NA Pastikan Anggaran Rp200 M Untuk Stadion Mattoangin Aman

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah memastikan anggaran stadion Mattoanging Makassar aman dan tidak ada pengurangan karena Covid-19.

“Nggak, nggak, nggak, Mattoanging nggak, Mattoanging tidak (ada pengurangan anggaran),” kata Nurdin Abdullah, di Gubernuran, Selasa, 16 Juni 2020.

Menurut dia Stadion Mattoanging Andi Mattalatta merupakan proyek strategis milik Pemprov Sulsel. “Mattoanging itu strategis,” singkat Nurdin Abdullah.

Untuk saat ini Stadion Mattoanging Andi Mattalatta Makassar sudah di level lelang perencanaan dan akan segera dilakukan lelang fisik.

“Sekarang lelang perencanaan kan. Setelah lelang perencanaan selesai kita lelang fisik,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Junaedi Bakri menambahkan, alokasi anggaran untuk Stadion Mattoanging masih utuh dari anggaran sebelumnya, meskipun ada relokasi anggaran karena pandemi Covid-19.

“Alokasi 200 miliar yang ada untuk Mattonging itu belum cukup sebenarnya kalau kami melihat estimasi dari DED yang sementara dilelang,” ungkap Edy sapaan akrabnya, saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Selasa malam, 16 Juni 2020.

Edy mengaku, dengan jumlah anggaran tersebut memang belum mencukupi untuk pekerjaan sesuai dengan keadaan lelang perencanaan tersebut.

“Jadi sudah betul apa yang disampaikan bapak Gubernur bahkan jika ada peluang menambah kita akan ajukan ke DPRD (Sulsel) untuk penambahan,” tutupnya.

Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Ambulance ke Pemkab Gowa

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyerahkan bantuan ambulance kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Penyerahan bantuan itu usai menghadiri peresmian Kampung Rewako di Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Selasa (16/6).

Bantuan itu pun diterima langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan didampingi Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa ambulance yang diserahkan ini kepada Pemkab Gowa merupakan bantuan dari Jepang.

“Ini bantuan dari berbagai donasi, sebenarnya sudah lama kita mau sampaikan tapi karena kesibukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga baru kami antarkan,” kata Nurdin Abdullah.

Selain ambulance, Nurdin Abdullah juga menyerahkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) seperti rapid test kid, APD full set, masker 3 M, masker N95, masker bedah, hand sanitizer semprot, hand sanitizer jerigen, sabun cuci tangan, face shield, alkohol swab, blood lancets dan sarung tangan.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Ia mengatakan jka angka kasus Covid-19 di Sulsel cukup tinggi. Karena itu, saat ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan gencar melakukan tes swab.

Ia mengaku setiap hari dengan 7 laboratorium yang ada di Sulsel bisa memeriksa hingga 2000 spesimen. Menurutnya semakin banyak ditemukan maka semakin mudah dilakukan deteksi untuk melakukan pencegahan penularan covid-19.

Ia menambahkan saat ini tugas pemerintah adalah bagaimana menekan angka kematian akibat Covid-19 dan meningkatkan angka kesembuhan di Sulsel.

“Saya titip ke masyarakat Gowa supaya kita betul-betul beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, insyaAllah kita terlindung dari Covid-19 ini,” tambahnya.

Banjir Bantaeng, Gubernur Bantu Dana Rekonstruksi Rp 16 Miliar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke Kabupaten Bantaeng, Sabtu, 13 Juni 2020. Kunjungan ini dalam rangka melihat kondisi terakhir pasca diterjang banjir sejak, kemarin.

Ia melayat ke satu korban jiwa yang berada Kampung Beru, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu. Kemudian ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng menyerahkan bantuan dana tanggap darurat dan rekonstruksi banjir sebesar Rp 16 miliat rupiah kemudian ke lokasi bajir di permukiman warga dan ke Cekdam Balang Sikuyu yang jebol di sisi kanan.

Bantuan dana tanggap darurat dan rekonstruksi banjir ini, terdiri dsri dana tanggap darurat sebesar Rp 1 miliar dan dana rekonstruksi Rp 15 miliar.

“Saya kira banyak saudara-saudara kita butuh kepastian pemerintah. Bahwa bencana ini ada, pemerintah harus hadir,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin mengakatakan bahwa, Bantaeng memang merupakan wilayah yang rawan banjir. Berada pada wilayah pegunungan, dataran rendah dan juga laut.

“Saya juga jujur selama 10 tahun (menjadi bupati di Bantaeng) kalau sudah hujan kita sudah gelisah semua,” sebutnya.

Sehingga setahun saat menjabat ia kemudian membangun Cekdam menanggulangi banjir yang menjadi persoalan tahunan di kabupaten ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Junaedi Bakri menyebutkan bahwa untuk pencairan dana tanggap darurat Pihak Pemprov tinggal menunggu provosal dari pihak Pemkab Bantaeng.

“Kami di Provinsi tinggal menunggu proposal dari Kabupaten Bantaeng untuk kami approve bantuannya. Bantuan ini diharapkan akan betul menyentuh apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, pada kesempatan ini, Nurdin juga menyerahkan bantuan lauk pauk 78 paket, makanan tambahan gizi 78 Paket, shelter kit 30 paket dan sandang 100 paket yang diterima langsung oleh Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin.

Temui Pj Wali Kota, NA Pantau Data Warga OTG dan ODP di Makassar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mendatangi Posko Covid-19 Kota Makassar, jalan Nikel Raya, Makassar, Selasa (28/4). Kehadiran Nurdin di sambut langsung Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb bersama Sekkot Makassar, M Ansar serta Kadis Kesehatan, Naisyah Tun Azikin. Nurdin mengecek sejumlah aktiftas didalam posko dan menanyakan sejumlah perkembangan data yang terpampang di monitor data.

“Kita ingin memastikan seluruh warga yang berstatus OTG dan ODP yang ada di Makassar agar dikarantina di hotel yang sudah kita siapkan. Sebelum melakukan transmisi ke orang yang sehat, kita harus segera bisa hentikan pergerakannya dengan cara karantina, karena walaupun di isolasi dirumah, itu masih tetap memungkinkan untuk keluar dan berinteraksi dengan yang lain, inikan berbahaya. Jauh lebih efektif jika karantina di hotel, kita berikan gizi yang lebih bagus, kita tingkatkan imunnya agar virus bisa segera di kalahkan”ujar Nurdin Abdullah saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media.

Menurut Nurdin, pihaknya saat ini mempersiapkan sejumlah hotel bagi pasien OTG dan ODP untuk karantina, termasuk hotel untuk para tenaga medis.

“Saat ini kami siapkan Hotel SwissBell dan juga Sheraton untuk pasien OTG dan ODP. Sedangkan untuk dokter dan tenaga medis lainnya kita persiapkan Hotel Grand Sayang untuk di tempati. Tadi saya sudah minta Pak Wali (Iqbal Suhaeb) agar segera yang berstatus OTG dan ODP untuk di masukkan dalam daftar karantina di hotel. Jadi jangan dianggap penyakit ini sebagai aib, karena yang ingin kita karantina itu virusnya agar cepat hilang dan tidak bisa menyebar lagi” jelasnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan saat ini terdapat delapan puluh orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid test massal yang dilakukan beberapa waktu lalu diseluruh puskesmas yang ada di Kota Makassar.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, kita akan upayakan segera warga kita yang selama ini melakukan isolasi mandiri dirumahnya untuk di pindahkan ke hotel yang sudah disiapkan. Termasuk juga yang dinyatakan positif saat Rapid test kemarin akan kita lanjutkan dengan Swab, dan jika masih positif langsung kita arahkan untuk karantina di hotel. Kita juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang sebagian besar sudah menunjukkan kepatuhannya menjalankan aturan PSBB hingga hari ini. Bahkan dimasjid-masjid yang awalnya dilaporkan masih melakukan aktiftas ibadah berjamaah juga sudah menghentikan untuk sementara waktu. Kita akan terus mengoptimalkan penegakan PSBB secara represif demi menghentikan virus ini di Makassar sesuai harapan Pak Gubernur agar Sulsel bisa menjadi yang pertama terbebas dari Covid-19” ujar Iqbal.

Gubernur Imbau Semua Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak Ditunda

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel agar menunda pelaskanan kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal.

Imbauan ini disampaikannya sebagai upaya antisipasi dan pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Sulsel,

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin, Ahad (15/3) kemarin.

Nurdin berharap, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 ini dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat, termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Kebudayaan kota Maakassar yang rencananya akan digelar tanggal 1-4 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Pj Wali Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan kegoiatan tersebut.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda. Hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada beberapa kegiatan lainnnya yang juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Nurdin menyebutkan beberapa kegiatan yang dimaksudnya diantaranya: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja se-Indonesia yang sedianya akan dihelat di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutnya.

Kegiatan lainnnya yang juga melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-22 Maret 2020 dan diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara, lanjut Nurdin, juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya itu juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperketat dan melakukan pemantauan serta penedeteksian seluruh pintu masuk Sulsel, seeperti bandara dan pelabuhan.

Hutan Rusak, Gubernur Minta Kades Lakukan Konservasi Hutan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menghadiri Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa, di Hotel Four Point by Sheraton, Selasa (25/2). 

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel meminta dengan tegas kepada seluruh kepala desa se-Sulsel agar menjaga lahan yang masih utuh dan melakukan konservasi hutan yang sudah dibabat oleh petani jagung. 

Menurutnya, keberadaan hutan di Sulawesi Selatan sudah sangat memprihatinkan karena ulah masyarakat yang membabat habis hutan. 

Ia berharap, semua lahan yang sudah rusak agar dilakukan konservasi dan lahan yang masih utuh agar dijaga dengan baik, karena ini merupakan pertahanan kita agar terhindar dari bencana alam. 

“Hutan kita yang sudah rusak tinggal kita konservasi lagi, lahan yang masih utuh kita jaga bersama. Nah tolong seluruh kepala desa jangan sampai dibuka lahan baru lagi,” jelas Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di acara 

Arahan untuk menjaga huta ini tiada lain untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan sendiri kata Nurdin Abdullah. Sebab, sudah berturut-turut dua tahun mengalami bencana alam bahkan merenggut nyawa pada awal tahun 2019 silam. 

“Kita harus menjaga hutan kita demi kepentingan kita semua,” tambahnya.

Pada setiap kesempatan Nurdin Abdullah menyampaikan betapa pentingnya bagaimana menjadi hulu agar tidak berefek pada bencana alam di hilir. Apalagi lanjutnya, air memiliki sifat mencari tempat yang paling rendah untuk dilewati.

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kapolda Sulsel, Bupati dan Walikota se Sulsel, para Kepala Desa se Sulsel serta undangan lainnya.

Nurdin Abdullah Cabut Laporan Polisi untuk Jumras

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memutuskan untuk memaafkan dan mencabut laporan kepolisian terhadap mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulsel, Jumras, yang saat ini sudah berstatus tersangka dalam kasus pencemaran nama baiknya.

Hal itu dilakukan Nurdin setelah Jumras datang ke Rujab Gubernur untuk menemuinya dan secara langsung meminta maaf atas tudingannya dalam sidang hak angket di DPRD Sulsel beberapa waktu lalu yang menyebut jika Nurdin telah menerima Rp10 miliar dari oknum pengusaha untuk biaya kampanye Pilgub 2018.

Pertemuan Jumras dengan Nurdin Abdullah itu disaksikan Sekda Sulsel Abdul Hayat, kuasa hukum Nurdin Abdullah, dan penyidik Polrestabes Makassar.

Pada pertemuan tersebut, Jumras menyatakan mencabut pernyataannya dan menyatakan keterangannya di depan sidang Panitia Hak Angket DPRD Sulsel beberapa awaktu lalui itu tidak benar.

“Saya mohon maaf atas kesalahan saya Pak,” tutur Jumran kepada Nurdin Abdullah.

Menanggapi permintaan maaf Jumras, Nurdin Abdullah mengatakan, dirinya hanya melindungi rakyat.

“Tidak usah minta maaf. Allah saja pemaaf. Tidak ada sedikit pun rasa dendam di dalam hati saya,” kata Nurdin kepada Jumras.

Sebagai gubernur, lanjut Nurdin, dirinya tidak mungkin menghukum Jumras yang merupakan bagian dari rakyatnya.

“Tiap ketemu saya, Jumras ini membawa daftar isian proyek dan saya selalu bilang kerja profesional. Tidak pernah saya arahkan untuk memenangkan orang-orang tertentu. Tidak ada kewenangan saya tentukan proyek,” tegas Nurdin.

Nurdin berharap, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi Jumras.

“Ini harus menjadi sebuah pelajaran berharga. Jangan dengan mudah dimanfaatkan, apalagi demi kepentingan-kepentingan sesaat,” pungkasnya.

Sejumlah Raja Hadir di Puncak Peringatan HUT Pinrang ke-60

KabarMakassar.com — Puncak peringatan HUT Kabupaten Pinrang ke-60 tahun yang digelar di Halaman Kantor Bupati Pinrang, Rabu (19/2), dihadiri ribuan tamu undangan yang menggunakan pakaian adat bugis dan batik.

Selain Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, acara tersebut juga dihadiri sejumlah tamu kehormatan, seperti Anggota DPR RI La Tinro La Tunrung, Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif, Anggota DPRD Sulsel Andi Azizah Irma Wahyudiyati, Azhar Arsyad, Kartini Lolo, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, dan unsur Forkopimda Kabupaten Pinrang.

Yang menarik dari acara tersebut, sejumlah raja-raja di daerah Pinrang dan sekitarnya, seperti Raja Sawitto, Datu Sawerigading Makkoelawu, Addatuang Sawitto ke-26 dan Datu Suppa ke-30, Datu Dala Uleng Bau Massepe (Sultan Badriah), dan beberapa keluarga kerajaan juga turut hadir di posium kehormatan.

Gubernur Sulsel dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pinrang yang menunjukkan rasa hormatnya kepada para leluhur dengan mengundang dan memberikan tempat yang mulia kepada para raja-raja tersebut. Menurut Nurdin, Apa yang dilakukan Pemkab Pinrang ini sangat menginspirasi.

“Untuk itu, melalui kesempatan ini saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pinrang atas penghormatannya terhadap para leluhur,” kata Nurdin.

Sementara, Bupati Pinrang Irwan Hamid mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulsel atas kehadiran dan sejumlah bantuan yang diberikan sebagai kado untuk HUT kabupaten berjuluk Bumi Lasinrang itu.

“Terima kasih pak Gubernur atas kehadirannya dan bantuannya di puncak HUT Kabupaten Pinrang ini. Terima kasih juga pak Wabub Kutim serta rombongan dan semua tamu undangan atas kehadirannya pada puncak peringatan HUT Kabupaten Pinrang ke-60 ini,” kata Irwan.

Pada kesempatan itu, Irwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten PInrang untuk menjadikan peringatan HUT ke-60 ini sebagai momen untuk menjaga dan semakin memperkuat sinergitas.

“Momentum ini adalah waktu yang tepat untuk bersinergi bersama membangun Kabupaten Pinrang yang lebih baik,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi Sulsel memberikan bantuan dana sebesar Rp63,1 miliar, satu unit ambulance dan satu mobil pemadam kebakaran sebagai kado untuk HUT kabupaten Pinrang ke-60.

Gubernur dan Konjen Jepang Pantau Potensi KWA Air Panas Lejja

KabarMakassar.com — Bupati Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, mengaku Kawasan Wisata Alam (KWA) Air Panas Lejja diakui sebagai air panas terbaik dari seluruh wisata air panas di dunia dan satu-satunya air panas dari alam yang tidak berbau belerang. 

“Wisata Lejja merupakan hal yang menarik, karena memiliki air panas yang terbaik di dunia, dan kita dapat saksikan sendiri air panas Lejja tidak berbau belerang,” kata Kaswadi Razak,” belum lama ini. 

Menurut, Kaswadi Razak, dengan potensi yang dimiliki Soppeng saat ini sangat memungkinkan sekali untuk mendatangkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, karena memiliki wisata alam yang unik. 

“Sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya orang Jepang melakukan kunjungan rekreasi di Lejja,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Kaswadi Razak menjelaskan, kehadiran Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Konjen Jepang, Miyakawa Katsutoshi di Kabupaten Soppeng merupakan sebuah kesyukuran bagi dirinya dan masyarakat setempat. 

Kaswadi menambahkan, kunjungan ini dilakukan Gubernur Sulsel dan Konjen Jepang demi memantau potensi KWA Air Panas Lejja. Pada kesempatan ini Kaswadi Razak menempatkan diri untuk menunjukkan semua sarana dan prasarana KWA Lejja. Sementara Bupati memperlihatkan statsa atau rancangan sarana dan prasarana yang di bangun KWA Lejja. 

“Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan ini dapat memberikan perhatian yang luar biasa, sehingga KWA Lejja dapat dikembangkan secara maksimal,” ujarnya. 

Miyakawa mengaku, sudah melihat sketsa rancangan hotel yang akan dibangun di Lejja dan berharap nantinya hotel dapat memberikan pandangan yang tajam.

Gubernur Sulsel pun, menyempatkan diri menikmati air panas Lejja.

“Mandi air panas Lejja bagus untuk badan, memperlancar perederan darah,”katanya.

Lagi, Gubernur Rotasi Pejabat Pemprov Sulsel

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melantik dan kukuhkan ratusan pejabat yang terdiri dari Pejabat Tinggi Pratama (Es.II), Administrator (Es.III), Pejabat Pengawas (Es.IV) yang berlangsung di Ruang Pola Kantir Gubernur Sulawesi Selatan Jumat,(31/1).

Dimana ada empat pejabat Eselon II yang kembali di kukuhkan oleh Nurdin Abdullah yaitu Arwien Azis sebagai Dinas Pemuda dan Olahraga, Abdul Malik Faisal Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Andi Ilham Gazaling, Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Ashari Fakhsirie Radjamilo sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Pengukuhan dan pelantikan dilakukan, setelah adanya perubahan nomenklatur diantaranya penghapusan dan peleburan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Ini pengukuhan karena nomenklatur baru. Jadi harus kita kukuhkan supaya semua keputusan-keputusan yang diambil menjadi sah. Selama ini mereka tidak bisa bikin apa-apa kalau tidak dikukuhkan” ungkap Nurdin Abdullah saat dijumpai usai pelantikan.

Ia memberikan kebebasan terhadap pejabat eselon III dan IV yang tidak merasa nyaman dengan posisi barunya untuk melakukan pertukaran.

“Kalau ada yang tidak nyaman sama itu (posisi) silakan yang penting mau saling atur, yang jelas ini tidak berlaku untuk eselon II karena sistemnya dengan biding” tambah Nurdin.

Nurdin menegaskan ia akan melakukan pengawasan terhadap setiap pejabat terkait kinerjanya.

“Kalau ada yang malas-malas langsung kita cabut dan memang itu konsekuensi dari perampingan” tegasnya.

Sementara itu, masih terdapat beberapa OPD yang masih dijabat oleh pelaksana tugas ya g rencananya posisi ini nantinya akan dilelang.

“Belum. Bidding dulu. Eselon duanya yang belum. Kan harus bidding dulu. Biddingnya sudah pendaftaran” tukas Nurdin Abdullah.