Gubernur dan JK Minta KKSS Bersatu Bangun Bangsa

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah meminta pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk bersatu padu dalam membangun kekuatan dalam memberi makna terhadap pembangunan bangsa dan daerah.
Menurut Nurdin Abdullah, warga KKSS yang menyebar di seluruh dunia merupakan potensi besar untuk membangun bangsa ke depan.

“Saya berharap ada aktualisasi peran cendekiawan Bugis Makassar dalam membangun Bangsa,” jelas Bupati Bantaeng Periode 2008 – 2018 dalam sambutan pada Acara Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal secara virtual, Sabtu (27/6).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden dua periode HM Jusuf Kalla meminta kepada keluarga besar KKSS untuk saling membantu.

“Sekarang waktunya kita bersatu dan saling membantu. Saya minta keluarga besar KKSS, dalam acara ini bicara apa yang bisa dilaksanakan untuk kemajuan bangsa, kemajuan daerah,” katanya.

Acara Halal bi Halal diisi ceramah agama dari imam Islamic Center New York, Muhammad Syamsi Ali. Ulama asal Kajang Bulukumba ini menjelaskan tentang peran umat Islam dalam kehidupan era baru setelah wabah Covid 19.

“Bangun wawasan yang baru. Bangun surga-surga kecil di dunia berupa kesejahteraan. Kedamaian,” katanya.

Wagub Sulsel Pertegas Disiplin Penggunaan Masker

KabarMakassar.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan ke Kota Makassar, Rabu, 17 Juni 2020. Tiba di Makassar, mantan Wakil Presiden RI itu mengunjungi Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel, di Balai M. Yusuf, Jalan Jend. Sudirman.

Mengenakan rompi Gugus Tugas Covid-19, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut kehadiran Jusuf Kalla yang didampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Jusuf Kalla dalam arahan awalnya.

Ia mengungkapkan, Covid-19 ini memiliki sifat yang kecepatannya luar biasa dan mematikan.

“Kecepatan menularnya luar biasa. Dalam waktu lima bulan, di dunia ada delapan juta positif dan yang meninggal ada 450 ribu. Di Indonesia, dalam waktu tiga bulan ada 40 ribu positif dan meninggal 2.200. Kecepatannya (menular) tinggi sekali,” beber JK.

Mengikuti pola kesehatan, maka bisa dilihat sebagai segitiga. Ada dua pilihannya untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Kata JK, yakni hindari dan matikan.

“Ada dua cara, yakni melawannya dengan menghindari atau matikan virusnya,” pungkasnya.

Untuk menghindari, kata dia, dengan tinggal di rumah, pake masker, jaga jarak dan cuci tangan. Untuk mematikannya dengan cara menggunakan disinfektan.

Di dunia, kata JK, kecepatan penularannya mencapai satu juta kasus Covid-19 dalam waktu 90 hari. Satu juta kedua dalam waktu 20 hari. Satu juta ketiga dalam waktu 16 hari.

“Mulai 2 Maret 2020, di Indonesia, kecepatan penularannya dalam 10 ribu kasus pertama dalam waktu 60 hari. 10 ribu kedua dalam 21 hari. 10 ribu ketiga dalam 17 hari. Hingga 10 ribu keempat dalam 10 hari,” urainya.

Olehnya itu, dibutuhkan kecepatan bertindak serta penyiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan.

“Mari kita sama-sama untuk melawan musuh yang tidak kelihatan ini,” ajaknya.

“Dalam hal mengurangi dan menyelesaikan Covid-19 ini harus cepat dan tegas. Agar masyarakat menjaga diri, waspada menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Tentunya, kata JK, Pemerintah bersama TNI-Polri harus intervensi dalam penyemprotan disinfektan untuk mematikan virus Corona ini.

“Kita tidak ingin virus ini meluas. Mari kita bersama untuk memberikan edukasi ke masyarakat menjaga diri, pake masker, jaga jarak, cuci tangan untuk menghindari. Jangan anggap enteng masalah ini,” tegasnya.

“Harus kompak. Jangan mengurangi. Kita lebih lagi tingkatkan upaya pencegahan. Jangan mengadu nasib kita, tapi tentukan nasib kita dengan kerjasama,” pungkasnya.

Mendengar arahan Ketua Umum PMI ini, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyampaikan pandangannya.

Ia pun mengapresiasi arahan dari tokoh Sulsel itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Khususnya pada beberapa titik wilayah di Sulsel yang masih masuk dalam zona merah. Salah satunya di Kota Makassar.

Andi Sudirman meminta agar masyarakat khususnya di Sulsel yang masih tinggi penyebarannya, agar mempertegas ke masyarakat untuk disiplin dalam penggunaan masker.

“Bagaimana protokol kesehatan bisa dilakukan secara maksimal. Salah satu yang paling penting dengan pemberlakuan penggunaan masker,” ungkap Andi Sudirman.

“Penegasan Bapak Jusuf Kalla dalam pengendalian penyebaran Covid-19 secara bahu membahu, massif, tegas dan terukur, diperlukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Bantuan PMI Pusat untuk Sulsel berupa ribuan peralatan disinfektan dan lain-lain akan dihadirkan. Semoga kita akan segera bisa keluar dari cobaan wabah ini, Aamiiin,” imbuhnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, Pj Walikota Makassar Yusran Jusuf, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Halim Pagarra.

JK Bantu PMI Sulsel 1000 Sprayer dan 2 Gunner

KabarMakassar.com — Guna mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan virus corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat akan membantu PMI Susel 1.000 sprayer dan 2 unit mobil gunner.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan usai menghadiri pertemuan bersama Ketua PMI Pusat, HM Jusuf Kalla dan Gugus Tugas Penangan Covid-19 Provinsi Sulsel di Gedung Balai Prajurit Jend. M.Jusuf, Makassar, Rabu (17/6).

Bantuan alat semprot ini kata Adnan karena Ketua PMI Pusat meminta agar penyemprotan disinfektan khususnya di wilayah Sulsel untuk lebih diintensifkan dan dimassifkan.

“Tadi Ketua PMI Pusat sampaikan akan dikirim 1.000 sprayer dan juga akan ditambah mobil gunner. Saat ini kita punya dua mobil gunner akan ditambah lagi 3 sehingga menjadi 5 mobil gunner,” kata Adnan yang juga Bupati Gowa.

Lanjut Adnan PMI Sulsel siap bersinergi bersama pemerintah dan Gugus Tugas untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kedepan kata Adnan penyemprotan akan difokuskan di perkantoran, masjid-masjid, rumah-rumah ibadah dan tempat-tempat lainnya seperti mall dan pasar.

“Kita harus bahu-membahu bersama-sama untuk bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan cara penyemprotan disinfektan. Hasil penelitian mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan dengan alkohol 70% virus apapun 1 menit itu akan mati,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PMI Pusat, HM Jusuf Kalla mengatakan penanganan Covid-19 di wilayah Sulsel ini butuh ketegasan, kecepatan dan secara bersama-sama. Mengingat Susel ini menjadi wilayah dengan kasus Covid-19 terbesar di Indonesia di luar Jawa.

“Pemerintah bersama-sama PMI harus mengintervensi dengan melakukan penyemprotan disinfektan untuk mematikan virus dimanapun tempatnya untuk mengurangi korbannya,” kata JK.

Olehnya itu, Mantan Wakil Presiden RI meminta agar penyemprotan bisa ditingkatkan. Dirinya yakin ini akan dapat mengurangi angka kasus Covid-19 di wilayah Sulsel.

“Jangan menyerah, kita harus menentukan nasib kita dengan cara bersatu dan bekerja keras. PMI siap membantu upaya itu,” tandasnya.(

JK Minta Warga Sulsel Tak Anggap Enteng Covid-19

KabarMakassar.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) meminta agar masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak menganggap enteng soal pandemi Covid-19 ini.

“Jangan dianggap enteng ini masalah. Di dunia ini sudah delapan juta dalam waktu beberapa bulan. Di kita naiknya sangat luar biasa,” tegas JK di Posko Covid-19 Manunggal, Rabu (17/6).

Menurut JK, dalam mengurangi dan menyelesaikan masalah Covid-19 ini, pertama kita harus cepat dan tegas agar masyarakat menjaga dirinya, waspada terus, dan menjaga lingkungannya.

“Pemerintah bersama-sama PMI mengintervensi untuk memastikan virus itu dimanapun itu tempatnya, untuk mengurangi korbannya itu yang kita bicarakan,” ungkap JK.

Sesuai instruksi dari Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, agar diperketat lagi semuanya.

“Kita harus bersama-sama, termasuk media untuk mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga diri, tetap pakai masker, tetap jaga jarak, tetap cuci tangan, terus menerus untuk menghindari itu,” pesannya.

JK Sebut Masjid Lebih Mudah Diatur Daripada Mall

KabarMakassar.com — Jelang berakhirnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki fase new normal. Dengan demikian, tempat umum yang selama ini ditutup bisa dibuka kembali termasuk tempat ibadah Masjid.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pembukaan kembali tempat ibadah umat islam tersebut disertai dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Ketika PSBB berakhir artinya kantor bisa dibuka, pasar, dan mall dibuka maka tempat ibadah juga pun bisa dibuka sesuai dengan keputusan menteri agama, namun dengan beberapa ketentuan protokol kesehatan yang ketat”, kata JK, Selasa (2/6).

Menurutnya protokol kesehatan lebih mudah diterapkan di masjid dibanding di tempat lain seperti mall dan pasar. Karena itu, kata dia, umat Islam ketika melaksanakan ibadah sholat di masjid tidak memakan waktu lama, yakni rata rata 30 menit.

“Saya ingin sampaikan bahwa masjid lebih mudah diatur protokol kesehatannya dibanding tempat lain seperti mall dan pasar. Karena orang ibadah di masjid biasanya paling lama 30 menit selesai. Berbeda halnya ketika kita pergi ke pasar atau mall bisa ber jam-jam di sana,” jelasnya.

Untuk itu, JK berharap agar para pengurus masjid di seluruh wilayah Indonesia yang dinyatakan sudah aman, agar bisa mematuhi protokol kesehatan beribadah di masjid sebagaimana yang diatur dalam surat edaran DMI bernomor 104/PP-DMI/A/V/2020 tentang edaran ke-III dan jamaah dalam the new normal.

Edaran itu, kata dia, mewajibkan jamaah memakai masker, membawa alas sholat sendiri serta menjadi jarak. Dan bagi pengurus masjid untuk tidak menggelar karpet agar masjid mudah dibersihkan.

Untuk, masjid yang dilengkapi fasilitas pendingin udara seperti Air Conditioner (AC) untuk tidak memfungsikannya dulu dan membuka jendela agar ada sirkulasi udara.

“Penting diatur protokol kesehatannya, masjid selalu dijaga kebersihannya, jangan pakai karpet, Jamaah agar pakai masker, bawa alat sholat sendiri, dan masjid yang pakai AC agar jangan dipakai dulu, buka jendelanya agar ada sirkulasi udara,” katanya.

Jika Tetap Dipaksakan, JK Sebut Mudik Akan Sia-sia

KabarMakassar.com — Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) menilai, mudik bukan menjadi hal penting sekarang ini dan akan sia-sia belaka jika tetap dipaksakan.

Pasalnya, setiap daerah sudah serentak menerapkan PSBB atau minimal mengkarantina warga yang berasal dari kota-kota besar, sehingga mudik yang biasanya hanya seminggu itu akan habis di masa karantina yang mencapai 14 hari.

“Tidak ada gunanya mudik sekarang, mau dilarang atau tidak, karena semua daerah sudah memberikan aturan kalau datang dari kota besar. Jadi buat apa mudik? Keluar dari situ (tempat karantina) balik lagi (ke kota),” kata JK saat mengikuti Rapat Pleno online Dewan Pertimbangan MUI, Rabu (22/4) kemarin.

Langkah tidak mudik itu, kata dia, adalah cara mengurangi penyebab Covid-19. Menurutnya, kasus Covid-19 ini lebih parah dibandingkan dengan kejadian bencana alam sekelas tsunami sekalipun.

Sebeb, bencana alam separah apapun, biasanya akan ditangani pada bagian akibatnya dan pada para korban yang berjatuhan. Sementara Covid-19 ini bukan hanya akibat yang harus ditangani, namun juga sebab-sebab yang terus muncul.

“Sekarang ini, sebab dan akibatnya harus diselesaikan bersama. Harus ada prioritas bersama-sama kita selesaikan,” ujarnya.

JK menerangkan, Covid-19 ini bukan lagi sekadar wabah, namun sudah menjadi teror dunia. Tidak ada satupun negara di dunia yang 100% bisa mengatasi ini. Bahkan sekelas China yang semula dikira berhasil pun ternyata kini kembali khawatir dengan yang mereka sebut sebagai kasus Covid-19 import. Bagi JK, musibah ini sangat keras karena menyangkut segala aspek kehidupan.

“Apapun yang kita kerjakan, entah itu ekonomi, ibadah, tidak akan bisa selesai tanpa kita menyelesaikan sebab, apapun yang diberikan kepada masyarakat hanya mengisi supaya masyarakat tetap semangat, apapun yang kita lakukan, tidak bisa tanpa mengurangi sebab,” ucapnya.

“Waktunya kita bersatu melawan ini. Kita bersama-sama, khususnya umat ini, bagaimana masing-masing menjaga kedisplinan memakai masker dan jarak,” imbuhnya.

JK menambahkan, beberapa ahli memprediksi bahwa puncak Covid-19 akan berlangsung pada bulan Mei 2020. Dengan menjadi puncak, kata dia, maka akibat yang ditimbulkan juga mencapai puncak pula. Bukan hanya dari sisi kesehatan dengan berjatuhannya korban, namun juga dari sisi ekonomi akan sangat terasa. Apalagi dengan struktur penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Muslim, maka akan semakin banyak Muslim yang terkena imbas Covid-19.

JK pun mendorong berbagai lembaga amil zakat, infaq, maupun shadaqah (ZIS) bahu membahu membantu sesama Muslim. Bila tidak, lanjut JK, maka akan timbul masalah keamanan seperti penjarahan di banyak tempat.

“Ini bulan Mei banyak yang memperkirakan puncaknya, berarti puncaknya PHK, kemiskinan, dan kekurangan makanan, maka bagaimana kita bersama-sama mengektifkan ziswaf bersama-sama kepada yang tidak mampu minimal melalui mesjid,” katanya.

“Kalau tidak, akan timbul masalah keamanan, kalau tidak makan ya bisa terjadi berbagai macam-macam seperti tahun 1998, ketika masyarakat tidak bisa makan, maka terjadi penjarahan atau apapun di banyak tempat,” pungkasnya. (*)

NiVi Dapat Restu dari JK untuk Maju di Tana Toraja

KabarMakassar.com — Pasangan Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara (NiVi) kembali mendapat dukungan untuk maju di Pilkada Tana Toraja 2020, kini giliran mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang merestui keduanya untuk maju kembali di Tana Toraja.

Victor Datuan Batara yang datang langsung ke kediaman Jusuf Kalla (JK) di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan mengaku jika menemui JK untuk meminta restu untuk maju kembali berpasangan dengan Nicodemus Biringkanae.

“Saya hanya laporan sekaligus mohon doa restu ke beliau, untuk maju kembali berpasangan dengan bang Nicodemus Biringkanae dalam Pilkada 2020 di Taan Toraja, dan beliau sangat mendukung,” kata Victor saat dihubungi melalui selularnya, Kamis (13/2).

Wakil Bupati Tator ini juga mengatakan jika JK sangat mendukung kembali untuk berpasangan dalam perhelatan Pilkada 2020.

Saat ini pasangan NiVi sudah mendapat dukungan dari partai NasDem, dan beberapa waktu lalu juga partai Golkar mengumumkan jika Victor Datuan Batara mendapat dukungan sebagai kader dan menempatkan namanya sebagai kandidat untuk menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya.