Bupati Gowa dan Gubernur Sulsel Umumkan Ijtima Asia 2020 Resmi Dibatalkan

KabarMakassar.com — Ijtima Asia 2020 yang rencananya akan digelar di Kompleks Pesantren Darul Ulum, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, mulai tanggal 19 hingga 22 Maret 2020, akhirnya ditunda atau dibatalkan.

Kabar pembatalan kegiatan yang melibatkan ribuan orang tersebut disampaikan langsung Bupati Gowa, Adnan Purchta Ichsan melalui unggahan di akun instagramnya @adnanpurichtaichsan, Kamis (19/3) dini hari.

Dalam unggahannya tersebut Adnan menyampaikan, setelah Dandim dan Kapolres Gowa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan panitia kegiatan tersebut, akhirnya dicapai kesepakatan untuk menunda/membatalkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selanjutnya, kata Adnan, untuk sementara para peserta yang telah datang dari berbagai daerah di Indonesia dan juga sejumlah negara lain itu akan diisolasi sementara di lokasi acara.

“Alhamdulillah, akhirnya sepakat Ijtima dunia ditunda/dibatalkan pelaksanaannya.. Tidak henti2nya Kami melakukan komunikasi dan kordinasi dgn pihak panitia inti, sampai Pak Dandim dan Pak Kapolres tidak pulang2 terus melakukan lobby.. Kita juga sepakat untuk mengisolasi sementara mereka di lokasi, sampai menyusun jadwal kepulangan masing2.. Pemda tadi pagi sdh mengirim tim kesehatan untuk memeriksa dan melakukan penyemprotan disinfectan, Insya Allah besok Kami lanjutkan lagi.. Semoga kita semua selalu dlm lindungan Allah SWT.. Aamiin,” tulis Adnan di akun instagramnya.

Unggahan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di akun Instagramnya, Kamis (19/3) dini hari. (Foto: Instagram/@adnanpurichtaicsan)

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui akun facebooknya, Kamis (19/3) dini hari. Ia menyampaikan, setelah berkoordinasi dengan Kapolri serta Kapolda Sulsel dan Bupati Gowa, acara Ijtima Jamaah Tabligh resmi dibatalkan.

Untuk meminimalisir interaksi para peserta dengan warga di sekitar lokasi acara, kata dia, ia juga telah meminta pihak kepolisian untuk mengisolasi atau membatasi ruang gerak para peserta agar tidak melakukan kontak dengan warga, untuk selanjutnya para peserta tersebut akan diantar ke pelabuhan dan bandara untuk pulang ke daerah/negaranya masing-masing dengan pengamanan yang dibutuhkan.

Unggahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di akun Facebooknya,Kamis (19/3) dini hari. (Foto: Facebook/Nurdin Abdullah)

Sebelumnya, Panitia Ijtima Asia Tahun 2020, Mustari Burhanuddin yang dihubungi pada Rabu (18/3) malam mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, peserta sudah terlanjur berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Mustari mengaku panitia belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutkan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” tutupnya.

Gubernur Imbau Semua Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak Ditunda

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel agar menunda pelaskanan kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal.

Imbauan ini disampaikannya sebagai upaya antisipasi dan pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Sulsel,

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin, Ahad (15/3) kemarin.

Nurdin berharap, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 ini dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat, termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Kebudayaan kota Maakassar yang rencananya akan digelar tanggal 1-4 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Pj Wali Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan kegoiatan tersebut.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda. Hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada beberapa kegiatan lainnnya yang juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Nurdin menyebutkan beberapa kegiatan yang dimaksudnya diantaranya: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja se-Indonesia yang sedianya akan dihelat di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutnya.

Kegiatan lainnnya yang juga melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-22 Maret 2020 dan diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara, lanjut Nurdin, juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya itu juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperketat dan melakukan pemantauan serta penedeteksian seluruh pintu masuk Sulsel, seeperti bandara dan pelabuhan.