Sutradara Film Ati Raja Tutup Usia, BPPD Sulsel Berduka

KabarMakassar.com — Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah Shaifuddin Bahrum, Sutradara Film Lokal Ati Raja.

Shaifuddin Bahrum yang dikenal sebagai penulis artikel sastra dan cerpen di akhir karirnya telah membuka mata dunia tentang kehidupan keberagaman masyarakat Tionghoa di Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, Akbar Nugraha yang menilai karya putra daerah termasuk film Ati Raja yang di support penuh pemerintah provinsi ini. “Bagian yang tidak terlepas dari keberadaan etnis tionghoa di Sulawesi Selatan. Film Ati Raja telah menggugah perbedaan itu indah,” kata Akbar

Dia juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian Shaifuddin Bahrum yang merupakan sosok pencetus utama pemisah antara pribumi dan non-pribumi. “Pak Udin telah membantah klaim etnis Tionghoa adalah golongan komunis yang menimbulkan hilangnya rasa pertemanan. Bantahan ini disampaikan pak Udin melalui karya-karyanya,” ucap tokoh milenials daerah ini.

Menurutnya, Sulawesi Selatan telah kehilangan lagi sosok atau tokoh budaya yang mampu merekatkan tali persaudaraan antara pribumi dan non-pribumi.
“Karya-karya itu bisa dilihat dari apa yang telah dilakukan pak Udin. Terima Kasih atas karyamu pak Udin. Selamat jalan,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah melalui BPPD Sulawesi Selatan mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan nonton bareng Film “Ati Raja”.

Masyarakat Sulsel tampak menyambut baik imbauan Gubernur Sulsel untuk mencintai karya film biografi Ho Eng Dji itu.

Film ini bercerita tentang hidup seorang penyair dan musisi Makassar yang lahir di Kassi Kebo pada 1906 dan wafat pada 1960.

Saat itu penayangan hari ke-6 Film “Ati Raja” yang dilaunching pada Kamis, 7 November, lalu masih ramai dipadati penonton dari pelbagai kalangan.

Film karya sineas lokal Shaifuddin Bahrum itu ditayangkan di bioskop-bioskop di Kota Makassar dan beberapa kota di tanah air. Antara lain di XXI, Studio 21, CGV, dan Cineplex.

Jalangkote Rasa Keju Bakal Tayang Dilayar Lebar Maret 2020

KabarMakassar.com — Penulis sekaligus sutradara Jalangkote Rasa Keju, Rusmin Nuryadi bersama produser dari AIM Production Zulkarnain Gobel akhirnya membeberkan Jalangkote Rasa Keju the movie yang akan tayang dilayar lebar awal Maret 2020 mendatang. Dengan gendre komedi, Jalangkote Rasa Keju the movie akan siap menghibur para penonton setianya.

Melihat antusias masyarakat yang tinggi dengan menonton serial web Jalangkote Rasa Keju menjadi alasan om Gobel sapaan akrabnya dan Rusmin Nuryadi untuk menayangkan ke layar lebar.

“Inikan merupakan serial web yang kita bikin dulu dan kita lihat sambutan dari penonton antusias penonton sangat tinggi sangat banyak sehingga ini yang membuat kita akhirnya menayangkan di bioskop karena serial web ini kan sebelumnya sudah tayang di YouTube dan viewers nya banyak dan sempat menjadi tranding topic waktu itu jadi ini yang menjadi alasan kami untuk menayangkan di layar lebar.” ucap Zulkarnain Gobel produser Terima Kos Putri Series dan Jalangkote Rasa Keju the movie saat di hubungi oleh Kabarmakassar.com Rabu (15/1/2020).

Sedikit membeberkan alur cerita dari film tersebut, diketahui ceritanya mengangkat kehidupan sehari sehari dengan menggunakan bahasa Indonesia yang tentunya tidak lepas dengan adanya sedikit penggunaan bahasa Makassar.

Sekedar di ketahui mulai dari proses menyusun naskah, mencari talent hingga casting seluruhnya membutuhkan waktu 2 bulan sementara untuk proses syuting film tersebut dilakukan selama 14 hari dan proses mencari lokasi syuting sesuai yang ada di cerita dan kemauan sutradara memakan waktu 2 sampai 3 Minggu.

Zulkarnain Gobel melanjutkan dari seluruh proses mulai pra produksi hingga produksi ada ada saja kesulitan yang dihadapi misalnya mencari talent yang sesuai dengan karakter film yang di miliki dan mencari lokasi syuting juga menjadi salah satu kesulitan tersendiri bagi AIM production tersebut.

“Sebagian besar memang pemerannya itu dari serial web yang kita buat kemarin tapi ada pemeran baru juga yang kita ambil jadi kita kembali casting kemarin, kita pilih talent yang memang kita mau sesuai dengan peran dan karakter yang sudah ditulis bukan berarti karena dia bagus akting tapi karakternya cocok tapi aktingnya juga harus bagus, kalau casting kemarinkan 3 hari kesulitannya salah satunya cari talent sesuai yang dimaui sutradara, cari tempat syuting yang sutradara mau jadi itu juga hal yg cukup sulit cuman Alhamdulillah kita sudah lewati bahkan biasa untuk lokasi syutingnya kita butuhkan waktu 2 sampai 3 Minggu baru kita dapat, jadi kita memang harus cari lokasi yang sesuai dengan cerita dan kemauan sutradara.” lanjut om Gobel.

Sementara itu proses syuting Jalangkote Rasa Keju the movie diketahui kebanyakan di Kota Makassar dan di Pulau Kodingareng Keke.

Zulkarnain Gobel berharap agar masyarakat khsusnya Kota Makassar lebih cerdas dalam memilih tontonan yang berkualitas.

“Harapannya penonton lebih cerdas menonton film apalagi ini kan nonton berbayar karena kita bayar masuk untuk nonton jadi untuk penonton harus lebih cerdas memilih tontonan biar kami kami yg membuat film ini lebih tertantang lagi untuk bikin film yang berkualitas dari sebelum sebelumnya karena baik buruknya film kita itu tergantung dari apresiasi penonton juga karena mereka harus memilih tontonan yang bagus bagi mereka, kita juga ada motivasi ke kami kami supaya itu film makassar tidak mati suri apalagikan ada film indonesia yg lain bukan hanya film makassar ada dari jakarta juga terus harga tiket sama, harga tiket sama kalau kita disuguhkan dengan film yg kualitas buruk walaupun film makassar dan kita orang makassar pasti kita lebih pilih film indonesia yg lain yg lebih bagus.” tutupnya.