Oknum Dosen di Makassar Diduga Otak Pelaku Kasus Pencurian Besi

KabarMakassar.com — Seorang oknum Dosen di salah satu kampus di kota Makassar diduga jadi otak pelaku kasus pencurian besi di wilayah Kabupaten Gowa.

Oknum Dosen tersebut dikabarkan berasal dari Kampus STIEM Bongaya Makassar berinisial BD.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir membenarkan perihal salah satu oknum Dosen tersebut. Dia mengatakan kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan.

“Iya sudah naik ke Sidik,” kata AKP Jufri kepada KabarMakassar.com, Jumat (10/1/2020).

Jufri menjelaskan oknum Dosen tersebut diduga otak pencurian yang sebelumnya tiga pelaku diamankan atas kasus yang sama. Sehingga hasil interogasi mengarah pada oknum Dosen dari kampus ternama tersebut.

Dia melanjutkan, BD diduga memerintahkan koleganya mengambil besi pada salah satu lokasi proyek di Kabupaten Gowa lalu besi itu dijual atas perintahnya.

“Jadi dia yang suruh anggotanya potong-potong besi baru dijual,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Takalar ini.

Hingga kini Polres Gowa sudah mengamankan BD atas persangkaan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian.

“BD sudah kita tahan. Kita terapkan pasal 363,” sebut Kasat.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kapan kasus dugaan pencurian besi ini dilakukan.

Belum juga diketahui lokasi, waktu, tempat, dan jumlah yang pasti dari barang yang dicuri tersebut.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Umum STIEM Bongaya Makassar Mansyur Mus saat ditemui diruangannya membenarkan perihal penahanan salah satu oknum Dosen tersebut.

“Iya benar beliau Dosen negeri, dia ASN dari Kopertis Wilayah IX (LLDIKTI) Sulawesi yang diperbantukan dan di pekerjaan disini,” ungkap Mansyur.

Dia juga mengatakan kasus penahanan BD sudah diketahui sejak Desember yang lalu. Namun itu dapatkan dari informasi yang beredar.

“Saya dapat informasi beredar beliau ditahan 28 Desember tahun lalu. Setelah saya cek ke Polsek Somba Opu ternyata memang benar,” katanya lagi.

Terkait kasus tersebut pihak kampus STIEM Bongaya menyerahkan seluruhnya ke pihak yang berwajib. Soal sanksi kampus Mansyur menyerahkan ke komisi disiplin Kampus jika terbukti bersalah.

“Kita akan junjung tinggi dulu asas praduka tak bersalah, apalagi dia sendiri kan pegawai negeri, pasti ada sanksi tersendirinya. Kalau kami di STIEM Bongaya ada namanya komisi disiplin juga nanti kita putuskan juga disitu,” katanya menjelaskan.

Diketahui BD merupakan oknum Dosen yang telah mengajar di STIEM Bongaya Makassar selama kurang lebih 30 tahun dan merupakan dosen Manajemen.