Pertamina Beri Bantuan Korban Longsor di Trans Sulawesi Palopo-Toraja

Kabarmakassar.com — Pertamina bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat korban bencana longsor yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi Palopo-Toraja. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Fuel Terminal Manager Palopo, Bushro Sihabuddin, pada Minggu (28/06).

Bantuan yang terdiri dari paket sembako dan sejumlah makanan siap saji tersebut diserahkan kepada Posko Induk Penanganan Darurat Bencana Alam Tanah Longsor Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Bantuan diterima langsung oleh Lurah Battang Barat, Muh. Ikhwan, SE.

Selain itu, Pertamina juga menyerahkan 10 unit Bright Gas ukuran 5,5kg dan beberapa perlengkapan memasak bagi dapur umum yang dibangun oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Polres Palopo.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, mengatakan bahwa Pertamina berinisiatif untuk memasok sejumlah kebutuhan bagi dapur umum agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat korban bencana longsor. “Peran dapur umum sangat penting untuk menyediakan makanan terutama bagi mereka yang telah kehilangan harta dan tempat tinggal akibat longsor,” jelasnya.

Bencana longsor terjadi pada Jumat (26/06) sore di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Selain memutus akses jalan, longsor ini juga melenyapkan setidaknya 9 rumah warga yang bermukim di sana.

Muh. Ikhwan mengungkapkan apresiasinya kepada Pertamina yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana longsor di daerahnya. “Kami tidak menyangka Pertamina merespon cepat atas bencana ini. Terima kasih bantuannya dan ini sangat bermanfaat bagi warga yang menjadi korban,” ungkapnya.

Hatim menyampaikan simpatinya kepada para korban dan berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat. “Semoga warga yang menjadi korban bisa tetap kuat dan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban yang saat ini tertimpa musibah,” pungkasnya.

Jembatan di Bojo Jebol, DPRD Sulsel Soroti Ketegasan Pemerintah

KabarMakassar.com — Jebolnya lantai Jembatan Bojo I di Kabupaten Barru pada Kamis (13/2) lalu menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel.

Senin (17/2), DPRD Sulsel memanggil pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar dan sejumlah instansi terkait untuk melaksanakan rapat kerja, di ruang rapat Komisi D DPRD Sulsel.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi D DPRD Sulsel menyoroti sikap pemerintah yang dinilai kurang tegas, sehingga peristiwa jebolnya lantai jembatan di Bojo ini terjadi.

“Ini karena over load, jadi kalau kita pemerintah harusnya bisa lebih tegas agar tidak ada lagi terjadi yang seperti ini. Kalau ada kendaraan yang tidak sesuai, yah jangan dibiarkan lewat (jalan),” kata anggota komisi D, Fadriyati.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Jhon Rende Mangontan mengaku, pihaknya akan mendorong upaya perbaikan di jalan yang menjadi jalur utama Trans Sulawesi.

“Kita mendorong supaya pembangunan atau perbaikan jembatan itu bisa dilaksanakan secepatnya,” kata Jhon Rende.

Selain itu, Jhon Rende juga meminta kepada dinas terkait agar segera menginventarisir kondisi jembatan-jembatan yang ada di sepanjang ruas-ruas jalan nasional, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Mungkin kita tetap mengacu pada aturan-aturan yang ada, supaya beban-beban maksimum dari kendaraan yang akan melintasi jembatan itu tidak overload, sehingga tidak menimbulkan kejadian yang kayak kemarin terjadi,” ujarnya.

Sementara, Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir mengatakan, perbaikan Jembatan Sungai Bojo I yang lantainya jebol itu akan dilakukan berdasarkan rekomendasi dari tim Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJT).

“Apakah diganti girdernya ataukah diperkuat, karena kalau diganti keseluruhan sama saja kita ganti baru. Semua komponen harus kita lepas, baru dilepas girdernya untuk kemudian dicek. Setelah itu baru dirangkai ulang. Kemarin tim Wika Beton sudah hadir dan menyatakan kesediaan untuk perbaikan. Besok akan ada pembahasan di Jakarta,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Miftachul juga memastikan jika jebolnya jembatan Sungai Bojo I tersebut bukan karena sudah tidak layaknya jembatan tersebut.

“Laporan disana, tiap tahun 15 ribu meter sekian ribu survey. Kalau tidak layak, pasti akan kita tutup. Seperti kondisi sekarang, kita tutup. Saat ini tidak ada kondisi mengatakan tidak layak. Kan kalau tidak layak rasanya semua kendaraan tidak bisa lewat,” ujarnya.

Lantai Jembatan Bojo di Jalur Trans Sulawesi Jebol

KabarMakasar.com — Jembatan Bojo II di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, yang berada di jalur utama Trans Sulawesi dan menghubungkan Kabupaten Barru – Kota Parepare, Kamis (13/2) malam sekira pukul 22.00 WITA , tiba-tiba di sebagian lantainya jebol.

Akibat kejadian ini, sebuah truk 10 roda bermuatan pupuk yang melintas di jembatan tersebut terperosok masuk ke dalam sungai.

“Kejadiannya tadi malam kurang lebih jam 10 malam (22.00 WITA). Ada sekitar 5 meter panjang lantai jembatan di bagian tengah yang jebol. Untungnya saat kejadian kondisinya sepi, tidak banyak kendaraan yang melintas,” kata Amir (37), warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, Jumat (14/2).

Meski truk 10 roda yang bermuatan pupuk itu terperosok ke dalam sungai, kata dia, sang supir truk selamat. Hanya pupuk muatan truk tersebut yang rusak karena terendam air.

“Begitu dengar ada bunyi keras, warga langsung ke lokasi melihat dan menolong supir truk. Supir truknya selamat,” ujarnya.

Menurut Amir, usia jembatan tersebut memang sudah cukup lama dan mengalami keretakan di beberapa bagian lantainya.

Sekadar diketahui, meski jembatan tersebut jebol, saat ini arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi tetap normal dan tidak terganggu. Kendaraan yang ingin melintas di lokasi kejadian dialihkan ke jembatan yang berada tepat di sebelahnya jembatan yang jebol.