Positif Covid-19, Kepala Puskesmas di Gowa Meninggal Dunia

KabarMakassar.com — Salah satu kepala Puskesmas di Kabupaten Gowa Meninggal dunia akibat positif virus corona atau Covid-19, Kamis (4/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin yang dikonfirmasi mengatakan meninggalnya salah seorang tenaga medis di Kabupaten Gowa ini akibat terpapar virus corona atau Covid-19.

“Kepala Puskesmas Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, H. Saidi menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Labuang Baji, Kota Makassar,” kata Kadis Kesehatan Gowa dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Dr Baharuddin menceritakan sejak Kamis (28/5) lalu almarhum telah menjalani tes swab dan hasilnya positif.

“Minggu lalu almarhum menjalani tes swab hasilnya positif. Kemudian dilakukan penjemputan dikediamannya untuk menjalani pemeriksaan di RSUD Syech Yusuf lalu di rujuk ke RS Labuang Baji Makassar,” ucapnya.

“Setelah lima hari menjalani perawatan akhirnya meninggal dunia,” sambungnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan almarhum Kepala Puskesmas Tonrorita juga diketahui memiliki penyakit gula. Sehingga kondisi ini menjadi penyebab percepatan penularan virus.

Diketahui, Almarhum H Saidi dikenal sebagai pribadi yang baik saat menjalankan tugas. Misalnya, dirinya tidak pernah mengeluh dan menolak seluruh pekerjaan yang diperintahkan.

“Mewakili tenaga medis yang ada di Kabupaten Gowa, saya menyampaikan turut berdukacita dan kehilangan yang sangat mendalam. Semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan dapat ikhlas,” ungkap dr. Hasanuddin.

Ia pun berharap, kedepan seluruh tenaga medis dapat terus memperhatikan protokol kesehatan saat bertugas.

“Saya berharap semua petugas tetap melakukan standarisasi pelayan dengan menggunakan APD dan menggunakan protokol kesehatan harus diperhatikan saat bekerja,” harapnya.

Selain sebagai Kepala Puskesmas Tonrorita, almarhum juga sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Lauwa Kecamatan Biringbulu Tahun 2011 hingga 2014.

598 Calon Jamaah Haji di Gowa Batal ke Tanah Suci

Kabarmakassar.com — Sebanyak 598 orang Calon jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan batal berangkat melaksanakan ibadah haji di tanah suci tahun 2020. Dimana pembatalan CJH asal Gowa tersebut setelah Menetri Agama Fachrul Razi¬†memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji Indonesia tahun ini, hal tersebut dikarenakan masih riskan terjadi penularan virus Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, Hj Adliah membenarkan jika 598 orang CJH asal Gowa batal diberangkat ke tanah suci dan dari sekian itu rata-rata sudah melunasi biaya perjalan Haji mereka.

“Kouta yang kita dapatkan di Gowa itu sebanyak 597 di tambah penambahan 1 lagi jadi total yang berangkat itu 598 jemaah dan itu semua sudah melunasi” kata Hj Adliah, Kamis (4/6).

Hajjah Adliah menambahkan jika resiko beribadah yang sangat riskan dengan kondisi covid-19, jadi dari jumlah tersebut sudah di pastikan batal berangkat.

Tentu dari kebijakan tersebut beradampak bagi CJH yang sudah melunasi biaya perjalan Hajinya, namun demikian Hj Adliah menghimbau kepada jemaah untuk tetap tidak melakukan penarikan uangnya kembali karena ditakutkan nantinya akan berimbas di pemberangkatan tahun depan

“Terkait dengan pembatalan itu, kami sampaikan bahwa tidak usah lah diambil uangnya dulu, takutnya nanti akan berimbas, karena tahun depan itu kita akan prioritaskan,” tambahnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (Sulsel) Kaswad Sartono menyampaikannya hal yang sama kepada CJH untuk tetap tidak melakukan penarikan uang perjalanan walaupun demikian bisa dilakukan, akan tetapi Kaswad menyampaikannya agar tidak perlu mengambil jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Biayanya perjalan haji dapat diambil ke badan pengelola keuangan haji yang dibentuk secara khusus oleh Presiden RI,” ungkapnya.

Kaswad menambahkan, jika yang membutuhkan bisa mengambil kembali biaya perjalanannya, namun sebaiknya tidak usah di tarik kembali jika sudah di setorkan kalau memang tidak di butuhkan.

Mentan SYL Tinjau Progam P2L di Pattalassang Gowa

KabarMakassar.com – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan peninjauan penerima manfaat Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Borong Pa’lala, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Minggu (31/5) kemarin.

Mentan SYL mengatakan kehadiran Program P2L ini sebagai upaya untuk pemenuhan pangan masyarakat di tengah Pandemi virus corona atau Covid-19. SYL menyebutkan Covid-19 yang mewabah di Indonesia saat ini berdampak pada sejumlah sektor terutama ekonomi.

Menurutnya banyak masyarakat saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan akibat kehilangan pekerjaan dan jatuh miskin. Olehnya itu salah satu upaya yang bisa dilakukan saat ini ada bertani dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini menilai untuk bertani tidak mesti membutuhkan lahan yang luas. Cukup memanfaatkan lahan dekat rumah maka sudah bisa menghasilkan.

“Dalam menghadapi krisis yang ada pertanian menjadi pilihan untuk bisa survive. Oleh Karena itu, mari kita menggalakkan pertanian, tidak perlu dengan lahan besar. Di family Farming atau lahan-lahan Keluarga di sekitar rumah kita menjadi sangat penting,” ujar SYL.

Ia berharap kepada para ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani untuk mengmabil bagian agar bisa memanfaatkan pekarangan di sekitar rumahnya masing-masing dengan menanam sayur-sayuran.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya menyambut baik kehadiran program P2L ini. Kehadiran program ini kata Adnan tetap membuat masyarakat produktif di masa pandemi Covid-19 ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah program yang bermanfaat untuk bisa menaikkan pendapatan masyarakat yang tentu akan berkolerasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Adnan.

Pada kesempatan ini Mentan SYL juga memberikan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani yang di Kabupaten Gowa. Bantuan sebesar Rp. 60 juta tersebut diserahkan kepada Kelompok Wanita Tani Biring Balang Desa Borong Pa’la’la Kecamatan Pattallassang.

Kelompok Wanita Tani Mawar Merah Desa Katangka Kecamatan Bontonompo, Kelompok Wanita Tani Lassa-lassa Ledies Desa Lassa-lassa Kecamatan Bontolempangang dan Kelompok Wanita Tani Mawar Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong. Serta penyerahan bibit sayuran kepada Karangtaruna Desa Borong Pa’la’la.

Turut hadir dalam acara ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Amir Uskara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kasdam XIV Hasanuddin, Wakil Ketua DRD Sulsel, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Danrem 141 Toddopuli, Wakil Bupati Gowa, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Gowa dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

PSBK di Gowa Diterapkan, 300 Kampung Siap Cegah Corona

KabarMakassar.com — Sebanyak 300 Kampung Siaga Corona di tingkat RW telah dibentuk masyarakat dan pemerintah setempat di wilayah Kecamatan Tinggimoncong.

Pembentukan kampung siaga ini merupakan implementasi dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) yang diinstruksikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di kecamatan.

“Ini instruksi Bapak Bupati Gowa agar bagaimana penerapan PSBK bisa sampai hingga ke tingkat desa, kelurahan bahkan sampai RT/RW,” kata Camat Tinggimoncong Andry Mauritz dikonfirmasi, Senin (13/4).

Tak hanya itu, langkah ini pula sebagai komitmen bersama masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya yang ada di wilayah berjuluk Kota Bunga ini dalam menangani dan menekan penularan virus corona atau Covid-19.

Menurut Andry, Kampung Siaga Corona ini menjadi sentra edukasi kepada warga tentang bagaimana dan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Misalnya mulai dari cara mencuci tangan yang benar sesuai dengan standar kesehatan, melakukan physical distancing atau menjaga jarak, membiasakan hidup bersih dan lainnya.

“Kami telah bergerak massif menangani penyebaran wabah ini agar tidak semakin luas,” terangnya.

Sebelumnya, bentuk pencegahan lain yang telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong seperti menutup sejumlah tempat wisata yang ada. Antara Air Terjun Ketemu Jodoh, Malino Highland, Hutan Pinus Malino, Perkemahan Lembanna, dan Air Terjun Takapala.

Selain itu, memperketat pemeriksaan terhadap warga yang masuk. Bahkan pihaknya menyiapkan pemeriksaan di tiga pintu masuk Kota Malino untuk membatasi masyarakat maupun pengunjung.

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 di Kecamatan Tinggimoncong hingga saat ini terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 19 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang.

Untuk pusat informasi Covid-19 berada di Puskesmas Tinggimoncong melalui layanan 082346320345 dan 082154300919.

Bupati Gowa dan Gubernur Sulsel Umumkan Ijtima Asia 2020 Resmi Dibatalkan

KabarMakassar.com — Ijtima Asia 2020 yang rencananya akan digelar di Kompleks Pesantren Darul Ulum, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, mulai tanggal 19 hingga 22 Maret 2020, akhirnya ditunda atau dibatalkan.

Kabar pembatalan kegiatan yang melibatkan ribuan orang tersebut disampaikan langsung Bupati Gowa, Adnan Purchta Ichsan melalui unggahan di akun instagramnya @adnanpurichtaichsan, Kamis (19/3) dini hari.

Dalam unggahannya tersebut Adnan menyampaikan, setelah Dandim dan Kapolres Gowa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan panitia kegiatan tersebut, akhirnya dicapai kesepakatan untuk menunda/membatalkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selanjutnya, kata Adnan, untuk sementara para peserta yang telah datang dari berbagai daerah di Indonesia dan juga sejumlah negara lain itu akan diisolasi sementara di lokasi acara.

“Alhamdulillah, akhirnya sepakat Ijtima dunia ditunda/dibatalkan pelaksanaannya.. Tidak henti2nya Kami melakukan komunikasi dan kordinasi dgn pihak panitia inti, sampai Pak Dandim dan Pak Kapolres tidak pulang2 terus melakukan lobby.. Kita juga sepakat untuk mengisolasi sementara mereka di lokasi, sampai menyusun jadwal kepulangan masing2.. Pemda tadi pagi sdh mengirim tim kesehatan untuk memeriksa dan melakukan penyemprotan disinfectan, Insya Allah besok Kami lanjutkan lagi.. Semoga kita semua selalu dlm lindungan Allah SWT.. Aamiin,” tulis Adnan di akun instagramnya.

Unggahan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di akun Instagramnya, Kamis (19/3) dini hari. (Foto: Instagram/@adnanpurichtaicsan)

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui akun facebooknya, Kamis (19/3) dini hari. Ia menyampaikan, setelah berkoordinasi dengan Kapolri serta Kapolda Sulsel dan Bupati Gowa, acara Ijtima Jamaah Tabligh resmi dibatalkan.

Untuk meminimalisir interaksi para peserta dengan warga di sekitar lokasi acara, kata dia, ia juga telah meminta pihak kepolisian untuk mengisolasi atau membatasi ruang gerak para peserta agar tidak melakukan kontak dengan warga, untuk selanjutnya para peserta tersebut akan diantar ke pelabuhan dan bandara untuk pulang ke daerah/negaranya masing-masing dengan pengamanan yang dibutuhkan.

Unggahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di akun Facebooknya,Kamis (19/3) dini hari. (Foto: Facebook/Nurdin Abdullah)

Sebelumnya, Panitia Ijtima Asia Tahun 2020, Mustari Burhanuddin yang dihubungi pada Rabu (18/3) malam mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, peserta sudah terlanjur berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Mustari mengaku panitia belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutkan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” tutupnya.

Ini Alasan Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

KabarMakassar.com — Ribuan peserta Ijtima Asia tahun 2020 malam ini telah berkumpul di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Panitia Ijtima Asia tahun 2020, Mustari yang dihubungi mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab, peserta sudah terlanjur datang. Apalagi menurut dia, para peserta sudah berdatangan sejak dua pekan lalu.

“Para peserta itu sudah ada yang pesan tiket sejak dua bulan lalu, jadi kita tidak bisa halangi untuk datang. Kalau pun dikarantina (karena terpapar Virus Corona), pastinya kan sudah kelihatan mi juga, karena sudah lebih dari 10 hari,” kata Mustari, Rabu (18/3) malam.

Perihal jumlah peserta, Mustari mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi menyembunyikan karena bisa dilihat secara langsung di lokasi. Secara keseluruhan, kata dia, peserta yang sudah hadir saat ini lebih dari 10.000 orang.

“Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak,” terangnya.

Sampai saat ini, Mustari mengaku pihaknya belum bisa memastikan akan tetap melanjutkan pelaksanaan Ijtima Asia tahun 2020 sesuai jadwal atau tidak. Sebab, pihaknya baru akan melaksanakan musyawarah setelah sholat subuh pada 19 Maret besok.

“Terkait akan dilanjutakan atau tidak, saya belum bisa sampaikan sekarang, karena besok subuh pi baru dilaksanakan musyawarah. Begitu juga keputusan kalau dilaksanakan apakah dipercepat atau tidak, itu juga besok pi diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Meski begitu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada Senin (16/3) lalu Bupati Gowa telah mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Meski Dilarang, Peserta Ijtima Asia 2020 Tetap Berdatangan ke Gowa

KabarMakassar.com — Meski Pemerintah Kabupaten Gowa tak memberi izin dan telah mengeluarkan surat edaran pada Senin (16/3) yang isinya meminta agar pelaksanaan Ijtima Asia Tahun 2020 di Kabupaten Gowa, ditunda, sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), namun peserta tetap berdatangan ke lokasi acara.

Berdasarkan pantauan, saat ini ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sembilan negara lainnya telah berdatangan di lokasi pelaksanaan acara, di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Menurut jadwal dari panitia, acara Ijtima Asia Tahun 2020 ini akan dibuka pada Kamis (19/3) besok, dan berlangsung hingga 22 Maret 2020 mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dihubungi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa tak pernah memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan Ijtima Asia itu, agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya.

“Kelihatannya tetap terlaksana walaupun tidak mendapat izin dari Pemda. Pagi tadi, Ketua MUI, Kandep Agama, sekda dan kepolisian menemui panitia agar menunda. Namun menurut dia (panitia), informasi ini sudah tersebar jauh-jauh hari, sehingga agak sulit bagi mereka untuk melakukan penundaan,” kata Bupati Gowa, Rabu (18/3) malam.

Untuk itu, lanjut Adnan, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi berkumpulnya para peserta kegiatan tersebut, termasuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Upaya pencegahan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya tadi pagi saya kirim tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Mulai pagi sampai magrib tadi juga dilakukan penyemprotan disana,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola yang tengah berada di lokasi berkumpulnya para peserta Ijtima Asia 2020 tersebut, mengaku belum bisa memastikan kegiatan tersebut akan tetap dilaksanakan.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan negosiasi dan berkoodinasi dengan panitia pelaksana acara tersebut.

“Saya sekarang di lokasi. Masih melakukan kordinasi. Kita tunggu ba’da subuh. Kata panitia, mereka akan melakukan rapat,” terang Boy.

Sekadar diketahui, dari data yang beredar, saat ini jumlah peserta yang sudah berada di lokasi kegiatan berjumlah lebih dari 8.000 orang, terdiri dari 8.283 orang warga negara Indonesia (dari berbagai daerah), dan 400-an lebih Warga Negara Asing (dari 9 negara).

Gubernur Imbau Semua Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak Ditunda

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel agar menunda pelaskanan kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal.

Imbauan ini disampaikannya sebagai upaya antisipasi dan pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Sulsel,

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin, Ahad (15/3) kemarin.

Nurdin berharap, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 ini dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat, termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Kebudayaan kota Maakassar yang rencananya akan digelar tanggal 1-4 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Pj Wali Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan kegoiatan tersebut.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda. Hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada beberapa kegiatan lainnnya yang juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Nurdin menyebutkan beberapa kegiatan yang dimaksudnya diantaranya: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja se-Indonesia yang sedianya akan dihelat di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutnya.

Kegiatan lainnnya yang juga melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-22 Maret 2020 dan diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara, lanjut Nurdin, juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya itu juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperketat dan melakukan pemantauan serta penedeteksian seluruh pintu masuk Sulsel, seeperti bandara dan pelabuhan.

Waspada Corona, Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Gowa Tak Dapat Izin

KabarMakassar.com — Penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang semakin masif membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan.

Atas pertimbangan tersebut, salah satu kegiatan yang melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang diadakan oleh Jamaah Tabligh pun terpaksa tidak diberikan rekomendasi penyelenggaraan acara.

Rencananya, kegiatan Ijtima Dunia 2020 Zona Asia itu akan digelar di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, pada tanggal 20-22 Maret 2020 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Muchlis mengatakan, keputusan Pemkab Gowa untuk tidak mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan acara tersebut tak lain dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19, mengingat kegiatan tersebut dikabarkan bakal melibatkan delegasi dari 48 negara di wilayah Asia.

“Kita sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa mempermaklumkan untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang tamu dari luar negeri,” kata Muchlis, pada Rapat Koordinasi (Rakor) membahas rencana pelaksanaan kegiatan tersebut bersama sejumlah instansi dan pihak terkait, di Ruang rapat Sekda Gowa, kamis (12/3).

Menurut Muchlis, keputusan ini juga sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang telah mengeluarkan protokol penanggulangan Covid-19.

“Kita sangat memaklumi adanya pembatasan warga dari luar negeri, dan aksesnya dibuat sedemikian rupa untuk memproteksi daerah ini agar tidak terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Muchlis menjelaskan, kegiatan tersebut tetap bisa dilaksanakan. Hanya saja, pihaknya menginginkan agar kegiatan ini tidak melibatkan tamu dari negara luar.

“Kalau kegiatannya hanya diikuti peserta lokal, saya kira tidak masalah. Boleh dilaksanakan bahkan sesuai dengan anjuran dari kebijakan pusat menghidupkan perekonomian,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa, Adliah mengaku mendukung keputusan yang diambil oleh Pemkab Gowa tersebut.

“Kami mendukung keputusan Pemkab Gowa untuk tidak memberikan izin kegiatan ini,” ucapnya.

Tertarik Dirikan Radio, Diskominfo-SP Buton Utara Sambangi Rewako FM

KabarMakassar.com — Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, melakukan kunjungan ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Rewako FM yang terletak di Jalan Andi Mallombassang, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Jumat (6/3).

Rombongan Diskominfo-SP Buton Utara diterima langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfo-SP Kabupaten Gowa yang juga Direktur Utama Radio Rewako FM, Widiah Restuti besama sejumlah crew di Studio Rewako FM.

Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik Diskominfo-SP Kabupaten Buton Utara, Rajab mengatakan, kedatangannya bersama rombongan mengunjungi radio Rewako FM untuk memperoleh informasi pendirian radio sebab Pemkab Buton Utara berencana akan mendirikan radio.

“Ini penting untuk penyampaian informasi-informasi pembangunan daerah yang harus sampai ke lapisan masyarakat paling bawah. Paling tidak semua informasi-informasi daerah setiap hari masyarakat tahu bahwa ini yang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Musik Director (MD) Rewako FM, A. Syaiful Nasir saat menerima rombongan Diskominfo-SP Buton Utara mengatakan Radio Rewako FM merupakan LPPL lokal yang cukup cepat mendapatkan izin siaran.

Ia menambahkan, salah satu yang paling penting untuk disiapkan dalam pendirian LPPL ini adalah Peraturan Daerah (Perda) LPPL.

“Saat ini Rewako FM sudah di Perdakan yaitu Perda Nomor 05 Tahun 2018 tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal. Ini sangat penting karena menjadi dasar hukum pengelolaan radio,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni yang menerima rombongan Diskominfo-SP Buton Utara mengatakan, Radio Rewako FM yang berdiri sejak 14 tahun lalu ini memiliki jangkauan yang cukup luas di Sulsel, yakni meliputi wilayah Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Makassar, Maros, Pangkep dan Sinjai. (*)