Lomba Aksara Lontaraq 2020 Dimulai

KabarMakassar.com — Festival Aksara Lontaraq 2020 telah memasuki tahap dua dari tiga rangkaian acara pasca dilaunching dan diikuti tujuh negara pada 25 Juni 2020 lalu. Rencananya, puncak acara akan digelar 27-29 Agustus 2020 mendatang.

Terkait hal itu, salah satu pelaksana Festival Aksara Lontaraq 2020, Marlon mengatakan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan tahunan ini bertujuan melestarikan aksara dan budaya Lontaraq.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan kebudayaan untuk menjadikan Aksara Lontaraq sebagai tuan rumah di tanah airnya sendiri,” kata Marlon, Sabtu (25/7).

Selain itu, kata dia, gotong royong kebudayaan anak negeri ini juga diharapkan menjadi kebanggaan. “Juga simbol karakter budaya anak milenial Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Juri Lomba, Yudhistira Sukatanya mengatakan bahwa salah satu agenda kegiatan Festival Aksara Lontaraq tahun ini adalah Lomba Aksara Lontaraq.

“Lomba ini diperuntukkan untuk anak-anak dan muda-mudi Makassar,” kata Yudhistira.

Ia berharap lomba ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk mengenalkan, mendekatkan, dan mengaktualisasikan kebudayaan Aksara Lontaraq serta mengambil peran dalam gerakan Literasi Lontaraq.

“Lomba ini akan dimulai 25 Juli 2020-15 Agustus 2020 untuk beberapa kategori yakni lomba tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi dan umum,” ungkapnya.

“Untuk penilaian juri akan dilakukan pada 18-20 Agustus 2020 oleh tim,” tambahnya.

Untuk diketahui, jenis Lomba Aksara Lontaraq 2020 adalah Lomba Menulis Lontaraq Tingkat SD, Lomba Membaca Lontaraq Tingkat SMP, Lomba Mengarang Tema Lontaraq Tingkat SMA, Lomba Stand Up Comedy Untuk Mahasiswa dan Umum, Lomba Kaligrafi Untuk Mahasiswa dan Umum.

Info Pendaftaran Kunjungi https://www.kabarmakassar.com/registrasi-lontaraq-2020/ atau menghubungi kontak Arwini Puspita Sari: 081242733764.

Para Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontaraq 2020

KabarMakassar.com — Sejumlah seniman senior akan jadi juri lomba yang dihelat sekaitan dengan penyelenggaraan Festival Aksara Lontaraq 2020. Serangkaian lomba diadakan bukan saja untuk memeriahkan Festival Aksara Lontaraq, tapi sekaligus sebagai cara memasyarakatkan aksara lontaraq untuk berbagai segmen usia dan jenjang pendidikan.

“Lomba-lomba yang nanti kita adakan adalah cara mendekatkan kembali aksara lontaraq ke masyarakat. Karena itu kita mengajak para seniman dan budayawan untuk bersama-sama dalam gerakan ini,” jelas Mohammad Hasan, SH, MH, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, saat rapat panitia di Lantai 2 Gedung Perpustkaan dan Kearsipan Provinis Sulsel, Selasa, 7 Juli 2020.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Upi Asmaradhana, yang merupakan Founder dan CEO KGINetwork. Rapat dihadiri sejumlah seniman yang akan memberikan penilaian terhadap lomba-lomba yang diadakan. Mereka yang hadir, yakni penulis dan sutradara teater Yudhistira Sukatanya, sutradara teater, Bahar Merdhu, pelukis tanah liat, Zaenal Beta, sastrawan Idwar Anwar, penulis buku Rusdin Tompo, penulis dan pendidik Labbiri, penerjemah lontaraq Mullar, akademisi dan peneliti royong Dr Asis Nojeng, serta pekerja buku Nasrul Djajariah. Hadir pula pustakawan senior dan staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, antara lain Syahruddin Umar, Heri Rusmana, dan Nilma Maddi. Di jajaran tim juri juga tercatat nama Rimba, perupa, Chaeruddin Hakim, peneliti kelong, Muhammad Idris dan Jumadi Mappanganro, jurnalis.

Dalam rapat itu, panitia dan dewan juri membahas syarat-syarat dan teknis lomba, form pendaftaran serta cara pengiriman hasil lomba. Proses dan tahapan perlombaan akan dimulai 11 hingga 30 Juli 2020. Adapun lomba yang akan diadakan adalah lomba kaligrafi, lomba menulis aksara lontaraq, lomba membaca cerita, lomba menulis esai, dan lomba stand up comedy, yang kesemuanya berkaitan dengan pengenalan, penanaman pemahaman serta pemaknaan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Ketua Dewan Juri, Yudhistira Sukatanya, menjelaskan bahwa masing-masing segmen lomba punya tujuan dan target tertentu. Katanya, tujuan lomba untuk masing-masing tingkatan adalah untuk tingkat SD, yakni mengenalkan dan lebih mendekatkan tradisi lontaraq sejak dini kepada anak-anak. Untuk tingkat SMP bertujuan untuk mengaktualisasikan kembali pembelajaran lontaraq. Sedangkan tingkat SMA/SMK, bertujuan untuk mendorong peserta mulai mendalami lontaraq (pendalaman). Sedangkan untuk tingkat mahasiswa dan umum tujuannya untuk mengajak peserta lebih mengapresiasi dan mengambil peran dalam gerakan literasi lontaraq.

Zaenal Beta mengaku senang bisa mengambil peran dalam kegiatan yang biasa diistilahkan sebagai gotong royong kebudayaan ini. Menurutnya, sangat jarang teman-teman seniman berada dalam satu even bersama.

“Ini kegiatan menarik, karena mampu diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, dengan cara yang kreatif,” akunya.

Panitia dan dewan juri menggaransi penilaian untuk setiap mata lomba akan dilakukan secara fair sesuai kriteria yang dipersyaratkan. Para seniman dengan nama besarnya ini tentu akan menjaga integritasnya sebagai juri.

“Karena kita tidak hanya hendak menyukseskan lomba tapi juga menjaga muruah pelaksanaan Festival Aksara Lontaraq,” tegas Yudhistira Sukatanya.

Dilaunching Kepala Perpustakaan Nasional, Festival Aksara Lontaraq Dimulai

KabarMakassar.com — Festival Aksara Lontaraq 2020, resmi dilaunching, Kamis (25/6) kemarin. Peresmian festival tahunan ini dilakukan secara virtual, di tengah situasi pandemi covid-19.

Peluncuran Festival Aksara Lontaraq yang pertama ini ditandai dengan peluncuran logo secara virtual yang diringi pukulan gendang Tunrung Pakanjjara oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh Hasan Sijaya dan Founder CEO KGI Network Upi Asmaradhana.

Festival Aksara lontaraq Tahun 2020 lewat virtual melalui aplikasi zoom ini digelar di Lt. 2 Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, dipandu MC komika Baba Ong dan Duta Baca Sulsel Rezky Amalia Syafiin dan diikuti sekitar tiga puluh undangan yang hadir di lokasi acara serta ratusan peserta dari sejumlah negara, diantaranya: Belanda, Malasyia, Singapura, Australia, Selandia Baru dan Rusia.

Acara yang dikemas dalam protokol kesehatan Covid-19 ini juga diikuti Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari, Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Pakar Filologi dan Naskah La Galigo), Sharyn Graham Davies, PhD (Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru), Alwi bin Daud, MA, cand., PhD, (University Malaya, Malasyia) dan Dr. Kathryn Wellen (Researchers di KITLV Leiden University, Belanda).

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh budayawan, akademisi serta masyarakat peduli lontaraq antara lain: Yudistira Sukatanya, Rusdin Tompo mantan Ketua KPID Sulsel, penulis sekaligus novelis Idwar Anwar, Pustakawan senior Syahrudin Umar dan Heri Rusmana.

Panitia Festival Aksara Lontaraq 2020, Upi Asmaradhana dalam sambutannya mengatakan, festival ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang disebutnya sebagai gerakan gotong royong. Aksara lontaraq, merupakan aset terbesar yang dimiliki sulsel, bisa menjadikan identitas budaya sulsel di masa-masa yang akan datang.

“Gagasan dari festival ini, untuk menjaga anak-anak dan budaya kita. Kita juga berharap, festival ini bisa menjadi event tahunan ke depannya,” kata Upi.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Hasan Sijaya, di awal sambutannya dengan aksen dan tutur bahasa Makassar mengatakan, Pappasang battu ri mangkasara, salama ki kepada peserta.

Pada abad 16 sampai 20 Masehi, aksara ini masih di jajaran Sulsel, namun penerapannya terbatas dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang menarik disini, leluhur kita dulu, sebelum memberikan pesan ke anak-cucunya, ketika ingin merantau ke suatu daerah, pesannya adalah jaga harkat dan martabatmu, melalui pappasang aksara lontaraq,” lanjut Kadis yang juga hobby menyanyi lagu daerah Sulsel.

Dewan Pengarah Panitia Festival Prof Nurhayati Rahman, menilai festival ini adalah sebuah gerakan budaya yang mesti didukung semua pihak. “Ini sebuah momentum yang luar biasa. Selama berpuluh-puluh tahun kita baru bisa menggelar acara seperti ini lagi,” kata peneliti naskah kuno I LagaLigo ini.

Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia juga berjanji akan bekerjasama dan membantu panitia dan masyarakat untuk menjadikan aksara Lontaraq sebagai bagian dari kelembagaan pemerintah.

“Kita merespon baik gagasan ini. Insya Allah saya dan DPRD Sulsel siap berkontribusi dan bekerjasama,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan, era globalisasi ini merupakan tantangan bersama bagaimana produk budaya tetap dicintai dan digunakan oleh anak bangsa. Resistensi terjadi, pengaruh dari luar juga demikian, sehingga budaya yang dimiliki harus dikembalikan agar berjaya di tanah sendiri.

“Tentu, kita ingin mengembalikan kejayaan ini. Bagaimana adat kita rawat dan jaga dengan baik,” kata Abdul Hayat Gani.

Ia mengapresiasi langkah penyelenggara serta para penggiat budaya. Pemprov Sulsel mengapresiasi proses-proses yang terjadi dalam festival ini dan upaya pelestarian aksara Lontaraq.

Langkah lainnya, yakni memperkuat sistem pendidikan yang ada. Terutama hadirnya sekolah atau institusi pendidikan budaya seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulsel.

“Sehingga apa yang kita lakukan ini merupakan pembangunan untuk kejayaan Provinsi Sulawesi Selatan,” sebutnya.

Festival Aksara Lontaraq ini sendiri akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan sejak dimulai 25 Juni 2020. Tanggal 11 hinggga 30 Juli, lomba aksana lontaraq tingkat SD hingga universitas dan masyarakat umum. Tanggal 29 Agustus 2020 mendatang, menyelenggarakan Konferensi dan Seminar Internasional Aksara Lontaraq.

Dalam acara launching ini juga tampil penyanyi dari Pangkep yaitu duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad yang terkenal dengan lagu-lagu bugisnya serta Muhammad Alifi musisi dari jeneponto yang konsisten mempopulerkan lagu-lagu berbahasa Makassar.

Hari Ini Festival Aksara Lontaraq 2020 Dimulai

KabarMakassar.com — Tepat hari ini 25 Juni 2020, Festival Aksara Lontarq 2020 dimulai. Secara virtual kegiatan tahunan ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah dan diikuti oleh sejumlah tokoh Sulsel dan nasional.

Humas Panitia Pelaksana, Marlon mengatakan jika sore nanti pukul 16:00 Wita kegiatan dimulai, dengan diawali dengan persembahan lagu-lagu daerah dari musisi dan seniman lokal milenial yang mempopulerkan budaya lokal yakni Muhammad Alifi dari Jeneponto, Duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad.

“Jam 4 sore ini, semoga tidak ada kendala kita on air,” ujar Marlon, Kamis (25/6).

Kegiatan ini sendiri adalah prakarsa beberapa pihak, baik lembaga, person yang peduli akan gerakan pelestarian aksara lontaraq selama ini. Gagasan ini sendiri sudah dimulai tahun lalu, dan sempat tertunda pelaksanaanya di bulan Maret karena pandemi Covid-19.

Untuk diketahui jika kegiatan ini akan diikuti oleh 5 negara di antaranya, Australia, Belanda, Selandia Baru, Malaysia dan tentunya Indonesia.

Tim Panitia dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, KabarMakassar.com dan KGINetwork, serta sejumlah tokoh budayawan dan pemerhati lontaraq, antara lain Yudisthira Sukatanya, Rusdin Tompo, Bachtiar Adnan Kusuma, Idwar Anwar, Syahruddin Umar dan Heri Rusmana ikut dalam gerakan kebudayaan Gotong Royong anak negeri ini.

Marlon menjelaskan jika kegiatan ini sebagai wujud tanggungjawab dari panitia dan masyarakat peduli Aksara Lontaraq untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah.

“Khususnya tradisi literasi Aksara Lontaraq yang banyak peneliti memprediksi bakal punah jika tidak dilestarikan,” pungkasnya.

Peluncuran Festival akan dimulai 25 Juni 2020, sekaligus juga menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 29 Agustus 2020 mendatang. Kegiatan festival antara lain Launching Virtual, Lomba literasi Aksara dari SD-Mahasiswa dan Umum 11-30 Juli, Tudang sipulung dan Seminar Internasional Aksara dan Penetapan Hari Lontara, 29 Agustus siang, dan Malam Anugerah Kebudayaan pada Puncak Acara Festival Aksara Lontaraq.

Ketua DPRD Sulsel: Aksara Lontaraq Bisa Masuk Prolegda

KabarMakassar.com — Ketua DPRD Sulsel menitip pesan kepada Panitia Festival Aksara Lontaraq 2020 ketika bertemu di ruang kerjanya, di gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (22/6) kemarin.

Pada kesempatan itu, Andi Ina Kartika mengatakan jika Aksara lontaraq merupakan aksara khas masyarakat Sulsel, bisa diusulkan untuk jadi Program Legislasi Daerah (Prolegda).

Dengan catatan, kata dia, perlu pengkajian mendalam dan melibatkan berbagai kalangan supaya naskah akademik yang dihasilkan layak dibahas menjadi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

“Perlu dibuatkan naskah akademik yang bagus, jangan sekadarnya saja, sehingga jika menjadi perda akan efektif diterapkan,” kata Andi Ina.

Bahkan, menurut perempuan pertama yang jadi Ketua DPRD Sulsel ini, aksara lontaraq ini bisa jadi Ranperda inisiatif DPRD melalui Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat yang memiliki mitra kerja seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Dinas Pendidikan.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu mengaku menaruh perhatian terhadap lontaraq karena banyak arsip lontaraq kita justru berada di Belanda.

Ia juga prihatin ketika mengetahui bahwa pengajaran lontaraq di sekolah-sekolah bukan merupakan pembelajaran wajib dengan berbagai alasan.

“Perlu ada kebijakan sebagai dasar hukum yang nanti bisa jadi rujukan pembelajaran dan penerapan aksara lontaraq,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Aksara Lontaraq 2020, Upi Asmaradhana mengatakan bahwa festival ini merupakan sebuah gerakan bersama dengan leading sector Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.

Karena itu, ada banyak pihak terlibat, mulai dari seniman, budayawan, akademisi, penggiat literasi, dan mereka yang peduli terhadap pentingnya menyelamatkan dan mengaktualisasikan aksara lontaraq agar tidak punah.

Bahkan, kata Upi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Moh. Hasan Sijaya, SH, MH, bertekad menjadikan Festival Aksara Lontaraq ini sebagai agenda tahunan yang ikonik.

“Festival ini merupakan gotong royong kebudayaan bagi kemajuan peradaban Sulsel dan Indonesia,” kata Founder dan CEO KGINetwork.

Ketika beraudiensi untuk menyampaikan perkembangan Festival Aksara Lontaraq 2020, Upi Asmaradhana di dampingi Syahruddin Umar dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, serta Rusdin Tompo dan Idwar Anwar, keduanya penulis dan penggiat literasi.

Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam kegiatan ini seperti Prof Dr Nurhayati Rahman, sebagai Ketua Dewan Pengarah Festival Aksara Lontaraq 2020, seniman Yudisthira Sukatanya, dan penggerak perpustakaan lorong, Bachtiar Adnan Kusuma.

Demi kelancaran acara peluncuran yang akan dilakukan pada 25 Juni mendatang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Festival Aksara Lontaraq 2020, hari ini (Selasa, 23/6/2020), diadakan gladi bersih di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Susel.

Saat launching virtual nanti akan tampil sejumlah pembicara, Prof. Dr. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr (Gubernur Sulsel), Andi Ina Kartika, SH., M.Si (Ketua DPRD Sulsel), Drs. Muhammad Syarief Bando, MM (Kepala Perpustakaan Nasional RI), Moh. Hasan Sijaya, SH., MH (Kepala Dinas Perpustkaan dan Kearsipan Sulsel), Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Pakar Filologi dan Naskah La Galigo) dan Upi Asmaradhana (Founder dan CEO KGINetwork).

Tampil juga tiga pembicara internasional, masing-masing Sharyn Graham Davies, Ph.D (Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru), Alwi bin Daud, MA, cand. Ph.D (University Malaya, Malasyia) dan Dr. Kathryn Wellen (Researchers di KITLV Leiden University, Belanda).

Setelah peluncuran, akan ada kegiatan Lomba literasi Aksara mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi, termasuk masyarakat umum. Juga Tudang Sipulung dan Seminar Internasional Aksara Lontaraq, tanggal 29 Agustus 2020, yang rencananya akan menelorkan rekomendasi penting, yakni penetapan Hari Lontaraq dan butir-butir pemikiran yang bakal dijadikan rujukan kebijakan terkait aksara lontaraq. Selain itu akan ada Malam Anugerah Kebudayaan pada Puncak Acara Festival Aksara Lontaraq. (*)

Tiga Pembicara Internasional Ikut Launching Virtual Festival Aksara Lontaraq 2020

KabarMakassar.com — Kegiatan tahunan Festival Aksara Lontarq 2020 bertema “Mengembalikan Kejayaan Aksara dan Budaya Lontaraq” yang akan dilaunching 25 Juni 2020, bakal diikuti sejumlah peneliti lontaraq kelas dunia.

Sejauh ini sudah ada tiga pembicara internasional yang dipastikan ikut. Sharyn Graham Davies dari Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru, kemudian ada Alwi bin Daud dari University Malaya, Malasyia, dan Dr. Kathryn Wellen dari Researchers di KITLV Leiden University, Belanda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Mohammad Hasan Sijaya mengatakan keikutsertaan para pembicara internasional ini membuktikan Aksara lontaraq bukan saja menjadi milik Sulsel, tapi juga dunia.

“Kehadiran para peneliti internasional ini mengindikasikan bahwa lontaraq adalah warisan dunia. Ini tugas kita menjaga aksara dan budaya Lontaraq melalui Festival Tahunan Aksara Lontaraq yang dimulai tahun ini. Doakan semoga dilancarkan,” kata Mohammad Hasan Sijaya, Minggu (21/06)

Sharyn Graham Davies, Alwi bin Daud dan Dr. Kathryn Wellen adalah pakar bahasa yang selama ini meneliti keberadaan Aksara Lontaraq. Mereka adalah ahli bertaraf dunia yang peduli akan sejarah dan keunggulan-keunggulan aksara lontaraq. Bahkan beberapa diantaranya, sudah bolak balik ke Makassar melakukan kunjungan dan penelitian.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Festival Aksara Lontaraq, Prof. Dr Nurhayati Rahman mengatakan, bahwa masyarakat Sulsel memiliki peradaban yang sangat maju sejak dahulu.

Karenanya, kata dia, tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki aksara. “Aksara ini bukan saja menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi penegasan tingginya nilai-nilai kebudayaan. Apa yang kita lakukan ini adalah sebuah gerakan kebudayaan dan peradaban buat generasi kita di masa mendatang,” kata Ahli Filologi Universitas Hasanuddin ini.

Kegiatan ini sendiri adalah prakarsa beberapa pihak, baik lembaga, person yang peduli akan gerakan pelestarian aksara lontaraq selama ini. Gagasan ini sendiri sudah dimulai tahun lalu, dan sempat tertunda pelaksanaanya di bulan Maret karena pandemi Covid-19.

Tim Panitia dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, KabarMakassar.com dan KGINetwork, serta sejumlah tokoh budayawan dan pemerhati lontaraq, antara lain Yudisthira Sukatanya, Rusdin Tompo, Bachtiar Adnan Kusuma, Idwar Anwar, Syahruddin Umar dan Heri Rusmana ikut dalam gerakan kebudayaan Gotong Royong anak negeri ini.

Launching ini sendiri juga didukung sejumlah musisi dan seniman lokal milenial yang mempopulerkan budaya lokal. Muhammad Alifi dari Jeneponto, Duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad, Komika Makassar Idris Baba Ong dan Duta Baca Sulsel Rezki Amaliah Syafiin

Humas Panitia Pelaksana, Marlon mengatakan kegiatan Festival Aksara Lontaraq 2020 dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah dan diikuti oleh sejumlah tokoh Sulsel dan nasional.

“Ada Kepala Perpustakaan Nasional, Pak Muhammad Syarif Bando, Ketua DPRD Sulsel, Ibu Andi Ina Kartika Sari, Prof Dr Nurhayati Rahman, Founder dan CEO KGINetwork Pak Upi Asmaradhana dan tiga pembicara internasional,” kata Marlon.

Ia mengatakan jika kegiatan ini sebagai wujud tanggungjawab dari panitia dan masyarakat peduli Aksara Lontaraq untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah.

“Khususnya tradisi literasi Aksara Lontaraq yang banyak peneliti memprediksi bakal punah jika tidak dilestarikan,” pungkasnya.

Peluncuran Festival akan dimulai 25 Juni 2020, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 29 Agustus 2020 mendatang. Kegiatan festival antara lain Launching Virtual, Lomba literasi Aksara dari SD-Mahasiswa dan Umum 11-30 Juli, Tudang sipulung dan Seminar Internasional Aksara dan Penetapan Hari Lontara, 29 Agustus siang, dan Malam Anugerah Kebudayaan pada Puncak Acara Festival Aksara Lontaraq.

Tiga Pembicara Internasional Ikut Launching Virtual Festival Aksara Lontaraq 2020

KabarMakassar.com — Panitia acara tahunan Festival Aksara Lontarq 2020 bertema “Mengembalikan Kejayaan Aksara dan Budaya Lontaraq” yang akan dilaunching 25 Juni 2020, akan diikuti sejumlah peneliti lontaraq kelas dunia.

Sejauh ini sudah ada tiga pembicara internasional yang dipastikan ikut yakni Sharyn Graham Davies dari Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru, kemudian ada Alwi bin Daud dari University Malaya, Malasyia, dan Dr. Kathryn Wellen dari Researchers di KITLV Leiden University, Belanda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Mohammad Hasan Sijaya mengatakan keikutsertaan para pembicara internasional ini membuktikan askara lontaraq bukan saja menjadi milik Sulsel, tapi juga dunia.

“Kehadiran para peneliti internasional ini mengindikasikan bahwa lontaraq adalah warisan dunia. Ini tugas kita menjaga aksara dan budaya Lontaraq melalui Festival Tahunan Aksara Lontaraq yang dimulai tahun ini. Doakan semoga dilancarkan,” kata Mohammad Hasan Sijaya, Minggu (21/06)

Ketiga pakar bahasa dari Selandia Baru, Malaysia, dan Belanda ini konsen melakukan penelitian Aksara Lontaraq. Mereka adalah ahli bertaraf dunia yang peduli akan sejarah dan keunggulan-keunggulan aksara lontaraq. “Bahkan beberapa diantaranya, sudah bolak balik ke Makassar melakukan kunjungan dan penelitian,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Festival Aksara Lontaraq, Prof. Dr Nurhayati Rahman mengatakan, bahwa masyarakat Sulsel memiliki peradaban yang sangat maju sejak dahulu.

Karena, kata dia, tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki aksara. “Aksara ini bukan saja menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi penegasan tingginya nilai-nilai kebudayaa. Apa yang kita lakukan ini adalah sebuah gerakan kebudayaan dan peradaban buat generasi kita di masa mendarang,” kata Ahli Filologi Universitas Hasanuddin ini.

Kegiatan ini sendiri adalah prakarsa beberapa pihak, baik lembaga, person yang peduli akan gerakan pelestarian aksara lontaraq selama ini. Gagasan ini sendiri sudah dimulai tahun lalu, dan sempat tertunda pelaksanaanya di bulan Maret karena pandemi Covid-19.

Tim Panitia dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, bekerjasama KabarMakassar.com dan KGINetwork, serta sejumlah tokoh budayaan dan pemerhati lontaraq, antara lain Yudistira Sukatanya, Rusdin Tompo, Bachtiar Adnan Kusuma, Idwar Anwar, Syahruddin Umar dan Heri Rusmana dan sejumlah pihak.

Kegiatan ini sendiri juga didukung sejumlah musisi dan seniman lokal milenial yang mempopulerkan budaya lokal. Muhammad Alifi dari Jeneponto, Duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad, Komika Makassar Idris Baba Ong dan Duta Baca Sulsel Rezki Amaliah Syafiin

Humas Panitia Pelaksana, Marlon mengatakan kegiatan Festival Aksara Lontaraq 2020 dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah dan diikuti oleh sejumlah tokoh Sulsel dan nasional.

“Ada Kepala Perpustakaan Nasional, Pak Muhammad Syarif Bando, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Prof Dr Nurhayati Rahman, Founder dan CEO KGINetwork Upi Asmaradhana dan tiga pembicara internasional,” kata Marlon.

Ia mengatakan jika kegiatan ini sebagai wujud tanggungjawab dari panitia dan masyarakat peduli Aksara Lontaraq untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah.

“Khususnya tradisi literasi Aksara Lontaraq yang banyak peneliti memprediksi bakal punah jika tidak dilestarikan,” pungkasnya.

Peluncuran Festival akan dimulai 25 Juni 2020, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 29 Agustus 2020 mendatang. Kegiatan festival antara lain Launching Virtual, Lomba literasi Aksara dari SD-Mahasiswa dan Umum 11-30 Juli, Tudang sipulung dan Seminar Internasional Aksara dan Penetapan Hari Lontara, 29 Agustus siang, dan Malam Anugerah Kebudayaan pada Puncak Acara di hari yang sama dengan acara KabarMakassar Award yaitu perayaan ulang tahun kabarmakassar yang ke-11.

Festival Aksara Lontaraq 2020 Dilaunching 25 Juni

KabarMakassar.com — Festival tahunan untuk mengembalikan kejayaan aksara lontaraq, yang merupakan salah satu warisan budaya Sulawesi Selatan dipastikan digelar tahun ini.

Festival Aksara Lontaraq 2020, akan dilaunching 25 Juni 2020 mendatang, setelah sempat tertunda pelaksanaannya karena wabah covid-19, dengan konsep virtual.

“Insya Allah launching Peluncuran Festival Aksara Lontaraq yang pertama akan kita gelar 25 Juni mendatang secara virtual karena kita masih dalam suasana pandemic,” kata Mohammad Hasan Sijaya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (14/6)

Hasan Sijaya mengatakan peluncuran ini nantinya sekaligus menandai dimulainya seluruh rangkaian acara Festival Aksara Lontaraq yang akan berlangsung sejak 25 Juni hinggga 29 Agustus 2020 mendatang. Puncaknya pada Seminar Internasional Aksara Lontaraq 29 Agustus mendatang.

Tokoh penggagas Festival Aksara Lontaraq ini juga menilai, kesiapan panitia yang didukung beberapa budayawan dan penggiat literasi diharapkan akan membantu lancarnya kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh terlibat dalam festival ini antara lain, Budayawan Yudistira Sukanyata, Penulis dan mantan Ketua Komisi Penyiaran Daerah Sulsel Rusdin Tompo, Aktifis dan motivator buku Bachtiar Adnan Kusuma, pegiat budaya Idwar Anwar, pustakawan senior Syahruddin Umar dan Heri Rusmana.

Salah satu Humas Panitia Pelaksana, Marlon mengatakan, Acara Peluncuran Festival Aksara Lontaraq 2020 akan diikuti oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando MM, Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah Mgr, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari SH Msi, Kadis PDK Moh Hasan Sijaya SH MH dan Prof Dr Nurhayati Rahman, Founder dan CEO KGINetwork Upi Asmaradhana.

“Pelaksanaannya secara daring. Nanti konsepnya disiarkan langsung dari Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel,” Kata Marlon

Ketua Dewan Pengarah Festival Aksara Lontaraq Prof Dr Nurhayati Rahman, mengatakan Festival ini bukan saja sebagai gerakan pelestarian minat baca dan menulis aksara lontaraq semata.

“Ini sebuah gerakan kebudayaan. Kelak anak-anak kita akan bangga pada budaya sendiri,” kata Ahli Filologi Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Festival Aksara Lontaraq 2020 merupakan kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dan KabarMakassar Kabar Grup Indonesia Network, serta sejumlah individu dan tokoh literasi dan kebudayaan di Sulawesi Selatan.

Lontaraq sendiri merupakan aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar-Enrekang- Luwu-Mandar- yang berada di Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Tidak banyak bangsa-bangsa di dunia yang memiliki aksara. Aksara bukan saja menjadi simbol sejarah, tapi juga menjadi penegasan tingginya nilai-nilai kebudayaan sebuah masyarakat. Sayangnya aksara Lontaraq yang merupakan identitas dan entitas budaya Sulawesi Selatan mulai terkikis keberadaannya, bahkan mulai dilupakan oleh anak-anak generasi sekarang.

Selain seremoni pembukaan yang ditandai dengan peluncuran virtual, Festival Aksara Lontaraq 2020, juga bakal dimeriahkan sejumlah kegiatan.

Di antaranya lomba karya tulis lontaraq tingkat sekolah dasar, Lomba Pidato tingkat SMP dan SMA.Lomba StandUp Komedi tingkat Mahasiwa dan Umum.

Puncak acara Festival ini, juga akan dilakukan Seminar Internasional dan penetapan Hari Lontaraq untuk Sulawesi Selatan, dan sekaligus penyerahan hadiah dan Malam Anugerah Kebudayaan Lontaraq 2020.

Festival ini sendiri, sebagai wujud tanggungjawab panitia dan masyarakat peduli Lontaraq untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah, khususnya tradisi literasi aksara lontaraq yang diprediksi para peneliti bakal punah jika tidak dilestarikan.

Festival Aksara Lontara Bakal Digelar Tahun 2020

KabarMakassar.com — Festival tahunan untuk mengembalikan kejayaan aksara lontara, yang merupakan salah satu kewarisan budaya Sulawesi Selatan bakal digelar tahun 2020 mendatang.

Media KabarMakassar.com members PT Kabar Grup Indonesia, KGI Network, Rabu (22/01/2020) hari ini telah berkonsultasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, yang pada akhirnya bersepakat untuk bersinergi menyiapkan ajang festival berskala nasional tersebut.

Pertemuan dengan tim PT KGI selaku penggagas festival ini dengan pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Sulsel, selain meminta arahan dan masukan untuk panitia, juga berkoordinasi tentang lokasi yang bakal di gelar di Benteng Rotterdam Makasssar.

Pertemuan informal ini sendiri, selain Kepala Dinas Perpusatakaan dan jajarannya, juga dihadiri pihak Balai Bahasa, Penggiat literasi Yudistira Sukatanya, dan penulis sekaligus aktifis buku nasional Bactiar Adnan Kusuma.

Sementara dari pihak kabarmakassar, Upi Asmaradhana selaku founder dan CEO KGI, juga ketua Panitia Pelaksana dalam hal ini Fritz V Wongkar, dan Marlon.

“Kami sudah bertemu dengan pihak PT KGI, dan ini merupakan sebuah ajang festival yang menarik. Festival Aksara Lontara yang digagas dari pihak media ini kita support dan kami berterima kasih akan pengembangan kebudayaan untuk anak-anak kita kedepan untuk lebih dekat dan mengenal aksara lontara ini,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Moh Hasan, Rabu (22/1).

Moh Hasan menambahkan, jika di jaman sekarang ini, anak-anak kita semakin menurun dalam memahami akan aksara lontara saat ini. Untuk itu ia mengaku senang pihak media menggandeng para penggiat literasi, seniman dan budayawan bersama-sama mengadakan festival yang mengangkat nilai-nilai budaya kita di Sulawesi Selatan terkhusus Makassar.

“Ini sebuah keharusan bagi kita, ini demi pengembangan untuk anak-anak kita, sehingga kami pihak pemerintah dan keinginan bapak Gubernur untuk mencerdsakan anak bangsa, harus mengadakan festival aksara lontara demi peningkatan dan pemahaman aksara lontara ini,” tandasnya.

Sementara itu untuk lokasi yang rencanannya bakal digunakan, pihak Dinas Perpustakaan Sulsel bakal mengambil lokasi cagar budaya, “Ada dua pilihan, kita di Benteng Rotterdham, atau di Benteng Somba Opu Gowa,” ujar Moh Hasan.

Lontara merupakan aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Bentuk aksara lontara menurut budayawan Prof Mattulada (alm) berasal dari “sulapa eppa wala suji”. Wala suji berasal dari kata wala yang artinya pemisah/pagar/penjaga dan suji yang berarti putri.

Wala Suji adalah sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Sulapa eppa (empat sisi) adalah bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta, api-air-angin-tanah.

Huruf lontara ini pada umumnya dipakai untuk menulis tata aturan pemerintahan dan kemasyarakatan. Naskah ditulis pada daun lontar menggunakan lidi atau kalam yang terbuat dari ijuk kasar (kira-kira sebesar lidi).

Dalam Festival Aksara Lontara 2020 ini nantinya bakal diadakan seminar aksara lontara dengan narasumber yang berkompeten, lomba karya tulis lontara tingkat sekolah dasar hingga SMA, dan juga pameran tulisan dan kaligrafi lontara.

Pada puncak acara Festival ini, juga akan dilakukan penetapan Hari Lontara untuk Sulawesi Selatan. Festival ini sendiri, sebagai wujud tanggungjawab moral media KabarMakassar dengan Tagline Rujukan Sulawesi Selatan, untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah setempat, khususnya tradisi literasi aksara lontara.