Ditengah Pandemi, Pertanian dan Ekspor Sulsel Tumbuh Positif

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengatakan, sektor pertanian dan ekspor di Sulsel bertumbuh dengan baik, meskipun ditengah pendemi Covid-19.

“Pertanian kita tumbuh baik, ekspor kita tumbuh baik. Kemarin saya sudah panggil BPS. Jadi memang untuk beberapa sektor strategis, pertanian menjadi salah satu sektor yang paling baik untuk Sulsel dan memang sampai dengan perportal dua ini masih tetap tumbuh positif,” jelas Prof Nurdin Abdullah, usai Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan SAKIP, serta Penandatanganan Pakta Integritas Pemerintah Provinsi Sulsel, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 5 Agustus 2020.

Ia mengakui, memang ada pekerjaan terhambat dikarenakan refokusing anggaran dari pemerintah pusat. Tapi saat ini, refokusing tersebut sudah dikembalikan.

“Saya kira ini kita sudah kembalikan semua rekonsiliasi untuk kegiatan-kegiatan konstruksi. Jadi Insyaallah perlahan kita kembalikan, bahkan kita targetkan 4,5 positif,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi bukan diukur secara menyeluruh, sebab ada beberapa tahap. Sementara yang diukur hanya pertiga bulan saja.

“Di ukur tiga bulan, artinya tiga bulan ini di awal pandemi puncak-puncaknya pelaksanaan PSBB dan sebagainya, kan lucu kalau tiba-tiba pertumbuhan kita naik sementara pandemi,” ujarnya.

Gubernur Harap UNM Perhatikan Pendidikan di 330 Pulau di Sulsel

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, meminta Universitas Negeri Makassar (UNM) sama-sama memperhatikan pendidikan untuk warga masyarakat Sulsel di 330 pulau.

Hal tersebut disampaikan langsung Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya di acara Dies Natalies Universitas Negeri Makassar (UNM) Ke-59, di Ruang Teater Gedung Pinisi UNM, Selasa, 4 Agustus 2020.

“Pak Rektor, Sulsel ini memiliki 330 pulau, dan kalau kita lihat di perencanaan itu 94 persen masih di daratan. Semua masih tertuju di daratan, kita belum pernah berpikir bagaimana pulau-pulau ini juga bisa menikmati pembangunan yang merata, terutama sektor pendidikan,” harap Prof Nurdin Abdullah.

Selama dirinya menjabat Gubernur Sulsel, ia banyak memberikan perhatian untuk masyarakat di pulau lewat komunitas mahasiswa yang bergantian datang berbagi ilmu pengetahuan disana.

“Di pulau terluar Makassar saya ajak adek-adek mahasiswa, bikin salah satu kelompok untuk datang ke pulau secara bergantian, memberikan ilmu kepada anak-anak kita. Ternyata bukan hanya anak-anak saja yang belajar, tapi juga ibu-ibunya yang ikut belajar,” jelasnya.

Menurut dia, sangat penting UNM ikut serta dalam memberikan pemerataan pendidikan bagi masyarakat Sulsel di pulau-pulau.

“Minta tolong Pak Rektor, mudah-mudahan pulau-pulau kita bisa menikmati pendidikan yang baik. Sampai hari ini saya kira pulau-pulau kita masih terkendala soal air bersih, terkendala soal listrik, apalagi jaringan, dan layanan kesehatan apa lagi,” urainya.

Bukti Pemprov Sulsel memberikan perhatian khusus untuk masyarakat Sulsel di pulau-pulau, dengan mengusulkan anggaran sebagian besar pada tahun 2021 mendatang.

“Tahun 2021, APBD kita agak banyak kita bawa ke pulau-pulau. Karena pulau-pulau kita ini adalah warga kita yang berhak menikmati hidup yang layak,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Husain Syam mengaku, akan turut ambil bagian untuk mendorong pendidikan bagi masyarakat Sulsel di 330 pulau-pulau.

“Saya akan ambil bagian sesuai dengan perintah Pak Gubernur, bahwa ayo UNM kenapa tidak sampai di pulau, ok saya akan melakukan itu. Saya akan lakukan sesuatu arahan Pak Gubernur,” tegasnya.

Menurut Prof Husain Syam, UNM merupakan mitra yang sulit untuk dipisahkan dengan Pemprov Sulsel. Terlebih pada hari ini semua ikut bangga karena Dies Natalies UNM Ke-59 tahun dihadiri langsung Gubernur Sulsel.

“UNM adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, karena itu sungguh-sungguh hari ini kami semua bangga, semua civitas akademika bangga, karena Pak Gubernur hadir menyemangati kita semua,” tutupnya.

Geopark Maros Pangkep Bakal jadi Pariwisata Dunia

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mendukung penuh Geopark Maros Pangkep menuju pariwisata dunia.

“Geopark ini adalah bagaimana memuliakan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itulah misi Geopark sebenarnya,” ungkapnya, di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Senin (3/8).

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur bisa dilakukan, tapi yang paling penting harus dijaga adalah bagaimana tetap menjaga keaslian situs budaya dan kearifan lokalnya.

“Geopark Maros Pangkep ini sangat banyak destinasinya. Makanya saya bilang ini harus betul-betul dijaga keaslian dan kearifan lokalnya. Jangan sampai karena kita membangun kawasan wisata tapi mengubah fungsi,” tegasnya.

Ia mengaku, Geopark Maros Pangkep ini sudah memenuhi standar untuk masuk di UNESCO, tapi harus ada konsistensi dari masyarakat dan pemerintah untuk tetap menjaga keasliannya. UNESCO merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Iya (memenuhi standar), makanya saya bilang harus kita jaga. Jangan sampai kita mengubah fungsinya. Silahkan membangun infrastruktur apa saja tapi itu (jangan mengubah keasliannya),” katanya.

Menurut dia, langkah yang tepat untuk menjaga hal tersebut yakni dengan betul-betul menyayangi alam dengan segala upaya, dan paling penting Geopark Maros Pangkep ini juga untuk mendorong kesejahteraan masyarakat sendiri.

“Makanya saya sering mengatakan bahwa kalau mau disayangi oleh alam kita harus lebih menyayangi alam itu, makanya alam ini kita harus muliakan. Alam ini dimuliakan tentu dengan segala upaya yang sudah dilakukan, termasuk bagaimana dengan alam ini dan masyarakat bisa disejahterakan,” jelasnya.

Sementara itu, Jendral Maneger Geopark Maros Pangkep, Dedi Irfan, mengaku, mendapatkan support penuh dari Gubernur Sulsel terkait diusulkannya Geopark Maros Pangkep menuju UNESCO.

“Jadi arahan dari Pak Gubernur setelah pertemuan ini, kami dari badan pengelola Geopark Maros Pangkep meminta arahan beliau terkait pengajuan Geopark Maros Pangkep yang sekarang berstatus nasional untuk menuju ke UNESCO,” urainya.

Ia berharap, Geopark Maros Pangkep ini bisa segera dijadikan pariwisata dunia, apalagi sudah ada dukungan dari Gubernur Sulsel.

“Saya kira target kita adalah bagaimana kemudian Geopark Maros Pangkep ini bisa diterima sebagai bagian dari Geopark Global eksport. Mudah-mudahan tahun depan akan ada proses assesment,” harapnya.

Meski demikian, Geopark Maros Pangkep juga harus disokong dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung sebagai kawasan wisata dunia.

“Tentu ada pembenahan yang akan kita lakukan terkait infrastruktur di dalam kawasan, kemudian informasi-informasi terkait Geopark Maros Pangkep itu sendiri, secara sosialisasi maupun di media. Saya kira itu poinnya dan Pak Gubernur memberikan support penuh terhadap Geopark Maros Pangkep menuju UNESCO,” tutupnya.

Alasan Pemkab Pinrang Tak Laksanakan Sekolah Tatap Muka

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang belum menerapkan pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah. Alasannya, Pinrang belum masuk zona hijau atau daerah aman dari penyebaran kasus Covid-19.

Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengatakan Pemkab Pinrang belum menerapkan belajar tatap muka atau interaksi langsung bagi para siswa dan guru di sekolah. Karena, kata dia, Pinrang belum termasuk daerah Zona hijau dari penyebaran Covid-19.

Ia mengaku pelaksanaan pembelajaran di sekolah etap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat kementrian yakni Mentri Kesehatan, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Mentri Agama, dan Mentri Dalam Negeri tentang zonasi terhadap suatu daerah.

“Kita masih mengacu pada SKB empat kementrian terkait sistem zonasi, apalagi hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19” kata Bupati Andi Irwan Hamid, Senin (3/8).

Ia menambahkan berdasarkan surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan Nomor:4432/4599/Disdik tentang perpanjangan belajar di rumah secara online hingga 8 Agustus 2020 mendatang pada Perguruan Tinggi, Satuan Pendidikan SMA/SMK/MA, SMP/MTs sederajat, SD/MI, SLB negeri dan swasta se-Sulawesi Selatan.

Ia menilai pada satu sisi banyak orang tua siswa meminta agar sekolah tatap muka segera dilakukan. “Kita juga masih menunggu arahan dari Bapak Gubernur Sulsel, apalagi masa belajar dirumah diperpanjang hingga 8 agustus,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Pinrang itu mengatakan penyebaran kasus Covid-19 mengalami penambahan dua kasus baru, setelah beberapa waktu lalu sempat dinyatakan Zero dari 35 kasus, dinyatakan sembuh.

“Sehingga total kasus pasien positif sebanyak 37 orang sesuai data yang diterima dari Dinas Kesehatan Pinrang,” pungkasnya.

Gubernur dan Pj Wali Makassar Bawa Bantuan ke Pulau Terluar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah bersama Pi Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin membawa sejumlah bantuan sosial untuk kebutuhan warga Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang, Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Minggu (2/8).

Kedua pemimpin ini membagikan sembako, masker dan juga bibit pohon sukun kepada seluruh penghuni pulau. Saat di pulau Langkai, Prof Nurdin dan Prof Rudy terlihat berdialog langsung sekaligus mendengar berbagai cerita kehidupan masyarakat setempat.

Dalam dialog yang berlangsung santai tersebut, warga secara bergantian menyampaikan berbagai permintaan pengadaan layanan dasar yang di butuhkan oleh mereka.

“Kami sangat butuh jaringan untuk menelpon pak, itu sangat berguna untuk kami berbicara dengan keluarga yang ada di seberang pulau. Misalnya jika air laut sedang pasang, minimal kita bisa memberi tahu keluarga lewat telepon untuk tidak menyeberang dulu sambil menunggu ombak tidak tinggi” ujar Ibu Sartia, salah satu ibu rumah tangga yang tinggal menetap di Pulau Langkai.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat menyapa warga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang penyiapkan fasilitas air bersih yang bisa langsung di minum oleh warga pulau tanpa perlu lagi di masak atau di sterilkan.

“Salah satu yang paling penting yakni ketersedian air bersih. Kita sedang menyiapkan fasilitas penyulingan air bersih yang bisa langsung di minum oleh warga. Selain itu listrik dan juga jaringan telepon sedang kita bicarakan bersama PLN dan juga Telkom, Insya Allah semoga dalam waktu tidak lama warga kita sudah bisa menikmati semua fasilitas layanan dasar ini” ujar Nurdin yang disambut aplaus warga pulau Langkai.

Nurdin juga mengaku sedang merancang fasilitas dermaga serta angkutan umum Kapal Ro-ro yang berfungsi menghubungkan setiap pulau. Demikian pula pengadaan ambulance laut yang berfungsi memberi layanan kesehatan untuk seluruh warga pulau.

“Warga kita akan lebih mudah bertemu kerabat yang ada di pulau sebelahnya dengan adanya kapal Roro nanti, demikian pula keberadaan ambulance laut yang bertugas memberikan layanan kesehatan jika ada warga yang sakit” lanjutnya.

Sementara itu, Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin saat menyapa warga Pulau Langkai banyak berbicara tentang pendidikan anak Pulau.

“Kita sengaja datang untuk mendekatkan yang jauh. Jangan sampai yang jauh merasa semakin jauh jika kita tidak saling mengunjungi. Meskipun jaraknya jauh dari pusat kota, namun tetap saja warga yang tinggal di pulau terluar tetap berhak mendapatkan layanan publik dari pemerintah. Salah satu yang tidak kalah pentingnya yakni fasilitas pendidikan. Disini anak-anak kita hanya bisa mengakses pendidikan tingkat menengah pertama saja, selebihnya mesti harus ke kota. Kita sedang merancang ketersediaan asrama siswa dan mahasiswa asal pulau demi memastikan anak-anak kita disini bisa terus melanjutkan pendidikannya demi menggapai cita-cita tertinggi yang diimpikannya” ujar Prof Rudy yang disambut gembira penduduk setempat.

Sementara itu, saat bertolak ke Pulau Lanjukang, Prof Nurdin dan Prof Rudy melakukan penanaman pohon sukun yang di yakini bisa membuat air payau menjadi tawar. Keduanya juga membagi-bagikan masker kepada seluruh warga pulau untuk digunakan saat melakukan aktifitas diluar rumah.

Dalam kunjungan pulau ini, juga hadir Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi serta sejumlah anggota Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada).

Gubernur Minta Warga Bersabar, Sholat Ied dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah berharap seluruh masyarakat Sulsel bersabar menjalani sholat Idul Adha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laailaha Illallahu Allaahu Akbar, Allahu Akbar Walillaah Ilham. Pelaksanaan hari raya Idul Adha atau Idul Qurban tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pandemi covid-19,” ungkap Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya, pada sholat Idul Adha di Lapangan Jalan Lingkar Binamu Jeneponto, Jumat 31 Juli 2020.

Ia, menjelaskan tentu banyak dari masyarakat Sulsel khususnya di Jeneponto yang sudah merencanakan beribadah haji tahun ini, namun harus ditunda sementara karena pembatasan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

“Jangan ki kecewa, percayalah Allah sudah mengatur yang terbaik untuk setiap umatnya. Saya berharap ditengah pembatasan berbagai aktifitas, tidak mengurangi esensi dari idul adha tahun ini. Tetap jalankan protokol kesehatan seperti cuci tangan, gunakan masker dan selalu jaga jarak adalah cara paling ampuh melindungi diri dari virus corona,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan kondisi Covid-19 di Sulsel khususnya angka kesembuhan pasien Covid 19 di Sulsel sangat tinggi. Menurutnya ini adalah hasil kerja keras dari seluruh pihak. Mulai dari tenaga kesehatan, relawan, kesiapan TNI serta POLRI yang menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga situasi tetap kondusif di masyarakat di tengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi dilapangan.

Lebih lanjut dirinya, menguraikan, Pemprov Sulsel saat ini bersinergi dengan pemerintah kabupaten kota dan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dalam mengambil kebijakan. Termasuk bagaimana program wisata duta Covid-19 di Sulsel.

“Program wisata duta Covid-19 merupakan intervensi yang paling banyak berperan dalam menekan penularan dan kurva epidemi di Sulsel,” katanya.

Apalagi, berdasarkan analisa data, program wisata duta Covid-19 telah mencegah potensi penularan sekitar 170 ribu kasus baru di masyarakat dan menghemat sekitar Rp 765 miliar biaya rumah sakit yang dapat muncul dari kasus berat yang membutuhkan perawatan.

“Program ini juga ikut memajukan UMKM dimana hotel dan catering dapat terus beroperasi di masa pandemi, serta berkontribusi terhadap tingginya tingkat kesembuhan di Sulsel. Dengan angka ini, maka sekitar 2.000 peserta telah menjadi alumni dan siap untuk menjadi edukator di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

Kawasan Wisata Bira Bulukumba Dianggarkan Rp 45 Milliar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, meninjau progres proyek senilai Rp 45 miliar di dalam Kawasan Wisata Bira Bulukumba. Dana proyek ini merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tahun anggaran 2020.

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengatakan, ini merupakan bentuk support Pemprov Sulsel untuk menjaga pariwisata di Bulukumba.

“Kami meninjau progres pembangunan pedestrian dan pembangunan lainnya di dalam Kawasan Wisata Bira Bulukumba ini,” ungkapnya, di Pantai Bira Bulukumba, Kamis (30/7).

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Infrastruktur, Dr. Hendra Pachri, S.T., M.Eng menjelaskan, pembangunan untuk tahun ini terdiri dari pedestrian sepanjang 700 meter, pasar seni dan terminal. Sementara untuk pembangunan tahap dua atau anggaran tahun 2021 merupakan Pelabuhan Bira-Selayar.

“Ada dua tahap tadi yang disurvei terkait pembangunan pariwisata di dalam Kawasan Wisata Bira dan Bira Timur Bulukumba. Sementara untuk jumlah keseluruhan yang masuk di dalam Kawasan Wisata Bira Bulukumba sebesar Rp 43 miliar, dari Rp 50 miliar untuk Bulukumba,” jelasnya.

Adapun peninjauan lainnya yakni lokasi rencana pembangunan Pelabuhan Bira-Selayar. Area tersebut masih dalam proses pengukuran, berapa aset milik Pemprov Sulsel dan Kabupaten Bulukumba.

“Baru perencanaan berapa aset Pemprov di sana untuk pembangunan Pelabuhan Bira-Selayar. Saat ini belum ada luasannya. Dan diharapkan secepatnya ada hasil luasan, disitu perencanaan diselesaikan di 2020 akhir dan masuk tahap pekerjaan 2021,” pungkasnya.

Gubernur Sulsel Dukungan Kegiatan Festival Aksara Lontaraq

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mendukung penuh kegiatan Festival Aksara Lontaraq 2020. Dimana puncak perayaannya bakal di gelar pada 27- 29 Agustus 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah saat menerima audiensi panitia Festival Aksara Lontaraq 2020 yang dipimpin Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel Moh Hasan Sijaya, bersama stakeholder di ruang kerja Gubernur, saat memberikan laporan kegiatan dinas Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (28/7).

Turut hadir dalam pertemuan itu, Direktur Politeknik LAN, Prof. Dr. Amir Imbaruddin, Dr. Alam Tauhid Syukur, & Dr. Najmah Politeknik LAN RI Makassar.

Prof. Heri Tahir, SH, MH, Ketua Tim TGUPP bidang Pendidikan. Dr. Syahrial, p.hd, Direktur PP-IPTEK Kemenristek/BRAN, PLT Kabid Perpustakaan Nilma, S.Sos, MM, Kabid Arsip, Drs. Patarai GS,

“Sangat setuju jika kita kembalikan kejayaan Sulawesi Selatan yang memiliki nilai sipakalebbi, sipakainge, sipakatau, kita support jika kita gotong royong soal budaya kita,” ujar Nurdin Abdullah.

Dalam pertemuan dengan panitia Festival Lontaraq, Nurdin juga berpesan jika nantinya ada kewajiban Lontaraq menjadi mata pelajaran para siswa sekolah.

“Kita harus bangga gunakan bahasa kita, malahan banyak yang bangga dengan budaya orang luar, intinya kita siap support dan Lontaraq ini bisa jadi mata pelajaran wajib nantinya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan Sijaya, mengatakan jika selebrasi Festival Aksara Lontaraq 2020 ini akan dikemas dengan berbagai pertunjukan budaya, dan juga seni. Tak hanya itu seminar Internasional terkait Lontaraq juga akan masuk dalam agenda.

Bahkan para pembicara internasional juga terlibat didalamnya, dimana ada lima benua yang turut andil dalam kegiatan ini.

Saat ini sejumlah peserta dari mancanegara menyatakan ikut antara lain, Malasyia, Singapura, Brunei, Australia, Selandia Baru, Amerika, Iran, Afrika Selatan, Rusia, Belanda, Inggris dan tentu saja Indonesia.

Dari tanah air, sejumlah peneliti juga sudah mendaftar dari Jakarta, Bali, NTB, Sultra, Sulsel dan Sulbar.

“Keikutsertaan para pembicara internasional ini membuktikan Aksara Lontaraq bukan hanya menjadi milik Sulsel, tapi juga dunia. Dan kehadiran para peneliti internasional ini mengindikasikan bahwa lontaraq adalah warisan dunia. Ini tugas kita menjaga aksara dan budaya lontara melalui Festival Tahunan Aksara Lontaraq yang dimulai tahun ini. Doakan semoga dilancarkan,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada Gubernur yang bersedia menghadiri puncak Festival Aksara Lontaraq 2020 dan sekaligus akan membuka seminar internasional tersebut.

Ketua Panitia Aksara Lontaraq yang juga Founder dan CEO PT Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana kepada Gubernur menyampaikan jika kegiatan ini, adalah kegiatan kebudayaan yang akan menjadi warisan buat generasi kita yang akan datang. ” Festival tahunan ini hasilnya bukan satu, dua, tiga tahun tapi untuk 100 tahun yang akan datang. Dukungan Pak Gub dan pemerintah daerah akan menjadi momentum gerakan kebudayaan bersama, yang kami sebut Gotong royong kebudayaan anak negeri, “Kata Upi Asmaradhana.

Saat ini kegiatan festival sedang memasuki tahapan lomba, yang dimulai 25 Juli- 15 Agustus 2020. Festival ini sendiri dilanuching secara virtual 25 Juni 2020 dihadiri tujuh negara dan 765 peserta.

“Puncaknya 27-29 agustus mendatang insya Allah, selama tiga hari berturut-turut bakal digelar secara bersama. Dihari itu juga kita akan menggelar pameran naskah kuno, atraksi budaya dan seni: fashion show, musik dan musisi milenial yang membawakan lagu-lagu Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja, Tunrung pakanjara dari maestro gendang Sulsel, Pameran lukisan Tanah Liat, Pembacaan Puisi dan Pappasang serta seminar penetapan hari Aksara Lontaraq, dan malam Anugerah Kebudayaan,” katanya.

Dalam malam kebudayaan itu, pantia pelaksana juga akan memberikan apresiasi kepada tokoh, lembaga yang berdedikasi tinggi untuk kebudayaan dan seni di Sulawesi Selatan, dalam bentuk award.

Festival Aksara Lontaraq 2020 ini, dinilai banyak kalangan sebagai gerakan kebudayaan yang diharapkan bisa melestarikan aksara dan budaya Lontaraq, yang oleh para peneliti akan punah jika tidak dilestarikan. Acara ini adalah inisiasi dari para pemerhati lontaraq, budayawan, akademisi, yang diinisasi dan difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.


Ilham Mattalatta Sebut Pembangunan Stadion Mattoangin Lanjut

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) Andi Ilhamsyah Andi Mattalatta berada dalam satu mobil star dari kediaman Pribadi Nurdin Abdullah di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea melaju menuju Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, Selasa (28/7).

Dalam rombongan ikut Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin Brigjen Andi Muhammad. Tiga tokoh ini telah sepakat bahwa Stadion Andi Mattalatta Mattoanging harus dibangun untuk memenuhi standar intenasional.
Nurdin Abdullah mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel sekarang fokus pada program pembangunan stadion Andi Mattalatta Mattoanging.

“Kita belum bicara pengelolaan setelah dibangun kembali. YOSS berpengalaman dalam pengelolaan. Sekarang kita fokus membangun dulu,” jelas Nurdin Abdullah di pelataran Stadion Andi Mattalatta Matoanging.

Andi Ilhamsyah Mattalatta dan Andi Muhammad hadir dalam acara sarapan di kediaman pribadi Nurdin Abdullah. Perbincangan di sela-sela sarapan di taman bagian belakang rumah pribadi Nurdin Abdullah itu membahas pembangunan kembali stadion kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulsel pada umumnya, Stadion Andi Mattalatta Matoanging.

Andi Ilhamsyah Mattalatta mengatakan, langkah Pemerintah Sulsel untuk membangun kembali Stadion Andi Mattalatta Mattoanging menjadi stadion yang berstandar internasional, tetap berjalan.

Di Mattoangi hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Dr Firdaus Dewilmar, Sekretaris Provinsi Sulsel Dr Abdul Hayat, dan beberapa pejabat yang akan melakukan taksasi terhadap aset di dalam stadion.

Gubernur Tinjau Progres Taksasi Stadion Mattoanging

KabarMakassar com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah meninjau progres proses Taksasi (Perhitungan nilai aset) rencana pembangunan Stadion Mattoanging Makassar.

“Kita mentaksasi makanya saya bilang komunikasi itu harus bagus ya namanya kita mau membuat sesuatu sipakatau orang. Jadi ada komunikasi yang kita bangun kita sudah mulai masuk ke tahap ini bulan sekian akan masuk ke tahap ini begitu,” jelasnya, di Stadion Mattoanging Makassar, Selasa, 28 Juli 2020.

Dia menjelaskan, penyelesaian masalah seperti penertiban aset milik Pemprov Sulsel tentunya dengan mengendepankan adat istiadat dari masyarakat Sulsel sendiri.

“Sulsel ini punya adat istiadat yang tidak boleh luntur yaitu sipakatau, sipakalebih, sipakainga. Jangan kita ini generasi baru ini hilang dari budaya itu, enak kan kita duduk bersama-sama memikirkan bagaimana keberlangsungan stadion ini,” ungkapnya.

“Makanya saya bilang jangan kita pertentangkan soal itu, pemerintah hanya membangun fasilitas jadi nggak ada yang perlu kita pertentangkan YOSS (Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan),” lanjutnya.

Waktu pembangunan sendiri masih menunggu hasil selesai proses taksasi baru dilakukan proses pembongkaran dan pemindahan barang-barang serta alat-alat dalam Stadion Mattoanging.

“Ini di bongkar dulu, di taksasi dulu berapa nilainya, kan masih banyak barang-barang berharga kita, jadi Pak Ilhamsyah juga minta supaya banyak kita punya alat-alat dalam singkirkan dulu semua yang masih bisa di gunakan,” tuturnya.

Sementara untuk anggaran sendiri dibutuhkan mencapai Rp 1 triliun, sedangkan anggaran yang sudah tersedia dari APBD Sulsel baru Rp 200 miliar.

“Ini hampir 1 triliun tapi tahun ini kita siapkan 200 miliar. Ituu akan segera di mulai pembangunan. Jangan tahu sisanya itu dari mana tanggung jawabnya Gubernur itu pokoknya ini harus selesai,” pungkasnya.