Pelindo IV Perketat Pengawasan Kru Kapal dari Luar Negeri

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan bahwa pihaknya tetap melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke sejumlah negara, meski di negara-negara tersebut tengah mewabah Virus Corona (Covid-19).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, meskipun ada wabah virus corona, ekspor langsung ke Vietnam, Korea, Jepang dan China dari Pelabuhan Makassar sejauh ini tetap terjaga.

“Hanya saja ada beberapa kebijakan yang memang harus kami lakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, life animal atau binatang hidup dari daratan China tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar,” kata Farid.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat thermal scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” paparnya.

Farid menjelaskan, larangan tersebut sesuai dengan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa (4/2) lalu Februari 2020 yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV.

Dalam rapat tersebut beber Farid, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan KKP dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

Sebelumnya, Farid juga sudah meminta kepada semua pegawai yang ada di front liner, terutama yang berada di Terminal Penumpang, untuk lebih waspada dan wajib menggunakan masker saat melayani.

Pelindo IV Konsisten Waspadai Virus Corona

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan komitmennya untuk konsisten mengikuti arahan Kementerian BUMN untuk selalu waspada terhadap bahaya virus Corona yang hingga saat ini masih menjadi perhatian dunia.

“Hingga saat ini kami masih tetap waspada, terutama kepada setiap kru kapal yang tiba di Pelabuhan Makassar. Tidak hanya kru kapal dari China, tetapi juga kru kapal dari negara-negara lainnya karena seperti kita ketahui, virus Corona juga sudah tersebar di 29 negara,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang, melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (19/2).

Selain itu, kata dia, pihaknya bersama petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar juga masih terus melakukan sosialisasi, utamanya kepada semua pemakai jasa di pelabuhan.

Selain menyiapkan alat thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner serta masker yang harus selalu digunakan para petugas di pelabuhan, pihaknya juga kini menyediakan cairan antiseptic untuk membersihkan tangan di terminal penumpang pelabuhan.

Meski virus Corona masih menjadi momok yang menakutkan, lanjut Farid, pihaknya tetap terus melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke China, Korea, Jepang, Vietnam dan beberapa negara lainnya.

“Hingga kini, ekspor langsung dari Pelabuhan Makassar ke negara-negara tersebut masih tetap terjaga,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, memang ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, life animal atau binatang hidup dari daratan China dan beberapa negara yang sudah tersebar virus Corona tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa
barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat Thermal Scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” terangnya.

Lebih jauh Farid menjelaskan, larangan tersebut berdasarkan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa, 4 Februari 2020, yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV, kemudian dilanjutkan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir dan dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, 18 Februari 2020.

Dalam rapat yang digelar awal Februari lalu itu, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

HPSN, Pelindo IV Resmikan 1 Kapal Sampah

KabarMakassar.com — Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang rutin diperingati setiap 21 Februari, Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) meresmikan 1 unit kapal yang digunakan untuk mengangkut sampah di perairan Pelabuhan Makassar.

Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang, mengatakan pihaknya bekerjasama dengan PT Tesco Indomaritim, salah satu perusahaan pembuat kapal di Indonesia, untuk membuat kapal pengangkut sampah.

“Rencananya, secara bertahap kami juga akan mengadakan lagi kapal pengangkut sampah untuk kebersihan laut di pelabuhan kelolaan lain. Agar laut di sekitar pelabuhan bersih dari sampah plastik yang berserakan,” kata Farid.

Dia menyebutkan kapal yang diberi nama KM. Skimmer ini akan membersihkan sampah-sampah di laut sekitar Pelabuhan Makassar, yakni di Dermaga Hatta Ujung, Dermaga Hasanuddin, Dermaga Soekarno, perairan depan Pertamina hingga Pelabuhan Paotere Makassar.

Setiap hari lanjut Farid, selalu ada crew yang standby di atas kapal yang memiliki kapasitas angkut sampah 3 hingga 5 ton.

Pelindo IV Siapkan Thermo Detector Waspadai Corona

KabarMakassar.com — Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Farid Padang, meminta kepada semua pegawai yang ada di Front Liner, terutama yang berada di terminal penumpang, untuk lebih waspada dan wajib menggunakan masker saat melayani.

Hal itu ditegaskan Farid menyusul maraknya wabah Virus Corona yang telah menggegerkan warga dunia dan cukup membuat gempar beberapa waktu belakangan ini.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan Thermo Detector atau alat untuk mengukur dan merekam suhu permukaan dan kondisi sekitar, terutama digunakan kepada para penumpang yang baru tiba atau turun dari kapal.

“Pelindo IV juga melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan, serta Kantor Syahbandar untuk selalu memperketat pengawasan,” kata Farid.

Dia juga mengimbau kepada semua penumpang kapal untuk selalu menjaga kebersihan, imun tubuh dan mengatur pola makan serta istirahat yang cukup.

Pihaknya pun meminta kepada semua petugas, utamanya di Front Liner terminal penumpang untuk jangan panik dan selalu berdoa karena Indonesia masih relatif aman dari wabah Virus Corona.

“Untuk di pelabuhan, kami juga merasa perlu untuk mengawasi penumpang kapal cruise dan anak buah kapal (ABK) asing serta pekerja dari luar negeri yang beroperasi di pelabuhan,” tegasnya.

Farid menambahkan, Senin (27/1), pihaknya telah menghadiri Rapat Koordinasi Terkait Wabah Virus Corona yang juga dihadiri Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusbandio.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Jakarta ini membahas agenda “Upaya Preventif Penularan Penyakit Corona”.

Kemenhub Keluarkan Edaran Terkait Corona

Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan surat edaran untuk peningkatan pengawasan dan pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona di lingkungan pelabuhan.

Dalam edaran tersebut diminta kepada seluruh petugas Kantor Kesyahbandaran agar melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat terhadap penumpang dan crew yang berasal dari China.

“Melakukan koordinasi secara intensif dengan para Stakeholder, khususnya dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan,” bunyi surat edaran tersebut.

Lebih lanjut, untuk menghindari kemungkinan penularan agar para petugas di pelabuhan internasional yang dilalui penumpang yang berisiko menularkan Virus Corona untuk menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) yang memadai, minimal berupa masker dan sarung tangan dalam melaksanakan tugasnya. “Serta berupaya menyikapi dengan segera dan ketat.”

Kepada kapal-kapal asing yang tiba di pelabuhan, diminta untuk melampirkan surat pernyataan bebas penyakit Pneumonia yang ditandatangani oleh Nakhoda atau “Maritime Declaration of Health” dan dilampirkan pada saat melakukan lapor tiba secara online.

Selain itu juga melampirkan daftar 10 Last Port of Call pada saat melakukan lapor tiba secara online.

Perusahaan Jepang Jajaki Peluang Kerja Sama

KabarMakassar.com — Obe Machinery and Engineering Co. Ltd., sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Jepang menawarkan kerja sama dibidang peralatan kepelabuhanan dan maintenance kepada Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Hal itu diungkapkan President of Obe Machinery and Engineering Co. Ltd., Kotaro Obe, saat berkunjung ke Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar, Senin (27/1).

Tak hanya bertemu dengan Manajemen Pelindo IV dan melihat secara langsung aktivitas pelabuhan di Terminal Petikemas Makassar (TPM) dan Makassar New Port (MNP), tetapi Kotaro Obe bersama tim juga mengunjungi beberapa lokasi di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Bantaeng, untuk menjajaki peluang kerja sama.

Terpisah, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengungkapkan bahwa tahun ini adalah tahun produksi bagi Perseroan seiring datangnya sejumlah alat yang kemudian ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp5,4 triliun di tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan, termasuk untuk melanjutkan pembangunan Makassar New Port.

Dari total investasi yang disiapkan tahun ini kata Farid, MNP menyerap jumlah paling banyak yaitu sebesar Rp1,9 triliun.

“Jumlah investasi yang disiapkan untuk MNP akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas terpasang MNP dan menjadikan mega proyek tersebut sebagai hub port bertaraf internasional, sehingga dapat meningkatkan direct call dan direct export dari Makassar,” jelasnya.

Saat ini lanjut Dirut Pelindo IV, Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan di MNP memiliki luas 16 ha dan akan terus ditingkatkan menjadi 48 ha pada 2022 mendatang, dengan kapasitas penumpukan akan menjadi 17,5 juta TEUs dari kapasitas eksisting yaitu 500.000 TEUs per tahun.

Dengan kapasitas yang ada sekarang, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini baru bisa melayani tiga perusahaan pelayaran domestik dan satu perusahaan pelayaran internasional yang melakukan aktivitas bongkar muat di MNP.

“Kedepan jumlah itu akan bertambah, untuk domestik menjadi 8 dan internasionalnya menjadi 2 pelayaran,” sebut Farid.

Dengan peralatan yang serba elektronik dan sudah terelektrifikasi di MNP, pihaknya menargetkan angka dwelling time di pelabuhan yang sudah menerapkan konsep Green Ecosystem ini kurang dari 2 hari.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan pada 2022 mendatang Makassar New Port memiliki kawasan industri yang terintegrasi.

Saat ini pihaknya terus menggenjot pembangunan untuk proyek multiyears ini. “Setelah Tahap I Paket A rampung, lanjut Paket B, Paket C, Paket D dan Tahap II yang dibangun secara bersamaan,” tukasnya.

Februari-Maret, Pelindo IV Datangkan Head Truck dan Reach Stacker

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan mendatangkan 27 unit head truck 6 x 4 dan chasis serta delapan unit reach stacker untuk ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan hingga Juni 2020 nanti Perseroan memang akan mendatangkan sejumlah alat. “Alat-alat tersebut akan ditempatkan di beberapa pelabuhan untuk meningkatkan aktivitas bongkar muat,” jelasnya.

Dia menuturkan pelabuhan cabang yang akan mendapatkan tambahan alat reach stacker pada Februari nanti yaitu Pelabuhan Parepare, Nunukan, Merauke, Manokwari, Tolitoli, Tarakan, Ternate dan Pelabuhan Sorong.

Sedangkan pelabuhan cabang yang mendapat tambahan head truck 6 x 4 dan chasis, masing masing Terminal Petikemas Makassar (TPM) 14 unit, Pelabuhan Ternate 4 unit, Kendari 4 unit, Jayapura 3 unit dan Pelabuhan Bitung 2 unit.

“Untuk head truck 6 x 4 dan chasis akan tiba pada Maret 2020,” ucap Farid.

Dirut Pelindo IV menegaskan, kedatangan alat tersebut untuk menunjang aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan, seiring rencana Perseroan yang akan melakukan peningkatan status beberapa pelabuhan dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Tahun ini lanjutnya, ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose yakni Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

Sebenarnya menurut Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Tinggal enam pelabuhan lagi yang ditarget selesai dalam tahun ini,” tukasnya

Dirut Pelindo IV: Semua Pembangunan Pelabuhan Diawasi TP4D dan BPKP

KabarMakassar.com — Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mengatakan bahwa setiap pembangunan pelabuhan yang dilaksanakan di semua wilayah kerja selalu diawasi oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan BPKP.

Hal itu ditegaskan Farid usai menghadiri pengarahan penguatan pencegahan korupsi kepada kepala daerah se-Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, didampingi Kepala Satuan Pengawas Intern Pelindo IV, Enriany Muis.

“Menjadi salah satu kewajiban Pelindo IV adalah mengembangkan pelabuhan yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Karena tugas Pelindo IV juga adalah bagaimana mendistribusikan barang-barang yang dari Makassar ke pelabuhan yang ada di pulau lainnya, seperti Kalimantan, Maluku dan Papua,” terangnya.

Sementara itu dalam arahannya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri mengingatkan kepada seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati dan walikota untuk berhati-hati dengan segala bentuk tindak korupsi, suap maupun gratifikasi.

“Himbauan ini juga untuk seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stakeholder terkait,” tegas Firli.

Dia menyebutkan, sesuai UU 30 Tahun 2002 jo. UU 10 Tahun 2015 jo. UU 19 Tahun 2019 Pasal 6, tugas KPK adalah melakukan tindakan-tindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi.

KPK juga harus melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang untuk melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.

Selain itu lanjut Firli, KPK juga harus melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara dan melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“KPK juga melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, serta melakukan tindakan untuk melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memeroleh kekuatan hukum tetap,” urainya.

Bangun Pelabuhan Lok Tuan, Pelindo IV Siapkan Investasi

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyiapkan anggaran investasi jangka pendek sebesar Rp500 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Umum Lok Tuan Bontang di Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang modal sebesar itu akan digunakan untuk melakukan reklamasi seluas 52.506 meter perseri yang nantinya akan menjadi container yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 38.111,4 meter persergi serta Container Freigt Station (CFS) atau area pergudangan dengan luas 5.282 meter persegi.

“Selain itu juga akan dibangun Dermaga IV dan V ukuran 140 x 18 meter dengan fasilitas dan utilitas seluas 5.989 meter persegi,” jelasnya.

Dia menyebutkan rencana pembangunan Pelabuhan Umum Lok Tuan Bontang sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Lok Tuan (KM 75 Tahun 2009 tanggal 2 Desember 2009). Dimana pengerukan akan dilakukan hingga kedalaman minus 9 mLWS.

“Hasil pengerukan itu yang akan digunakan untuk kegiatan reklamasi,” ucapnya.

Rencananya terminal petikemas yang dibangun akan mampu menampung kontainer sebanyak 180.000 TEUs per tahun.

Selain membangun pelabuhan kata Farid, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah peralatan yaitu Container Crane (CC), Reach Stacker (RS), Head Truck, Tronton dan Forklift untuk menunjang kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang akan mulai dibangun pada 2020 dan direncanakan rampung pada 2024 mendatang.

Menurutnya, Pelabuhan Lok Tuan Bontang perlu dibangun terminal petikemas untuk mengakomodasi kegiatan bongkar muat petikemas, mengantisipasi pertumbuhan arus barang, menekan biaya logistik serta untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut yang diperkirakan lebih dari 3%.

“Mengingat pertumbuhan ekonomi wilayah Bontang dalam 5 tahun terakhir sekitar 3 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut Farid mengatakan, Pelabuhan Umum Lok Tuan Bontang juga dikembangkan karena menjadi salah satu gate way wilayah Kaltim, selain Balikpapan dan Samarinda, serta dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Untuk diketahui, Pelabuhan Lok Tuan dibangun oleh Pemerintah Kota Bontang menggunakan dana APBD.

Kerja sama pengoperasian Pelabuhan Lok Tuan oleh PT Pelabuhan Indonesia IV sudah berlangsung sejak 1 Desember 2016 sampai dengan 30 November 2021.

Skema kerja sama adalah bagi hasil melalui kontribusi tetap, profit sharing, retribusi dan kegiatan meliputi bongkar muat general cargo, penumpang dan pelabuhan rakyat (pelra).

Siapkan Rp 38 Miliar, Pelindo IV Segera Kembangkan Pelabuhan Loktuan Bontang

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) segera melakukan pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur.

Hal itu diutarakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang saat melakukan presentasi pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang yang dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam serta beberapa pejabat dari instansi terkait di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin malam (20 Januari 2020).

Farid Padang mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menyiapkan total investasi sebesar Rp5,4 triliun yang di antaranya akan digunakan untuk melakukan pengembangan sejumlah pelabuhan di wilayah kelolaan.

Dari total capex atau belanja modal yang disiapkan Perseroan tahun ini kata Dirut Pelindo IV, pihaknya menyisihkan sebesar Rp38 miliar khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang.

Farid mengakui kontribusi Pelabuhan Loktuan Bontang pada pendapatan perusahaan di 2018 lalu dari segmen kunjungan kapal memang masih cukup kecil, yakni hanya 3,24 persen. “Yang terbesar masih Pelabuhan Balikpapan yaitu 10,09 persen,” jelasnya. Namun lanjut dia, potensi komoditas yang dimiliki dan ekspor dari Bontang cukup besar.

Sebelumnya, sudah ada pelabuhan milik Pemkot Bontang yang dikerjasamakan dengan Pelindo IV dan Wali Kota Bontang ingin kedepan BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini melakukan ekspansi untuk menambah fasilitas dan akan dilakukan kerja sama baru untuk pengembangan tersebut.

Farid Padang saat melakukan presentasi pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang

“Dalam rangka mendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru, maka beberapa kabupaten di Kaltim yang memiliki pelabuhan ingin mengembangkan kapasitas pelabuhannya.”kata Farid Padang

Kedepan, Pelabuhan Umum Loktuan Bontang akan dijadikan pelabuhan pengumpul di Sangatta, Bontang dan Kutai Timur.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan pihaknya sangat berharap kerja sama pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang dengan PT Pelindo IV dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tentunya menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Yang penting adalah sustainable (keberlanjutannya). Karena kedepan aktivitas ekonomi di Bontang Insya Allah akan cukup besar. Oleh sebab itu, Bontang harus memiliki pelabuhan untuk petikemas,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan pemanfaatan pelabuhan di Kota Bontang, bisa meningkatkan PAD dan juga meningkatkan aktivitas masyarakat, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Oleh sebab itu, pelayanan pelabuhan juga menjadi salah satu perhatian Pemkot Bontang,” harap Neni.

Pelindo IV Kerja Sama Pemanduan dengan KPC

Farid menambahkan selain melakukan kerja sama dengan Pemkot Bontang, Pelindo IV juga melakukan kerja sama pemanduan kapal dengan pihak Kaltim Prima Coal (KPC).

“Dalam kerja sama itu, dibahas tentang beberapa perbaikan kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya, untuk peningkatan level of service pemanduan dan penundaan di KPC pada tahun ini,” sebutnya.

“Hal tersebut sebagai dampak dari adanya peningkatan produksi batu bara oleh KPC di 2019 lalu,” tukas Farid.

MNP Ditarget Punya Kawasan Industri Terintegrasi 2022 Nanti

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menargetkan Pelabuhan Baru Makassar atau Makassar New Port (MNP) memiliki kawasan industri yang terintegrasi pada 2022 mendatang.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pembangunan untuk proyek multiyears, MNP. “Setelah Tahap I Paket A rampung, lanjut Paket B, Paket C, Paket D dan sekarang Tahap II dan Tahap III yang dibangun secara bersamaan,” katanya.

Tahun ini, Perseroan juga siap menggelontorkan modal usaha total sebesar Rp5,4 triliun yang didalamnya termasuk untuk melanjutkan pembangunan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang berlokasi di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ini.

“Dari total investasi yang disiapkan tahun ini, MNP menyerap jumlah paling banyak yaitu sebesar Rp1,9 triliun.”

Jumlah tersebut lanjut Farid, akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas terpasang MNP dan menjadikan mega proyek tersebut sebagai hub port bertaraf internasional, sehingga dapat meningkatkan direct call dan direct export.

Saat ini ujarnya, Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan di MNP memiliki luas 16 ha dan akan meningkat jadi 48 ha pada 2022 mendatang, dengan kapasitas penumpukan menjadi 17,5 juta TEUs dari kapasitas eksisting yaitu 500.000 TEUs per tahun.

“Sekarang jumlah pelayaran domestik yang melakukan aktivitas bongkar muat di MNP masih 3 dan internasional baru satu pelayaran. Kedepan jumlah itu akan bertambah, untuk domestik menjadi 8 dan internasionalnya jadi 2 pelayaran,” sebut Farid.

Pihaknya juga menargetkan angka dwelling time di pelabuhan yang sudah menerapkan konsep Green Ecosystem ini kurang dari 2 hari, dengan peralatan yang serba elektronik dan sudah terelektrifikasi nantinya.

Pelabuhan Ternate Kedatangan 1 Unit CC

Sementara itu, 1 unit alat Container Crane (CC) telah tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate pada Selasa (14 Januari 2020).

General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Ternate, Herryanto menuturkan kedatangan alat tersebut untuk melengkapi sejumlah alat eksisting yang sudah beroperasi selama ini.

Dirut Pelindo IV menambahkan, kedatangan alat tersebut sebagai bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan status Pelabuhan Ternate dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Sebenarnya kata Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas, yakni Pelabuhan Ambon, Sorong, Jayapura, Tarakan, Ternate, Kendari, Pantoloan, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Menyusul 6 pelabuhan lagi yang ditarget rampung dalam tahun ini, dengan modal yang ditanam khusus di Pelabuhan Ternate sebesar Rp106,9 miliar,” tukasnya.