Mahasiswa KKN-E Unifa Sosialisasi Program Kerja di Kelurahan Paccinongan

KabarMakassar.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Entrepreneur (KKN-E) angkatan XIV Universitas Fajar (Unifa) melaksanakan sosialisasi program kerja di Lingkungan Pao-pao Bontotangga RW.5, Kelurahan Paccinongan, Gowa, Minggu (9/8).

Pada kesempatan itu, Lurah Paccinongan, Andi Pangerang Zubair mengapresiasi program kerja yang dirancang oleh mahasiswa dari KKN-E Unifa.

Apalagi, kata dia, dengan keberadaannya tersebut sangat membantu masyarakat yang akan dibuatkan video edukasi terkait Covid-19. Ia pun mengapresiasi dari terbentuknya Gerakan Lima Ribu.

“Dengan program kerjanya yang berkaitan dengan kondisi sekarang dan dengan turunnya adek-adek membantu sosialisasi mengenai Covid-19 sangat membantu masyarakat, apalagi dengan adanya pembuatan video edukasi,” kata Pangerang.

Untuk itu, Pangerang mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-E dari Unifa karena program gerakan Lima Ribunya sangat membantu pemerintah dan masyarakat.

“Memang wilayah di sini khususnya RW.5, dari dulu terkenal dengan gerakan lima ribunya, namun sempat vakum karena ini merupakan sumbangan swadaya masyarakat seikhlasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggungjawab Gerakan Lima Ribu, Eko Widodo berharap bisa membangkitkan semangat gotong royong masyarakat. Kata dia, sumbangan dari swadaya masyarakat itu akan dikelola dengan baik.

“Harapnya kami sebagai penanggung jawab dari gerakan ini adalah menginginkan lingkungan yang layak huni dan bersih juga semangat gotong royong,” kata Eko.

Ia mengatakan jika dana itu nantinya juga akan dipakai untuk melakukan renovasi Gazebo Taman, pengecetan gerbang kampung, pembuatan nama jalan, dan penataan taman bermain anank.

“Tentunya juga ini atas bantuan dari adek-adek KKN Unifa selama berada di sini,” katanya.

Sementara Koordinator KKN-E Unifa, Muh. Zultamzil mengaku sangat senang melihat semangat respon warga atas program kerja yang akan dilaksanakan. Ia berharap bisa melaksanakan program kerjanya dengan baik.

“Alhamdulillah saya senang dan bangga melihat semangat gotong royong warga, itu terbukti dari banyaknya warga ketika kami kerja bakti disepanjang lorong RT.2,” kata Zul.

“Semoga selama kami berada disini, program kerja kami dapat terlaksana dengan baik dan bisa menjadikan pengabdian ini bernilai ibadah dan banyak manfaatnya,” tambahnya.

Pembagian Daging Kurban di Gowa Diantar ke Rumah Warga

KabarMakassar.com — Selain Shalat Idul Adha, pelaksanaan Idul Adha juga tidak lepas dari berqurban. Begitupun dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa juga akan melaksanakan pemotongan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha ini.

Sementara untuk, pembagian daging qurban di Kabupaten Gowa akan diantar langsung ke rumah masyarakat. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan salah satunya menghindari terjadinya kerumunan.

“Kurban tetap dilaksanakan, tetapi tidak ada yang berkumpul. Langsung diantar di rumah-rumah orang-orang yang membutuhkan dan berhak menerima daripada daging qurban tersebut,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan usai Shalat Idul Adha, Jumat (31/7).

Sementara untuk jumlah hewan qurban, Adnan menyebutkan ada 52 ekor berdasarkan laporan terakhir yang masuk dari panitia.

“Dari ASN dan laporan dari kecamatan belum masuk tetapi jumlah yang ada sampai hari ini sebanyak 52 ekor yang terlapor hingga tadi pagi,” sebutnya.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Pembinaan Sosial Spiritual Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H Najamuddin mengatakan bahwa hewan qurban ini merupakan sumbangan dari beberapa pihak.

“Hewan qurbannya ada dari Menteri Pertanian RI, Bapak Bupati Gowa, Telkomsel dan Polres Gowa. Jadi nanti kita paketkan per kilo yang akan diantar oleh panitia qurban ke masyarakat yang berhak,” ungkapnya.

Wakil Bupati Gowa Serahkan Ranperda Wajib Masker ke DPRD

KabarMakassar.com – Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Wajib Masker untuk dibahas di DPRD Kabupaten Gowa, Rabu (8/7).

Penyerahan Ranperda itu diterima langsung Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Rafiuddin didampingi para Wakil Ketua DPRD bersama jajaran DPRD Kabupaten Gowa lainnya dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Pada kesempatan itu, Kr Kio–sapaan akrab Abd Rauf Malaganni mengatakan bahwa Ranperda tentang Wajib Masker dan Penerapan Protokol kesehatan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Gowa memutus mata rantai Covid-19.

Menurutnya, aturan wajib masker tersebut dinilai perlu karena melihat kondisi masyarakat yang sejauh ini belum secara keseluruhan menerapkan protokol kesehatan salah satunya wajib masker pada berbagai kegiatan.

“Kita berharap mudah-mudahan dengan selesainya Perda di Gowa ini, masyarakat bisa lebih patuh utamanya dalam menerapkan protokol dengan baik. Pakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan,” kata Kr Kio.

Ia mengatakan jika Perda tersebut akan mendisiplinkan masyarakat karena di dalam Perda itu tentunya akan disiapkan sanksi-sanksi yang bersifat wajib untuk diterapkan.

“Intinya sebelum diterapkan kita terlebih dahulu kita akan sosialisasi. Kita harap Ranperda ini bisa segara disahkan untuk diterapkan di Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Sementara itu, Rafiuddin mengatakan pihaknya akan mengatur jadwal sesuai dengan mekanisme yang ada. Ia mengaku akan terlebih dahulu akan membahasa Ranperda kemudian dilanjutkan melalui rapat paripurna dengan agenda pandangan umum dan masuk pembahasan.

“Kita akan prioritaskan Perda pakai masker ini supaya lebih cepat untuk kita sahkan,” kata Rafiuddin.

Ia mengatakan Ranperda wajib masker ini dibentuk karena sifatnya tiba-tiba yaitu karena adanya wabah. Karenanya, setelah wabah ini selesai maka akan dicabut kembali dengan mekanisme yang ada.

“Perda ini sifatnya sementara tidak pakai jagka waktu sekian tahun. Perda ini bgitu kita melihat pandemi sudah selesai maka akan dicabut dengan mekanisme yang ada,” ungkapnya.

Ia berharap agar masyarakat dapat mentaati Perda ini jika telah ditetapkan Pemkab Gowa sebagai langkah dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

Ia menilaai langkah yang digagas Pemkab Gowa ini pun diharapkan dapat menjadi contoh untuk diterapkan di kabupaten/kota lain yang ada di Indonesia yang dianggap sebagai wilayah episentrum penyebaran.

“Kita sudah mengedukasi masyarakat untuk memakai masker tapi banyak sekali yang masih bandel, tidak memperhatikan protokol kesehatan. Makanya dengan perda ini masyarakat bisa lebih paham dan mentaati aturan yang ada,” pungkasnya.

Capai Target, Pemkab Gowa Berhasil Kumpulkan 1 Juta Masker

KabarMakassar.com — Menjelang pelaksanaan Gerakan Sejuta Masker yang diagendakan pada Rabu, 8 Juli 2020 mendatang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berhasil mencapai target.

“Sampai siang ini Alhamdulillah jumlah yang ditargetkan pada dua hari yang lalu untuk bisa tembus satu juta kita bisa capai,” kata Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

Menurutnya, pencapaian sesuai target ini atas partisipasi sejumlah pihak yang ada di Kabupaten Gowa untuk ikut terlibat menyukseskan Gerakan Sejuta Masker yang dicanangkan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan ini.

“Masker yang terkumpul ini berkat donasi dari ASN, mitra kita, organisasi dan pihak lainnya. Dengan melihat respon positif berbagi pihak yang mendukung upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami pun optimis jumlah masker yang terkumpul hingga hari H akan terus bertambah,” terangnya.

Ia mengaku, gerakan yang dicanangkan ini pun menggandeng sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) lokal yang ada di Kabupaten Gowa dalam pengadaan masker.

“Donatur yang menyumbang dengan uang kita belikan masker, untuk pengadaan maskernya kita libatkan pelaku UMKM yang ada disini. Sehingga dengan gerakan ini juga memberikan pendapatan bagi mereka,” terang Muchlis.

Lanjutnya, untuk pembagain masker dalam gerakan ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Gowa. Untuk tingkat Kabupaten Gowa akan di hadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

“Kita juga lakukan secara serentak di 18 kecamatan. Jadi camat bersama Tripikanya Danramil dan Kapolsek nya juga menyelenggarakan hal yang sama di ibukota kecamatan masing-masing,” lanjutnya.

Muchlis berharap dengan gerakan sejuta masker ini, masyarakat Kabupaten Gowa semakin disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan salah satunya penggunaan masker.

“Karena ini adalah salah satu upaya untuk bisa memutus mata rantai penularan Covid-19. Kita harapkan dengan gerakan ini Insya Allah akan terbangun semangat untuk ke mana-mana bisa memakai masker dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan,” harapnya.

BST Tahap Ketiga Mulai Disalurkan ke 19.211 KPM di Gowa

KabarMakassar.com — Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk tahap ketiga mulai disalurkan ke 19.211 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Gowa.

Penyerahan secara simbolis sudah dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Sosial, AZ Dulung kepada 15 perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Jumat (3/7) lalu.

Penyaluran simbolis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Gowa, H. Muchlis didamapingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gowa, H. Syamsuddin Bidol.

“Pada kegiatan ini diberikan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai atau BST kepada KPM untuk Tahap III, sebesar Rp. 600.000,” kata Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Dinsos Kabupaten Gowa Yasser Azhari, Minggu (5/7).

Lanjutnya, untuk penyaluran secara keseluruhan kepda 19.211 KPM di Kabupaten Gowa akan segera dilakukan penjadwalan di setiap kecamatan.

“Direncanakan dari pihak PT Pos Makassar bahwa hari Rabu ini sudah bisa dimulai penyaluran. Tapi kami koordinasikan ke Pak Kadis dan meminta konfirmasi jadwal dari setiap kecamatan,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa berdasarkan penyampaian Staf Ahli Menteri Sosial penyaluran BST kepada masyarakat kurang mampu akan di perpanjang hingga akhir tahun 2020.

“Kemungkinan akan ada perpanjangan waktu pemberian BST kepada KPM yang awalnya hanya 3 bulan yakni di bulan April sampai Juni, maka bantuan tersebut akan diberikan sampai bulan Desember tapi dengan nilai yang berbeda,” tambahnya.

Sekedar diketahui Penyaluran BST secara simbolis ini juga dihadiri oleh Direktur PFM Wilayah III, Asnandar, Kepala Regional X Sulawesi-Maluku PT POS Indonesia, Ronald Siahaan, beserta jajaran PT POS Makassar.

Tim PETI Gowa Amankan Alat Berat Penambang Liar di Parangloe

KabarMakassar.com — Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (PETI) Kabupaten Gowa melakukan razia di Dusun Pasotanae, Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Minggu (5/7).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro mengatakan bahwa dalam razia ini ada dua lokasi tambang pada dusun yang sama.

Dari dua lokasi tambang tersebut, Alimuddin menyebutkan satu diketahui tidak memiliki izin. Sehingga alat berat di lokasi tambang yang tidak memiliki izin tersebut diamankan oleh Tim Terpadu PETI Gowa.

“Ada empat alat berat kita pasangi police line sementara kita angkut ini excavator ke Dinas Perhubungan,” katanya saat dikonfirmasi.

Tim terpadu yang turun memeriksa tambang tanpa izin yakni Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni, Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri Mustafa, Kasdim 1409 Gowa, Mayor Inf Husain, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, Firdaus serta Kasad Satpol PP, Alimuddin Tiro.

Saat razia tidak ada aktivitas di lokasi tambang. Keempat alat berat yang diamankan tidak dalam keadaan beroperasi. Alimuddin Tiro menyebutkan bahwa Tim Terpadu PETI Gowa akan terus melakukan penertiban tambang liar di wilayah Kabupaten Gowa.

“Mungkin karena hari libur, makanya tidak ada aktivitas. Hanya ada alat berat yang kami temukan. Kita jalan terus ini untuk tambang-tambang di Gowa memantau yang tidak punya izin,” tandasnya

Sementara itu, sekedar diketahui 3 buah Alat Excavator yang diamankan merk Komatsu PC 200 dan 1 buah alat Excavator merk Hitachi yang disewa dikelola oleh lelaki bernama Guntur dan Yudha.

Pembahasan Dua Ranperda Gowa Disetujui 8 Fraksi

KabarMakassar.com — Sebanyak 8 Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa menyetujui dua buah rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kabupaten Gowa untuk dibahas lebih lanjut pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Jumat (3/7).

Kedua Ranperda tersebut yaitu Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2019 dan Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Juru Bicara Partai Demokrat, Ardiansyah Sabir mewakili Fraksi Demokrat menyebutkan Ranperda Laporan Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Gowa tahun anggaran 2019 dapat disetujui untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme dan aturan yang ada.

“Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2019 Pemerintah Kabupaten Gowa yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tentunya telah memenuhi Standar Akuntansi Pemerintahan, memiliki Sistem Pengendalian Intern yang memadai, adanya ketaatan dan kepatuhan terhadap Peraturan Perundangan-undangan serta cukup mengungkapkan seluruh kegiatan keuangan,” ujarnya saat menyampaikan pandangannya.

Bahkan dirinya mengaku mengapresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Gowa yang mampu mempertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut dari dari BPK.

Ia berharap agar prestasi ini dapat dipertahankan di tahun-tahun mendatang dan membawa masyarakat dan daerah Gowa lebih sejahtera dan berkeadilan.

Lanjutnya, selain prestasi dapat mempertahankan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian selama Sembilan tahun berturut-turut, dirinya juga melihat prestasi dari Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2019 yakni pencapaian SILPA yang cukup rendah 4,59 % atau sebesar Rp. 92.540,509.568,07

“Dengan capaian prestasi ini kami juga berharap di tahun tahun mendatang agar tetap berupaya melaksanakan program kegiatan tepat waktu sehingga perhitungan anggaran ini dapat lebih rendah,” lanjutnya.

Selain, Fraksi Partai Demokrat juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian PAD Kabupaten Gowa yang melebihi dari target dengan tingkat prosentase sebesar 105,24 % atau sebesar Rp. 238.239.570.974,67.

Terkait Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, politisi Partai Demokrat ini menganggap bahwa ini juga perlu untuk meningkatkan PAD Kabupaten Gowa.

“Pembentukan Peraturan Daerah ini juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar ketertiban dan kenyamanan khusus dalam pelayanan pemakaian kekayaan daerah, disisi lain Fraksi Partai Demokrat memandang fungsi public oriented penggunaan kekayaan daerah agar tetap dikedepankan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni juga menyampaikan apresiasi atas tanggapan dan masukan yang disampaikan oleh delapan Fraksi DPRD Kabupaten Gowa.

“Kita menyambut baik tentang tanggapan yang disampaikan. Masukan ini akan kita bahas dan tindaklanjuti nanti untuk membangun Kabupaten Gowa. Saya berharap antara eksekutif dan legislatif tetap bahu membahu membangun Kabupaten Gowa. Karena dengan kebersamaan maka tentu Kabupaten Gowa ini bisa kan lebih baik ke depan,” tandasnya.

Delapan fraksi yang menyampaikan pandangannya yaitu Fraksi Karya Perjuangan, Fraksi Partai Nasdem, Perindo, Gerindra, Fraksi Amanat Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bupati Adnan Usul Kabupaten dan Kota Terapkan Perda Wajib Masker

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengusulkan seluruh labupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk mengodok Peraturan Daerah (Perda) Wajib Masker sebagai upaya memperkuat penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan.

“Saya berharap bapak gubernur mendorong seluruh kabupaten/kota untuk membuat peraturan daerah berkaitan dengan wajib masker dan juga penerapan new normal di daerah masing-masing,” katanya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan dan Akuntabilitas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Provinsi Sulsel melalui telekonferensi, Selasa (30/6).

Adnan mengatakan, dengan hadirnya perda sebagai payung hukum sebuah aturan dapat memberikan kedisiplinan bagi masyarakat untuk taat dan disiplin. Peningkatan kasus Covid-19 di Sulsel yang semakin tinggi dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum disiplin mengikuti protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

Sehingga, kehadiran Perda Wajib Masker ini akan menjadi payung hukum bagi masyarakat termasuk petugas agar lebih tegas dalam mendisiplinkan masyarakat yang menggunakan masker ataupun tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga dengan cara ini kita bisa memutus dengan cepat mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel secara keseluruhan,” harapnya.

Perlunya ada penguatan perda tersebut juga dengan melihat karakteristik masyarakat. Ada masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi, sehingga dapat dengan mudah mengikuti arahan pemerintah. Kemudian ada juga masyarakat yang nanti berkali-kali diberikan arahan.

“Ada juga masyarakat yang harus secara represif diberikan arahan, bahkan tidak sedikit dilakukan dengan sebuah ketegasan. Sehingga harus ada cara sebagian bentuk penegasan agar menjalankan aturan yang ditetapkan,” tegas Bupati Adnan.

Sementara Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengatakan, penanganan Covid-19 ini merupakan tanggungjawab bersama. Olehnya, ia meminta kepada seluruh kepala daerah untuk terus mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penting penerapan Protokol Kesehatan.

“Kita bahu-membahu dan gotong royong tanpa lelah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Jika kita bersama-sama maka persoalan Covid-19 ini dapat selesai,” tegasnya.

Covid-19 Masih Tinggi, Gowa Putuskan Aktifitas Belajar Lewat Daring

KabarMakassar.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan proses belajar di tahun ajaran baru 2020/2021 akan berlangsung pada 13 Juli 2020 mendatang.

Pemerintah Kabupaten Gowa pun memutuskan proses pembelajaran di tahun ajaran baru ini masih akan dilakukan secara daring atau virtual.

“Kemendikbud belum memutuskan apakah proses belajar mengajar di tahun ajaran baru ini dilakukan lewat tatap muka atau masih lewat daring. Hanya saja kami memutuskan belum boleh melakukan tatap muka, makanya masih dilakukan secara virtual (daring),” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di sela-sela melakukan silaturahmi virtual bersama pasein Covid-19, Sabtu (27/6).

Menurut Bupati Adnan, kebijakan ini diambil pemerintah daerah dengan melihat perkembangan angka positif Covid-19 di daerah berjuluk Butta Bersejarah ini masih sangat tinggi. Sehingga dianggap masih belum aman bagi siswa untuk melakukan proses belajar belajar secara tatap muka.

Berdasarkan data Tim Covid-19 Kabupaten Gowa mencatat hingga Jumat, 25 Juni 2020 kemarin angka positif mencapai 462 orang dengan jumlah kasus baru 11 orang.

“Dengan laju penularan ini kita menganggap masih belum bisa adanya aktivitas dalam sekolah. Anak-anak, utamanya di jenjang SD masih sangat sulit untuk kita ajak mereka menjaga jarak, makanya harus dilakukan lewat di rumah saja,” tegasnya.

Dalam kebijakan ini, dirinya juga menginstruksikan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa agar mengalihkan Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan kuota internet bagi siswa dan tenaga pengajar untuk bisa memaksimalkan pembelajaran daring.

“Dana BOS yang biasanya digunakan untuk keperluan pembayaran listrik, air dan keperluan lainnya di sekolah kita alihkan untuk pembelian kuota internet,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini juga bisa membantu beban orangtua dan tenaga pengajar dalam memenuhi kebutuhan kuota internet mereka.

Bupati Gowa Ajak Pemuda Indonesia Sukseskan Pilkada Serentak 2020

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjadi narasumber pada Bincang Tentang Negeri dengan tema Peran Pemuda dan Antisipasi Resiko Pilkada 2020 di tengah Pendemi yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, Kamis (25/6).

Dalam materinya yang disampaikan secara virtual, Bupati Adnan yang juga Wakil Ketua Bidang Hubungan Dalam Negeri Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI berharap pemuda bisa mengambil peran ikut mensukseskan Pilkada serentak tahun 2020. Menurutnya partisipasi pemuda saat ini dibutuhkan apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Pemuda itu memiliki peran penting dan peran yang cukup vital dalam perkembangan politik yang ada di daerah,” kata Adnan.

Lanjut Adnan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemuda untuk mensukseskan Pilkada serentak 2020 ini, seperti ikut berpastisiasi sebagai petugas pemungutan suara dan ikut mengawasi jalannya tahapan Pilkada.

“Kalau misalnya tidak menjadi petugas TPS tetapi mau ikut terlibat secara langsung bisa menjadi saksi, bisa ikut terlibat memonitoring sekaligus mengawasi jalannya Pilkada apakah sudah sesuai dengan aturan yang ada, apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berjalan dengan demokrasi dan juga transparansi,” jelasnya.

Selain itu, pemuda juga bisa ikut berpartisipasi mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini. Bupati Adnan mengatakan tahapan Pilkada serentak ini masih ada sekitar 6 bulan. Sehingga pemuda masih memiliki banyak waktu untuk ikut mensosialisasikan.

“Situasi pandemi seperti saat sekarang ini kita berharap peran pemuda inilah yang ikut mensosialisasikan ikut mengedukasi masyarakat agar betul-betul mampu mendapatkan referensi yang baik mendapatkan ilmu yang baik sehingga pelaksanaan Pilkada ini bisa sesuai dengan harapan dan sesuai dengan perencanaan yang ada,” ujarnya.

Orang nomor satu di Gowa ini juga berharap Pemuda bisa dilibatkan pada tahapan kampanye, khususnya para penggiat media social. Misalnya tahapan kampanya, untuk ikut mensosialisasikan visi misi pasangan calon kepala daerah. Sehingga apa yang menjadi gagasan parea calon Kepala Daerah bisa tersampaikan ke masyarakat.

“Kalau ini dilibatkan, maka peran pemuda baik secara langsung maupun tidak langsung ini tentunya bisa berkolaborasi di tengah situasi pandemi seperti ini. Karena intinya bahwa pelaksanaan Pilkada tidak boleh lagi ditunda tetapi kita juga harus tetap berhati-hati agar tidak terjadinya cluster baru berkaitan dengan penularan Covid-19,” tandasnya.

Ia berharap dengan keterlibatan pemuda ini, seluruh tahapan-tahapan pilkada dapat berjalan dengan dan tetap mengikiuti protokol kesehatan sehingga bukan hanya mensukseskan Pilkada serenta tetapi juga menyelamatkan masyarakat.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilhan Umum (KPU) Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyebutkan bahwa tahapan Pilkada serentak tahun 2020 akan diikuti 9 provinsi 224 kabupaten dan 37 kota di Indonesia.

Dirinya juga berharap pemuda untuk berkolaborasi dengan KPU untuk mesukseskan Pilkada serentak 2020 ini. Salah satunya ikut menyampaikan dan mengedukasi masyarakat pemilih agar memberikan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

Turut hadir sebagai pembicara pada Bincang Tentang Negeri Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yaqut Cholil Qoumas dan Kasubdit Wilayah I Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD, Maria Ivonne Tarigan mewakili Dirjen Otonomi Daerah (Otoda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik.