Cegah DBD, Sejumlah Titik Endemik di Pinrang Difogging

KabarMakassar.com — Belum tuntas penanganan Virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Indonesia kembali dipusingkan dengan adanya sejumlah daerah yang saat ini juga diserang wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang juga bisa berakibat kematian jika tak ditangani secara serius.

Hingga Jumat (13/3) hari ini, tercatat sudah lebih dari 100 orang di Indonesia yang meninggal akibat DBD. Angka kematian terbanyak berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menyikapi hal ini sekaligus sebagai upaya pencegahan wabah DBD, Jumat (13/3), Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kesehatan setempat melakukan pengasapan atau fogging di beberapa titik endemik penularan wabah penyakit DBD di wilayahnya.

“Pengasapan ini sebagai antisipasi penyebaran penyakit DBD di musim penghujan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi.

Dewi menyebut salah satu wilayah di Kabupaten Pinrang yang dilakukan fogging karena diindikasikan endemik penularan wabah DBD adalah di Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto.

“Titik-titik yang diindikasi endemik penularan wabah DBD, kami lakukan pengasapan. Ini akan berlanjut ke titik berikutnya,” terangnya.

Dewi berharap, masyarakat juga mampu menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungannya demi terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas wabah penyakit.

“Selain pengasapan di sejumlah daeah endemik, sebagai bentuk upaya promotive preventif kami juga meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Pasalnya menurut Dewi, antisipasi paling mudah dari penularan DBD adalah dengan melakukan gerakan 3 M, yaitu Menutup tempat penampungan air, Menguras dan mengosongkan genangan air dan Mengubur sampah yang berpotensi menimbulkan genangan air.

“Itu antisipasi paling mudah, dan itu juga butuh kesadaran serta peran aktif masyarakat,” tutup Dewi.