Legislator Gerindra Sebut Tak Masalah Jika Ada “Panwaslu Titipan”

KabarMakassar.com — Jelang Pilwalkot Makassar pada September mendatang, sejumlah persiapan telah dilakukan. Salah satunya adalah pembentukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kelurahan yang kini sedang memasuki tahap seleksi.

Tahapan ini merupakan salah satu yang sangat krusial karena rawan disusupi calon Panwaslu titipan dari bakal calon yang akan bertarung. Apalagi, seleksinya hanya dilakukan pada tingkat kecamatan.

Terkait hal itu, anggota Komisa A DPRD Kota Makassar, Kasrudi mengatakan bahwa seleksi Panwaslu Kecamatan sudah cukup terbuka dan tidak tertutup secara prosedural.

“Pemilihannya sudah cukup bagus dan terbuka, mereka juga sudah tidak menutup pemilihannya” kata Kasrudi ketika ditemui di Kanto DPRD Kota Makassar, Kamis(27/2).

Adapun ketika ditanya mengenai peluang adanya Panwaslu Kelurahan titipan yang seleksinya saat ini sementara berlangsung, Kasrudi tidak mempermasalahkan hal itu. Terpenting, kata dia, adalah kompeten dan mampu mengembang tugas.

“Selama itu dia mampu dan berkompeten, saya rasa tidak ada salahnya karena ini Panwaslu kecamatan ada ji lagi pimpinannya di atas,” jelasnya.

Budi Hastuti Minta Soroti Dishub dan Dinsos Soal Gepeng Dijalan

KabarMakassar.com — Anggota komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti meminta Pemkot dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan serius menangani masalah gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang masih berkeliaran di Kota Makassar.

Keberadaan gepeng dan anak jalanan bagi legislator perempuan tersebut sangat meresahkan dan memprihatinkan di Kota Makassar. Untuk itu ia meminta agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah gepeng, dan juga pak ogah.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah gepeng dan pak ogah,” ungkap Budi Hastuti, Rabu (5/2).

Budi Hastuti juga mengaku jika sudah banyak keluhan yang masuk dari masyarakat terkait keberadaan gepeng dan pak ogah di jalan-jalan Kota Makassar.

Tak hanya merusak estetika kota, keberadaan mereka pun sering menyebabkan jalanan macet.

“Saya juga sebagai masyarakat cukup resah dengan adanya pak ogah ini. Sering terjadi macet yang di akibatkan dari pak ogah tersebut terutama di Jalan hertasning ini,” tutur legislator pendatang baru di DPRD Makassar.