KPU Gowa Siap Laksanakan Pilkada dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa akan menerapkan protokol kesehatan di seluruh tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa 2020 mendatang.

Ketua KPU Gowa Muchtar Muis mengatakan jika penerapan protokol kesehatan ditiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai rekomendasi oleh Gugus Tugas Covid-19.

“Kami akan menyiapkan tempat cuci tangan sebelum masuk. Pemeriksaan pengecekan suhu tubuh kemungkinan akan disiapkan ditiap TPS kemudian disiapkan hand sanitizer,” kata Muchtar Muis, Senin (15/6).

Selain itu, kata dia, penggunaan tinta kepada pemilih tidak melakukan dengan cara celup melainkan petugas penyelenggara akan meneteskan tinta ataupun mengolesi kepada pemilih.

“Intinya kita akan meminimalisir adanya proses bersentuhan alat yang digunakan di TPS antara pemilih dan pemilih lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan protokol standar kesehatan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga akan dilakukan KPU Gowa.

“Protokol kesehatan penyelenggara yakni masker dan pelindung wajah akan disiapkan penyelenggara sehingga dalam setiap pelaksanaan tahapan. Standar kesehatan yang direkomendasikan Gugus Tugas itu bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

KPU Gowa Gelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PPS Secara Virtual

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah Panitia Pemungutan Suara (PPS) secara virtual di Ruang Aula KPU Gowa, Jalan Andi Mallombassang, Somba Opu, Gowa, Senin (15/6).

Pada kesempatan itu, Ketua KPU Gowa, Muchtar Muis mengatakan jika pelantikan PPS diselenggarakan secara virtual pada 167 Desa dan Kelurahan yang disebar pada 19 titik di Kabupaten Gowa.

“Ada 501 PPS yang dilantik se-Kabupaten Gowa yang dibagi di 19 titik. Untuk disini 7 Kelurahan sebanyak 21 orang dan kita tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Muchtar Muis.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan sebanyak 1232 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya hasil itu akan berubah saat penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Kemarin konsep perencanaan kami merencanakan 1232 TPS. Tapi hasil putusan kordinasi KPU dengan Komisi II dan penyelenggara lainnya bahwa dimaksimalkan 500 pemilih per TPS. Maka setelah melakukan proses pemetaan itu mengalami penambahan menjadi 1430 TPS,” ungkapnya.

“Itu untuk perencanaan awal sambil menunggu kepastian total TPS itu pada saat penetapan DPT,” tambahnya.

Diketahui, pada pelaksanaan tahapan pemilihan KPU Gowa akan membatasi pemilih yang akan melakukan pencoblosan.

KPU Gowa Siap Laksanakan Pilkada dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa akan dimulai pada Juni mendatang. Ketua KPU Gowa Muhtar Muis mengatakan hal ini berdasarkan musyawarah bersama yang ditetapkan proses pemungutan suara akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami sengaja meminta untuk melakukan audience untuk pengujian dan informasi sejauhmana kasus Covid-19 di Gowa. Kami ingin mendapatkan protokol kesehatan yang seperti apa yang bisa kami terapkan jika pelakasanaan Pilkada dimulai,” kata Muhtar, Rabu (3/6).

Menurutnya, dalam kunjungan tersebut membahas lanjutan pelakasanaan Pilkada Serentak 2020 khususnya di Kabupaten Gowa di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 ini.

Ia menjelaskan, pada tahapan pilkada nantinya akan ada beberapa agenda yang akan dilakukan. Pertama, pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan total anggota PPS sebanyak 501 orang.

“Proses pelantikan ada dua opsi yang diberikan oleh KPU RI yaitu pelantikan secara virtual di masing-masing wilayah atau pelantikan berjenjang yang masing-masing komisioner KPU diberi kewenangan untuk melantik,” jelasnya.

Kedua, kata dia, pihaknya akan melakukan proses pemutahiran data pemilih yang akan dilakukan melalui tingkat RT. Kata dia, hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan masyarakat.

“Jika aturan ini jadi diberlakukan, proses pemutahiran data hanya sampai tingkat RT maka besar harapan kami jika dari awal agar pemerintah daerah menginformasikan kepada ketua RT untuk menyiapkan data penduduk yang ada disana,” katanya.

Ketiga, yaitu pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 4 hingga 6 September 2020, serta penetapan calon pada 23 September.

Menurutnya pada tahapan ini pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, kata dia, untuk penyerahan berkas pasangan calon agar dibungkus menggunakan plastik dan menyerahkan soft copy.

Kemudian, tahapan keempat yakni kampanye, dimana proses kampanye hanya diberlakukan selama 70 hari. Menurutnya, tahapan ini akan lebih banyak menggunakan media sosial ataupun online.

“Begitupun dengan debat kandidat akan dilaksanakan tanpa menghadirkan pendukung pasang calon. Nantinya debat akan disiarkan melalui televisi dan beberapa media sosial,” katanya.

Terakhir, untuk proses pemungutan suara akan dilakukan dengan merujuk pada protokol kesehatan. Diantaranya petugas akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) berupa masker, penutup wajah, penyediaan termogram, tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, dan hand sanitizer.

“Alat coblos kami rancang yang sekali pakai. Begitupun dengan tinta, kami tidak menganjurkan untuk dicelupkan. Tapi petugas nanti yang akan membantu menggunakan alat tetes. Jadi ini yang kemungkinan akan diterapkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku menyambut baik rencana KPU Kabupaten Gowa. Apalagi, kata dia, kasus Covid-19 di Gowa saat ini masih cukup tinggi.

“Jika data dari Badan Intelejen Negera (BIN) puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Juli mendatang. Makanya kita harap agar beberapa kegiatan atau tahapan Pilkada yang diberlakukan KPU dilaksanakan secara virtual,” kata Adnan.

Adnan juga meminta agar pada saat proses pemungutan suara agar memperhatikan protokol kesehatan. Begitupun dengan tahapan kampanye dan debat pasangan nantinya agar melibatkan media terutama media elektronik seperti siaran televisi dan influencer.

“Oleh karena itu, harus betul-betul kita persiapkan secara baik. Sehingga kita juga menjadi bagian yang berkontribusi menurunkan tingkat penyebaran,” pungkasnya.

Pilkada Gowa Tanpa Calon Independen

Kabarmakassar.com — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa digelar bakal tanpa calon independen. Pasalnya, sampai batas penutupan pendaftaran bakal calon independen, Minggu (23/2) lalu, tidak satupun bakal pasangan calon yang mendaftar.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Bawaslu Gowa, Samsuar Saleh. Ia mengaku pihaknya telah melalukan koordinasi dengan KPU Gowa dalam rangka memantau perkembangan tahapan penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati dari kalangan independen.

“Hari terakhir penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati melalui jalur independen dari data yang kami terima, ada satu calon yang mengambil Aplikasi Sistem Pencalonan (Silon) tapi pada pukul 24.00 wita pada hari Minggu tidak ada yang mendaftar, maka bisa dipastikan tidak ada bakal pasangan calon independen,” kata Samsuar, Selasa (25/2).

Ia menambahkan pihaknya telah menerima Berita Acara (BA) dari KPU Gowa terkait tidak adanya pencalonan independen pada Pilkada mendatang.

“BA dengan Nomor 28/PL.02.2-BA/7306/KPU-Kab/II/2020 sudah kami terima dari KPU Gowa yang menjelaskan tidak ada bakal pasangan calon yang datang membawa dokumen syarat dukungannya,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Gowa Muchtar Muis. Ia mengaku pihaknya sudah mempersiapkan pendaftaran bakal pasangan calon perseorangan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan berdasarkan Petunjuk Teknis Keputusan KPU RI Nomor 82/PL.02.2-Kpt/06/KPU/II/2020.

“Iya, tidak ada satu bakal pasangan calon yang mengambil Silon untuk jalur independen, tapi sampai selesai jadwal yang telah ditetapkan tidak ada datang membawa dokumen syarat dukungannya dan tim juga sudah siap menerima sesuai jadwal dan petunjuk teknis yang di tetapkan. Hari terakhir kami menunggu sampai pukul 24.00 Wita,” kata Muchtar.