Dua Perahu Jolloro Tabrakan di Takalar, Tiga Orang Terluka

KabarMakassar.com — Kecelakaan Laut kembali terjadi di Kepulauan Tanakeke yakni sebuah perahu Jolloro mengalami tabrakan di Perairan Paria Lau, Lingkungan Kunjung Mae, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Takalar, Rabu (5/8).

Kapolsek Mappakasunggu, Iptu M Natsir S yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan saat ini korban sedang dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.

“Benar tadi pagi telah terjadi kecelakaan laut perahu (jolloro) milik nelayan di Kepulauan Tanakeke, kejadian tersebut sedang diusut oleh kepolisian dan meminta kepada keluarga korban untuk bersabar, karena kasus ini sedang berproses,” Iptu Natsir.

Ia menjelaskan satu unit perahu yang di kemudi oleh Tallasa Daeng Bombong melaju dari arah Dermaga Takalar dengan tujuan Kepulauan Tanakeke bertabrakan dengan perahu milik Maming Daeng Sitaba yang melaju dari Kepulauan Tanakeke menuju Dermaga Takalar.

Ia mengaku jika dugaan sementara kasus kecelakaan laut di perairan Paria Lau itu disebabkan angin kencang yang terjadi di wilayah itu.

“Penyebab terjadinya kecelakaan akibat arus ombak yang kencang sehingga para pengemudi parahu sulit mengendalikan laju perahu masing-masing,” katanya.

Akibat dari kecelakaan ini, ia mengatakan ada tiga orang mengalami luka dan sementara dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle. “Aparat dari Polsek Mappakasunggu langsung menindak lanjuti dengan mendatangi dan mengamankan TKP,” pungkasnya.

Rayakan HUT RI ke-75, Polsek Marbo akan Bagikan Paket Sembako

KabarMakassar.com — Jelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-75 pada 17 Agustus 2020 mendatang, personil Polsek Marbo mulai melakukan sejumlah persiapan terutama di Kantor Polsek Marbo, Rabu (5/8).

Kesiapan dan persiapan perayaan sejarah kelahiran RI itu dilakukan di tengah masih mewabahnya pandemi covid-19. Walau demikian, itu tidak mengendorkan semangat personil dan rakyat untuk merayakan hari kemerdekaan meskipun dengan prosedur protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek Marbo, Iptu Abd. Karim mulai melakukan aktivitas seusai apel pagi dengan melakukan pemasangan bendera dan umbul-umbul merah putih yang membentang di pagar halaman dan di atas lespalang Kantor Mapolsek Marbo.

Kapolsek Marbo, AKP Sudirman mengatakan bahwa kegiatan perayaan 17 Agustus setiap tahunnya rutin dilakukan khususnya di lingkungan Kantor Mapolsek Marbo.

“Menyambut perayaan hari kemerdekaan tentu ini kegiatan rutin. Mulai dengan pemasangan umbul-umbul merah putih, pengecatan pagar, serta rangkaian lain yang menyangkut perayaan,” kata AKP Sudirman.

Menurutnya dalam waktu dekat ini akan melakukan pendistribusian bantuan sembako kepada warga yang belum sama sekali mendapatkan bantuan.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pendistribusian beras sembako sebanyak 10 kg/KK kepada keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. Makanya kita libatkan Personil Bhabinkamtibmas untuk segera mendatakan warganya,” pungkasnya.

Polsek Galut Terima Kunjungan Tim Monitoring Polres Takalar

KabarMakassar.com — Kapolsek Galesong Utara (Galut), AKP Haris Sumarsono menerima kunjungan dari tim monitoring evaluasi dan asistensi tahap II tahun 2020 yang dipimpin langsung Wakapolres Takalar Kompol H. Nasaruddin, Selasa (4/8) kemarin.

Pada kegiatan itu, tim monitoring, evaluasi dan asistensi Tahap II Tahun 2020 dari Polres Takalar tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan dan pemakaian handsanitizer atau rajin melakukan cuci tangan.

Kunjungan rombongan tim dari Polres Takalar ini bertujuan untuk melakukan monitoring/evaluasi terkait pelayanan yang dilakukan oleh personil Polsek Galut yang meliputi aspek pelaksanaan dan pengendalian unit kerja di satuan fungsi opsnal Polsek Galut.

Terkait hal itu, AKP Haris Sumarsono mengucapkan selamat datang kepada tim monitoring/evaluasi dan asistensi tahap II tahun 2020 dari Polres Takalar yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Takalar. “Selamat datang saya ucapkan kepada seluruh rombongan di Polsek Galut,” kata AKP Haris Sumarsono.

Sementara itu, Kompol H.Nasaruddi memberikan arahan kepada para Kanit dan Kasi serta penekanan terhadap Kanit Provost selaku pengawasan terhadap anggota agar mendukung kebijakan pimpinan dan senantiasa memberikan contoh yang baik kepada anggota serta memastikan tugas anggota di lapangan berjalan dengan baik.

“Fungsi Provost di Polsek menjadi salah satu fungsi terdepan dan merupakan salah satu wadah organisasi Polri yang bertanggungjawab atas pembinaan profesi dan pengamanan di lingkungan internal organisasi Polri,” kata Kompol H.Nasaruddin.

Ketua TP PKK Takalar Apresiasi Program Hidroponik Pemdes Lengkese

KabarMakassar.com — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar, DR. Hj. Irma Andriani, S.Pi. M.Si mengapresiasi program tanaman hidroponik yang ada di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang.

Ia mengaku apresisasi juga diberikan Ketua TP PKK Sulsel, Hj Liestiaty F Nurdin ketika mengunjungi sekaligus melihat kawasan wisata di Desa Lengkese, tepatnya di Dusun Tamaona Selasa (4/8) kemarin.

Hj. Irma Andriani mengatakan program kampung hidrponik ini sudah ditunjukkan dengan membuatkan satu dusun sebagai prototipe hidroponik. Apalagi, kata dia, warga Desa Lengkese juga menyambut baik program tersebut.

“Program ini sangat menarik dan mendapat respon yang baik dari masyarakat dengan ikut berpartisipasi menanam tanaman hidroponik baik secara mandiri membuat fasilitas hidroponik dengan biayanya sendiri maupun dari bantuan pemerintah,” kata Hj Irma, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan bahwa program ini sangat bagus karena adanya integrasi antara program pemerintah dengan keinginan masyarakat serta melibatkan kaum milenial yang tidak memiliki pekerjaan.

“Jadi program hidroponik ini bisa menjadi salah satu program yang bisa menyerap tenaga kerja. Harapan saya ke depan kampung hidroponik bisa menjadi salah satu sektor wisata Desa Lengkese dan terus dikembangkan,” paparnya.

Diketahui, selain tanaman hidroponik, Desa Lengkese juga mengembangkan ikan dan ayam organik sehingga Desa Lengkese menjadi desa yang sehat.

Perahu Jolloro Diperairan Kepulauan Tanakeke Terbalik

KabarMakassar.com – Sebuah kapal atau perahu Jolloro tenggelam diperairan kepulauan Tanakeke terbalik. Peristiwa itu terjadi diperkirakan sekitar pukul 10.00 pagi, Kamis (23/7).

Perahu Jolloro yang bermuatan 9 ton dan mengangkut penumpang hingga barang-barang tenggelam akibat dihantam ombak diperairan kepulauan Tanakeke.

Kapolsek Mappakasunggu (Mapsu) Iptu Natsir saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Iya benar. Kebetulan saya ada dipulau ini. Alhamdulillah semua penumpang sebanyak 13 orang selamat,” kata Kapolsek kepada KabarMakassar.com.

Kapolsek menjelaskan, perahu tenggelam akibat cuaca buruk dan hantaman ombak diperairan Kepulauan Tanakeke saat hendak pulang dari Dermaga Takalar lama ke Pulau Tanakeke.

“Perahu tenggelam akibat hantaman ombak dua kali. Para korban berhasil diselamatkan oleh warga Desa Tompotana yang beriringan dari Dermaga Takalar ke Pulau Tanakeke,” jelas Kapolsek.

“Korban sementara dirawat oleh tenaga medis Puskesmas Tanakeke. Tapi barang-barang yang diangkut perahu tenggelam,” pungkas Kapolsek.

Ada Teh Corona di Takalar Expo 2020

KabarMakassar.com — Takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 yang digelar di Lapangan H. Makkatang Dg. Sibali sejak tanggal 9 hingga14 Maret 2020, setiap malamnya selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Dari hampir ratusan stand yanag ada di arena Takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 itu, ada satu stand yang cukup menarik perhatian pengunjung. Pasalnya, di saat masyarakat dunia termasuk Indonesia dibuat khawatir dengan merebaknya Virus Corona (Covid-19), stand di Takalar Expo ini justru menawarkan minuman Teh Corona yang terbuat dari daun kelor.

Firman (49) warga Dusun Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, sang pembuat Teh Corona yang dijual di stand tersebut mengaku sudah sejak 2018 lalu membuat teh kelor ini.

“Itu mulai pertama kalinya itu tahun 2018. Saat itu saya baru mulai coba membuat dan konsumsi sendiri bersama keluarga. Kalau untuk nama atau merek Corona itu sudah dari dulu, dan sebelum ada Virus Corona. Itu saya ambil dari bahasa Makassar,” kata Firman, Sabtu (14/3)

“2019 itu baru kami mulai menjual. Itu pun hanya secara perorangan dan menawarkan dari mulut ke mulut. Baru di 2020 ini kita mulai pasarkan dan tawarkan secara luas melalui media sosial. Harganya pun terjangkau. Untuk 1 dus kecil itu Rp25 ribu, dan untuk 1 kemasan plastik seharga Rp15 ribu,” tuturnya.

Perihal khasiat dari teh kelor dengan brand atau merek Corona ini, Firman mengatakan, meski secara spesifik dirinya belum melakukan kajian atau peneliatian terhadap produk Teh Corona produksinya, namun secara umum berdasarkan sejumlah hasil peneltian yang sudah banyak dilakukan para peneliti di Indonesia maupun luar negeri, ekstrak kelor terbukti lebih efektif daripada antibiotik dalam menghilangkan beberapa jenis bakteri dan jamur. Termasuk baik bagi jantung, menurunkan gula darah, mengandung senyawa anti kanker, hingga mengatur hormon tiroid yanag ada di dalam tubuh.

“Kalau untuk izin, PIRT-nya usaha saya ini sudah ada dan sudah terdaftar,” terangnya.

Lebih jauih Firman yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Usaha Unggul Takalar itu mengatakan, tujuan utama dirinya merintis usaha teh berbahan dasar daun kelor ini tak lain adalah untuk membantu mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Takalar.

“Saya memang sudah dari awal sampaikan ke masyarakat. Kalau ini goal (sukses), kita akan beli daun kelor dari masyarakat. Tujuan kami memang ingin membantu perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan tumbuhan yang ada di sekitar kita. Selama ini kan cuma dibuat sayur, dan saya yakin harganya bisa lebih baik kalau nantinya ini (teh kelor) bisa sukses ,” pungkasnya.

Kasus Cabuli Anak sendiri Dilimpahkan ke Kejaksaan Takalar

KabarMakassar.com — Sebelumnya pria bernama Taruddin Tompo (50) warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tega mencabuli putrinya, HJ yang masih berusia 15 tahun hingga hamil enam bulan. HJ mengaku terpaksa menuruti keinginan ayahnya karena takut ancaman kekerasan.

Petugas kepolisian Polres Takalar Sulawesi Selatan Reserse kriminal unit PPA (Perlindungan perempuan Dan Anak) merampungkan berkas perkara hamili anak kandung sendiri dan melimpahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Takalar.

Kasipidum Kejaksaan Negeri Takalar, As’rini As’ad, mengatakan. “Bahwa tersangka sudah berubah menjadi terdakwa berada di Kejaksaan Negeri Takalar dibawa oleh unit PPA Polres Takalar yakni melimpahkan tahap 2 berkas perkara pencabulan dibawah umur,”ungkapnya.

Ditambahkan, “Terdakwa kelak akan disidangkan di meja hijau Pengadilan Negeri Takalar dan dikenakan pasal 80 ayat 2 Jo 76 D dan terancam hukuman diatas 15 tahun penjara.

Terdakwa akan dijebloskan ke jeruji besi dititipkan di lapas klas IIB Takalar untuk menanti di kursi pesakitan meja hijau.

Diduga Kantongi Ekstasi Seorang IRT Ditangkap

KabarMakassar.com — Seorang ibu muda ditangkap Tim Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar setelah diduga menyimpan narkoba jenis Ekstasi. Ibu muda itu bernama Samsinar (35), warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Ia ditangkap Satresnarkoba Polres Takalar pada Jumat (31/1) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kanit Tim Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar, Ipda H Syuryadi Syamal Sarrang, penangkapan terhadap ibu muda itu dilakukan setelah dirinya dan tim mendapat informasi masyarakat tentang peredaran pil ekstasi.

“Berkat informasi terduga pelaku dalam sepakan sudah ketiga kalinya ke Takalar dalam sepekan dan bawa narkoba jenis ekstasi,”ungkap Kanit Ipda H Syuryadi.

“Terduga pelaku, kerap pula membawa narkoba ke Bulukumba. Tetapi, diduga usai edarkan di Takalar dan hendak bersiap melanjutkan perjalanan ke Bulukumba, kami membekuk terduga pelaku yang sedang beristirahat di salah satu kios jagung,”tambahnya.

Dari hasil penggeledahan, Tim Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar berhasil menemukan pil ekstasi sebanyak 20 butir seharga Rp 7 juta, 4 buah hp dan 1 unit motor Yamaha N Max.

Diduga, ibu muda ini sudah menjadi pengedar dalam beberapa bulan terakhir sebelum ditangkap.

Terduga pelaku pun digelandang ke Mako Polres Takalar unit Satresnarkoba untuk di interogasi memperoleh barang haram dan akan disidik lanjut dan dikenakan pasal 114, 112 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara.

Kejari Takalar Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

KabarMakassar.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar mengelar pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang hasil tidak pidana 2019 lalu.

Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Kejari setempat, Jalan Mandjarungi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Saat pemusnahan barang bukti dihadiri pula beberapa pejabat pemerintahan seperti Wakil Bupati, Wakapolres, Dandim 1426 dan beberapa Instansi Kemenkumham Lapas klas IIB, dan bersama sama memusnahkan barang bukti narkotika ada yang hanyutkan serta dimasukkan juga ke dalam mesin pemusnah.

Sementara itu Rini Wijaya, Kasi Barang Bukti Kejari Takalar, membeberkan.

“Barang bukti yang dimusnahkan dari tahun 2019 sabu sebanyak 58,534 gram dan obat terlarang THD / tirexphenimdil / HMA sebanyak 1, 303 butir,”jelasnya.

Ditambahkan, “53 perkara UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan 5 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan mengalami peningkatan peredaran di Kab. Takalar semenjak tahun 2019.

Kasi Pidum Kejari Takalar mengatakan perkara kriminal umum mengalami penurunan di tahun 2019.

Saya menghimbau kepada masyarakat dan khususnya Kab. Takalar agar menghindari barang haram narkoba lantaran merusak generasi.”tutupnya.

Terkait Kepemilikan Sabu, Supir Truk Asal Takalar Dibekuk Polisi

KabarMakassar.com — Sebelumnya Nurwahyudi alias Tutu (22), warga Polong Bangkeng Utara, Kabupatan Takalar, Sulawesi Selatan, yang diduga hendak menjual sabu, telah diamanakan Tim Drugs Hunter Resnarkoba Takalar lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu dalam saku celana.

Rekan Nurwahyudi bernama Daeng Rurung bin Baso (42) warga Palleko III, Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar. Akhirnya diringkus yang sempat buran selama Sepekan.

Polres Takalar menciduk terduga terlapor Daeng Rurung di Jalan Ir. Sutami Makassar usai mengemudi truk dari Palopo, ia bekerja disalah satu dealer motor di Kota Makassar, saat akan digeledah terduga terlapor sempat kabur lewat belakang swalayan, tetapi dengan sigap polisi menciduknya.

Polisi mendapat info dari rekan terduga terlapor mengatakan pemilik uang sebanyak 2 juta rupiah yakni Daeng Rurung, untuk membeli sabu dan edarkan kembali persachet.

Sementara itu Kanit Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar, Ipda H. Syuryadi Sarrang, mengatakan, “Berkat informasi rekan terduga terlapor yang diamankan lebih dahulu sehingga kami melakukan pengembangan dan pengejaran hingga ke Makassar dan menunggu pulang dari dari Palopo, lantaran terduga pelaku ini adalah supir Dum truk dealer motor,” ungkap Ipda H. Syuryadi Sarrang.

“Saat akan dilakukan penangkapan terduga terlapor sempat kabur, tetapi anggota bergerak cepat, alhasil cepat kami ringkus. dirinya terlihat panik saat mengetahui temannya tertangkap.” Tambah Kanit Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar.

Dari hasil intoregasi dilokasi pelaku mengakui perbuatannya pemilik uang tersebut.

Pelaku pun langsung digelandang ke Mako Polres Takalar unit Satresnarkoba untuk disamakan keterangan kedua pelaku dan dikenakan pasal 112, 114 undang undang narkotika no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.