episentrum penularan, saya berharap masyarakat dapat lebih disiplin agar tingkat penyebaran virus bisa ditekan. Kita sama-sama terapkan protokol kesehatan dengan penuh disiplin,” tegasnya.

Selain mengedukasi masyarakat, pada kesempatan ini Lies juga membagikan 5.000 masker kepada masyarakat. Proses pembagian masker berjalan tertib dengan didampingi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Sulsel.

Lies Nurdin: Posyandu Mulai Beroperasi Sesuai Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Masa pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan berdampak pada terbatasnya berbagai aktivitas rutin masyarakat. Pembatasan ini merupakan konsekuensi dari pemberlakuan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus yang saat ini belum memiliki vaksin.

Salah satu aktivitas rutin yang ikut terhenti di masa pandemi ini adalah akses Pos Pelayanan Masyarakat Terpadu (Posyandu) di masyarakat. Akibatnya, kegiatan imunisasi anak maupun layanan konsultasi untuk mencegah kehamilan pada ibu usia produktif ikut terhenti.

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin bersama seluruh komponen terkait yakni Dinas Kesehatan Daerah, BKKBN, tenaga kesehatan, serta pengurus PKK dari seluruh daerah mulai mensosialisasikan pengoperasian Posyandu dengan menerapkan protokol Covid-19.

Melalui Webinar yang digelar dengan tema ‘Revitalisasi Posyandu di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Masyarakat Sehat’ Lies menerangkan perlunya upaya agar proses imunisasi anak melalui Posyandu tetap terlaksana di masa pandemi.

“Kami membicarakan bagaimana mengaktifkan kembali Posyandu, karena dilihat dari jumlah anak-anak yang diimunisasi menurun, khususnya pada bulan Maret dan April,” terang Lies usai mengisi kegiatan Webinar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 10 Juli 2020.

Lies menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi, persentase penurunan anak yang tidak diimunisasi pada Maret sebanyak 5,1 persen, jumlah ini jauh meningkat pada April yakni sebanyak 19,7 persen.

“Kondisi ini sangat berbahaya untuk masa depan anak-anak kita, bisa memicu kejadian luar biasa, di mana anak-anak dengan polio, campak dan rubella serta penyakit lain yang membutuhkan imunisasi menjadi meningkat dan berpotensi sebagai kejadian luar biasa,” jelas Lies.

“Untuk itu, kami mengimbau Posyandu di seluruh Kabupaten Kota bisa diaktifkan kembali dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Sementara, dalam aturan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Pemyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, layanan Posyandu yang beroperasi di masa pandemi wajib memastikan kader Posyandu yang bertugas dalam keadaan sehat. Petugas wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, wajib mengatur meja minimal 1 meter, para orang tua bayi/balita membawa kain/sarung untuk menimbang, mengatur jadwal masuk sasaran ke area pelayanan sebagai upaya Physical Distancing (maksimal 10 orang petugas termasuk petugas), menyediakan sarana cuci tangan dan had sanitizer, anak yang imunisasi suntik diminta untuk menunggu di sekitar atau diluar area pelayanan sebelum pulang untuk menerapkan prinsip safety injection, dan kader Posyandu melakukan pemantauan dan pelaporan kondisi masyarakat yang terdampak kepada petugas yang berwenang.

Lies F Nurdin Ajak Bunda PAUD Cegah Penularan Covid-19 pada Anak

KabarMakassar.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin, mengajak seluruh Bunda PAUD mengoptimalkan peran dalam mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19, utamanya bagi anak usia dini. Beberapa langkah bisa ditempuh oleh setiap Bunda PAUD di masa pandemi sebagai antisipasi penyebaran virus, khususnya di kalangan anak-anak.

“Peran Bunda PAUD dalam masa pandemi Covid-19 ini, diantaranya aktif memotivasi keluarga, pengelola dan penyelenggara layanan PAUD untuk tetap melakukan pendampingan pembelajaran dari rumah, sesuai protokol yang telah ditetapkan, khususnya edukasi informasi yang benar mengenai Covid-19,” kata Lies saat menjadi pembicara utama pada Webinar “Bersama Melawan Covid-19 Menuju New Normal” yang digelar di kediaman pribadinya, Perumahan Dosen Unhas, Jumat, 19 Juni 2020.

Menurut Lies, Bunda PAUD memiliki peran dalam advokasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama maupun tokoh sentral lainnya, untuk melakukan sosialisasi kepada masing-masing keluarga mengenai pencegahan dan penularan Covid-19 dan pemberlakuan new normal bagi anak usia dini. Bagi Lies, dibutuhkan upaya kreatif dan inovasi yang mampu membuat anak ikut menerapkan perilaku sesuai protokol kesehatan di masa pandemi ini.

“Misalnya melalui lagu, anak-anak mudah mengerti jika disampaikan melalui lagu, bagaimana mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman, hingga menggunakan face shield karena anak-anak usia di bawah dua tahun tidak disarankan menggunakan masker,” jelas Lies.

Untuk itu, Lies bersama Tim Bunda PAUD Sulsel berencana menggelar lomba cipta lagu anak serta modul menarik yang berisi tata cara mencegah dan memutus penularan Covid-19.

Ia berharap, setiap Bunda PAUD mampu menelurkan ide dan inovasi agar masyarakat memanfaatkan peluang meningkatkan ekonomi keluarga dengan membuat masker dan face shiled anak, stiker perilaku hidup sehat dan lain sebagainya. Upaya lain yang perlu dilakukan, adalah aktif berinovasi menciptakan menu sehat dan variatif bagi anak, aktif memberi materi mengenai edukasi dan perawatan anak, serta menjalin kerjasama dengan mitra maupun lembaga dan tokoh untuk mendukung kegiatan anak usia dini di masa pandemi ini.

Selain menghadirkan Bunda PAUD dari seluruh Kabupaten/ Kota se Sulsel, kegiatan ini juga dihadiri oleh pemerhati anak dari Unicef.

Lies F Nurdin Bagikan Ratusan Bibit Pohon di CFD Sudirman

KabarMakassar.com — TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan membagikan ratusan bibit pohon secara gratis pada momen Car Free Day (CFD) Jl. Sudirman, Makassar (Depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel), pada Minggu, 26 Januari 2020.

Usai melakukan senam pagi bersama seluruh masyakat yang hadir di CFD Sudirman, Lies F. Nurdin membagikan langsung bibit-bibit tanaman kepada masyarakat yang datang.

“Hari ini kita bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menghijaukan Sulawesi Selatan. Ada banyak bibit pohon buah-buahan yang dibagikan. Ada pohon mangga, durian dan rambutan,” jelas Lies F. Nurdin selaku Ketua TP PKK Prov. Sulsel.

Istri dari Nurdin Abdullah ini juga berpesan agar bibit pohon yang sudah diberikan dapat dirawat dengan baik.

“Tolong dijaga dan dirawat dengan baik ya bu, supaya lingkungan kita lebih hijau dan lebih lestari lagi,” imbau Lies yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Sebelumnya, Lies bersama segenap Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Sulsel juga sudah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk membagikan ratusan bibit tanaman di beberapa sekolah yang ada di Sulawesi Selatan, diantaranya adalah SMAN 2 Kab. Takalar, SMAN 7 Kab. Takalar, SMAN 9 Kab. Bone, SMAN 13 Kab. Bone, SMAN 5 Kota Pare-pare, SMAN 4 Kota Pare-pare, dan SMKN 2 Kab. Pinrang.

Lies Nurdin Buka Seminar Pengembangan Diri

KabarMakassar.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Musyawarah Provinsi IV yang diikuti seluruh pengurus dan Anggota DWP seluruh Kabupaten/Kota se Sulsel.¬†

Salah satu agenda dalam kegitan ini diisi dengan seminar pengembangan diri, yang dibawakan oleh motivator sekaligus psikolog, Irwani Pane.

Selama satu jam, para anggota DWP yang berjumlah 350 orang mengikuti materi mengenai membangun komitmen dalam rumah tangga untuk selalu berdisiplin, tanggung jawab, profesional, menjunjung etika dan moral, untuk mendukung kegiatan setiap anggota keluarga, utamanya para suami.

“Sebagai istri dari seorang ASN dan pemimpin di masyarakat, kita harus senantiasa belajar untuk mengembangkan wawasan, dituntut cakap dan tangguh. Di saat bersamaan, juga mampu menjadi energizer bagi suami dan anak-anak kita,” tutur Irwani Pane, di Aula BPSDM Sulsel, Selasa, 14 Januari 2020.

Materi yang dibawakan secara apik oleh Irwani Pane juga diisi dengan sharing session mengenai upaya membangun komunikasi positif dan self brand, untuk menjadi pribadi dan pendamping yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin, menyampaikan pentingnya mendukung dan memperluas wawasan agar mampu membimbing generasi masa depan menjadi lebih baik.

“Di era revolusi industri, peran istri dalam membimbing generasi masa depan menjadi semakin penting. 80 persen populasi di Indonesia terdiri dari perempuan dan anak-anak, tugas ibu-ibu di ruangan ini tidak ringan, butuh komitmen kuat dan berlanjut,” tutur Lies.

Kegiatan Musyawarah Provinsi ini diadakan untuk membentuk Rancangan Peraturan dan Tata Tertib Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulsel.