Tujuh Tenaga Kesehatan RSUD Takalar Positif Covid-19 akan Menjalani Isolasi di Makassar

KabarMakassar.com — Sebanyak tujuh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle Takalar dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di salah satu hotel di Makassar.

Terkait hal itu, Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle, dr Asriadi Ali mengatakan tujuh tenaga kesehatan yang diberangkatkan menjalani isolasi mandiri di Makassar, sebagian tenaga kesehatan lainnya memilih isolasi dirumahnya.

“Sebanyak 7 tenaga kesehatan sudah diberangkatkan untuk isolasi ke hotel di Makassar pada 19 Juni kemarin. Sebagian tenaga kesehatan memilih untuk diisolasi mandiri di rumah karena kondisinya cukup kondusif,” kata dr Asriadi.

Asriadi menambahkan jika kondisi hotel di Makassar dalam keadaan penuh. Sehingga, kata dia, RSUD Padjonga Daeng Ngalle menyiapkan ruangan VIP untuk pasien positif Covid-19 isolasi mandiri.

“Dan kita menyiapkan juga ruang VIP rumah sakit sebagai tempat isolasi mandiri,” ungkapnya.

Diisolasi 14 Hari, 99 ABK KM Lambelu Uji Swab Hari Ini

KabarMakassar.com — Tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar, hari ini akan kembali mendatangi KM Lambelu yang berlabuh di dekat Pelabuhan Makassar, untuk melakukan tes swab kepada 99 awak (ABK) kapal tersebut yang belum dilakukan pada pemeriksaan sebelumnya.

“Di kapal itu, masih ada 99 ABK-nya yang belum diperiksa swab. Besok (hari ini) rencananya tim dari Dinkes Provinsi Sulsel, Dinkes Kota Makassar dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan melakukan pemeriksaan swab kepada 99 orang ABK itu,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prvinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari, Ahad (12/4) malam.

Menurut Ichsan, di atas kapal tersebut ada sebanyak 141 ABK. Dari jumlah tersebut, 42 diantaranya sudah dilakukan tes swab. Hasilnya, 26 positif dan 16 negatif.

“Yang positif ini kategori orang tanpa gejala (OTG). Nah yang 99 sisanya itu yang akan di tes swab besok (hari ini),” jelasnya.

Ichsan menjelaskan, posisi KM Lambelu tidak sandar di Pelabuhan Makassar. Kapal tersebut hanya didekatkan ke pelabuhan, dan hanya diperbolehkan sandar jika ada keperluan mendesak. Seperti pengisian air bersih dan hal penting lainnya.

Lebih jauh Ichsan mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan stake holder terkait termasuk Kantor Otoritas Pelabuhan dan PT Pelni, diputuskan bahwa semua ABK KM Lambelu (baik positif maupun negatif Covid-19) akan tetap berada di atas kapal untuk menjalani isolasi selama 14 hari.

“Jadi semuanya diisolasi 14 hari di atas kapal, terhitung mulai hari ini. Makanan mereka akan di drop dari darat, akrena SOP atau protokol kesehatan yang ada memang seperti itu, tidak diperbolehkan ada aktivitas masak-memasak untuk menghindari penularan,” terangnya.

9 Pasien Baru Positif Covid-19 Diisolasi di 3 RS di Makassar

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari mengumumkan adanya penambahan sebanyak 9 pasien positif Covid-19.

Dengan begitu, jumlah total pasien positif Covid-19 di Sulsel hingga Rabu (25/3) pukul 16.14 WITA berjumlah sebanyak 13 orang, dengan nomor kasus: 773,774,775,776,777,778,779,780,781.

“Ada penambahan 9 pasien positif. Sehingga jumlah totalnya sekarang berjumlah 13 pasien,” kata Ichsan melalui video conference, Rabu (25/3) malam.

Saat ini, lanjut Ichsan, kesembilan pasien baru yang dinyatakan positif Covid-19 itu tengah menjalani isolasi di tiga Rumah Sakit yang ada di Kota Makassar.

“9 tambahan pasien positif baru ini, 5 diisolasi di RS Wahidin, 1 di RS Unhas, dan 3 di RS Siloam. Secara total sampai hari ini, pasien positif yang dirawat di Sulsel itu ada 12 orang. Di Makassar ada 12 pasien dan Parepare1 pasien,” rincinya.

Menurut Ichsan, penetapan status positif Covid-19 terhadap 9 pasien baru ini dilakukan berdasar pada hasil tes yang dilakukan di Laboratorium Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ada di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Ada 29 spesimen yang diperiksa di Lab Unhas di RS Wahidin kemarin, dan 9 diantaranya dinyatakan positif. Ini yang kita umumkan hari ini,” terangnya.

Ichsan menambahkan, untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, sangat dibutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan social distancing atau phsycal distancing serta pola hidup bersih dan sehat.

“Jadi memang sangat dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan dari masyarakat supaya kita bisa sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Perceptan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga hari ini pukul 16.00 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 158 orang (122 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan). Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya sebanyak 89 orang (81 masih dirawat, 8 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang).