Oknum Guru Mengaji di Makassar Diduga Mencabuli Murid

KabarMakassar.com — Oknum guru mengaji diduga mencabuli muridnya yang masih berusia 9 tahun di Kompleks PU, Jalan Batara Bira, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Hal itu terungkap ketika salah satu akun facebook, Erni Bahri memposting sebuah tulisan mengenai kejadian itu. Bahkan, tulisan itu pun langsung viral di media sosial facebook.

Terkait hal itu, Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriady membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih sementara melakukan pengembangan pada kasus tersebut.

“Iya benar, sudah ada bukti pelaporannya tapi kami masih kembangkan. Dan baru satu yang melapor,” kata Kompol Edhy, Sabtu (8/8).

Ia mengatakan jika berdasarkan keterangan yang telah didapatkan bahwa pelaku sempat memegang kemaluan korban. “Bukan pencabulan, pengakuannya cuma dipegang kemaluannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar, Hj. Tenri A Palallo mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

“Sudah masuk adek, dalam proses penyidikan mi kodong. Sampaikan yang buat medsos, bijak bermedsos, jangan meresahkan warga,” kata Hj. Tenri A Palallo singkat.

Awal 2020, Sudah 4 Kasus Asusila Terjadi di Takalar

KabarMakassar.com — Awal 2020, beberapa kasus asusila dengan korban anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Takalar. Selama medio Januari hingga pertengahan Februari 2020, setidaknya ada 5 kasus asusila dan KDRT yang ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Takalar.

Kanit PPA Polres Takalar, Aiptu Suanto mengatakan, perkara yang paling mencuri perhatian publik adalah kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah terhadap anaknya sendiri.

“Kasus asusila atau pemerkosaan anak di bawah umur ada empat perkara. Semuanya pelaku berikut barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Takalar, dan segalanya proses hukum selanjutnya menjadi kewenangan mereka untuk selanjutnya diputuskan hukumannya oleh Pengadilan Negeri Takalar,” kata Suanto, Jumat (21/2).

Selain kasus asusila dengan korban anak di bawah umur, lanjut Suanto, di awal 2020 ini Unit PPA Polres Takalar juga menangani satu perkara tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Perkara KDRT ini kita tangani, dan saat ini kita sementara merampungkan berkas perkara untuk kemudian dilimpahkan ke kejaksaan,” terangnya.

Kasus Cabuli Anak sendiri Dilimpahkan ke Kejaksaan Takalar

KabarMakassar.com — Sebelumnya pria bernama Taruddin Tompo (50) warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tega mencabuli putrinya, HJ yang masih berusia 15 tahun hingga hamil enam bulan. HJ mengaku terpaksa menuruti keinginan ayahnya karena takut ancaman kekerasan.

Petugas kepolisian Polres Takalar Sulawesi Selatan Reserse kriminal unit PPA (Perlindungan perempuan Dan Anak) merampungkan berkas perkara hamili anak kandung sendiri dan melimpahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Takalar.

Kasipidum Kejaksaan Negeri Takalar, As’rini As’ad, mengatakan. “Bahwa tersangka sudah berubah menjadi terdakwa berada di Kejaksaan Negeri Takalar dibawa oleh unit PPA Polres Takalar yakni melimpahkan tahap 2 berkas perkara pencabulan dibawah umur,”ungkapnya.

Ditambahkan, “Terdakwa kelak akan disidangkan di meja hijau Pengadilan Negeri Takalar dan dikenakan pasal 80 ayat 2 Jo 76 D dan terancam hukuman diatas 15 tahun penjara.

Terdakwa akan dijebloskan ke jeruji besi dititipkan di lapas klas IIB Takalar untuk menanti di kursi pesakitan meja hijau.