Memasuki New Normal di Sulawesi, Pertamina Jaga Pasokan Tetap Aman

Kabarmakassar.com — Beberapa minggu setelah dimulainya Era New Normal di Sulawesi, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman. Langkah pengamanan stok dan peningkatan kehandalan distribusi terus dilakulan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM ke depannya.

Ketahanan stok BBM untuk wilayah Sulawesi saat ini lebih dari 14 hari. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan bahwa secara garis besar konsumsi BBM di Sulawesi masih belum kembali normal. “Perhitungannya diambil dari rerata penyaluran normal yaitu sepanjang bulan Januari hingga Februari 2020 dibandingkan dengan rerata penyaluran saat era New Normal yang dimulai dari bulan Juni,” ujarnya.

Hingga akhir bulan Juni, rerata konsumsi BBM all product baik Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO di Sulawesi mengalami penurunan sebesar 15%, yaitu dari 9.517 Kilo Liter/hari menjadi 8.092 KL/hari. Produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 7.041 KL/hari menjadi 5.833 KL/hari atau sebesar 17%. Sedangkan produk Gasoil (Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite) mengalami penurunan sebesar 9%, yaitu dari 2.319 KL/hari menjadi 2.105 KL/hari.

Meski belum kembali normal, Sulawesi Selatan masih menjadi propinsi dengan konsumsi BBM terbesar yakni 2.676 KL/hari untuk Gasoline dan 1.118 KL/hari untuk Gasoil. “Konsumsi Sulawesi Selatan sekitar separuh konsumsi seluruh Sulawesi,” ujar Hatim. Selanjutnya disusul dengan Sulawesi Tengah dengan konsumsi Gasoline sebanyak 948 KL/hari dan Gasoil sebanyak 306/KL/hari.

Untuk Sulawesi Utara, jumlah konsumsi Gasoline per harinya sebanyak 836 KL dan Gasoil sebanyak 203 KL. Sementara Sulawesi Tenggara mencatat konsumsi Gasoline sebanyak 718 KL/hari dan Gasoil sebanyak 250 KL/hari.

Peningkatan konsumsi Gasoil secara khusus terjadi di Sulawesi Barat dan Gorontalo, masing-masing sebesar 7% dan 6%. Jumlah konsumsi Gasoil Sulawesi Barat sebesar 134 KL/hari sedangkan Gorontalo sebesar 92 KL/hari. Untuk Gasoline, Sulawesi Barat mencatat konsumsi sebesar 312 KL/hari dan Gorontalo sebesar 341 KL/hari.

Melihat tren saat ini, Hatim memprediksi akan mulai terjadi peningkatan konsumsi BBM dalam beberapa bulan ke depan. “Seiring dengan semakin meningkatnya aktifitas masyarakat, kami prediksi konsumsi BBM juga akan semakin meningkat,” lanjutnya.

Peningkatan konsumsi BBM, Hatim memastikan akan dibarengi dengan upaya Pertamina untuk terus meningkatkan pelayanan dan pasokan BBM. “Kami pastikan pasokan untuk tetap terjaga,” pungkasnya.

Hatim juga menghimbau agar masyarakat tetap bijak dalam penggunaan BBM untuk aktifitas sehari-hari. “Masyarakat juga dapat turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi dan penggunaan BBM dengan melaporkan jika terjadi kecurangan ke Call Center Pertamina 135,” tutup Hatim.

Dekranasda Kerjasama dengan Pertamina Sosialisasikan Program Kemitraan

Kabarmakassar.com — Menyambut momentum bangkitnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seiring dengan dimulainya era New Normal, Pertamina jajaki kerjasama dengan Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Selatan.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII bersama dengan Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan melakukan sosialisasi Program Kemitraan dari Pertamina pada Senin (22/06). Sosialisasi dilakukan secara online dan dihadiri oleh 45 partisipan yang berasal dari pelaku UMKM binaan Dekranasda.

Hadir pada saat sosialisasi, Wakil Ketua Harian 1 Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Oci Alepuddin dan Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan.

Andi Oci Alepuddin menyambut baik kerjasama yang dijalin dengan Pertamina ini dan berharap bisa terus berlanjut dikemudian hari. “Sosialisasi kali ini baru gelombang 1, kami harapkan lebih dari 100 UMKM di bawah binaan Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan bisa mengambil manfaat dari adanya Program Kemitraan Pertamina ini,” ungkapnya.

Hatim menjelaskan bahwa Program Kemitraan merupakan program bantuan modal usaha yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi UMKM yang bertujuan untuk membantu pelaku UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri. “Syarat untuk bergabung dalam Program Kemitraan ini cukup mudah dengan jasa administrasi yang sangat kecil yaitu 3% per tahun,” jelasnya.

UMKM yang ingin bergabung, lanjut Hatim, harus memiliki usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan. Sektor usahanya pun beragam mulai dari sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan perikanan hingga sektor jasa. “Plafond bantuan modal yang bisa kami berikan mencapai Rp 200 juta dengan tenor hingga 3 tahun,” lanjutnya.

Ariani, pemilik UKM Raja Madu Sulawesi yang juga turut hadir pada kesempatan tersebut menyambut baik Program Kemitraan yang disosialisasikan oleh Pertamina. “Kami sebagai UMKM sangat terbantu dengan peluang bantuan modal usaha yang diberikan oleh Pertamina ini,” ujarnya.

Informasi lengkap mengenai Program Kemitraan bisa diakses di website Pertamina www.pertamina.com/id/program-kemitraan.

Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bantaeng

KabarMakassar.com — Banjir yang melanda Kabupaten Bantaeng pada Jumat (12/06) lalu diakibatkan meluapnya Sungai Calendu dan merendam tujuh kelurahan pada dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu.

Karena itu, banyak rumah warga, perkebunan dan fasilitas umum terdampak. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng menaksir jika kerugian dari banjir ini terjadi mencapai Rp.33 miliar.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII melakukan peninjauan secara langsung di Kabupaten Bantaeng pada Minggu (14/6) kemarin sekaligus untuk memberi sejumlah bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD Bantaeng dan telah menyerahkan sejumlah bantuan. “Bantuan yang diberikan berupa 100 dus mie instan dan 1 ton beras,” kata Hatim, Senin (15/6).

Ia mengaku pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik dalam hal penyediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG. Kata dia, Pertamina juga berupaya untuk terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

“Semoga masyarakat di Bantaeng ini segera bangkit dan bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Banteng, Irfan Fajar memberikan apresiasinya kepada Pertamina yang secara sigap memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir di wilayahnya.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Pertamina Peduli yang telah menyerahkan bantuan ke posko penanganan banjir di Bantaeng,” kata Irfan.

Pertamina dan PWP MOR VII Kolaborasi Bersama Dekranasda Sulsel Hadirkan Etalase Sedekah

KabarMakassar.com — Persatuan Wanita Patra (PWP) Pertamina Tingkat Wilayah Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi membuat sebuah inovasi yang dinamakan “Etalase Berkah”.

Program Etalase Berkah ini merupakan wadah bagi warga Kota Makassar untuk bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah kepada mereka yang membutukan. Kegiatan itu diberi tagline “Siapapun boleh mengambil, Siapapun boleh mengisi”.

Untuk itu, warga yang ingin menyumbang makanan bisa menitipkannya di etalase ini dan bagi mereka yang membutuhkan, bisa mengambilnya tanpa dikenakan biaya sedikitpun.

“Etalase berkah ini diharapkan akan menjadi wadah bagi warga Kota Makassar untuk bersedekah makanan yang manfaatnya kembali masyarakat lagi,” kata Ketua PWP Tingkat Wilayah Pertamina MOR VII, Dwi Novitasari Sasongko.

Lanjut Dwi, kegaitan ini merupakan pengembangan kegiatan Jumat Berkah yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu. Saat itu, kata dia, polanya adalah PWP Pertamina turun langsung untuk membagikan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

“Sejak semakin merebaknya pandemi Covid-19, kami ubah polanya dengan menempatkan makanan disebuah etalase dan yang membutuhkan bisa mengambil dari etalase tersebut,” ujarnya.

Kata dia, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama para istri pekerja Pertamina yang tergabung dalam PWP Tingkat Wilayah Pertamina MOR VII dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan diresmikan langsung oleh Ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F. Nurdin pada Jumat (12/06) kemarin.

Unit Managar Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menyediakan setidaknya 100 box makanan setiap Jumat untuk mengisi Etalase Berkah ini. “Hingga Desember 2020, Pertamina akan menyediakan minimal 100 box setiap Jumatnya,” kata Hatim.

Ia berharap Etalase Berkah ini bukan hanya sekedar bantuan tetapi menjadi sebuah gerakan berbagi dari masyarakat untuk masyarakat. “Kami mengajak kepada warga Kota Makassar untuk berperan serta menyumbangkan makanan melalui etalase ini agar semakin banyak warga yang terbantu dan menerima manfaat dari adanya Etalase Berkah,” jelasnya.

Pertamina Ajak Pengusaha LPG Ikuti Program Pinky Movement

Kabarmakassar.com — Pandemi Covid-19 yang terjadi, terutama di Indonesia, mengguncang sektor perekonomian terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor keuangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kementerian Koperasi dan UMKM merilis data aduan 1.332 UMKM yang tersebar di 18 provinsi mendapat dampak negatif akibat penyebaran Covid-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 69 persen mengalami penurunan omset penjualan, 9 persen mengalami kesulitan distribusi barang produksi, 13 persen mengalami kesulitan dalam akses terhadap modal usaha dan sisanya sekitar 4 persen mengalami penurunan produksi secara drastis hingga berhenti produksi.

Namun dengan diterbitkannya protokol pemberlakuan kondisi new normal oleh Pemerintah, diharapkan ruang gerak bagi pelaku UMKM mulai terbuka dan aktivitas usaha perlahan mulai kembali normal.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, mengatakan bahwa Pertamina siap mendukung upaya pelaku UMKM untuk bangkit kembali. “Pertamina melalui Program Kemitraannya akan memberikan stimulus bagi pelaku UMKM berupa bantuan permodalan dengan biaya administrasi yang hanya 3 persen per tahunnya,” ungkap Hatim.

Selain itu, lanjut Hatim, Pertamina juga membuat suatu inovasi yang dinamakan Pinky Movement. Program ini merupakan bagian dari program pembiayaan dan pembinaan kepada UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM terutama bagi sektor yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina. “Fokus utamanya adalah UMKM yang dalam menjalankan usahanya menggunakan produk LPG dari Pertamina serta pengusaha LPG 3kg,” lanjutnya.

Pinky Movement yang dijalankan ini tidak hanya sekedar bantuan permodalan tetapi juga langkah Pertamina untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan produk LPG yang lebih berkualitas dan sesuai dengan haknya. Edukasi ke masyarakat diperlukan agar program ini tidak hanya akan memberikan manfaat material bagi masyarakat tetapi juga mengubah mindset masyarakat agar lebih baik.

Sosialisasi program Pinky Movement di wilayah kerja Pertamina MOR VII, masih menurut Hatim, telah dilaksanakan dari bulan Mei lalu. “Saat ini telah terkumpul sekitar 100-an lebih UMKM maupun pengusaha LPG 3kg yang tertarik untuk mengikuti program ini,” ujar Hatim.

Sebagian besar permohonan berasal dari Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Selain itu, ada juga yang berasal dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. “Selanjutnya, permohonan yang sudah diterima Pertamina akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk survey kelayakan usaha,” jelas Hatim.

Ke depannya, Hatim melanjutkan, Pertamina akan melakukan sosialisasi agar semakin banyak UMKM yang merasakan manfaat dari adanya program ini dan kebangkitan kembali sektor UMKM di Indonesia dapat terwujud. “Dalam suasana mewabahnya Pandemi Covid-19, sosialisasi pun tetap dilakukan dengan cara daring (online),” ujarnya.

Program Pinky Movement ini merupakan program nasional sehingga pelaku UMKM dan pengusaha LPG 3kg dari Sabang sampai Merauke bisa bergabung. “Pertamina akan mendukung UMKM di Indonesia untuk kembali berdaya dan menjadi motor penggerak roda perekonomian Indonesia,” tutup Hatim.

Informasi mengenai Program Kemitraan Pertamina dan cara mendaftaran bisa diakses melalui situs resmi Pertamind di alamat www.pertamina.com/id/PKBL.

Pertamina Gelar Customer Loyalty Program pada Empat Provinsi di Sulawesi

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII secara khusus menyelenggarakan Customer Loyalty Program pada empat provinsi di Sulawesi.

Program ini merupakan bentuk After Sales Service Excellent kepada Direct Customer sekaligus wujud kontribusi Pertamina dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Pada Customer Loyalty Program ini, Pertamina memberikan Safety Kit Covid-19 yang terdiri dari masker dan hand sanitizer sebagai perangkat standar untuk pencegahan penularan Covid-19.

Untuk tahap awal, penyerahan Safety Kit Covid-19 dilakukan secara simbolis oleh Region Manager Corporate Sales VII, Jeffri Afandi kepada PT Ang and Fang Brothers pada akhir April lalu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemudian, Pertamina juga memberikan apresiasi kepada PT Boskalis Internasional di Sulawesi Selatan yang diserahkan oleh Sales Branch Manager (SBM) Industry I, Ibnu Kautsar.

Untuk di Sulawesi Tenggara, Pertamina memberikan Safety Kit Covid-19 tersebut kepada PT Wahana Inti Nusantara yang diserahkan oleh Pjs. SBM Industry II, Jodi Remadi. Untuk di Sulawesi Tengah, Pertamina memberikan apresiasi bagi PT Sinar Mutiara Megalithindo yang diserahkan oleh SBM Industry IV, Dini Rezkika.

Sedangkan di Sulawesi Utara, Pertamina memberikan apresiasi bagi Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung yang diserahkan oleh SBM Industry IV, Fandhy Haryanto.

Terkait hal itu, Unit Managar Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk After Sales Service Excellent yang selalu diberikan Pertamina kepada para pelanggan setianya.

“Pertamina selalu berupaya memberikan service terbaik bagi para pelanggannya sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan pelayanan ekstra,” kata Hatim.

Pemberian Safety Kit Covid-19 ini juga, lanjut Hatim, sejalan dengan upaya Pertamina untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pertamina telah memberikan sejumlah bantuan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia, termasuk pemberian Safety Kit yang diserahkan kepada pelanggan setianya ini,” pungkasnya.

Pertamina Santuni 300 Anak Panti Asuhan di Sulawesi

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII kembali memberikan santunan kepada 300 anak panti yang tersebar pada 12 Yayasan Panti Asuhan pada enam provinsi yang ada di Sulawesi.

Diantaranya Sulawesi Tenggara yakni Yayasan Pendidikan Islam Nurul Maghfirah di Kota Kendari dan Pesantren Almarhamah Karyabaru di Kota Baubau, di Sulawesi Tengah ada Panti Asuhan (PA) Sullamul Fallah di Kota Luwuk serta PA Al-Aziz, PA Nurul Ihsan di Kabupaten Donggala, dan di Sulawesi Barat diberikan kepada PA Campaloga di Kabupaten Mamuju.

Kemudian Gorontalo kepada PA Nurul Qolbi, untuk Sulawesi Utara diberikan kepada PA Sitti Marzam di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sedangkan di Sulawesi Selatan, bantuan diberikan pada empat panti asuhan yaitu PA Al-Isra dan PA Nurul Ichsan di Kota Makassar, Kabupaten Gowa yaitu Panti Asuhan Al-Muhajirin, dan Pesantren Darut Tauhid di Kota Parepare.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan total bantuan yang diberikan untuk 12 panti asuhan tersebut senilai Rp.210 juta yang terdiri santunan bagi anak yatim dan bantuan sarana prasarana panti asuhan. Kata dia, penyerahan simbolis bantuan itu dilaksanakan di PA Al-Isra Kota Makassar kepada Ketua Pengurus Panti Asuhan Al-Isra, Hawida Haris, Senin (11/05).

Hatim menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina kepada masyarakat terutama anak-anak di panti asuhan. “Dengan tema “Energi Tulus Tak Berhenti” Pertamina berupaya untuk terus berbuat kebaikan tak berhenti walau dalam keterbatasan,” kata Hatim.

Sementara itu, salah satu pengurus panti, Hawida mengungkapan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Pertamina. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Pertamina yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak panti, apalagi dalam suasana bulan ramadan,” kata Hawida.

Sebelumnya, Pertamina MOR VII juga telah membagikan 400 paket sembako bagi masyarakat di sekitar kantor Pertamina MOR VII Makassar. Selain itu, Pertamina juga telah memberikan bantuan 2 ton beras bagi dapur umum TNI-Polri yang didirikan untuk membantu masyarakat selama pandemi Covid-19.

Pertamina Beri Promo Cashback 50% untuk “Pete-pete” di Sulsel

KabarMakassar.com — PT Pertamina untuk Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero) memberikan penawaran spesial kepada Angkutan Kota (Angkot) atau Pete-pete di Sulsel. Tawaran itu berupa promo cashback sebesar 50% untuk pembelian pertalite dan dexlite.

Promo berlaku setiap hari mulai 3 Mei 2020 hingga 31 Juli 2020 mendatang yang diperuntukkan bagi 10.000 konsumen per harinya tanpa ada batasan minimal pembelian. Konsumen juga berhak mendapatkan kupon undian Berbagi Berkah MyPertamina yang pengundiannya dilakukan setiap minggu atau bulan.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang sedang mengalami pandemi Covid-19. “Ini merupakan bentuk perhatian PT Pertamina kepada para driver angkutan kota yang masih harus berjuang mencari nafkah di tengah Covid-19,” kata Hatim, Jumat (8/5).

Menurutnya konsumen dapat bertransaksi secara non-tunai dengan menggunakan aplikasi MyPertamina untuk menikmati cashback dari promo ini. Kata dia, cashback akan diberikan dalam bentuk saldo LinkAja yang akan diterima maksimum 7 hari. “Saat bertransaksi, tambahkan ditiga digit akhir pembelian Rp.135 untuk mendapatkan cashback tersebut,” jelasnya.

Lanjut, saat ini di Sulsel sudah terdapat 75 SPBU yang bisa bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina, diantaranya 33 SPBU tersebar di Kota Makassar, 2 SPBU di Kota Palopo dan 3 SPBU di Kota Parepare. Selain itu, ada juga 8 SPBU di Kabupaten Wajo, 5 SPBU masing-masing di Kabupaten Maros dan Gowa, 3 SPBU masing-masing di Kabupaten Sidrap, Pinrang, Barru dan Luwu, 2 SPBU masing-masing di Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, sedangkan di Kabupaten Takalar, Enrekang dan Bulukumba masing-masing 1 SPBU.

Kata dia, tidak kurang dari 3.745 mesin EDC MyPertamina di Sulsel disiapkan untuk bisa bertransaksi berbagai promo dari PT Pertamina. “Jumlah SPBU dan EDC-nya akan terus bertambah. Untuk informasi detail SPBU yang bisa bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina bisa dilihat di www.mypertamina.id,” ungkapnya.

Selain promo untuk Cashback 50% bagi angkutan kota, kata dia, konsumen di Sulsel juga masih bisa memanfaatkan promo Pertamina Delivery Service yang menyediakan kemudahan dalam pemenuhan produk BBM, LPG dan pelumas. Ia mengaku konsumen juga bisa mendapatkan cashback 30% dengan mengikuti promo ramadan serta bagi ojek online tersedia promo cashback hingga 50%.

“Untuk LPG, Pertamina punya program Move On Ki’ bagi pejuang tangguh ojek online yang mau menukarkan tabung LPG 3kg ke Bright Gas 5,5kg secara gratis,” pungkasnya.

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulbar

KabarMakassar.com — PT Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menambah pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kg di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) . Hal ini sebagai bentuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan LPG selama Ramadan.

Apalagi pada pekan pertama Mei 2020, rata-rata penyaluran LPG 3 kg di Sulbar mencapai 28.000 tabung/hari atau 84 Metric Ton (MT) tiap hari. Sedang kebutuhan LPG untuk Sulbar dipasok melalui Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kabupaten Mamuju, Pinrang dan Kota Parepare untuk melayani sekitar 1.000 pangkalan aktif di Sulbar.

Sebelum memasuki bulan ramadan, PT Pertamina telah melakukan penambahan pasokan LPG 3 kg untuk wilayah Sulbar sebanyak 73,92 MT atau setara dengan 24.640 tabung di luar pasokan normal. Dan pada Mei ini, PT Pertamina kembali akan menjadwalkan penambahan pasokan.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan pihaknya akan melakukan penambahan pasokan LPG 3 kg selama ramadan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan konsumsi di masyarakat.

“Pertamina akan menambah pasokan LPG 3 kg sebesar 81.000 tabung atau sekitar 10,7% dari rata-rata pasokan normal 760.000 tabung/bulan,” kata Hatim, Senin (4/5).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam mengkonsumsi LPG 3 kg dan tidak khawatir akan kekurangan pasokan gas elpiji. “Karena kami akan selalu menjaga untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat” ungkapnya.

Hatim menjelaskan bahwa selain LPG 3 kg, pihaknya juga tetap menyediakan alternatif pilihan lain yang lebih berkualitas untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Masyarakat bisa menggunakan Bright Gas ukuran 5,5kg maupun 12 kg yang stoknya tersedia di pangkalan-pangkalan,” ujarnya.

“Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan dan melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan dengan menghubungi Call Center Pertamina 135,” tambahnya.

Pertamina Delivery Service Kini Hadir di Sulawesi Utara dan Gorontalo

KabarMakassar.com — Layanan pesan antar atau Pertamina Delivery Service (PDS) kini hadir di Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan mengusung hashtag #DirumahJo. Layanan ini akan memanjakan konsumen untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tanpa harus khawatir keluar rumah.

Layanan ini dapat mendukung himbauan pemerintah terkait pembatasan aktivitas di luar rumah sehingga membuat sebagian masyarakat mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan BBM dan LPG. Kareanya PDS muncul sebagai sebuah solusi untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

Adapun produk BBM yang tersedia melalui PDS yakni pertamax, pertamax turbo, pertamina DEX dan dexlite. Untuk LPG, tersedia pembelian tabung dan isi ulang bright gas ukuran 5,5kg dan 12kg. Sedangkan untuk produk pelumas sesuai peruntukkan mulai dari Fastron Gold, Fastron Techno, Fastron Diesel hingga Fastron Eco.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan mengatakan jika layanan delivery service ini bertujuan untuk memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk BBM, LPG maupun Pelumas dengan mudah dan tanpa perlu keluar rumah.

“Juga siap mengantarkan kebutuhan sembako lain seperti beras dan minyak goreng. Cara pemesanannya sangat mudah, cukup hubungi Call Center Pertamina 135 atau melalui chat whatsapp di nomor 0811 135 0135,” kata Hatim.

Layanan ini, kata Hatim, akan dibuka setiap hari. Khusus konsumen di Kota Manado, Bitung dan Gorontalo, kata dia, Pertamina membebaskan biaya pengantaran. “Pemesanan akan diantar pada hari yang sama jika dilakukan sebelum pukul 17.00 WITA, namun jika di atas itu, pengiriman akan dilakukan hari berikutnya mulai pukul 08.00 – 20.00 WITA,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk kenyamanan dan keamanan pada saat pengisian BBM diingatkan kepada konsumen untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan seperti proses pengisian harus berada di ruang terbuka atau tidak di ruang tertutup seperti basement maupun garasi. “Ini untuk menghindari konsentrasi uap tidak berkumpul di satu titik,” jelasnya.

Satu lagi kemudahan yang diberikan, kata Hatim, yakni pilihan pembayaran yang beragam. Selain cara tunai, kata dia, pembayaran pesanan LPG, BBM dan pelumas ini pun bisa dilakukan dengan non-tunai melalui aplikasi MyPertamina maupun Voucher BBM.

“Bagi konsumen yang bertransaksi melalui aplikasi MyPertamina, kami berikan cashback hingga 25%,” ujarnya.

Pertamina memastikan layanan PDS ini tetap memperhatikan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Diantaranya, kata dia, dengan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap produk serta seluruh petugas pengantarannya.

“Selama pelanggan berkomunikasi dengan petugas pun tetap jaga jarak sesuai protokal pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan,” pungkasnya.