KONI Sulsel Salurkan Bantuan APD untuk Tiga RS di Makassar

KabarMakassar.com — Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provisni Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalaurkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk tim medis di tiga Rumah Sakit yang menjadi pusat rujukan pasien Covid-19 di Kota Makassar, yakni RS Tajuddin Chalid, RSKD Dadi, dan RS Labuang Baji, Selaa (21/4).

Di RS Tajuddin Chalid dan RSU Labuang Baji, bantuan APD Bantuan yang berasal dari sumbangan pengurus dan pegawai KONI Sulsel ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Umum KONI Sulsel, Dr. Addien. Sementara bantuan kelengkapan APD untuk RSKD Dadi diserahkan oleh Wakil Ketua Umum KONI Sulsel, HM Ambas Syam.

Addien mengatakan, sampai saat ini belum ada kepastian dan jaminan bahwa wabah ini akan segera berakhir. Olehnya itu, para petugas medis yang menangani pasien Covid-19 tentunya sangat membutuhkan APD yang tidak sedikit.

“Apalagi mereka yang bersentuhan langsung seperti dokter dan perawat di UGD dan IGD yang pertama kali menerima pasien tarpapar corona, tentunya memerlukan perlindungan diri maksimal yang sesuai dengan standar kesehatan dan kemanan diri. Semoga ini bisa membantu,” kata Addien.

Addien juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat, tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak.

Sementara, Direktur RS Tajuddin Chalid, Dr I Gusti Lanan Suwartana Putra, menyampaikan terima kasih atas bantuan APD dari KONI Sulsel.

“Tenaga medis merupakan garda terdepan malawan virus Covid-19, sehingga bantuan ini sangat bermanfaat,” tuturnya, (*)

KONI Sulsel Tunda Pelaksanaan Tes Atlet Persiapan PON 2020

KabarMakassar.com — Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel mememutukan untuk menunda pelaksanaan tes atlet dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, sampai batas watu yang belum ditentukan.

Ketua KONI Sulsel Ellong Tjandra mengatakan, keputusan ini diambil atas dasar pertimbangan keselamatan para atlet, pelatih, official dan pengurus KONI, setelah mencermati perkembangan dan penyebaran penularan Covid-19 di Sulsel.

Selain menunda pelaksanaan tes atlet PON , mulai hari ini, Senin (23/3), seluruh jajaran pengurus dan karyawan KONI Sulsel juga mulai menerapkan sistem bekerja dari rumah (Work From Home).

Keputusan ini tertuang dalam surat bernomor 057/U/III/2020, yang ditandangani langsung oleh Ellong Tjandra selaku Ketua Umum KONI Sulsel.

“Keputusan ini demi keselamatan dan kepentingan bersama. Masa berlakunya tak terbatas disesuaikan dengan perkembangan,” kata Ellong melalui keterangan tertulisnya.

Dengan surat ini, lanjut Ellong, seluruh induk cabang olahraga di bawah naungan KONI Sulsel diharapkan menyesuaikan diri. Khususnya cabor yang melakukan persiapan menghadapi PON 2020 mendatang.

“Kalau ada kebutuhan mendesak dapat menghubungi Sekum KONI atau Kepala Tata Usaha untuk membuat komitmen waktu bertemu. Kita berharap, semoga Covid-19 dapat segera diatasi dan kita bisa melakukan aktivitas secara normal seperti biasa kembali,” tutupnya.

Binpres KONI Sulsel Sharing Program dengan Pelatih Cabor

KabarMakassar.com — Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel akan menggelar kegiatan sharing program dengan para pelatih cabang olahraga (cabor) yang ada di bawah naungannya pada tanggal 11-13 Maret 2020.

Jubir KONI Sulsel, M. Dahlan Abubakar mengatakan, hal ini diputuskan melalui rapat Binpres dengan para pelatih cabor di Kantor KONI Sulsel, Selasa (10/3) malam.

“Tadi rapatnya dipimpin Wakil Ketua III KONI Sulsel, Prof. Muzakkir. Kegiatan sharing program ini dimaksudkan agar dapat dipadukan program latihan cabor dari pelatih dengan program bidang Binpres, sebagai upaya mematangkan persiapan jelang PON XX di Papua,” kata Dahlan.

Setelah sharing program selesai dilakukan, kata dia, selanjutnya pada tanggal 26-28 Maret akan dilaksanakan tes tahap pertama bagi para atlet yang dipersiapkan untuk berlaga di PON XX Papua.

“Setelah tes pertama, tes kedua dan ketiga akan dilaksanakan pada Juni dan Juli 2020,” terangnya.

Lebih jauh Dahlan mengatakan, berdasarkan penyampaian Penjabat Ketua Bidang Binpres KONI Sulsel,
Prof. Ichsan, tes atlet yang akan dilaksnakan tersebut bakal disederhanakan.

“Yang jadi parameter umum berupa tes naik turun selama lima menit, kemudian diukur kemampuan kardiovaskuler-nya,” ungkapnya.

Polda Siap Kawal Atlet Sulsel di PON XX Papua

KabarMakassar.com – Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Provinsi Papua akhir tahun ini sibayangi kekhawatiran terkait kondisi keamanan para atlet dan pengurus cabor akan potensi gangguan yang bisa membahayakan keselamatan mereka.

Meski berdasarkan pemetaan wilayah dan deteksi kerawanan event tersebut diperkirakan akan tetap berlangsung aman, namun Polda Sulsel menyatakan siap untuk melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap ratusan atlet dan oficial kontingen Sulsel yang akan berjuang di ajang pesta olahraga empat tahunan itu.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe mengatakan, saat ini Polda Sulsel memiliki 300 personel kepolisian yang pernah tugas dan tidur di hutan-hutan Papua.

“Saya kira tak ada masalah jika kita mengirim mereka kembali bertugas disana demi Sulsel dan target prestasi yang akan ditorehkannya” kata Guntur,
saat menggelar pertemuan dengan pengurus KONI Sulsel, di ruang pertemuan Mapolda Sulsel, Kamis (6/2).

Mendengar hal itu, Ketua Koni Sulsel, Ellong Tjandra mengapresisasi dan merasa bersuykur atas kesediaan Polda Sulsel memberikan pengawalan kepada para atlet Sulsel yang akan berlaga di PON XX Papua.

“Informasi dari Kapolda, yang akan menyiapkan pengawalan bagi kontingen Sulsel adalah hal yang baru diketahui, dan itu patut disyukuri. Hal ini akan memberikan rasa aman dan meminimalisir kekhawatiran kami selama ini” kata Ellong yang didamping Sekum Koni Sulsel DR Addien.

Ellong juga menyampaikan, nantinya sistem pengawalan dari kepolisian juga perlu memikirkan wilayah pembagian tugas untuk petugas berdasarkan zona pertandingan yang terbagi 3 wilayah, yakni Merauke, Mimika dan Jayapura.

“Jumlah kontingen Sulsel yang diperkirakan 250-an orang ini akan terbagi di Merauke, Jayapura dan Mimika berdasarkan cabang olahraganya dipertandingkan dimana,” terang Ellong.

Sekadar diketahui, seauh ini sedikitnya sudah 190an atlet Sulsel yang telah lolos verifikasi melalui Pra-PON untuk berlaga di PON XX Papua.

Mereka saat ini tengah giat berlatih untuk mempersiapkan diri bertanding event olahraga emoat tahunan itu. Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah mengingat proses verifikasi (Pra-PON) masih berlangsung.

KONI Sulsel Target Renang Indah Raih Medali di PON Papua

KabarMakassar.com — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap jika cabang olah raga senam indah bisa meraih medali pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua mendatang. Hal tersebut disampaikan Ketua KONI, Ellong Tjandra usai menerima kunjungan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Jepang Miyakawa Katsutoshi di sela-sela latihan para atlet renang indah asal Sulsel di Kolam Renang Tirta Lontara, Makassar, Kamis (23/1).

“Renang Indah ini adalah andalan Sulsel, semoga bisa meraih hasil terbaik di PON Papua 2020 ini,” kata Ellong Tjandra.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Konjen Jepang Miyakawa Katsutoshi juga menyaksikan para atlet Sulsel yang berlaga di PON 2020 mendatang saat latihan. Ia pun terhibur dengan apiknya para perenang indah menari diatas kolam renang.

Selain itu, Ellong Tjandra juga berharap agar para pesenam indah ini memperoleh bantuan dari Jepang berupa pelatih. Hal ini untuk meningkatkan kualitas para atlet asal Sulsel yang bakal menerima ilmu dari negeri sakura tersebut.

“Target kita, semoga renang indah bisa meraih emas di PON,” tandasnya.