Baru 7,2% Penduduk Makassar Lakukan Sensus Mandiri

KabarMakassar.com — Sensus Penduduk 2020 secara mandiri (online) resmi dibuka/dimulai pada 15 Februari lalu. Hingga Rabu (11/3), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel baru sekitar 7,2% penduduk Kota Makassar yang melakukan sensus online tersebut.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku kecewa dengan kondisi ini. Pasalnya, dari 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar, baru Kecamatan Biringkanaya yang persentase penduduknya sudah melakukan sensus secara mandiri (online) mencapai 1,70% (1.382 keluarga atau 5.297 jiwa dari total 207.837 jiwa). Sementara kecamatan lainnya persentasenya masih di bawah 1%.

“Sekarang yang sudah mendaftar masih sekitar 7%. Rata-rata perkecamatan yang mendaftar baru nol koma sekian persen. Baru satu kecamatan yang 1%,” kata Iqbal pada rapat koordinasi pelaksanaan sensus penduduk online tahun 2020 yang berlangsung di Ruang Sipakatau Balikota Makassar, Rabu (11/3).

Untuk mendorong peningkatan angka penduduk di Kota Makassar yang melakukan sensus online, Iqbal mengaku bakal memberikan reward bagi kelurahan yang mampu memenuhi target.

“Kelurahan yang memenuhi target onlinesisasi kita kasi hadiah lah” ujarnya.

Sementaara, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady mengungkakan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendata diri dan keluarganya menjadi kendala utama dalam pelaksanaan sensus penduduk secara online ini.

“Kendalanya masyarakat kita yang tidak aktif untuk melakukan secara mandiri. Padahal dengan sensus mandiri yang dilakukan sendiri, maka data-data pribadi tidak diketahui oleh orang lain atau oleh Tim Pencacah BPS,” ungkapnya.

“Tapi kita dan BPS juga tiap hari terus melakukan sosialisasi di berbagai media,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPS Provinsi Sulsel, Yos Rusdiansyah juga mengungkapkan, sampai batas waktu sensus penduduk online berakhir pada akhir Maret mendatang, pihaknya menargetkan setidaknya ada 81.000 atau sekitar 24% dari total penduduk Makassar sudah melakukan sesnsu secara mandiri (online).

“Moga terus berprogres sampai dengan akhir Maret,” kata Yos.

Untuk mencapai target ini, kata dia, BPS akan meningkatkan pendampingan dan sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat.

“Kami akan meningkatkan sosialisasi dan pendampingan ke kantor-kantor, kampus-kampus, kelurahan-kelurahan, atau perumahan,” ujarnya.

PD Parkir Makassar Raya Jalin MoU dengan PTSP

Kabarmakassar.com — Pelantikan dan pengucapan sumpah yang dilakukan oleh beberapa dewan pengawas dan direksi perusda salah satunya PD Parkir Makassar Raya mendapatkan kabar bahagia. Pasalnya usai mengucapkan sumpah, Direktur Utama Irham Syah Gaffar di tunjuk guna menandatangi MoU dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di depan Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb di ruang Sipakalabbi Balaikota Makassar (31/1).

“Saya kira pelantikan hari ini itu PD Parkir mendapatkan suprise dan pertama kali kami mendapatkan MoU dengan PTSP terkait masalah ketika pemberian izin yang dilakukan PTSP itu harus melalui rekomendasi dulu di PD Parkir yang nantinya kita juga harus menyampaikan keperusahaan tersebut untuk menyiapkan yang namanya tempat tempat parkir yang wajib mereka siapkan”. Ucap Irham Syah saat di wawancarai kemarin (31/1).

Selain karena dapat bekerjasama dengan PTSP terkait perusahan yang sering menggunakan bahu jalan sebagai lahan parkir, kabar menarik lainnya yakni PD Parkir akan menggunakan sistem pembayaran nontunai kepada pengguna kendaraan. Diketahui alat penginputan barcode akan di berikan kepada seluruh juru parkir yang terdaftar di PD Parkir Makassar Raya.

“Chashlessnya itu kami sudah sediakan alat menginputan barcode yg digunakan oleh juru juru parkir disetiap titik sehingga apa yg dilakukan untuk membarcode kendaraan yg ada dan tidak menerima lagi uang cas.” lanjutnya.

Namun ia mengaku tentu membutuhkan waktu untuk memulai sistem tersebut salah satunya dengan mengadakan sosialisasi bersama juru parkir.

Diketahui PD Parkir Makassar Raya akan melakukan turun langsung kelapangan mulai februari 2020.

“Realisasinya insyaAllah bulan ini kami akan jalan pertama kami akan memanggil juru parkir memberikan pelatihan pelatihan karena ini menyangkut sumber daya manusianya.” tutupnya.

Sementara itu terkait maraknya parkir liar yag ada di Kota Makassar, Irham syam mengaku akan memanggil juru parkir liar dan memasukkan di PD Parkir agar tidak mematikan penghasilan juru parkir liar tersebut.

Diduga Tabrak Pengendara di Gowa, Pengemudi Diamuk Massa

KabarMakassar.com — Seorang pengemudi roda empat Diamuk massa di Jalan Hati Mulia, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Polisi menyebut pengemudi diamuk usai tabrak lari di Kabupaten Gowa.

Asrul (20) jadi bulan-bulanan massa usai menabrak pengendara lain di Kabupaten Gowa lalu kabur ke Makassar.

Kasi Humas Polsek Mariso Bripka Naim saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelasakan peristiwa itu terjadi Kamis (30/1) kemarin. Pengemudi menabrak seseorang pengendara di Kabupaten Gowa lalu kabur ke Makassar.

Naasnya, ketika dikejar oleh petugas lalu melintas di Pasar Senggol tepatnya di Jalan Hati Mulia, terjadi kemacetan dan kendaraan pelaku ini terjebak. Akibatnya, massa sekitar yang geram dengan aksinya ini langsung diamuk massa dan kabur menyelamatkan diri ke rumah warga.

“Dia sempat diamuk massa di Pasar Senggol lalu kendaraannya juga tidak luput dari amukan massa sehingga juga mengalami kerusakan yang cukup parah yaitu kaca depan belakang pecah dan kini diamankan di Mapolsek Mariso,” kata Naim kepada KabarMakassar.com saat dikonfirmasi, Jumat (31/1).

Beruntung saja, personel Opsnal Polsek Mariso yang mengetahui peristiwa tersebut langsung ke lokasi kejadian dan mengevakuasi pemudi.

“Pengemudi ini berhasil dievakuasi petugas di dalam kamar mandi rumah warga. Pengemudi ini bersembunyi atau menyelamatkan diri usai diamuk massa,” katanya menjelaskan.

Korban mengalami luka cukup serius sekujur tubuhnya hingga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk diberikan perawatan medis.

Asrul mengalami luka robek di kepala sebelah kiri dan kanan, serta lengan tangan sebelah kanan patah. Kasus ini juga sementara ditangani Polsek Mariso.

Mayat Membengkak Gegerkan Warga Makassar

KabarMakassar.com — Warga Jalan Alauddin 4 Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar digegerkan dengan penemuan mayat seorang lelaki dalam keadaan membengkak dan membusuk di rumahnya, Senin (27/1) pagi tadi.

Mayat diketahui bernama Amirullah (43) seorang karyawan swasta warga sekitar. Pertama kali ditemukan oleh saudaranya kandungnya sendiri yang tinggal satu rumah.

“Pertama saya lihat saya kira tidur sekitar pukul 05.30 Wita. Tangan diatas kepala, tapi saya heran orangnya kurus kenapa langsung gemuk jadi saya ambil senter untuk mengecek kembali ternyata kakak sudah membengkak,” kata Aminullah adik korban kepada KabarMakassar.com.

“Saya telfon keluarga dan sampaikan ke warga sekitar,” katanya lagi.

Aminullah menjelaskan Sabtu (25/1) kemarin sempat melihat saudaranya. Ketika ingin mengecek kembali saudara yang tidur di ruang tamu, korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Inikan rumah orang tua tapi sudah meninggal tinggal saya berdua tempati. Sabtu kemarin saya sempat lihat. Tadi pagi saya cek ngintip lewat Gorden ternyata sudah meninggal. Saya kira bukan kakak saya karena sudah lain,” jelasnya.

Korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Korban yang berstatus Duda cerai memiliki satu orang anak.

Saat ini Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel sudah melakukan pemeriksaan terhadap mayat korban.

Kapolsek Tamalate Kompol Arif Amiruddin mengatakan korban diduga sudah meninggal dunia sejak dua hari yang lalu.

“Dari hasil kordinasi Dokpol korban diperkirakan meninggal dunia sudah dua hari. Belum diketahui penyebab kematiannya. Jenazah korban sudah di bawa ke Bhayangkara untuk dilakukan visum,” tutup Kompol Arif.

4 Korban Tenggelam di Pantai Tanjung, 1 Masih Pencarian

KabarMakassar.com — Empat orang warga Kota Makassar tenggelam di Pantai Tanjung tepatnya di belakang Trans Studio Mall Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate. Satu orang masih dalam pencarian.

Dalam peristiwa maut ini tiga orang korban tenggelam adalah satu keluarga yakni Ulfi (10), Hani (6), Nur Agus (Bapak Ulfi dan Hani) dan satu lagi tetangganya Aliyah (12).

Kapolsek Tamalate Kompol Arif membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut kejadian terjadi sore tadi sekitar pukul 16.00 Wita.

“Korban tenggelam ada empat. Dua orang anak dari Agus yakni Ulfi dan Hani ditemukan meninggal dunia. Satu selamat atas nama Aliyah tetangga korban,” kata Kapolsek ketika dikonfirmasi, Minggu (26/1).

Dia menjelaskan mereka adalah warga Jalan Dangko Makassar, satu korban masih dalam pencarian Tim SAR yakni Nur Agus bapak korban.

“Agus masih dalam pencarian Tim SAR,” sebut Kompol Arif.

Menurut Kapolsek peristiwa ini terjadi berawal saat mereka tengah berenang di pinggir pantai dan karena banyak orang yang memancing, sehingga mereka ini bergeser sedikit ke arah tengah mendekati tembok pagar Trans Studio Mall.

Pada saat itu, kondisi air laut memang sedikit surut sehingga membuat satu keluarga berani bergeser ke tengah. Tapi, saat mereka asyik berenang tiba-tiba air naik, dan membuat dua bocah Hani dan Ulfi teriak minta tolong karena tenggelam. Mendengar kedua bocah ini minta tolong, sehingga bapaknya (Agus) langsung berusaha menolong anak-anaknya itu. Naasnya, Agus tidak mampu menolong kedua anaknya itu dan ia pun juga ikut tenggelam.

“Menurut keterangan Aliya (korban selamat), mereka sama-sama berenang dan langsung korban tenggelam. Sementara Aliya berhasil diselamatkan warga sekitar yang memancing,” jelas Kapolsek.

Sekitar pukul 16.30 WITA, warga sekitar yang tengah memancing berhasil mengevakuasi kedua korban (Hani dan Ulfa). Sembari warga melakukan pencarian, beberap warga juga saat itu langsung menghubungi kepolisian dan Tim SAR dari Basarnas dan Damkar Kota Makassar.

Adanya informasi tersebut, aparat kepolisian dan Tim SAR langsung bergerak ke lokasi dan langsung melakukan evakuasi korban ke rumah sakit Bhayangkara Makassar serta petugas melakukan pencarian korban Agus yang belum berhasil ditemukan warga sekitar.

“Kedua korban yang ditemukan meninggal ini telah dibawa ke RS Bhayangkara bersama Aliya untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini, kita masih mencari Agus dan kita berharap agar korba Agus bisa secepatnya ditemukan,” tutup Kapolsek.

Begini Suasana Hari Pertama Imlek di Klenteng Xian Ma

Kabarmakassar.com — Perayaan tahun baru Imlek 2571 kalender Imlek yang jatuh pada hari Sabtu (25/1) Masehi menjadi momentum yang ditunggu oleh warga Tionghoa khususnya yang berada di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Pantauan kabarmakassar.com sejak pukul 08.00 WITA klenteng Xian Ma sudah di kunjungi oleh beberapa warga Tiongkok yang ingin bersembahyang dan meminta doa.

Tak hanya itu aparat kepolisian juga nampak berjaga jaga disekitar kelenteng Xian Ma yang berada di Jalan Sulawesi.

Jefry Wong salah satu warga Tionghoa yang mengunjungi klenteng Xian Ma mengatakan tahun baru Imlek menjadi hari baru untuk memulai tahun 2020 dengan lebih baik.

Jefry yang datang sendiri dengan menggunakan pakaian berwarna merah yang diidentik pada hari Imlek mengungkapkan harapannya di tahun 2020 bisa dimudahkan rejeki dan diberi kesehatan.

“Kita dikasih rejeki, kesehatan, keluarga harmonis, semoga kita semua baik baik saja dan menjalani tahun 2020 dengan lebih baik lagi.” ucapnya saat ditemui di kelenteng usai berdoa (25/1).

Sementara itu Robby Anto Rusli Humas sekaligus pengurus klenteng Xian Ma juga membeberkan persiapan yang dilakukan menjelang hari Imlek diantaranya dengan mendekorasi klenteng semenarik mungkin dan pencucian Dewa.

Meskipun sejak pagi nampak pengunjung mulai berdatangan silih berganti untuk memanjatkan doa namun diketahui di pagi hari klenteng belum terlihat ramai, hal ini dibenarkan oleh Robby menurutnya puncak hari pertama pengunjung di klenteng akan dimulai pukul 11 hingga 12 siang.

“Biasanya pagi begini belum ramai biasanya jam 11 atau jam 12 mereka datang karena kadang masih menunggu keluarga datang dan biasanya di lanjutkan dengan acaranya sungkeman bersama keluarganya.” tutur robby.

Diketahui perayaan hari Imlek dan rangkaian acaranya akan terus berlangsung selama 15 hari yang dimulai dari hari ini 25 Januari hingga 8 Februari 2020.

Hari terakhir Imlek diprediksi akan menambah antusias warga Tionghoa untuk datang beribadah di Klenteng Xian Ma.

“Kalau puncaknya nanti hari ke 8 ada sembayang meja tinggi di lantai 5 atau sembayang kepada tuhan kita terima kasih sudah melewati tahun 2019 dengan baik yah tentu 2020 bisa lebih baik sampai puncaknya tanggal 8 cap go meh itulah puncaknya hari terakhir kita rayakan Imlek di 2571 karena Itu cap go artinya 15 jadi seluruh rangkaian acaranya selama 15 hari setelah hari ini kan mereka masih datang lagi sembayang disini sampe hari terakhir Imlek mungkin hari ini tidak bisa, besok baru bisa atau dari luar kota sehingga mereka tidak bisa datang hari ini.” tutupnya.

Jelang Imlek 2020, Begini Suasana di Jalan Sulawesi

Kabarmamassar.com — Gong Xi Fa Chai kata tersebut yang pas di ucapkan bagi masyarakat Tiongkok yang akan merayakan tahun baru Imlek pada (25/1).

Persiapan menjelang imlek 2020 kini mulai di siapkan, dengan beragam persiapan diantaranya memasang spanduk ucapan Gong Xi Fa Chai disepanjang Jalan Sulawesi.

Bahkan dari pantauan Kabarmakassar.com terlihat sudah banyak tenant yang mengisi bahu Jalan Sulawesi dan sepanjang jalan juga mulai tampak padat dengan kendaraan baik beroda 3 maupun 4.

Selain itu sejumlah aparat kepolisian juga telah hadir di beberapa kelenteng yang ada di Jalan Sulawesi salah satunya kelentang tertua di Kota Makassar yaitu kelenteng Xian Ma.

Tak hanya itu, sepanjang Jalan Sulawesi juga sudah mulai dihiasi balon Imlek yang diidentik dengan warna merah dan patung kucing atau yang biasa disebut dengan Manaki Neko yang menurut kepercayaan orang Tiongkok bahwa dengan memasang patung kucing di berbagai sudut rumah, toko, maupun tempat ibadah bisa membawa keberuntungan.

Sementara lilin dupa juga sudah mulai tertata rapi di kelenteng kelenteng yang ada di Jalan Sulawesi yang tentunya memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Lidya salah satu warga China pemilik salah satu toko yang ada di Jalan Sulawesi mengatakan ia menyambut datangnya hari Imlek tahun dengan cara mendekorasi tokonya seindah mungkin dengan warna merah yang memang menjadi simbol dalam perayaan hari Imlek.

“Saya sudah dekorasi toko sejak beberapa hari lalu dan semuanya sudah di tata rapi mulai dari warna, spanduk perayaan Imlek, saya juga sudah siapkan lilin sama angpao untuk keluarga sama karyawan” ucapnya saat di wawancarai (24/1).

Sekedar diketahui perayaan Imlek yang jatuh pada 25 januari 2020 besok menjadi hari yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Tiongkok.

Tak hanya masyarakat Tiongkok, warga pribumi pun juga menunggu perayaan imlek karena selain masyarakat Tiongkok menggelar ibadah di kelenteng juga ada atraksi yang banyak ditunggu tunggu oleh warga Makassar khususnya yaitu Barongsai.

Barongsai menjadi hal yang identik pada perayaan Imlek dan menjadi tradisi serta tarian tradisional yang tentu memiliki makna. Tak hanya Barongsai yang mejadi tradisi pada perayaan Imlek namun ada juga angpao atau amplop merah yang berisikan uang.

Hal ini tentu mengandung makna yang dimana membungkus uang keberuntungan di dalam amplop merah diharapkan bikin agar penerima dilimpahkan kegembiraan dan karunia. Oleh karena itu tidaklah sopan untuk langsung membuka angpao di depan orang yang memberikan.

IIMS Akan Digelar Kembali Bulan April 2020

KabarMakassar.com — Pertumbuhan ekonomi di Sulsel yang mengalami pertumbuhan sebesar 7.08 persen selama tahun 2019 diprediksi mengalami geliat yang semakin menjanjikan di tahun ini.

Salah satu pemicunya masalah pertumbuhan infrastruktur seperti pembangunan Jalan Layang yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan lalu lintas di Kota Makassar.

Hal ini tentu diharapkan dapat meningkat pertumbuhan industri otomotif di Kota Makassar.

Melihat potensi tersebut dyandra promosindo berinisiatif untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan sektor industri otomotif di Indonesia Timur dengan menggelar pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) Makassar.

Tahun ini Pameran IIMS Makassar 2020 kembali akan hadir pada tanggal 15 sampai 19 April 2020 di Celebes Convention Center (CCC) tepatnya di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.

Pada penyelenggaraan tahun ini diketahui IIMS Makassar kembali diselenggarakan serentak bersamaaan dengan pelenyelenggaran IIMS Jakarta yakni 9 sampai 19 April 2020.

IIMS Makassar berhasil melebarkan arah dan meningkatkan kualitas ajang pameran sekaligus sebagai tempat untuk mengulik kearifan industri otomotif lokal.

Hal tersebut dibuktikan dengan disajikan program unggulan seperti artis nasional, band performance, bike modification contest, car parade, costum car show, IIMS auto contest, IIMS award, IIMS ecperience, MIWW motor show, mural art competition, photo rally competition, sexy car wash dan Sunday ride dan masih banyak lagi.

“Hal terbaru dari program acara tahun ini adalah akan ada program Serbu yaitu program serba lima puluh ribu untuk produk produk after market yg akan ditawarkan di jam jam tertentu selama pameran berlangsung.” ucap Branch Manager Dyandra Promosindo Helmy Mustamin pada presscon yang digelar hari ini di Phinisi Point Mall Makassar, Rabu (22/1).

Menurutnya beberapa program tambahan juga ada seperti IIMS infinite area yang akan hadir memberikan experience baru di area pameran dan program IIMS carpool karaoke challenge berupa kompetisi di dalam mobil yang di share lewat platfrom sosial media.

Sekedar diketahui pada tahun ini Dyandra promosindo memiliki rangkaian pameran otormotif regional dimulai dari IIMS Jakarta tanggal 9-19 april 2020, selanjutnya IIMS Makassar pada 15-19 April 2020 dan diakhiri IIMS Surabaya pada tanggal 11-15 November 2020.

Sementara itu diketahui hal yang membuat istimewa adalah bagi seluruh participant yang sudah mengikuti IIMS di Jakarta akan mendapatkan harga spesial untuk dapat mengikuti gelaran IIMS di Makassar dan Surabaya.

“Kami juga menstimulasi para participant untuk mengoptimalkan pasar otomotif di Indonesia dengan penawaran spesial ini. Selain itu mereka diharapkan dapat memberikan kemudahan serupa dan serentak sehingga dapat dirasakan pengunjung baik di IIMS Jakarta Makassar maupun Surabaya nanti.” tutur Rudi MF, Project Manager IIMS 2020.

Teknologi Desalinasi Diperkenalkan di Kota Makassar

KabarMakassar.com — Seiring berkembangnya zaman modern saat ini, banyak terobosan-terobosan baru yang ingin diperkenalkan pada dunia melalui teknologi canggih.

Salah satunya teknologi yang mengubah air laut menjadi air tawar dan dapat dikonsumsi atau desalinasi.

Hal ini pun yang dilakukan Martun Anda Pemimpin Jurusan Teknik Lingkungan Mudardoch University Perth Australia di Ombak Cafe Jalan Ujung Pandang Kota Makassar, Senin (20/1).

Makassar menjadi salah satu Kota yang dituju guna memperkenalkan alat canggih tersebut terlebih diperkenalkan ke daerah daerah terpencil atau pedesaan.

Meskipun begitu menurut Muhammad Anshar teknologi desalinasi sudah ada di Makassar bahkan sebelum diperkenalkan oleh Pimpinan Jurusan Teknik lingkungan tersebut.

“Dia menawarkan teknologi untuk desalinasi, sebenarnya hal itu bukan hal yg baru ini sudah lama ada tapi memang belum kita terapkan, beberapa tahun lalu Makassar sudah melakukan itu cuman memang teknologinya jaman dulu beda sama teknologi sekarang, tadi kalau kita liat, teknologinya agak sederhana sudah simpel kalau dulu itu besar sekali dan rumit.” ucapnya saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan tersebut.

Diketahui di Kota Makassar sendiri kebutuhan air bersih dari PDAM baru mencapai 80 persen dari seluruh kebutuhan masyarakat, maka dari itu salah satu solusi agar kebutuhan air masyarakat Kota Makassar dapat terpenuhi secara keseluruhan dibutuhkan dan diharapkan dari teknologi desalinasi.

Menurutnya jika hanya berharap dari air diatas sepenuhnya belum berjalan normal karena masih ada beberapa kendala diantaranya pipa air yang kadang masih bermasalah.

Sementara itu Muhammad Anshar juga membeberkan bahwa ia telah memberikan saran kepada Wakil gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terkait teknologi desilinasi tersebut.

“Saya tadi sempat kasih masukan ke bapak Wagub, kami di Makassar ini sudah mulai berjalan ini bapak hal yang sama tapi merek bisa lainkan, kita tidak bicara merek tpi soal bagaimana memprodukai air laut, kan air laut ini kan makin banyakkan tiap tahun sudah ada contoh yang kita sudah buat, bahkan di Makassar sudah ada di beberapa tempat kita buat seperti itu memang biayanha cukup tinggi waktu itu namun kalau yang ini kelihatannya lebih murah teknologi itukan makin lama makin murah, simpel kalau di Makassar modelnya adalah kami tidak memenuhi alat itu.” lanjutnya.

Agar lebih simpel, mudah dan tidak rumit, ia menyarankan agar air yang langsung dapat dikonsumsi tersebut langsung di beli saja agar semua pihak mendapatkan keuntungan masing masing.

“Ini jangan dimonopoli sama pemerintah misalnya ada pengusaha misalnya saudara yang bikin seperti itu, beli alatnya kemudian diproduksi airnya lalu dijual ke PDAM, jadi Makassar itulah PDAM membeli hasil produksinya jadi PDAM tidak perlu membuat alat itu atau membeli itu alat itu dan saran saya mending kita beli airnya saja nanti PDAM yang bawa supaya semua dapat keuntungan, pengusaha dapat keuntungan juga setidaknya semuanya bisa hiduplah jangan dimonopoli semua sama PDAM.” tutupnya.

Bank Sulselbar Perkuat Layanan Digital

KabarMakassar.com — Bank Sulselbar pada tahun 2020 memiliki beberapa rencana bisnis strategis. Selain meningkatkan kinerja, Bank Sulselbar juga akan ikut membantu program Pemerintah Sulsel dan Sulbar.

Terlebih setelah resmi berstatus bank devisa. Tak Hanya itu, Bank digitalnya. Plt Direktur Utama Bank Sulselbar Irmanyanti Sulthan mengatakan, ke depan pihanknya akan mengakomodir semua yang menjadi program Pemerintah Daerah. “Program kita harus in line.

Terutama fokus Pemda terkait peningkatan UKM, digitalisasi dan mendorong sektor-sektor yang di dukung pemda seperti pariwisata, itu kita tuangkan dalam rencana bisnis,” kata Yanti.

“Terus akselerasi untuk digitalisai transaksi, baik untuk nasabah bank Sulselbar, juga dengan Pemda. Jadi program pemda untuk elektronisasi transaksi kita sudah tuangkan untuk lebih disempurakan lagi 2020,”tambahnya.

Dari segi pelayanan digital, Yanti optimis sapat meningkatkan pertumbuhan kinerja Bank Sulselbar.

“Memang tahun ini banyak sekalai program yang mau kita akselerasi. Digitalisasi bukan untuk mendorong pertumbuhan di sisi tabungan atau funding, tapi juga mendorong transaksi di sisi kredit, khususnya sektor mikro, kecil dan UKM, jelasnya. Untuk program Bank Devisa, Yanti mengatakan sudah ada kerja sama dengan Balai Pelayanan, Penempatan, Perlindungan TKI (BP3T-KI) di bidang Remitasi dan skema pembiayaan bagi TKI/PMI Sulsel dan Sulbar.

“Bank devisa kita sudah soft launching, sudah ada transaksi yang kita dorong, di akhir Desember, sekarang sudah ada pertambahan dari tabungan valas. yang kita mau masuki trade finance dan remitans, “katanya.