Manfaat Tanaman Sidaguri Untuk Kesehatan

Kabarmakassar.com — Tumbuhan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia termasuk tumbuhan Sidaguri. Di Indonesia, tumbuhan ini disebut sidaguri. Sedangkan di dunia perdagangan obat-obatan tradisional, tumbuhan ini dikenal dengan nama arrowleaf sida.  

Tumbuhan satu ini tidak asing bagi anak yang tinggal di perkampungan, sebab tumbuhan sidaguri tumbuh liar di lahan kosong maupun di seputaran halaman rumah.

Wikipedia menyebutkan sidaguri dikenal dengan sebutan saliguri (Minangkabau), Paramau (Bima NTB) sidaguri (Melayu), otok-otok (Jawa Tengah), sidagori (Sunda), taghuri (Madura), kahindu (Sumba), selegui (Bali Aga), dikira, hutu gamo (Halmahera), digo (Ternate).

Situs Useful Tropical Garden menyebutkan tumbuhan yang awalnya dikenal sebagai gulma ini kemudian dikenal sebagai sumber obat tradisional dan sumber serat. Sidaguri adalah bahan obat tradisional terkenal di Australia, terutama obat diare yang sangat manjur.

Daunnya, yang mengandung 7,4 protein, dimanfaatkan sebagai sayuran. Di beberapa daerah, daunnya juga dimanfaatkan sebagai minuman teh.

Rebusan seluruh bagian tumbuhan dimanfaatkan sebagai obat demam. Pasta dari tanaman ini digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, juga digunakan sebagai tapal, obat dalam bentuk cairan kental atau bubur yang dilumaskan, dalam pengobatan sakit kepala, bisul, kram, rematik, sakit gigi, bibir pecah-pecah, hingga jerawat.

Tapal yang dibuat dari campuran tumbuhan, minyak, dan gula, dimanfaatkan untuk obat abses dan melepaskan nanah.

Daunnya memiliki khasiat diuretik, dimanfaatkan untuk mengobati disentri. Jus dari daun yang dicampur dengan cuka dimanfaatkan untuk obat antiinflamasi dan pencernaan selain itu rebusan daun dapat digunakan untuk membersihkan luka.

Bunga-bunganya yang berwarna kuning, yang dimakan dengan jahe liar, dikonsumsi untuk menambah stamina kerja.

Selain itu, akarnya pun dimanfaatkan untuk pengobatan diare, disentri, dan gangguan perut. Pasta akar juga dimanfaatkan untuk obat bisul.

Sedangkan kulit kayu dari tanaman sidaguri ini berkualitas baik, digunakan untuk membuat tali dan benang. Tumbuhan yang mudah diekstrak ini sangat dikenal memiliki serat yang baik, kuat, berkilau, dengan warnanya yang putih. Dalam suatu percobaan terhadap serat, menunjukkan bahwa tali dengan lingkar 12,5 mm dapat mempertahankan beban seberat 180 kilogram.

Manfaat lain, batang yang dikumpulkan, diikat, dapat digunakan sebagai sapu.

Salmi (45) warga Paleteang Kabupaten Pinrang saat ditemui di kediamannya, Minggu (2/2) mengaku bahwa tanaman tersebut dapat mengobati gatal akibat sengatan serangga dan juga sebagai obat kulit lainnya.

“Saya waktu kecil, orang tua biasanya obati pake itu daun ‘paramau’ (bahasa bima) kalau gatal di gigit serangga. Sampai sekarang kalau keluarga terserang penyakit kulit daun itu dipake yang penting rutin,” kata perempuan kelahiran Bima itu.

Pria di Pinrang Mencoba Bunuh Diri di Sutet

KabarMakassar.com — Diduga depresi Rambo (40), warga Kampung Lamajakka Desa Watang Pulu Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yang melakukan percobaan bunuh diri dengan cara memanjat tower listrik PLN tegangan tinggi jenis Sutet, Minggu (26/1/2020) malam.

Informasi yang dihimpun KabarMakassar.com, aksi nekatnya dimulai sejak sore hari dan berhasil diturunkan paksa personil gabungan Polsek Suppa, SAR Pinrang, PLN dan warga setempat sekira pukul 01.00 Wita, Senin (27/1/2020) dini hari.

Saksi mata Ponggo (40) warga setempat saat dikonfirmasi melalui selularnya mengatakan, pelaku depresi sehingga dia nekat melakukan aksinya.

“Aksi Rambo ini nekat sekali pak, membuat kepanikan keluarga dan warga sekitar pasalnya dia mau lompat dari atas tiang listrik (sutet). Memang orangnya agak stres,” katanya senin, (27/1) pagi.

Sementara itu, Kapolsek Suppa Pinrang Iptu Chandra mengatakan saat mendengar kejadian tersebut ia langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama personil dan tim SAR.

Rambo telah diserahkan kembali ke pihak keluarganya.

“Informasi kejadian masuk ke saya sekitar pukul 22.00 Wita. Karena ini menyangkut listrik tegangan tinggi makanya personil dan tim SAR Pinrang maupun PLN tidak berani ambil resiko. Apalagi saat itu, Rambo sudah berada di ketinggian kurang lebih 40 meter melewati kabel jaringan kedua,” ungkapnya, Senin (27/1) pagi.

Lanjut Chandra, Setelah mengumpulkan informasi terkait yang bersangkutan, tim gabungan coba memperdayai pelaku dengan berpura-pura meninggalkan TKP.

“Kita berpura-pura meninggalkan TKP dan memantaunya dari jarak sekitar 70 meter. Alhamdulillah, pelaku sempat turun ke ketinggian 10 meter. Saat di posisi itu lah, kita kembali merapat dengan cara mengendap lalu memanjat tower dan meringkusnya,” jelas Chandra.

Saat ini, kata Chandra, Rambo telah diserahkan kembali ke pihak keluarganya dan disarankan agar yang bersangkutan dirawat di Rumah Sakit Jiwa guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikenal Keras dan Tegas dalam Berdinas, Ini Sosok Kasat Pol PP Pinrang

KabarMakassar.com — Sosok yang dikenal keras dan tegas dalam berdinas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Pinrang Muhadir Muddin, MH ternyata memiliki sikap humanis.

Pasalnya sepanjang tahun 2019 lalu lebih dari 80 kali melakukan penertiban pelanggaran Perturan Daerah (Perda) seperti menertibkan pedagang kaki lima (PKL), pedagang yang menjual rokok ilegal dll.

Diawal tahun 2020 ini sudah tiga kali melakukan penertiban Gepeng maupun siswa bolos sekolah di Kabupaten Pinrang.

“Selama penertiban, kami tegas dalam menertibkan pelanggaran – pelanggaran Perda di Pinrang. Selain itu kami juga melakukan pembinaan karena yang dikedepankan adalah dari sisi kemanusiaannya,” Kata Muhadir kepada KabarMakassar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/1).

Pria kelahiran Pinrang 26 Januari 1974 itu memiliki seorang istri yang bernama Hj. Fathul Haery Syarif yang di karuniai anak sebanyak tiga orang Pertama Andi Pangeran, kedua Nabila, dan yang ke tiga Khaerunnisa.

Beralamat Jalan Jendral Sudirman No 235, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Selain ‘Bos Satpol PP Pinrang’ yang sebagai penegak utama Perda ia juga sosok suami yang menyangi keluarga, pasalnya sudah beberapa hari ia harus menemani dan merawat sang istri Hj. Fathul Haery yang terbaring di salah satu rumah sakit di Kota Makassar karena di operasi.

“Sudah beberapa hari ini saya di RS Makassar temani istri yang di operasi. Karena dinas harus kembali lagi ke Pinrang,” ungkap pria lulusan STPDN 1999 Jatinegoro, Bandung Jawa Barat itu.

Lanjut Muhadir yang juga lulusan pasca sarjana fakultas hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun 2013 itu, mengatakan “Saya selalu sampaikan ke anggota bahwa yang di kedepankan adalah profesional dalam menjalankan tugas. Mengayomi dan melayani. Tidak kasar, seperti memaksa, mengancam dan mengunakan kekerasan, tetapi melalui cara- cara persuasif sehingga sedapat mungkin dihindari penggunaan kekerasan yang dapat menimbulkan kontra produktif di masyarakat,” Tutup Muhadir.

Jenjang Karir:
1. Staf pemerintahan (Setda) Pinrang tahun 1999
2. Lurah Benteng Kecamatan Patampanua, Pinrang tahun 2000-2001
3. Sekcam Lanrisang, Pinrang tahun 2009-2011
4. Camat Mattiro Bulu, Pinrang tahun 2011-2013
5. KasatPol PP Pinrang tahun 2013 – Sekarang.

Empat Rumah Terbakar di Pinrang, Tiga Diantaranya Rata dengan Tanah

KabarMakassar.com — Kebakaran yang menghaguskan empat rumah tiga diantaranya rata dengan tanah terjadi di Jalan Maroneng, Dusun Bajeng Kaluku Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang Sulsel, Selasa (21/1) sekitar pukul 15:50 Wita.

Data yabg dihimpun KabarMakassar.com kebakaran naas itu menghaguskan rumah warga setempat diantaranya Abdu (50), Marhana (50), Bahtiar (47) rata dengan tanah, sedangkan rumah Lamading (46) terbakar pada bagian dinding dapur.

Dari kebakaran tersebut diperkirakan korban mengalami kerugian sekitar 500 juta rupiah, beruntung kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa.

Kapolsek Duampanua AKP Marjoko yang di konfirmasi KabarMakassar.com melalui selularnya membenarkan kejadian tersebut diduga akibat konsleting listrik dari salah satu rumah yang terbakar itu.

“Empat rumah yang terbakar tiga diantaranya rata dengan tanah diduga akibat korsleting listrik, kerugian ditaksir sekitar 400 hingga 500 juta rupiah, korban jiwa nihil,” singkat Marjoko, Selasa (21/1) sore.

Sekitar pukul 17:46 Wita api berhasil di padamkan oleh 4 unit pemadam kebakaran, 2 unit Damkar yang di datangkan dari Kota Pinrang dan 2 unit damkar yang standby di kantor Kecamatan Duampanua dan di bantu oleh warga setempat.

Pantau Kondisi Sampah, Ini Sosok Kadis DLH Pinrang

KabarMakassar.com — Sebagai seorang ASN, Kadis DLH Kabupaten Pinrang, H. Sudirman Sultan sebelum masuk kantor, ia selalu membiasakan diri memantau kondisi lingkungan maupun kebersihan Kota, apakah terdapat kendala dengan anggota yang bertugas di lapangan atau tidak. Jika terjadi masalah yang di dapatnya dengan sigap ia sampaikan ke bawahannya untuk di tindak lanjuti.

Ia juga menyempatkan diri berkeliling di seputaran kantor untuk mengecek sarana dan prasarana yang di gunakan oleh petugas kebersihan.

“Sebelum masuk kantor saya menyempatkan diri berkeliling seputar kota, termasuk keliling di kantor untuk mengecek sarana dan prasarana maupun armada yang akan digunakan oleh anggota, jika ada masalah lansung kami tanggapi dengan sigap. Prinsipnya adalah harus memahami tugas pokok,” kata Sudirman diruang kerjanya, Selasa (21/1).

Pria kelahiran Pinrang, 24 Juli 1965 istri bernama Hj. Andi Cili Nur Kirana di karuniai tiga orang anak yang pertama Ismail Sholeh, kedua Nur Fadilah Sofyana, dan yang ketiga Sitti Fatima kemudian beralamatkan Jalan Cempaka No 89 Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang ini menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin Jurusan Perikanan.

Mengawali karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 1995 dengan tugas pertama di Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang tahun 1995 sampai tahun 2000, selanjutnya di mutasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pinrang sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Mengakui masih banyak terdapat kekurangan dari sarana dan prasarana maupun tenaga kebersihan di Lingkup DLH Pinrang, namun sejak tahun 2016 untuk sampah rumah warga, perumahan maupun BTN itu tidak ada retribusi kecuali toko, rumah makan dan perusahaan.

“Alhamdulillah sejak 2016 kami tidak memungut retribusi sampah ruangan kecuali sampah toko, rumah makan maupun perusahaan itu ada retribusinya,” ungkapnya.

Dibawah kepemimpinan beliau selaku Kadis LDH Kabupaten Pinrang sejak 2010 hingga 2018 Kabupaten Pinrang meraih Adipura berturut – turut dan beliau berharap semoga tahun ini 2019 kembali Kabupaten Pinrang mampu meraih piala Adipura.

“Sebenarnya ini bukan prestasi Dinas Lingkungan Hidup melainkan ini adalah prestasi masyarakat Kabupaten Pinrang yang sadar akan kebersihan” ungkapnya

“Alhamdulillah, sejak 2010 hingga 2018 kita mendapatkan Adipura berturut – turut, semoga tahun ini kembali meraihnya. Intinya mencintai pekerjaan jangan Melihat tempatnya apakah itu kering atau basah yang jelas profesionalisme dalam bekerja,” Tutup Sudirman.

Terakhir beliau meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang agar tetap sadar dan tidak membuang sampah sembarang termasuk bisa mengurangi penggunaan sampah plastik.

Putu, Kuliner Sarapan Masyarakat Bugis Pinrang

KabarMakassar — Makanan merupakan sumber energi untuk bertumbuh dengan baik setiap hari, maka dalam mengawali hari sebaiknya dengan memenuhi kebutuhan tubuh agar dapat beraktivitas dengan baik.

Aktivitas yang menyehatkan setiap hari biasa diawali dengan bangun lebih awal, olahraga yang cukup, banyak minum air putih dan sarapan yang bermanfaat.

Meski demikian, beragam pola hidup umumnya terjadi di masyarakat, apa lagi di negara Indonesia yang terkenal dengan beragam jenis makanan, jadi setiap daerah memiliki makanan khas yang biasanya menjadi santapan favorite masyarakatnya.

Contohnya masyarakat suku Bugis di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan dengan makanan khas yang biasa disebut “Putu” yang biasa menjadi menu pilihan sarapan masyarakat Kabupaten Pinrang.

Putu ini terbuat dari tepung beras yang dikukus dengan menggunakan wadah tersendiri yang berbentuk tabung, setelah matang biasanyanya dilumuri dengan parutan kelapa muda hingga menambah gurihnya makanan ini.

Putu biasanya di makan dengan sambal namun sambalnya berbeda dengan sambal biasanya karena sambal yang dipadukan dengan putu ini terbuat dari ampas minyak kelapa atau biasa disebut Tai Minyak.

“Jadi cara buatnya, ampas minyak kelapa ini ditumbuk dengan cabe kemudian diberi sedikit penyedap rasa,” ucap Wana yang merupakan salah satu warga yang sedang asyik menyantap putu saat ditemui oleh Tim KabarMakassar dikediamannya pada, Sabtu (18/1/2020).

Menurut Wana, Putu ini paling nikmat disantap pagi hari dan juga hanya tersedia di pagi hari, biasanya sarapan Putu dipagi hari akan bertahan lama dari rasa lapar, makanan Putu ini sangat mudah di dapatkan di Kabupaten Pinrang karena masyarakat yang berjualan juga cukup banyak di pinggiran jalan.

Harganya juga relatif murah cukup perbungkusnya hanya Rp2.000 untuk bisa menikmati kuliner khas Kabupaten Pinrang yang membuat perut kenyang.

Akibat Hujan, Sawah Sekitar 20 H di Pinrang Berubah Jadi Danau

KabarMakassar.com — Hujan deras yang menguyur Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, selama 2 hari, Sabtu (11/1/2020) diperkirakan terjadi sejak pukul 00.00 Wita hingga sore hari, membuat sejumlah persawahan tergenang air hingga setinggi paha orang dewasa.

Persawahan yang tergenag air akibat hujan itu, terjadi di Kelurahan Laleng Bata Kecematan Paleteang Kabupaten Pinrang, seluas kurang lebih 20 hektare. Luapan air tersebut diduga akibat saluran sekunder sangat kecil dan banyaknya sampah, membuat air itu tersumbat. Akibatnya terjadi luapan air hingga mengngenangi persawahan setinggi paha orang dewasa.

Muhammada (80) salah satu pemilik sawah. Dok. Rudi Hartono.

Muhammada (80) salah satu pemilik sawah saat di temui KabarMakassar di TKP, mengatakan sawahnya 1 H itu yang baru ditanami padi sekitar 10 hari, tergenang air akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak kemarin sampai hari ini.

“Ada 1 Hektare sawah saya pak. Apabila air tersebut tidak diatasi segera dan terus diguyur hujan akan mengakibatkan padi mati, karena usia tanam baru sekitar 10 hari,” katanya.

Lanjutnya, kata dia bukan hanya sawahnya yang tergenag air melainkan banyak sawah disekitarnya dan di perkirakan sekitar 20 H yang terdampak genangan air. “Mungkin sekitar 20 Hektar itu yang tergenag,” tutupnya.

Camat Paleteang Fakhrullah saat dikonfirmasi melalui selulernya, membenarkan kejadian tersebut pihaknya sudah meninjau langsung, kata dia bukan hanya ditempat tersebut yang di genangi air, melainkan daerah Ale’ Calimpo Kecamatan Tiroang yang terparah batas Kecamatan Paleteang dengan Tiroang Kabupaten Pinrang.

“Iye, saya sudah tinjau tadi pagi, kita tunggu sampai 4 hari perkembangannya. Terparah juga di Ale’ Calimpo, sebelahnya itu,” singkatnya.

Kepala BPBD Pinrang: 120 Rumah Terdampak Bencana Angin Kencang

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, terus melakukan pendataan di sejumlah titik yang kena dampak angin kencang di wilayah yang ada di Kabupaten Pinrang, Sulsel, sejak Ahad sore (5/1/2020).

Selain melakukan pendataan, BPBD Pinrang juga menyalurkan bantuan ke sejumlah warga yang terkena dampak angin kencang.

Data yang dihimpun KabarMakassar.Com dari BPBD Pinrang, sementara tiga Kecamatan yang terdata akibat angin kencang, yaitu Kecamatan Suppa, Kecamatan Lanrisang, dan Kecamatan Mattiro Sompe sebanyak 120 rumah.

Kepala BPBD Pinrang, Andi Matalatta mengatakan, pihaknya sementara melakukan pendataan dan melakukan rapat dengan para camat untuk segera melaporkan data Ril di wilayahnya.

“Data sementara baru 120 rumah dari tiga kecamatan. Kami baru selesai melakukan rapat dengan para camat agar memerintahkan para kades dan lurah yang wilayahnya terdampak angin kencang untuk segera membuat laporan ril kejadian,” kata Matalatta via seluler, Senin (6/1).