Aliansi Gerak IWD Datangi DPRD Sulsel, Ini Tuntutannya

KabarMakassar.com — Ratusan massa dari berbagai lembaga dan organisasi yang tergabung dalam aliansi Gerak International Women’s Day (IWD) Sulawesi Selatan, menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (9/3).

Kekerasan terhadap perempuan dan keadilan serta kesetaraan menjadi salah satu isu yang diangkat pada aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) tersebut.

Jendral lapangan (Jenlap) aksi tersebut, Nurfianalisa mengatakan, berdasarkan data Aliansi Gerak IWD Sulsel, sejak 2013 hingga awal 2020, ada sebanyak 538 perempuan di Sulawesi Selatan yang mengalami berbagai macam bentuk kekerasan. Diantaranya, 16 kasus KDRT, 15 kekerasan seksual, dan 407 kasus kekerasan terhadap perempuan akibat konflik agraria yang berkepanjangan.

“Adapun aktor kasus kekerasan terhadap perempuan banyak dilakukan oleh aparat negara. Hal ini tidak terlepas dari adanya instruksi presiden yang mengimbau kepada aparat untuk terlibat dalam forum konsolidasi rakyat. Sedangkan aktor lainnya adalah pemerintah melalui kebijakan diskriminatif,” kata Nurfianalisa.

Olehnya itu, kata dia, Aliansi Gerak IWD Sulsel menyatakan menolak segala regulasi yang tidak prorakyat, khususnya perempuan.

“Kami menolak RUU Omnibus Law, RUU Ketahanan Keluarga, RUU Pertanahan, dan RUU Minerba,” ujarnya.

Di lain sisi, Aliansi Gerak IWD Sulsel meminta agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), serta RUU Kesetaran dan Keadilan Gender segera disahkan.

“Kami mendorong agar segera membuat dan membahas peraturan daerah (Perda) yang melindungi, menghormati dan memenuhi hak perempuan buruh migran di Sulawesi Selatan, serta wujudkan reforma agraria sejati yang adil gender sebagai solusi konflik agraria yang struktural, kronis dan berdampak luas,” ucapnya.