Peserta Ijtima Asia Meninggal di Gowa, Dinkes Ambil Sampel Darah untuk Diperiksa

KabarMakassar.com — Seorang peserta Ijtima Asia 2020 asal Manokwari bernama Sukardi, meninggal dunia di lokasi kegiatan, di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (20/3).

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan.

Pria berusia 65 tahun itu diduga meninggal akibat penyakit jantung. Pasalnya, Sukardi diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung.

“Informasi yang kami terima korban memiliki riwayat hipertensi kemudian ada juga riwayat jantung. Dan 15 hari sebelum ke sini itu tidak ada perjalanan keluar negeri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Hasanuddin, Jumat (20/3).

Meski begitu, untuk pemeriksaan lebih lanjut,
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa bersama tim dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Kabupaten Gowa melakukan pengambilan sample darah korban, guna diperiksa dan dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak terjangkit Virus Corona (COvid-19).

“Kami telah mengambi sample darahnya. Akan kita periksa di Rumah Sakit di Makassar, Rumah Sakit Unhas atau Wahidin. Kita berharap hasil pemeriksaan secepatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Farid Amansyah mengatakan, kuat dugaan korban meninggal akibat serangan jantung.

“Setelah saya melakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap dr. Kahar yang merupakan ketua tim kesehatan Ijtima ini, disampikan bahwa memang yang bersangkutan datang tanggal 18 Maret dari Manokwari, dan memang di Manokwari itu beliau sudah mengidap penyakit jantung,” kata Farid, saat ditemui di Posko Kesehatan Ijtima Zona Asia.

Selain itu, kata dia, menurut keterangan tim kesehatan Ijtima Asia tersebut, sebelum meninggal dunia korban tak memiliki gejala-gejala penyakit lain seperti demam ataupun batuk.

“Sebelum Salat Dhuhur beliau sempat terjatuh, dan sebelumnya mamang ada riwayat itu sakit jantung. Sehingga memang kalau tidak dilakukan otopsi, kita perkirakan meninggal karena jantung. Beliau sudah berumur 65 tahun, sehingga kemungkinan memang meninggal karena itu (jantung),” ujarnya.

Sementara, Ketua Rombongan Jamaah asal Manokwari Papua, Muh Iqbal mengatakan, korban sering mengeluh sakit pada bagian dada. Sebelum meninggal, kata dia, korban sempat terjatuh.

“Sekitar pukul 11.55 WITA sebelum adzan pertama Jumat itu tadi jatuh di tempat datar saja. Dia atur tasnya, berdiri dan langsung jatuh,” kata Iqbal.

Pemindahan WNA Peserta Ijtima Asia 2020 ke Lokasi Karantina Rampung

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Pemerintah Provinsi Sulsel telah memindahkan seluruh Warga Negara Asing (WNA) peserta Ijtima Asia 2020 dari Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, ke Hotel Grand Sayang, Makassar, Kamis (19/3) kemarin.

“Untuk warga negara asing kita karantina di Hotel Grand Sayang milik Pemprov Sulsel, dan alhamdulillah untuk warga negara asing semuanya telah dilakukan pemindahan dan telah selesai sebelum magrib dengan menggunakan 10 bus, dan dikawal oleh kepolisian,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, saat ditemui di rumah jabatannya, Kamis (19/3) malam.

Selain WNA, lanjut Adnan, ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah di Indonesia yang juga menjadi peserta kegiatan tersebut pun sudah dimobilisasi menuju Asrama Haji Sudiang, Makassar, dan ditargetkan selesai Kamis (19/3) malam.

“Sekarang lagi dilakukan secara bertahap WNI untuk dipindahkan dari lokasi acara ke tempat karantina di Asrama Haji Sudiang. Itu khusus untuk WNI dari luar Sulsel. Kalau yang di dalam Sulsel, itu kita telah berkoordinasi bersama pak gubernur agar bupati dan walikota bisa menjemput warganya masing-masing,” jelasnya.

“Sekarang sudah berangsur berkurang. Telah disiapkan alat transportasi, baik truk maupun bus. Mulai tadi sore melakuan pemindahan. Sekarang Pak Kapolres dan Pak Dandim masing berjaga di lokasi sampai tidak ada lagi jemaah di sana,” lanjutanya.

Adnan menambahkan, Pemerintah Gowa akan terus melakukan upaya pencegahan penularan virus Corona (Covid-19). Pemerintah, kata dia, akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi penyelenggaraan Ijtima Asia 2020.

“Besok (Jumat) kami berencana melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut, termasuk mesjid-mesjid dan rumah-rumah yang ditempati para jamaah tersebut. Ini tiada lain untuk melakukan antisipasi saja supaya kecemasan masyarakat Kabupaten Gowa, kecemasan dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan tidak terjadi,” pungkasnya.

Imigrasi Makassar Pastikan WNA Peserta Ijtima Asia Berjumlah 474 Orang

KabarMakassar.com — Pihak Kantor Imigrasi Kelas I kota Makassar memastikan jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengikuti kegiatan Ijtima Asia 2020 di Kabupaten Gowa berjumlah sebanyak 474 orang.

“Informasi valid yang kita dapat dari panitia, karena kami juga baru dari sana untuk pastikan bahwa jumlah orang asing yang ada di sana sekarang itu ada 474 orang dari 12 negara. Yang diundang itu sebenarnya ada 48 negara, tapi yang hadir sampai tadi itu 12 negara,” terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Makassar, Andi Pallawarukka, Kamis (19/3).

Menurut Pallawarukka, para WNA yang datang ke Sulsel ini telah melalui tahapan pemeriksaan yang panjang. Baik itu pemeriksaan kesehatan dari negara asal masing-masing peserta, maupun pemeriksaan kesehatan ketika tiba di Indonesia.

Pallawarukka menjelaskan, sebenarnya sudah ada peraturan untuk melarang WNA dari beberapa negara masuk ke Indonesia, yakni Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2020. Dimana dalam aturan itu disebutkan beberapa negara yang warganya dilarang masuk ke Indonesia, yaitu: disampaikan bahwa China, Italia, Iran, dan Korea Selatan.

“Belakangan menyusul lagi beberapa negara, mungkin termasuk negara-negara yang sudah memberlakukan lockdown, yang salah satunya Malaysia,” jelasnya.

Hanaya saja, lanjut Pallawarukka, para WNA termasuk yang berasal dari Malaysia itu sudah lebih dulu masuk ke Indonesia sebelum aturan tersebut dikeluarkan.

“Sebelum diberlakukan aturan itu, dia sudah masuk. Kan rencana pelaksanaan Ijtima Asia di Gowa itu dari jauh-jauh hari, bahkan itu dari tahun lalu,” ujarnya.

Pallawarukka mengaku, WNA yang melalui pemeriksaan langsung oleh pihak Imigrasi Kelas I Kota Makassar hanyalah WNA dari Malaysia dan Thailand.

“Perlu diketahui, WNA yang masuk kemarin untuk menghadiri Ijtima Asia itu mayoritas melalui Bandara Soekarno-Hatta dan bukan melalui Bandara Sulthan Hasanuddin. Jadi pemeriksaan keimigrasiannya itu banyak dilakukan di Soekarno-Hatta dengan bandara-bandara lain, seperti di Surabaya dan Bali. Kalau melalui Bandara Sulthan Hasanuddin, hanya dari Malaysia dengan Thailand,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, saat ini para WNA peserta Ijtima Asia 2020 yang sebelumnya berkumpul di Komples Pesantren Darul Ulum, di Desa Nurannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kini sudah dikumpulkan dan diisolir di Hotel Grand Sayang, Makassar.

Sebelum Dipulangkan, Peserta Ijtima Asia 2020 Dikarantina di 2 Lokasi Ini

KabarMakassar.com — Pascapembatalan pelaksanaan Ijtima Asia 2020 yang sedianya di Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Nurannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara lain bakal dikarantina.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, ada dua lokasi yang sudah disiapkan pemerintah untuk dijadikan sebagai tempat karantina para peserta Ijtima Asia tersebut.

“Berdasarkan kesepakatan kami bersama gubernur, forkopimda Sulsel, Dandim dan Kapolres Gowa, peserta yang hadir akan dikarantina di Makassar. Untuk peserta WNA dikarantina di Hotel Grand Sayang, dan untuk peserta dari daerah lain di Indonesia (di luar Sulsel) di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Insya Allah habis dzuhur akan dilakukan mobilisasi secara bertahap,” kata Adnan, Kamis (19/3).

Selama berada di lokasi karantina, lanjut Adnan, para peserta Ijtima Asia 2020 ini akan diberikan pengawasan, pemeriksaan, hingga penyemprotan disinfektan, sambil menunggu jadwal kepulangan sesuai dengan jadwal tiket mereka masing-masing.

“Dengan dikarantina di dua tempat ini kita bisa memisahkan antara peserta WNA dengan WNI, dan pengontrolan bisa dilakukan lebih gampang.
Makanya pihak panitia tadi meminta waktu hingga dzuhur untuk dilakukan penyampaian ke peserta, setelah itu baru dilakukan pemindahan ke tempat karantina,” jelasnya.

Terkait peserta yang baru tiba hari ini, Adnan mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama antara panitia Ijtima Asia bersama Dewan Syuro Jemaah Tabligh, para peserta tersebut akan langsung diarahkan ke lokasi karantina di Hotel Grand Sayang dan Asrama Haji Sudiang.

“Kita berharap, dengan dilakukannya penundaan atau pembatalan Ijtima ini, penularan Covid-19 di Sulsel khususnya di Kabupaten Gowa bisa dicegah, dan para jamaah nantinya bisa dipulangkan ke tempat masing-masing setelah dilakukan karantina di tempat yang telah diasediakan,” pungkasnya.

Demam, 1 Peserta Ijtima Asia Dirujuk ke RS Haji, Panitia Mengaku Belum dapat Informasi

KabarMakassar.com — Seorang peserta Ijtima Asia 2020 di Komples Pesantren Darul Ulum, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Haji Makassar, Rabu (18/3) malam. Kabar ini disampaikan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Kamis (19/3) pagi.

Nurdin mengatakan, informasi soal adanya salah seorang peserta Ijtima Asia 2020 asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dirujuk ke RS Haji tersebut didapatnya dari kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

“Tadi malam memang ada yang demam 1 orang, dan sudah kita rujuk ke RS Haji. Tapi sudah tertangani dengana baik,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, berdasarkan informasi yang diterimanya, peserta Ijtima Asia 2020 yang sudah lansia itu diduga kelelahan sehingga menderita demam.

Nurdin juga menegaskan bahwa berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, belum ditemukan adanya peseerta Ijtima Asia 2020 yang suspect Virus Corona (Covid-19).

Meski begitu, lanjut Nurdin, tim medis telah ditempatkan di lokasi acara untuk terus memantau dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para peserta Ijtima Asia 2020 tersebut.

“Tim Kesehatan kita juga terus bekerja untuk mendeteksi seluruh peserta di sana untuk mengetahui apakah ada yang suspect atau tidak. Kalau ada, kita segera isolasi. Hari ini Kadis kesehatan sudah menyampaikan belum ada,” terangnya.

“Kami bersama Forkopimda dan tokoh agama sudah menangani ini dengan baik. Jadi kami imbau masyarakat tidak usah panik. Semua sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Panitia Ijtima Asia 2020 Mustari Burhanuddin yang dikonfirmasi Kamis (19/3) siang soal adanya salah seorang peserta kegiatan tersebut yang dirujuk untuk dirawat di RS Haji Makassar karena mengalami demam, mengaku tak tahu dan belum mendapatkan informasi terkait hal itu.

“Saya belum bisa pastikan, karena saya belum dapat informasinya,” kata Mustari.

Ijtima Asia Dibatalkan, Peserta WNA Diisolir di Salah Satu Hotel di Makassar

KabarMakassar.com — Ijtima Asia 2020 yang sedianya digelar Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pada 19-22 Maret 2020, resmi dibatalkan.

Panitia pelaksana Ijtima Asia 2020 pun telah sepakat untuk mempercepat proses pemulangan ribuan jemaah tabligh (peserta) dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara lain yang saat ini masih berada di lokasi acara.

Sambil menunggu jadwal pemulangannya, para peserta tersebut untuk sementara akan diisolir..

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyiapkan dua tempat sebagai lokasi untuk mengisolir para peserta Ijtima Asia 2020 itu.

“Untuk peserta Ijtima dari luar negeri, kita siapkan tempat yang layak di salah hotel di Makassar. Untuk peserta dari provinsi di luar Sulsel, kita siapkan Asrama Haji Sudiang, sambil menunggu jadwal kepulangan mereka ke daerahnya masing-masing. Kita juga akan antar mereka nanti ke pelabuhan atau bandara kalau sudah mau pulang,” kata Nurdin dalam konferensi pers di Kantor Camat Bontomarannu, Kabupaten Gowa, usai melakukan pertamuan bersama Forkopimda Sulsel dan Dewan Syuro Jemaah Tabligh, Kamis (19/3) pagi.

Sementara untuk pemulangan peserta yang berasal dari kabupaten/kota di wilayah Sulsel, Nurdin mengaku telah berkoordinasi dengan para kepala daerahnya masing-masing.

“Kita siapkan angkutan bus (untuk dipulangkan), dan sudah dikoordinasikan dengan para bupati dan walikota. Kita minta mereka diisolir di daerahnya masing-masing selama 14 hari,” terangnya.

Sementara, Dewan Syuro Jemaah Tabligh, Ali Yubra mengatakan, pihaknya telah sepakat untuk mengikuti imbauan pemerintah agar membatalkan pelaksanaan Ijtima Asia 2020.

“Kami juga telah membatalkan kedatangan sejumlah ulama dari Banglades. Kita akan mempercepat proses kepulangan orang asing (WNA) yang saat ini sudah ada di lokasi acara. Untuk sementara, mereka akan kita isolir dan siapkan tenaga medis. Sedangkan untuk peserta lokasl (WNI), akan pulang secara berangsur ke daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Ali, peserta dari luar negeri yang saat ini sudah berada di lokasi acara di Ponpes Darul Ulum di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, adalah WNA yang sudah ada di Indonesia sejak dua hingga tiga bulan lalu.

“Selama ini mereka melaksanakan dakwah keliling,” terangnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan pengakuan panitia pelaksana Ijtima Asia 2020, secara keseluruhan peserta yang sudah hadir di lokasi acara jumlahnya lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” ungkap salah seorang panitia Ijtima Asia 2020, Mustari Burhanuddin, Rabu (18/3) malam.

Bupati Gowa dan Gubernur Sulsel Umumkan Ijtima Asia 2020 Resmi Dibatalkan

KabarMakassar.com — Ijtima Asia 2020 yang rencananya akan digelar di Kompleks Pesantren Darul Ulum, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, mulai tanggal 19 hingga 22 Maret 2020, akhirnya ditunda atau dibatalkan.

Kabar pembatalan kegiatan yang melibatkan ribuan orang tersebut disampaikan langsung Bupati Gowa, Adnan Purchta Ichsan melalui unggahan di akun instagramnya @adnanpurichtaichsan, Kamis (19/3) dini hari.

Dalam unggahannya tersebut Adnan menyampaikan, setelah Dandim dan Kapolres Gowa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan panitia kegiatan tersebut, akhirnya dicapai kesepakatan untuk menunda/membatalkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selanjutnya, kata Adnan, untuk sementara para peserta yang telah datang dari berbagai daerah di Indonesia dan juga sejumlah negara lain itu akan diisolasi sementara di lokasi acara.

“Alhamdulillah, akhirnya sepakat Ijtima dunia ditunda/dibatalkan pelaksanaannya.. Tidak henti2nya Kami melakukan komunikasi dan kordinasi dgn pihak panitia inti, sampai Pak Dandim dan Pak Kapolres tidak pulang2 terus melakukan lobby.. Kita juga sepakat untuk mengisolasi sementara mereka di lokasi, sampai menyusun jadwal kepulangan masing2.. Pemda tadi pagi sdh mengirim tim kesehatan untuk memeriksa dan melakukan penyemprotan disinfectan, Insya Allah besok Kami lanjutkan lagi.. Semoga kita semua selalu dlm lindungan Allah SWT.. Aamiin,” tulis Adnan di akun instagramnya.

Unggahan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di akun Instagramnya, Kamis (19/3) dini hari. (Foto: Instagram/@adnanpurichtaicsan)

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui akun facebooknya, Kamis (19/3) dini hari. Ia menyampaikan, setelah berkoordinasi dengan Kapolri serta Kapolda Sulsel dan Bupati Gowa, acara Ijtima Jamaah Tabligh resmi dibatalkan.

Untuk meminimalisir interaksi para peserta dengan warga di sekitar lokasi acara, kata dia, ia juga telah meminta pihak kepolisian untuk mengisolasi atau membatasi ruang gerak para peserta agar tidak melakukan kontak dengan warga, untuk selanjutnya para peserta tersebut akan diantar ke pelabuhan dan bandara untuk pulang ke daerah/negaranya masing-masing dengan pengamanan yang dibutuhkan.

Unggahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di akun Facebooknya,Kamis (19/3) dini hari. (Foto: Facebook/Nurdin Abdullah)

Sebelumnya, Panitia Ijtima Asia Tahun 2020, Mustari Burhanuddin yang dihubungi pada Rabu (18/3) malam mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, peserta sudah terlanjur berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Mustari mengaku panitia belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutkan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” tutupnya.

Ini Alasan Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

KabarMakassar.com — Ribuan peserta Ijtima Asia tahun 2020 malam ini telah berkumpul di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Panitia Ijtima Asia tahun 2020, Mustari yang dihubungi mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab, peserta sudah terlanjur datang. Apalagi menurut dia, para peserta sudah berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari, Rabu (18/3) malam.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Sampai saat ini, Mustari mengaku pihaknya belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutakan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Meski begitu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada Senin (16/3) lalu Bupati Gowa telah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Meski Dilarang, Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

KabarMakassar.com — Meski Pemerintah Kabupaten Gowa tak memberi izin dan telah mengeluarkan surat edaran pada Senin (16/3) yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda, sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), namun peserta tetap berdatangan ke lokasi acara.

Berdasarkan pantauan, saat ini ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sembilan negara lainnya telah berdatangan di lokasi pelaksanaan acara, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Menurut jadwal dari panitia, acara Ijtima Asia Tahun 2020 ini akan dibuka pada Kamis (19/3) besok, dan berlangsung hingga 22 Maret 2020 mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Untuk itu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola yang tengah berada di lokasi berkumpulnya para peserta Ijtima Asia 2020 tersebut, mengaku belum bisa memastikan kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan negosiasi dan berkoodinasi dengan panitia pelaksana acara tersebut.

“Saya sekarang di lokasi. Masih melakukan kordinasi. Kita tunggu ba’da subuh. Kata panitia, mereka akan melakukan rapat,” terang Boy.

Sekadar diketahui, dari data yang beredar, saat ini jumlah peserta yang sudah berada di lokasi kegiatan berjumlah lebih dari 8.000 orang, terdiri dari 8.283 orang warga negara Indonesia (dari berbagai daerah), dan 400-an lebih Warga Negara Asing (dari 9 negara).

Gubernur Imbau Semua Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak Ditunda

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel agar menunda pelaskanan kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal.

Imbauan ini disampaikannya sebagai upaya antisipasi dan pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Sulsel,

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin, Ahad (15/3) kemarin.

Nurdin berharap, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 ini dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat, termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Kebudayaan kota Maakassar yang rencananya akan digelar tanggal 1-4 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Pj Wali Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan kegoiatan tersebut.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda. Hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada beberapa kegiatan lainnnya yang juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Nurdin menyebutkan beberapa kegiatan yang dimaksudnya diantaranya: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja se-Indonesia yang sedianya akan dihelat di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutnya.

Kegiatan lainnnya yang juga melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-22 Maret 2020 dan diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara, lanjut Nurdin, juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya itu juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperketat dan melakukan pemantauan serta penedeteksian seluruh pintu masuk Sulsel, seeperti bandara dan pelabuhan.