Kepala BNPB, Menteri PUPR dan Anies Tinjau Banjir Pakai Helikopter

KabarMakassar.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pantau banjir Jakarta menggunakan Helikopter.

Ketiganya berangkat dari Monas untuk bersama-sama memantau banjir dari udara.

“Jadi Bapak dan Pak Anies dan Pak Basuki akan memantau dari heli dengan titik awal Monas,” kata salahsatu staf BNPB, Rabu (1/1).

Dalam keterangan persnya, Kepala BNPB Doni Monardo berpesan untuk lebih mengutamakan nyawa selamat daripada harta.

“Utamakan nyawa selamat terlebih dahulu daripada harta,” kata Doni.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan kepada BPBD DKI Jakarta dan sekitarnya agar lebih fokus kepada rencana yang sudah disusun dan dipresentasikan terkait musibah banjir
“Pastikan posko yang ada diaktifkan dan dilengkapi dengan dapur umur, MCK, dan sebagainya agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tambah Doni.

Dikabarkan hujan turun sejak, Selasa 31 Desember 2019 dengan curah hujan sangat tinggi, akibatnya sejumlah wilayah di Ibu Kota Negara terendam banjir.

Dari catatan BNPB, Sebanyak 7 kelurahan dari 4 kecamatan di Jakarta teremdam banjir. Dimana 7 kelurahan itu tersebar di Jakarta Pusat, Selatan, Utara dan mayoritas Jakarta Timur.

Berikut 7 kelurahan yang terdampak banjir, Kelurahan Makasar (Jakarta Timur), Pinang Ranti (Jakarta Timur), Halim Perdana Kusuma (Jakarta Timur), Kampung Melayu (Jakarta Timur), Rorotan (Jakarta Utara), Rawa Buaya (Jakarta Barat) dan Manggarai Selatan (Jakarta Selatan).

Banjir di Jakarta, Presiden: Keselamatan Warga Nomor Satu

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa keselamatan warga harus dinomorsatukan dalam menghadapi situasi bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangannya kepada media di Istana Kepresidenan Yogyakarta, pada Rabu, (1/1).

“Pertama, urusan banjir yang paling penting ini adalah yang berkaitan dengan keselamatan warga dinomorsatukan,” kata Presiden.

Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden meminta berbagai pihak untuk bersinergi dan bekerja sama. Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.

“BNPB, pemerintah provinsi, SAR, semuanya harus segera bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, memberikan keselamatan kepada warga yang terkena bencana banjir,” jelasnya.

Kedua, Presiden memberikan arahan agar fasilitas-fasilitas umum segera dinormalisasi. Terutama mengingat beberapa ruas jalan hingga objek vital turut terdampak banjir.

“Yang kedua, yang berkaitan dengan normalisasi untuk fasilitas-fasilitas umum karena ini sudah masuk di Jakarta sudah masuk ke Halim, sudah masuk ke tol Cikampek, kemudian juga di beberapa objek vital, saya kira ini harus segera dinormalisasi sehingga fungsi-fungsi itu kembali menjadi normal,” imbuhnya.

Ketiga, Presiden meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bekerja sama dalam menanggulangi bencana banjir. Pemerintah hingga kini terus berupaya melakukan berbagai hal untuk menangani banjir, antara lain dengan membangun waduk.

“Pemerintah pusat memang ini baru dalam proses dan belum selesai, misalnya waduk Cimahi, waduk Ciawi, mungkin baru tahun depan selesai. Tetapi di luar itu, semuanya harus selesai,” tandasnya.

Di penghujung keterangannya, Kepala Negara juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir yang melanda beberapa daerah.

Banjir, Aktivitas Penerbangan Bandara Halim Dialihkan ke Soetta

KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta pada Rabu, 1 Januari 2020 mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma lumpuh.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdana Kusuma ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah penerbangan dengan keberangkatan dengan tujuan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dialihkan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“Untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas di Halim Perdana Kusuma kita tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Semua penerbangan menuju Halim dialihkan ke Soetta (CGK),” ungkap Polana, Rabu, (1/1) di Jakarta.

Kondisi terkini, air setinggi 30cm masih menggenangi runway Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Area bandara yang tergenang kurang lebih 500 m. Banjir juga menggenangi area di luar bandara yang membuat penumpang sulit untuk mengakses ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Airnav Indonesia telah mengeluarkan Notice To Airmen atau NOTAM menganggapi kondisi itu pada pukul 06.20 WIB.

Polana mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau situasi di seluruh bandara dan mengambil langkah-langkah tepat sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca yang diperkirakan akan terjadi hingga bulan Februari.

Perubahan cuaca memungkinkan adanya penundaan jadwal penerbangan (delay) dan pengalihan bandara tujuan pendaratan pesawat (divert). Polana berharap agar para pengguna jasa transportasi udara dapat memaklumi jika adanya penundaan dan divert akibat perubahan cuaca.

“Cuaca ekstrim dan hujan lebat memungkinkan terjadinya delay dan divert penerbangan. Untuk kepentingan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman, saya berharap penumpang dapat memaklumi jika ada delay dan divert akibat cuaca buruk. Semua demi kepentingan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita semua,” ujar Polana.