Hina Polisi di Medsos, Anjal Dibekuk Tim Anti Bandit

KabarMakassar.com — Zainal (24) anak jalanan yang penuh dengan Tato hampir diseluruh tubuhnya terpaksa berurusan dengan Tim Anti Bandit (TAB) Polres Gowa akibat postingannya yang menghina institusi Polri di media Sosial (Medsos) Facebook, Senin (10/8).

Zainal ditangkap saat sedang ngamen dipinggiran Jalan Sultan Hasanuddin tepatnya dibatas Kota Makassar dengan kabupaten Gowa pada Rabu (6/8) kemarin.

“Pelaku ini memosting status penghinaan kepada Istansi Polri di media sosial, sehingga warga yang mengetahui postingan tersebut melaporkan ke Polres Gowa,” ungkap Kasubag Humas Polres Gowa AKP M. Tambunan saat melakukan Press Confrence di Mapolres Gowa.

Pelaku, Zainal yang memiliki akun bernama Muhammad Cui Harianto memosting hinaan di media sosial pada bulan April lalu bertulisan “Jangankan Corona, Polisi Juga Saya Makan”.

Setelah itu, postingan tersebut langsung viral dan kemudian warga masyarakat melaporkan postingan ke kepolisian Polres Gowa, dan dalam waktu kurang lebih 3 bulan Tim Anti Bandit Polres Gowa melakukan pencarian.

Tambunan menjelaskan pelaku berprofesi sebagai pengamen dan belum berkeluarga, diketahui pelaku adalah salah seorang warga Kabupaten Gowa dan pelaku tersebut kesehariannya juga nginap di terminal Malengkeri sebagai anak jalanan.

“Karena perbuatannya Pelaku dapat diijerat dengan Pasal 207 KUHP yang berbunyi. Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,” sebut Tambunan.

Dihadapan awak media terduga pelaku memohon maaf kepada seluruh jajaran Kepolisian dan masyarakat atas postingan yang dilakukan dan berharap kejadian tersebut tidak kembali terjadi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.

Terpisah, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola berpesan kepada seluruh pengguna medsos agar lebih bijak dalam bermedso. “Saya himbau untuk saring dulu konten atau postingan sebelum men share ke publik dan kejadian ini dapat kita jadikan pembelajaran, tuturnya Kapolres.

PMI akan Laksanakan Penyemprotan Desinfektan Serentak se-Sulsel

KabarMakassar.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel akan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh wilayah Sulsel. Hal ini dilakukan jelang penormalan kembali aktifitas perkantoran.

Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan mengatakan penyemprotan itu dijadwalkan pada tanggal 6-7 Juni mendatang. Kegiatan ini akan difokuskan pada kantor pemerintah, kantor pelayanan publik dan masjid.

Adnan menyebutkan sesuai edaran menteri bahwa seluruh ASN akan kembali normal berkantor pada Juni. Sehingga, sebelum mulai masuk bekerja, maka dipastikan Kantor tersebut sudah disterilkan begitupun dengan masjid.

“Kita ingin pastikan masjid ini sudah steril dari Covid-19. Sehingga ketika dibuka dengan protokol kesehatan tidak akan terjadi penyebaran Covid-19,” kata Adnan, Sabtu (30/5).

Menurutnya penyemprotan disinfektan secara massal ini juga adalah upaya PMI Sulsel dalam mendukung pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel.

“Saat ini, Sulsel berada di urutan keempat se-Indonesia berkaitan dengan penularan Covid-19. Kita sudah berada di atas Jawah Tengah yang penduduknya sebanyak 32 juta sementara kita hanya 8,8 juta, tetapi angka positif kita lebih besar,” jelasnya.

Karenanya Bupati Gowa ini berharap keterlibatan seluruh pengurus dan anggota PMI kabupaten/kota se-Sulsel sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerintah untuk memutus mata rantai penularan covid-19.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Gowa, H. Abd Rauf Malaganni mengatakan seluruh pengurus PMI Kabupaten Gowa siap mendukung menyukseskan penyemprotan massal tersebut.

“Maka tentunya kami akan laksanakan sesuai dengan petunjuk Bapak Ketua PMI Sulsel,” kata H. Abd Rauf Malaganni.

Ia menyebutkan selama ini PMI Gowa sudah aktif terlibat langsung mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa.

Diantaranya, kata dia, pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gowa beberapa waktu lalu. Membantu Pemkab Gowa melakukan penyemprotan serentak, melakukan promosi kesehatan pembagian masker, hand sanitizer dan menyalurkan bantuan.

“PMI Gowa telah menginstruksikan keterlibatan PMI Kecamatan untuk mendukung kegiatan percepatan penanganan Covid-19 di seluruh wilayah kecamatan dalam wilayah kabupaten Gowa melalui surat instruksi PMI Kabupaten Gowa,” pungkasnya.

15 Tahanan Narkoba Kabur, 7 Personel Polda di Periksa Propam

KabarMakassar.com — Sebanyak 7 personel bagian Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Sulsel yang bertugas saat 15 tahanan kasus narkoba di Rutan Polda Sulsel kabur pada Senin (30/3) dini hari lalu, menjalani proses pemeriksaan oleh Direktorat Propesi dan Pengamanan (Dit Propam) Polda Sulsel.

“Semuanya ada 7 orang dengan kepala jaganya. Saat ini sudah sidang disiplin,” kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi kepada KabarMakassar.com, Senin (6/4).

Dihubungi terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan mengaku, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memburu ke-15 tahanan yang kabur dari Rutan Polda Sulsel melalui ventilasi tersebut.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 5 tahanan yang telah berhasil diringkus kembali di berbagai daerah di Sulsel.

“Sudah ada 5 orang tahanan yang berhasil diamankan kembali. Yakni Ikhsan ditangkap di Kabupaten Jeneponto, Nandito dan Asri alias Ardiansyah di Kota Parepare, Febrianto ditangkap di Kota Makassar, dan Rezky ditangkap di Kabupaten Pinrang,” ujarnya.

Menurut Hermawan, 1 dari 5 tahanan yang berhasil ditangkap kembali itu terpaksa dilumpuhkan oleh petugas karena melakukan perlawanan saat pengembangan dan diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya yang lain.

“Rezki kita lumpuhkan kerena dia menendang dada anggota dan mencoba melarikan diri. Namun anggota sigap mengejar dan anggota juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan dua kali, tapi yang bersangkutan masih lari. Sehingga terpaksa ditembak kakinya,” terangnya.

Hermawan menambahkan, tim yang telah diturunkan akan terus melakukan pengejaran terhadap 10 tahanan lainnya yang sampai saat ini masih buron.

“10 tahanan yang masih buron itu yakni: Ramli alias Sakka, Wandi, Tommeng, Muh Hafis, Faisal, Rizal, Edi Suhendri, Muh Ilham, Akbar dan Erwin. Mudah-mudahan bisa tertangkap kembali, mohon doanya,” pungkasnya.

Harga Bahan Pokok di Gowa Terpantau Stabil

KabarMakassar.com — Harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Indonesia beberapa minggu belakangan mengalami kenaikan akibat atau dampak dari mewabahnya Virus Corona (Covid-19). Namun khusus di Kabupaten Gowa, hal itu tak terjadi. Harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau stabil.

Berdasarkan data harga bahan pokok di Pasar Minasa Maupa Sungguminasa yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa pada Senin (16/3) pagi, dari total 22 item komoditi/jenis bahan pokok, hanya minyak goreng curah yang harganya menagalami kenaikan (naik Rp1.000/liter).

Sedangkan komoditi bahan pokok lainnya seperti bawang, beras, daging, ikan, telur, tepung dan beberapa komoditi lainnya terpantau stabil dan tak mengalami kenaikan harga. Bahkan harga cabe mengalami penurunan.

Cabe merah besar yang sebelumnya Rp18.000/Kg, turun menjadi Rp12.000/Kg. Cabe kriting yang sebelumnya Rp24.000/Kg, turun menjadi Rp15.000/Kg. Sementara cabe hijau dari yang sebelumnya Rp12.000/Kg, juga turun menjadi Rp10.000/kg.

Harga bawang juga tidak mengalami kenaikan. Bawang merah masih Rp30.000/Kg, dan bawang putih Rp34.000/Kg.

Sementara untuk harga daging sapi stabil di harga Rp95.000/Kg. Begitupun dengan harga daging ayam broiler yang tetap di harga Rp45.000/ekor.

Kemenag Sulsel Harap Gowa Wakili Sulsel di MTQ Tingkat Nasional

KabarMakassar.com — Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Gowa ke-43 yang digelar di Pelataran Masjid Agung Syekh Yusuf, resmi dibuka, Senin (9/3) malam.

Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, Rappe, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulsel, dalam sambutannya mengatakan, Gowa menjadi kabupaten ke-19 di Sulsel yang menggelar MTQ tingkat Kabupaten.

Rappe pun mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa ini.

“Ini MTQ tingkat kabupaten tapi serasa tingkat provinsi, kita doakan bersama semoga Kabupaten Gowa bisa mewakili Sulawesi Selatan pada MTQ tingkat nasional pada bulan Agustus mendatang,” kata Rappe.

Gowa dan Makassar, kata dia, punya sejarah panjang dalam pelaksanaan MTQ tingkat nasional, dimana dua daerah ini merupakan peletak dasar pelaksanaan MTQ pertama tingkat nasional yang dilaksanakan di Sulsel.

“Oleh karena itu penyelenggaraan MTQ seperti ini akan membangkitkan lagi semangat ber-MTQ kita,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya mengatakan, MTQ dilaksanakan dalam rangka menanamkan nilai-nilai agama kepada para penerus bangsa yang nantinya akan melahirkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa.

“Pembangunan sumber daya manusia penting, tetapi lebih penting juga membangun karakter kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT, sehingga kita mampu membangun sumber daya manusia yang baik. Tentunya berlandaskan iman dan takwa. Inilah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa dengan pelaksanaan MTQ pada malam hari ini,” kata Adnan.

Pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten ini, lanjut Adnan, adalah bagian dari program Pemkab Gowa pada tahun 2020. Dimana pada tahun 2020 ini, Pemkab Gowa menetapkan sebagai tahun keagamaan yang didukung dengan berbagai program keagamaan sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia yang berlandaskan iman dan taqwa.

Adnan memaparkan, beberapa program keagamaan yang dicanangkan Pemkan Gowa pada tahun 2020 ini adalah membangun Rumah Tahfidz, mencetak satu hafidz satu kelurahan dan desa, dan menjadikan imam kelurahan, imam desa, imam dusun dan imam lingkungan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an.

“Pemerintah Kabupaten Gowa menjadikan tahun 2020 ini sebagai tahun keagamaan. Tahun keagamaan yang kita canangkan pada tahun ini tiada lain karena adanya beberapa program-program keagamaan yang akan kita laksanakan dan lakukan di wilayah kabupaten. Salah satunya adalah pelaksanaan MTQ,” ujarnya.

Olehnya itu, orang nomor satu di Kabupaten Gowa itu berharap, MTQ yang dilaksanakan ini akan mencetak orang-orang yang akan mewakili Kabupaten Gowa untuk bisa menjadi juara pada MTQ yang dilaksanakan di tingkat Provinsi Sulsel.

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten ini, dewan hakim akan melaksanakan tugasnya untuk menyeleksi mana yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Gowa pada MTQ tingkat Provinsi Sulsel di Kabupaten Pangkep pada Agustus mendatang, dan bisa mendapatkan juara serta juga bisa lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.

DPRD Sidrap Kunker ke Gowa untuk Belajar Sistem PAUD

KabarMakassar.com — DPRD Kabupaten Sidrap melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Gowa, Kamis (5/3). Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H. Muchlis di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa.

Ketua DPRD Sidrap, Ruslan mengaku kedatangannya ke Kabupaten Gowa untuk belajar terkait Sistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia menilai Kabupaten Gowa sukses menyelenggarakan sistem pendidikan PAUD.

”Saya datang untuk belajar karena kami memperoleh informasi bahwa di Gowa proses PAUD ini termasuk holistik dan segalanya itu sudah jalan sejak 2015. Kami juga sudah tahu kalau semua SKPD disini sudah bersinergi pelaksanaan PAUD,” kata Ruslan.

Sementara itu, Sekda Gowa, H. Muchlis mengaku menyambut baik kedatangan rombongan DPRD Kabupaten Sidrap. Ia menjelaskan program PAUD di Gowa sudah dimulai sejak tahun 2005 lalu pada masa Pemerintahan Bupati Gowa, almarhum Ichsan Yasin Limpo (IYL).

“Kami sudah mengimplementasikan rencana dan pengembangan PAUD ini sejak beberapa tahun lalu. Sejak Pilkada 2005, almarhum Pak Ichsan waktu itu mencanangkan dan menyanggupi untuk membangun Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) disemua desa dan kelurahan yang kebetulan waktu itu ada 167 desa dan kelurahan,” kata Muchlis.

Ia mengatakan bahwa dalam SPAS yang sekarang menjadi PAUD itu ditanamkan tiga pemebelajaran yakni pembelajaran membaca Al-Qur’an, pendidikan akhlak dan pemberian materi konten muatan lokal tentang Kabupaten Gowa.

“Jadi semua desa bisa dipastikan ada tempat PAUD yang berbasis menggunakan gedung SPAS. Umumnya berada disekitar kantor desa, yang menempati tanah Pemda dan difungsikan hingga hari ini,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr. Salam mengatakan lembaga PAUD di Gowa sebanyak 506 lembaga yang terdiri dari TK sebanyak 275, KB 31, TPA 2, SPS 168 dan RA, 30 lembaga dengan jumlah peserta didik 13.640 dan tenaga pendidik 1309 orang.

“Untuk anggaran, Pemkab Gowa melalui APBD sebesar Rp.2,3 miliar per tahun. Sementara untuk APBN melalui Dana Operasional Pendidikan (DOP) sebesar Rp.600.000,- per anak per tahun,” kata Salam.

Diketahui, turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Gowa, Firman Djamaluddin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gowa, Kawaidah Alham.

Bawaslu Gowa Pertanyakan Kewenangan Camat Tinggimoncong

KabarMakassar.com — Bawaslu Gowa mengecam tindakan yang dilakukan Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz karena memasuki area tes tertulis Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Aula Kantor Kecamatan Tinggimoncong, Rabu (4/3) kemarin.

Hal itu pun membuat Komisioner Bawaslu Gowa, Juanto kesal dan mempertanyakan hal itu. “Apa kewenangan Camat Tinggimoncong masuk ke area tes? Apa aturannya, nomenklaturnya dimana?,” kata Juanto.

Menurutnya, undang undang, Peraturan KPU, Peraturan Bawaslu, Surat Edaran bahkan undang undang ASN tidak mengatur hal demikian. Bahkan, kata dia, Bawaslu sendiri punya etika masuk ke area tes.

“Tidak sepatutnya dia melakukan itu. Saya sendiri tidak seenaknya masuk ke area itu. Padahal kami punya kewenangan diamanahkan oleh UU untuk mengawasi. Tapi kami punya etika,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat untuk membicarakan dan memproses sesuai aturan yang berlaku jika diduga ada pelanggaran.

“Dia itu ASN, camat mestinya baca aturan, insyaAllah dekat ini akan kami rapatkan di Bawaslu, termasuk bicarakan pihak terkait, termasuk KPU dan panitia,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Andry Mauritz mengatakan dirinya saat itu hanya memastikan dan mengecek lantaran tempat terselenggaranya tes berada di aula kantornya.

“Saya fikir wajar sebagai pemerintah bersama tripikanya memantau. Kebetulan di aula kantor saya dilaksanakan tes, saya masuk ke panitia hanya untuk memastikan dan mengecek apakah ruangannya memadai karena diikuti ratusan peserta,” kata Andry, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan bahwa dirinya masuk ke aula tes tertulis bukan maksud apa-apa. Bahkan, kata dia, ada beberapa unsur tripika yang melihat.

“Setelah bincang sebentar dengan panitia kemudian saya kembali ke luar, di tengah jalan saya disapa peserta jadi saya temui. Bahkan ada peserta yang sudah selesai datang menyalami karena mengenal saya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menyayangkan pihak Bawaslu dan Panwascam yang tidak menegur dirinya saat masuk ke area tes tertulis PPS.

“Sekitar lima anggota Bawaslu termasuk Panwascam. Saya sempat bincang tapi tidak bilang-bilang ji juga bahwa dilarang. Tidak ada juga yang menegur saya dari Bawaslu kabupaten bahwa dilarang masuk,” katanya.

Karena itu, kata dia, kasus ini perlu diklarifikasi letak kesalahan dan pelanggarannya. “Harusnya kita konfirmasi ke pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Gowa. Letak kesalahan dan pelanggaran saya dimana. Karena ini di aula kantor saya,” pungkasnya.

Sejumlah Apotek di Gowa Kehabisan Stok Masker

Kabarmakassar.com — Warga Kabupaten Gowa mengeluhkan langkanya ketersediaan alat pelindung diri khususnya untuk pernapasan atau masker, di sejumlah toko dan apotek di wilayah tersebut, sejak ramainya pemberitaan terkait penyebaran Virus Corona.

Salah seorang warga Kabupaten Gowa, Ishak mengaku sudah mendatangi beberapa Apotek yang ada di wilayah Sungguminasa. Namun, stok masker di semua Apotek yang didatanginya tersebut sudah habis terjual.

“Tadi saya mencari masker di beberapa apotek di daerah Sungguminasa, tapi semua yang saya datangi katanya sudah habis,” kata Ishak, Selasa (3/3) sore.

Mendapat informasi tersebut, Kabar Makassar coba mendatangi beberapa Apotek di wilayah Sungguminasa. Salah satunya yakni Apotek Generik yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin.

Menurut Rahma, salah seorang karyawan di Apotek tersebut, stok masker mereka sudah habis terjual sejak pagi tadi.

“Tadi pagi barangnya ada sekitar jam 08:00 WITA. Tapi hanya satu jam, semua stok masker kami sudah habis terjual,” kata Rahma.

“Harganya pun mengalami kenaikan yang normalnya hanya Rp2.000 per lembar, naik menjadi Rp3.000 hingga Rp3.500 per lembar,” tambahnya.

Sama dengan di Apotek sebelumnya, stok masker di Apotek Kimia Farma yang ada di Sungguminasa juga habis.

“Sudah lama kami kosong (masker). Bahkan dari kemarin malam, banyak yang cari di sini. Tapi sudah habis. Semua masker di Kimia Farma di Gowa sudah habis,” kata salah seorang karyawan di Apotek tersebut yang meminta namanya dirahasiakan.

Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta warga Gowa untuk tidak panik dalam menanggapi adanya pengumuman resmi dari pemerintah pusat soal adanya dua warga negara Indonesia (WNI) di Depok, Jawa Barat, yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona. Meski begitu, Adnan tetap meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Adnan, sejauh ini pemerintah pusat sudah melakukan sejumlah langkah dan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona di Indonesia.

“Pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat terus bersinergi dalam melakukan langkah pencegahan penularan. KIta harap dan kita minta masyarakat tenang dan tidak panik,” kata Adnan.

19 Desa di Gowa Telah Cairkan Dana Desa

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulsel, pertanggal 3 Maret 2020, sudah ada 19 desa dari total 121 desa di Kabupaten Gowa telah mencairkan Dana Desa yang disalurkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Berdasarkan data dari Kanwil Perbendaharaan, sudah 19 desa di Gowa yang mencairkan dana desanya,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Provinsi Sulsel, Rais Rahman, Selasa (3/3).

Rais merinci, 19 desa di Kabaupaten Gowa yang telah melakukan pencaairan Dana Desa Tahap I Tahun 2020 yaitu: Desa Tamanyeleng, Borongpalala, Tanete, Pakatto, Bontomanai, Julubori, Bontolangkasa Selatan, Pattalassang, Lempangan, Tindang, Sengka, Batumalonro, Tonasa, Pao, Mangempang, Salajangki, Bissoloro, Bilalang dan Romangloe.

Dengan disalurkannya Dana Desa di 19 desa ini, kata dia, maka total dana desa yang telah tersalurkan di Kabupaten Gowa sudah sebesar Rp9.394.346.400 dari total Pagu Rp148.040.346.400.

“Update data penyaluran dana desa Kabupaten Gowa per tanggal 2 Maret 2020 itu sebesar Rp9.394.346.400 atau sekitar 6,35%, tersisa Rp Rp138.646.517.600,” terangnya.

Sekadar diketahui, pencairan dana desa tahun ini kembali dilakukan dalam tiga tahapan. Dimana tahap I sebesar 40 persen, tahap II 40 persen, dan tahap III 20 persen. Pencairan Tahap I telah dimulai sejak Januari 2020.

Daeng Nappa Beserta Keluarganya Dipindahkan ke Tempat yang Layak

KabarMakassar.com – Setelah viral di media sosial (Medsos) hingga bantuan dari relawan berdatangan, Haris Daeng Nappa bersama istri dan lima anaknya akhirnya dipindahkan ke tempat yang layak huni, Sabtu (22/2).

Camat Bontonompo Wahyudi menuturkan, keluarga Daeng Nappa dipindahkan ke tempat yang layak di Desa Katangka, sambil pemerintah mencarikan lahan untuk kemudian dibangunkan rumah.

“Daeng Nappa sekeluarga kita ungsikan sementara di gedung bekas sekolah untuk sementara. Di sana memang layak untuk ditinggali sementara,” kata Wahyudi.

Pantauan kabarmakassar.com di lokasi, beberapa peralatan rumah tangga miliknya, diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

Tak hanya itu, beberapa bantuan juga berdatangan seperti beras, indomie, telur dan lain sebagainya.

Diketahui, kondisi gubuk berukuran 5×3 meter berdinding plastik yang ditinggali Daeng Nappa bersama isstri dan kelima anaknya mendadak viral di media sosial setelah salah satu netizen mempostingnya Facebook.

Simpati masyarakat pun bermunculan, hingga beberapa relawan di Kabupaten Gowa datang memberi bantuan termasuk dari Dinas Sosial, Kabupaten Gowa.

Haris Daeng Nappa sendiri membantah kabar di media sosial yang menyebt dirinya bersama keluarganya kelaparan. Selain itu, kata dia, warga di sekitar tempat tinggalnya juga sangat perhatian kepada keluarganya.

“Tidak, sama sekali tidak benar berita tersebut. Bantuan dari pemerintah juga saya dapat seperti KIS, dan beras. Selama saya di gubuk ini, saya diperhatikan oleh warga sini. Diberi makan atau keperluan sehari-hari. Saya juga terima kasih kepada pemerintah,” ungkapnya.