KPU Sulsel: Anggaran Pilkada Bisa “Membengkak”

KabarMakassar.com — Pemerintah, DPR, dan sejumlah penyelenggara menyepakati Pilkada serentak 2020 dipastikan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Hal itu berdasarkan rapat kerja Komisi II, Rabu (27/5) kemarin.

Terkait hal itu, Komisioner KPU Sulsel mengatakan jika pihaknya sudah mendapat informasi mengenenai kepastian jadwal Pilkada tersebut. Karena itu, pihaknya akan segera melakukan berbagai upaya persiapan.

“Tentu kami akan melakukan sejumlah persiapan. Tapi, kami harus menunggu juga bagaimana regulasi Pilkada nanti yang tertuang dalam PKPU. Ini penting agar pelaksanaan tahapan semakin jelas,” kata Uslimin, Kamis (28/5).

Untuk sekarang, kata dia, pihaknya akan meminta kepada seluruh KPU kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada untuk kembali melaksanakan tahapan yang tertunda.

“Jadi kan kemarin ada tahapan yang ditunda, maka kami minta agar itu dilaksanakan kembali. Seperti pengaktifan kembali PPK bagi yang sudah dilantik maupun melaksanakan pelantikan PPK dan PPS yang sempat tertuda dan tahapan lain,” ungkapnya.

Alumni Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar itu juga mengaku jika KPU Sulsel telah melakukan rapat virtual bersama sejumlah 12 KPU kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada di Sulsel.

“Tadi kita sudah rapat secara virtual dan kami minta agar KPU di daerah segera bersiap, termasuk dalam hal persiapan memetakan TPS berdasarkan jumlah pemilih,” katanya.

Menurutnya, pemetaan TPS itu sangat penting untuk mengantisipasi pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan. Saat ini, kata dia, dengan asumsi normal data terakhir pemetaan TPS yang dilakukan KPU kabupaten/kota sebanyak 8740 TPS dengan jumlah total pemilih 3.636.785 pada 12 kabupaten/kota.

“Jadi kami perintahkan secara lisan pada rapat virtual agar KPU yang melaksanakan Pilkada itu memetakan ulang TPS dengan asumsi maksimaal 300 pemilih, 400 pemilih, dan 500 pemilih. Pemetaan baru ini untuk mengantisipasi pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan dan mengurangi kerumunan,” terangnya.

Lanjut, Uslimin mengatakan jika pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan bisa berimbas pada penggunaan anggaran Pilkada. Apalagi, kata dia, jika dilakukan pemetaan ulang TPS di daerah.

“Jika jumlah pemilih tiap TPS diatur secara ketat, ini diduga akan berimbas pada anggaran Pilkada karena bisa jadi ada penambahan atau pengurangan TPS. Sehingga bisa membengkak, bisa juga menghemat. Tergantung situasi tiap daerah,” pungkasnya.

KPU Sulsel Uji Coba E-Coklit Serentak pada 24 TPS

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel melakukan uji coba Elektronik Pencocokan dan Penelitian (E-Coklit) serentak pada 12 KPU kabupaten/kota se-Sulsel, Kamis (14/5). Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPU Sulsel, Uslimin.

Ia mengaku jika E-Coklit tersebut merupakan yang pertama dilaksanakan secara nasional. Menurutnya E-Coklit itu dilaksanakan pada 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 12 daerah yang akan menggelar Pilkada di Sulsel.

“Hari ini telah dicoba E-Coklit pada 24 TPS dengan rincian masing-masing dua TPS pada KPU kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada,” kata Uslimin.

Ia menambahkan jika pelaksanaan E-Coklit ini mulai dilaksanakan pada pukul 09.00 sampai pukul 16.00. Ia mengatakan berdasarkan data terakhir bahwa ada sekitar 2018 orang yang telah melakukan E-Coklit se-Sulsel.

“Persentase itu sangat bagus yakni 21 persen dengan tingkat persentasi tertinggi yakni KPU Toraja Utara yang berhasil melakukan E-Coklit 387 pemilih, kemudian KPU Luwu Timur 186 pemilih,” ungkapnya.

Lanjut, Uslimin mengatakan jika E-Coklit ini dilaksanakan dengan dua metode yakni online dan offline. Untuk metode online, kata dia, proses E-Coklit agak lebih mudah.

“Jadi ada dua fitur E-Coklit yakni offline dan online. Jika pakai fitur online, itu tidak tersimpan di HP tapi langsung server, kalau offline itu agak sulit karena harus pakai HP dengan kapasitas memori yang besar karena disimpan dulu baru diupload,” jelasnya.

Waspada Corona, Sejumlah Teknis Kegiatan Tahapan Pilkada Berubah

KabarMakassar.com — Sejumlah teknis pelaksanaan kegiatan pada tahapan Pilkada serentak 2020 mengalami perubahan. Pemberitahauan ini disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia melalui surat edaran yang ditujukan kepada seluruh KPU provinsi dan kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020.

Komisioner Divisi Humas, Data, Informasi dan Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin mengaku pihaknya sudah menerima surat dari KPU RI yang merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran KPU Nomor 4 Tahun 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Pencegahan Penularan lnfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi lndependen Pemilihan Aceh dan Komisi Pemilihan Umum Komisi lndependen Pemilihan Kabupaten/Kota itu.

Dalam surat KPU RI dengan nomor 259/PP.04.2-SD/01/KPU/III/2020 tentang Penegasan Mekanisme Kerja Teknis Pelaksanaan Tahapan Pemilihan 2020 tertanggal 19 Maret itu, kata dia, ada beberapa teknis tahapan Pilkada yang berubah. Salah satunya terkait dengan pelaksanaan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Pelaksanaan pelantikan dan bimbingan teknis (Bimtek) tidak dilaksanakan secara serentak, tapi diserahkan kepada kecamatan masing-masing yang dimulai pada 23 Maret mendatang,” kata Uslimin, Jumat (20/3).

Untuk detail pelaksanaan pelantikan PPS berdasarkan surat edaran KPU RI tersebut, Uslimin menjelaskan, jika ketua atau anggota KPU kabupaten/kota tidak dapat melakukan pelantikan di kecamatan dengan cara berpencar pada titik berbeda, maka KPU kabupaten/kota akan menyerahkan salinan surat keputusan pengangkatan PPS kepada masing-masing anggota PPS melalui PPK.

“PPS cukup diberi SK pengangkatan saja, dan ketika masa darurat selesai sesuai dengan kondisi daerah masing-masing, barulah dapat melaksanakan pelantikan,” jelasnya.

Selain teknis pelantikan PPS, lanjut Uslimin, dalam surat edaran KPU RI itu, para verifikator calon perseorangan juga diminta untuk sedapat mungkin membatasi kontak langsung dengan pihak yang diverifikasi.

“Membatasi kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah yang masif, menggunakan masker, menyiapkan hand sanitizer dan menghindari jabat tangan,” paparnya.

Uslimin menekankan, meski sejumlah teknis pelaksanaan kegiatan berubah, namun jadwal seluruh tahapan Pilkada serentak 2020 masih tetap sama dan tak ada perubahan.

“Kalau tahapan di depan saja masih sesuai jadwal semula, maka berikutnya juga masih sama. Paling tidak, begitu kondisinya sampai hari ini,” pungkasnya.

Ini Lokasi Tes CAT PPK di 12 Daerah Sulsel

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 12 daerah serentak menggelar tes para calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Dimana pengumuman seleksi berkas telah diumumkan pada Selasa, (28/1) malam dan besok, Kamis 30 Januari 2020 dilakukan tes kepada calon anggota PPK yang lolos ketahapan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT).

Tes CAT ini nantinya untuk menguji pengetahuan terkait regulasi dan hal-hal yang terkait dengan pola kerja PPK, sehingga menggunakan sistem tes komputer tersebut.

Ada 12 daerah di Sulsel yang bakal mengelar tes CAT diantaranya, Kota Makassar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Bulukumba, Gowa, Maros, Soppeng, Toraja Utara, Tana Toraja, Pangkep, Luwu Utara, Barru dan Luwu Timur.

Sementara itu KPU Makassar yang bakal menggelar tes CAT untuk calon PPKnya di Kampus Unhas di Fakultas Kedokteran mengaku telah siap. Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Makassar, Endang Sari.

Endang Mengatakan, sistem tes CAT ini nantinya menyisakan peringkat 1-10 di setiap Kecamatan untuk maju ke tahap seleksi berikutnya yaitu tes wawancara.
Penggunaan sistem CAT ini bertujuan untuk pengimplementasian sistem seleksi yang bebas dari kecurangan.

“Metode CAT adalah metode yang dipilih sebagai bentuk komitmen KPU makassar terkait Transparansi ke publik dalam proses seleksi PPK ini,” tutup Endang Sari.

Berikut lokasi tes CAT bagi para calon anggota PPK di 12 wilayah di Sulsel,

1. Selayar, lokasi SMK 1 Benteng
2. Bulukumba, lokasi SMK Neg. 1 Bulukumba
3. Gowa, lokasi Kampus UIN Samata Fak SainTek
4. Maros, lokasi SMK 1 Maros
5. Soppeng, lokasi MAN 1 Soppeng
6. Toraja Utara, lokasi SMK Negeri 1 Rantepao
7. Tana Toraja, lokasi SMAN 5 Makale
8. Pangkep, lokasi SMA Negeri 1 Pangkep.
9. Luwu Timur, lokasi SMA Neg. 1 Malili
10. Barru, lokasi SMA Negri 1 Barru
11. Luwu Utara, lokasi SMP 1 Masamba.
12. Makassar, lokasi Fakultas Kedokteran Unhas.