Jalan Penghubung Dua Desa di Lembang Terputus Akibat Longsor

KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang sejak Kamis (11/6) kemarin, mengakibatkan terjadinya longsor di jalan penghubung antar Desa Bakaru dengan Desa Basseang.

Berdasarkan data yang dihimpun KabarMakassar.com, setidaknya ada dua titik longsor yang terjadi dan nyaris menutup akses jalan poros atau penghubung antar dua desa tersebut.

“Ada dua titik longsor. Untuk sementara roda empat belum bisa lewat hanya roda dua,” kata Camat Lembang, Muh Yusuf Nur, Jum’at (12/6).

Yusuf mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membersihkan material dengan menggunakan alat berat.

“Kami dan unsur Muspika Lembang langsung terjun ke lokasi, membersihkan dengan alat seadanya. Alat berat belum tiba di lokasi. Kami sudah koordinasi,” ungkapnya.

Ia menghimbau kepada warga yang melintas melawati jalan tersebut agar berhati-hati karena memang daerah tersebut rawan terjadi longsor. “Warga yang melintas agar tetap waspada jangan sampai terjadi longsor susulan,” pungkasnya.

Longsor Terjang Tiga Rumah Warga di Pinrang

Kabarmakassar.com — Longsor kembali terjang wilayah Pinrang setelah hujan berturut turut dua hari. Kali ini longsor terjadi di Dusun Mada Desa Lembang Mesakada Kecematan Lembang Kabupaten Pinrang, Rabu 23 Februari 2020.

Dari informasi yang dihimpun KabarMakassar bahwa bencana alam tanah longsor itu menimpah tiga rumah penduduk, dua diantaranya sudah dievakuasi. Sementara satu rumah cukup besar susah untuk dievakuasi.

Kapolsek Lembang Polres Pinrang AKP Gatot Yani S, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Ia dan Camat Lembang bersama anggotanya lansung ke lokasi kejadian setelah dapat informasi dari warga setempat.

“Kejadiannya Rabu (26/2), karena jaringan telepon maupun internet tidak ada jadi warga disana kemarin sore jumat (28/2) turun melapor bahwa ada longsor katanya, malam itu juga kami cek bersama pak Camat,” kata Gatot, Sabtu (29/2) pagi.

Gatot menambahkan ada tiga rumah yang terdampak longsor, dua sudah di evkuasi oleh warga saat longsor itu terjadi, sisa satu rumah panggung ukurannya cukup besar.

“Dua rumah sudah dievakuasi, karena memang ukurannya kecil kayak rumah kebun tapi ditempati warga tinggal, yang satu ukurannya besar susah dievakuasi,” jelas Gatot.

Terpisah Camat Lembang Muhammad Yusuf Nur, yang dikonfirmasi mengatakan Selain tiga rumah warga yang terdampak longsor. Longsor juga menutupi dan menimbun jalan penghubung antara Dusun Mada dengan Dusun Ratte desa tersebut.

“Medannya cukup sulit, alat berat cukup susah kalau kesana, jalan penghubung antara kedua dusun itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Yusuf.

“Setelah diperiksa tadi malam Ada retakan tanah tebing sekitar 15 M memanjang di atas rumah salah satu warga tertimpah longsor, di khawatirkan kalau hujan susulan akan ada longsor susulan,” terang Camat Lembang itu.

Adapun Pemilik rumah yang terkena dampak tanah longsor tersebut yaitu Martina alias Mama ellma (40 Tahun), Indo Sabean (60 Tahun), Tono (30 Tahun).

Longsor di Pinrang, Akses Jalan Antar Desa di Lembang Nyaris Tertutup

KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pinrang Sejak Sabtu (22/2), mengakibatkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Lembang, Ahad (23/2).

Berdasarkan data yang dihimpun KabarMakassar, setidaknya ada lima titik longsor yang terjadi di kecamatan tersebut. Dua diantaranya longsoran besar yang nyaris menutup akses jalan poros atau penghubung antara dua desa, yakni Desa Bakaru dan Desa Basseang.

Selain material longsor, di lokasi tersebut juga ada dua tiang listrik tumbang yang kabelnya terbentang tenagh jalan dan sangat membahayakan warga yang melintas.

“Untuk sementara, akses jalan di titik longsor terbuka seadanya. Pengendara yang melintas harus extra hati-hati, karena terdapat jurang di sisi kiri jalan,” kata Kepala Desa Bakaru, Alimuddin Moteng, Ahad (23/2).

Saat ini, kata dia, Pemerintah Desa dan warga sekitar dengan alat seadanya bergotong royong untuk memindahkan material longsor yang menutupi jalan.

“Alat berat belum tiba di lokasi. Saat ini alat berat pemda masih di Perkampungan Mu’alaf, Lembang,” terangnya.