Antisipasi Penyebaran Covid-19, 1 Dusun di Barru Diisolasi

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Barru memutuskan untuk sementara mengisolasi Dusun Labungnge yang berada di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu.

Bupati Barru, Suardi Saleh mengatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Barru.

Pasalnya, kata dia, Dusun Labungnge diketahui pernah dikunjungi oleh pasien 285 yang telah meninggal dan dimakamkan sebelum diketahui jika yang bersangkutan positif terjangkit Covid-19.

“Jadi ternyata sepulang dari menunaikan ibadah umrah, pasien 285 itu pernah datang ke dusun itu (Labungnge) untuk mengunjungi anaknya,” kata Suardi melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3) sore.

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 dari Pemkab Barru, kata dia, telah diterjunkan ke Dusun Labungnge untuk melakukan sterilisasi di rumah yang pernah dikunjungi pasien 285 tersebut.

“Sterilisasinya itu dengan penyemptotan disinfektan pada jarak 100 meter keliling rumah yang dikunjungi pasien 285 itu. Di rumah itu ada 7 orang, dan sudah discreening juga. Hasil screening awal itu tidak ditemukan tanda-tanda (terpapar Covid-19), dan untuk sementara 7 orang itu kita tetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP),” ujarnya.

“Untuk sementara kita juga memutuskan mengisolasi dusun tersebut. Ini untuk benar-benar memastikan tak ada warga yang terpapar Covid-19. Di dusun itu ada sekitar 100 Kepala Keluarga (KK), kita minta mereka untuk tidak kemana-mana dulu selama 14 hari,” tambahnya.

Untuk benar-benar memastikan warga di Dusun Labungnge tersebut tidak keluar untuk beraktifitas selama masa isolasi, Suardi mengaku, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan beberapa perusahaan di sekitar dusun tersebut untuk meliburkan pekerjanya yang tinggal di sana.

“Ada beberapa perusahaan di sekitar dusun itu, dan kita sudah minta pihak perusahaan untuk meliburkan karyawannya yang warga Dusun Labungnge. Seperti PLTU Indonesia Power, Wika, dan beberapa perusahaan lain di sekitar situ. Kita akan terus pantau,” ungkapnya.

Sekadar diketahui pasien 285 merupakan warga Kota Makassar yang baru diketahui positif terjangkit Covid-19 melalui hasil lab setelah yang bersangkutan meninggal.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Makassar, Jumat (20/3) kemarin juga telah melakukan sterilisasi di rumah almarhumah pasien 285.

Selain itu, juga dilakukan contact tracing terhadap orang-orang yang selama dua minggu terakhir pernah melakukan kontak dengan pasien tersebut. Hasil sementara, ada sebanyak 68 orang yang masuk dalam pengamatan.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, ke-68 orang ini adalah mereka yang diketahui pernah atau telah melakukan kontak langsung dengan pasien 285.

“Mereka ini sudah kontak (dengan pasien 285). Termasuk yang dalam pengamatan ini adalah mereka yang satu rombongan travel umrah, tetapi belum ada gejala-gejalanya. Kami tracing satu persatu datanya, kami dapatkan satu persatu,” kata Iqbal, Jumat (20/3) malam.

“Suami yang bersangkutan juga sekarang dalam pengamatan karena ada gejala. Namun hasil fotonya masih negatif, sehingga masih dikategorikan ODP,” tambahnya.

Iqbal mengimbau kepada seluruh warga yang merasa telah melakukan kontak langsung dengan pasien 285 tersebut untuk melakukan sosial distance atau self isolation meski belum menunjukkan gejala Covid-19.

“Ini untuk mencegah penularan,” pungkasnya.